4 Langkah Mempelajari Kewirausahaan

Kewirausahaan atau kewiraswastaan adalah dua istilah yang mengandung arti sama. Keduanya sama-sama menciptakan hal baru yang berbeda dari pasar untuk diberi nilai tambah dan kemudian dijual. Kegiatan ini sama seperti dengan kegiatan bisnis. Mempelajari kewirausahaan sama juga dengan mempelajari bisnis. Orang yang melakukan wirausaha atau wiraswasta disebut dengan wirausahawan atau wiraswastawan. Lalu bagaimana caranya menjadi wirausahawan yang sukses? Apakah cukup dengan melihat saja? Berikut ada empat langkah sederhana untuk menjadi wirausahawan.

1.    Miliki jiwa mandiri
Kemandirian adalah faktor penting dalam jiwa wirausahawan. Wirausahawan mandiri harus dapat menciptakan pekerjaan untuk diri sendiri untuk mencapai berbagai cita-citanya. Milikilah rasa inisiatif yang membuat Anda ingin menggunakan kemampuan sendiri semaksimal mungkin agar Anda bersedia bekerja keras dalam waktu lama untuk membuat bisnis yang sukses. Jiwa mandiri dapat membuat Anda bertanggung jawab menghadapi segala risiko kegagalan bisnis.


 
Inovasi bisnis tidak dapat tercapai dengan meniru kesuksesan orang lain karena hal-hal baru dalam bisnis bergantung pada pemikiran-pemikiran pemiliknya. Seorang wiraswasta melihat diri mereka sebagai pemilik bisnis. Jenis pemilik bisnis yang berbeda dari pemilik perusahaan dengan karyawan atau kontraktor lain. Seorang wirausahawan adalah pemilik sekaligus konsultan bisnisnya sendiri. Ia harus mampu  menyeimbangkan pendapatan, memasarkan bisnis, dan bertanggung jawab atas pengembangan layanan serta kepuasan klien.

Keberhasilan atau kegagalan bisnis wirausahawan tergantung pada dirinya sendiri, jadi jiwa mandiri wajib dikembangkan dan dimiliki. Untuk menghasilkan produk kreatif dan ide-ide unik, seorang wirausahawan harus menjadi pemikir. Otak adalah kabel untuk mendaur ulang ide-ide yang sudah didengar dari orang lain. Anda dapat belajar untuk berpikir secara mandiri dengan tiga tips di bawah ini.

– Gabungkan banyak kendala menjadi satu permasalahan
Permasalahan dengan kendala terlalu banyak adalah musuh kita untuk dapat berpikir secara mandiri. Segera kesampingkan solusi yang tampaknya sulit untuk dijalankan. Kendala yang digabungkan menjadi satu permasalahan dapat membuat otak tetap fokus merencanakan ide dan solusi baru.

– Gabungkan ide-ide yang tampaknya tidak cocok
Jika Anda mencoba untuk memecahkan masalah, memori Anda akan mengambil solusi atau konsep yang tampak logis sehingga hasilnya akan sama dengan kebanyakan orang. Untuk berpikir secara mandiri dan berbeda, gabungkanlah ide-ide yang tampaknya tidak cocok sama sekali sehingga dapat menghasilkan pemikiran yang unik.

– Pandang permasalahan dengan cara lain
Mengubah perspektif Anda dalam menghadapi permasalahan dapat membantu untuk melihat solusi baru yang mungkin diabaikan.


2. Rumuskan visi yang jelas
Sebagian besar wirausahawan didorong oleh bayangan keberhasilan ketika memulai bisnis mereka. Namun wirausahawan sukses akan mengambil satu langkah lebih jauh dengan mengembangkan visi untuk masa depan bisnisnya. Visi yang jelas dapat membantu memandu strategi yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan dalam pengambilan keputusan bisnis. Visi adalah tujuan yang harus dicapai, bukan merupakan cerminan dari posisi bisnis saat ini. Jadi buatlah visi yang mempunyai fokus pada masa depan.

Jangan lupa untuk mempertimbangkan perubahan di pasar global seperti kemajuan internet dan teknologi. Dengan berfokus ke arah visi, wirausahawan dapat menetapkan tujuan bagi bisnisnya, dirinya sendiri, dan karyawannya. Wirausahawan harus rajin mengejar visinya dan mengambil tindakan lanjut dengan mengukur hasil yang sudah dicapai serta terus membuat perbaikan.

3. Berani mengambil risiko
Uang adalah risiko utama ketika memulai sebuah bisnis. Tapi risiko kewirausahaan lebih dari sekadar uang. Nama baik dipertaruhkan. Wirausahawan juga berinvestasi waktu dan berbagai peluang bisnis. Mereka bertaruh dengan modal intelektual dengan mengekspos ide-ide kewirausahaan mereka ke pasar. Dunia kewirausahaan tidak sederhana. Apabila bisnis gagal, ada risiko dan konsekuensi nyata yang harus dihadapi.

Oleh karena itu, Anda harus jelas dan objektif dalam memandang risiko yang akan dihadapi. Buatlah penilaian yang jujur tentang risiko-risiko bisnis dan pikirkan semua yang harus dibayar sebagai pinjaman. Setelah Anda memiliki daftar risiko, carilah cara untuk mengurangi atau mengelolanya. Cara lain untuk menurunkan risiko adalah dengan mendapatkan saran dari mentor yang dapat memberikan wawasan untuk menganalisanya.

Namun jangan pernah takut untuk mengambil risiko, karena peluang-peluang besar biasanya berasal dari bisnis dengan risiko yang besar pula. Berikut ini tips untuk menghadapi risiko yang menyertai para wirausahawan saat memulai bisnisnya.

– Pertama, ukurlah toleransi Anda terhadap risiko sebelum Anda semakin jauh masuk ke dalam dunia wirausaha. Bayangkan bagaimana Anda akan merespon kegagalan bisnis yang mungkin terjadi. Latihan kesadaran diri ini adalah persiapan yang baik sebelum menghadapi risiko yang sesungguhnya.

– Kedua, pertahankanlah relasi penting dalam kehidupan. Tekanan saat memulai usaha baru dapat mengurangi intensitas Anda untuk mempertahankan relasi penting di lingkungan sekitar. Orang-orang terkasih dalam hidup layak untuk menjadi bagian dari kesuksesan impian Anda. Dukungan mereka akan menjadi motivasi penting sedangkan keterasingan hanya akan  mempersulit Anda saat memulai bisnis baru.

– Ketiga, jangan memulai bisnis hanya untuk mencari uang. Tentu saja, Anda ingin sukses dan kaya raya. Tetapi ikutilah gairah nyata dalam usaha Anda. Gairah yang akan membuat Anda tetap kuat menghadapi berbagai risiko dan hambatan. Gairah bisa menjadi obat penawar yang kuat terhadap tantangan emosional yang tak terelakkan saat mengalami kegagalan bisnis.


4.  Buat perencanaan bisnis
Rencana bisnis adalah dokumen yang digunakan untuk menentukan rincian spesifik tentang bisnis. Rencana bisnis dapat dibuat di berbagai ukuran kertas dengan beberapa kalimat sederhana atau dengan format formal sebanyak 100 halaman. Menurut Entrepreneur Magazine, rencana bisnis yang baik rata-rata berisi 15-20 halaman. Rencana bisnis yang komprehensif memiliki tiga bagian yaitu konsep bisnis, pemasaran dan keuangan.


Tiga bagian tersebut masih dirinci menjadi tujuh komponen yang meliputi ikhtisar atau ringkasan, deskripsi bisnis, strategi pasar, analisis persaingan, desain dan pengembangan, operasi dan manajemen, serta informasi keuangan. Tujuan utama dari rencana bisnis adalah untuk menentukan bisnis yang hendak dijalani dari waktu ke waktu. Dengan memperjelas tujuan dan arah bisnis, Anda dapat memahami apa yang perlu dilakukan untuk memajukannya.

Rencana bisnis dapat terdiri dari deskripsi sederhana mengenai produk dan jasa dalam bisnis Anda atau mengenai lini produk yang tepat yang akan ditawarkan serta penjelasan rinci tentang pelanggan ideal Anda. Bisnis wirausaha berevolusi dan beradaptasi dari waktu ke waktu, rencana bisnis dapat menjadi cara yang efektif untuk merencanakan perubahan di pasar, pergantian tren, dan inovasi baru.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *