Tips Sukses Melakukan Negosiasi Dalam Bisnis

Negosiasi adalah kemampuan dasar dalam berbisnis. Dengan bernegosiasi secara tepat, Anda dapat memperoleh berbagai keuntungan. Misalnya saja tidak membuang-buang waktu, memperoleh klien, kesempatan kerja sama, dan kesempatan memperluas usaha. Karena itu mari belajar bernegosiasi. Caranya tidak sesusah yang dibayangkan. Anda hanya perlu lebih peka pada keadaan pasar dan konsumen. Usahakan untuk bersikap sesuai kondisi. Bagaimana caranya? Berikut ini adalah tips sukses melakukan negosiasi dalam bisnis :
1. Jadi pendengar yang baik
Usahakan untuk bernegosiasi secara seimbang. Hindari terlalu banyak berbicara. Bisa-bisa konsumen bosan atau tersinggung karena tidak diberi kesempatan bicara. Setelah menjelaskan sebagian informasi, tanyakan pendapat konsumen. Setelah itu baru beri penjelasan selanjutnya. Jangan memaksakan kehendak. Tanyakan keinginan konsumen. Beri perhatian pada kebutuhan dan kondisi keuangan mereka. Jika mereka tidak mampu membeli produk yang ditawarkan, beri alternatif produk lain. Pikirkan solusi bersama-sama. Dengan demikian, konsumen akan menghormati dan menyukai Anda.
2. Paparkan keunggulan produk
Untuk meraih kepercayaan konsumen, tak cukup hanya dengan bersikap baik. Paparkan keunggulan produk Anda. Tak perlu mengada-ada, sampaikan saja sejujurnya. Tonjolkan hal menarik dari produk tersebut. Sampaikan testimoni dari pelanggan-pelanggan yang puas. Jika konsumen masih bimbang, beri brosur atau buklet yang bisa dibawa pulang. Maka mereka bisa mempertimbangkan lagi. Kemungkinan mereka akan meminta pendapat dari orang lain. Dengan demikian, secara otomatis mereka melakukan promosi dari mulut ke mulut.
3. Pahami maksud tersembunyi konsumen
Lakukan pendekatan secara tepat. Ketahui keinginan konsumen yang sebenarnya. Jangan tertipu kata-kata. Mungkin yang dikatakan konsumen tidak sesuai dengan keinginan sebenarnya. Karena itu perhatikan gestur tubuh dengan cermat. Misalnya saja konsumen menolak untuk membeli produk tertentu. Namun gestur tubuh mereka kelihatan tidak mantap. Jika menggigiti kuku, mungkin mereka ragu-ragu. Jika pandangan mata beralih ke sana kemari, mungkin mereka bingung. Sikapi tanda-tanda tersebut dengan bijak. Beri penjelasan lebih terperinci. Turunkan harga sedikit. Siapa tahu konsumen akan mempertimbangkan lagi dan menerima tawaran Anda.
4. Lakukan tawar-menawar
Misalnya saja Anda ditawari untuk membeli suatu produk. Cek harga pasar produk tersebut. Jika harga yang ditawarkan lebih tinggi dari harga pasar, jangan takut untuk melakukan tawar-menawar. Tawar harga jauh lebih rendah dari transaksi yang diinginkan. Misalnya saja Anda hendak membeli produk seharga 10 juta. Tak ada salahnya menawar dari 5 juta. Anda memang tak akan memperoleh harga sejumlah itu. Namun jika pandai bernegosiasi, Anda akan memperoleh harga 7-8 juta. Ini tentu lebih menguntungkan daripada jika dari awal Anda menawar 7 juta. Kemungkinan harga akhir justru 9 juta.
5. Tetapkan kebijakan harga
Bagaimana jika konsumen Anda yang menawar? Jangan sampai memberi harga akhir terlalu rendah. Tetapkan kebijakan harga terlebih dahulu. Misalnya saja, penawaran hanya diizinkan maksimal 25% dari harga asli. Patuhi kebijakan tersebut. Dengan demikian, Anda tak akan rugi. Jangan takut menolak penawaran yang terlalu rendah. Jika konsumen tidak jadi membeli, tak perlu mengejar-ngejar mereka. Tindakan ini justru mengurangi rasa hormat konsumen pada usaha Anda. Tawarkan saja produk pada konsumen lain. 
6. Berikan penjelasan dengan lengkap
Ketika menjelaskan produk atau layanan pada konsumen, hindari memberi informasi secara sepotong-sepotong. Beri penjelasan yang lengkap. Sebutkan keunggulan dan keuntungan yang ditawarkan. Sebutkan juga pelanggan-pelanggan yang sudah puas dengan usaha Anda. Dengan demikian, konsumen akan memiliki lebih banyak masukan untuk dipertimbangkan. Hal ini lebih baik daripada memberikan sebagian informasi. Bisa-bisa konsumen merasa ditipu karena tidak diberitahu informasi lainnya.
7. Jangan lupa menyapa dan tersenyum
Bangsa Cina terkenal akan kemampuan bisnisnya. Salah satu filosofi yang mereka pegang teguh adalah, jangan berani-beraninya membuka usaha jika tidak bisa tersenyum. Beri senyum terbaik Anda pada konsumen. Senyum adalah bahasa yang bisa dipahami oleh semua orang. Kebanyakan orang cenderung lebih menyukai orang yang tersenyum daripada yang tidak. Pastikan negosiasi Anda selalu dihiasi senyuman. Selain itu, biasakan untuk menyapa konsumen dalam setiap transaksi. Ingat-ingat nama mereka dengan benar. Dengan menyebut nama mereka beberapa kali, mereka akan merasa lebih dekat dengan Anda.
8. Buat rencana cadangan
Selalu ada kemungkinan gagal dalam bernegosiasi. Inilah pentingnya membuat rencana cadangan. Misalnya saja, klien Anda tahu-tahu membatalkan perjanjian kerja sama. Ketahui alasannya dengan baik. Jika Anda tak bisa meyakinkannya untuk menerima perjanjian tersebut, tak perlu mengejar-ngejar. Jalankan saja rencana cadangan. Anda bisa menawarkan kerja sama pada klien lain. Gunakan kegagalan sebelumnya sebagai pembelajaran. Kali ini, coba tawarkan harga yang lebih murah atau beri bonus layanan jika klien menyetujui perjanjian.
9. Jangan melibatkan emosi
Biasakan bernegosiasi dengan pikiran jernih. Buat prinsip-prinsip dan patuhilah. Jangan sampai melibatkan emosi. Ingat, bisnis berbeda dengan pergaulan biasa. Dalam pergaulan biasa, Anda memang harus bersikap simpatik dan menyesuaikan diri dengan orang lain. Namun tidak demikian halnya dalam berbisnis. Jika menuruti emosi, Anda akan rugi. Hindari merasa kasihan pada orang lain. Jika seseorang tidak bisa membeli produk Anda karena kondisi ekonominya belum memungkinkan, tak perlu membuat perkecualian. Bisa-bisa sistem perusahaan Anda jadi kacau. Beri saja rekomendasi untuk membeli produk serupa di perusahaan lain yang lebih murah.
10. Siap lakukan kompromi
Jangan terlalu kaku dalam bernegosiasi. Selalu siap lakukan kompromi. Misalnya saja Anda ditawari kesempatan kerja sama dengan perusahaan lain. Jika perjanjian tidak disetujui oleh kedua pihak, jangan langsung menyerah dan membatalkannya. Coba ajak perusahaan tersebut untuk melakukan kompromi. Demikian juga dalam bernegosiasi dengan konsumen. Jika mereka tidak jadi membeli produk Anda, coba lakukan kompromi. Cari jalan keluar yang dapat disetujui oleh kedua belah pihak.
11. Ciptakan win-win solution
Bisnis memang dilakukan untuk memperoleh keuntungan. Namun jangan sampai demi memperoleh uang, Anda membuat kondisi orang lain menjadi buruk. Hindari bersikap curang. Dalam bernegosiasi, pemenangnya tak harus satu pihak. Sadari bahwa kedua belah pihak bisa menang secara bersamaan. Bagaimana caranya? Temukan solusi atau cara kerja yang menguntungkan kedua belah pihak. Pastikan bekerja secara seimbang.
12. Lakukan riset pasar
Dalam bernegosiasi, Anda harus memperlakukan konsumen dengan tepat. Ketahui keinginan dan kebutuhannya. Jangan tunggu konsumen mengatakannya, Anda harus satu langkah lebih maju. Tak perlu menebak-nebak, lakukan saja riset pasar. Coba riset kebutuhan orang-orang di berbagai wilayah. Hasil riset tersebut akan berguna. Dalam bernegosiasi, perlakukan konsumen sesuai hasil riset. Dengan demikian negosiasi akan berlangsung lebih cepat dan tepat sasaran.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *