Kisah Sukses Perjalanan Bisnis Vladimir Putin

Berbeda dengan tokoh-tokoh yang sebelumnya sudah kami bahas profilnya, pria yang satu ini terkenal bukan sebagai pebisnis, melainkan sebagai seorang presiden. Vladimir Putin merupakan seorang politikus berkebangsaan Rusia yang menjabat sebagai Presiden Rusia sejak bulan Meid 2012 lalu. Sebelumnya, ia sudah pernah menjabat sebagai presiden pada periode 2000-2008 dan Perdana Menteri Rusia pada periode 1999-2000 dan 2008-2012. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Partai Rusia Bersatu.

Pria dengan nama asli Vladimimr Vladimirovich Putin ini lahir pada tanggal 7 oktober 1952 di St. Petersburg atau yang pada masa itu dikenal dengan nama Leningrad. Ia sebenarnya memiliki dua orang saudara, namun keduanya meninggal dan akhirnya Putih menjadi anak tunggal. Saudara pertamanya meninggal ketika lahir dan yang kedua meninggal karena dipteri saat masih kecil. Putin yang saat muda sering dipanggil Putka ini merupakan anak dari pasangan Vladimir Spiridonovih Putin dan Maria Ivanovna Putina. Ayahnya merupakan karyawan lepas di sebuah pabrik dan meninggal pada akhir abad ke-20. Ibunya meninggal 6 bulan lebih awal dari ayahnya. Putin memang mengakui pemerintahan komunis, meskipun ia dibaptis berdasarkan kepercayaan Gereja Ortodoks.

Image Credit

Sejak masih muda, Putin memiliki kemampuan berbahasa yang baik, terutama dalam bahasa Inggris dan bahasa Jerman. Ia juga memiliki keterampilan dalam bela diri, khususnya sambo, bela diri dari Rusia, dan judo. Ia juga bukan seorang perokok atau tipe pemabuk berat.

Pada tahun 1978, Putin menikah dengan seorang wanita bernama Lyudmila dan memiliki dua orang anak bernama Mariyana Putina yang lahir pada tahun 1985 dan Yekaterina Putina yang lahir satu tahun kemudian. Mereka berdua lahir di Dresden, Jerman, dan saat ini bersekolah di sebuah sekolah internasional di Moskwa. Istrinya, Lyudmila, adalah seorang sarjana di bidang filologi di Universitas Negeri Leningrad. Setelah lulus ia bekerja sebagai pramugari di Kaliningrad dan sekarang ia bekerja sebagai pengajar. Sama seperti suaminya, ia juga memiliki kemampuan berbahasa yang baik, terutama dalam bahasa Inggris, Jerman, dan Spanyol.

Setelah mendapatkan gelar sarjana hukum pada tahun 1975 dari sebuah universitas negeri di Leningrad, ia bekerja di dinas intelijen Uni Soviet (KGB) dan ditempatkan di Dresden, Jerman Timur. Meskipun aktivitasnya sempat terekam oleh kamera ketika ia sedang mengadakan transaksi di dekat sebuah toko KaDeWe oleh dinas rahasia Jerman Barat, bagi STASI (Dinas rahasia Jerman Timur), Putin dikenal sebagai “hantu di siang bolong”. Putin merupakan saksi ketika jatuhnya Jerman Timur dan diblokirnya kantor KGB cabang Jerman Timur oleh demonstran yang marah.

Saat itu, KGB Jerman Timur terus mengontak Moskwa, namun tidsak mendapat jawaban. Bagi Putin, kondisi ini menunjukkan bahwa Moskwa tidak dapat mengambil tindakan apa-apa dan kejatuhan pemerintah Uni Soviet hanya tinggal menunggu waktu.

Pada tahun 1990, Putin meninggalkan KGB dan menjalin aliansi dengan seorang liberalis bernama Anatoly Sobchak yang menjabat sebagai walikota St. Petersburg dan bekerja sebagai asisten sejak tahun 1994. Pada tahun 1996, Sobchak kehilangan jabatannya dan Putin direkomendasikan sebagai pejabat administrasi kepresidenan oleh Deputi Perdana Menteri Anatoly Chubais. Pada tahun 1998, Putin menggantikan Nikolai Kovalyov dan menjabat sebagai kepala Federal Security Bureau (FSB), sebuah dinas rahasia Rusia yang baru. Pada 1999, Putin menjabat sebagai Perdana Menteri, menggantikan Sergei Stephasin yang diberhentikan oleh Presiden Boris Yeltsin. Menjelang awal tahun 2000, Boris Yeltsin mengundurkan diri dan dengan keyakinan bahwa Putin dapat mengulangi kejayaan Rusia yang baru pada abad ke-21 menunjuk Putin sebagai pejabat kepresidenan.

Pada tahun 2000, dengan total suara 52,94% pada pemilihan presiden pada akhir Maret 2000, Putin akhirnya resmi menjabat menjadi presiden pada tanggal 7 Mei 2000. Selain Boris Yeltsin, banyak tokoh-tokoh lain yang mendukung Putin. Sergei Stepashin, pejabat yang Putin gantikan, mengatakan bahwa Putin adalah orang yang jujur. Mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton juga mengatakan bahwa Putin mampu menjadikan Rusia sebagai negara yang berprospek dan kuat. Mantan Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev pun mengemukakan keyakinannya akan Putin bahwa ia tidak akan merusak demokrasi Rusia.

Tanpa harus diperjelas oleh pendapat orang-orang, Putin memang bercita-cita untuk mengembalikan masa-masa kejayaan Rusia yang dirindukan seluruh masyarakat Rusia pada masa Uni Soviet. Putin mengganti lagu kebangsaan Rusia pada masa Yeltsin, “Patrioticheskaya Pesnya” atau yang berarti “Lagu Patriotik” yang tanpa lirik dengan menggunakan lagu kebangsaan Uni Soviet, “Gimn Sovetskogo Soyuza” atau “Himne Uni Soviet” aransemen tahun 1977. Putin mengganti judulnya menjaadi “Gosudarstvenniy gimn Rossiyskoy Federatsii” atau “Himne Federasi Rusia” dengan aransemen gubahan Aleksander Aleksandrov.

Pada masa kepemimpinannya, ia dapat membuktikan harapan yang dimiliki orang-orang terhadap dirinya. Ia mampu mengangkat kembali negaranya setelah kejatuhannya yang menjadi tragedi nasional itu. Putin menghasilkan banyak kemajuan di berbagai bidang, di antaranya adalah bidang ekonomi, industri, energi nuklir, pertahanan dan militer, lingkungan, serta olahraga. Dalam bidang ekonomi, Putin dapat meningkatkan pendapatan negara sebanyak rata-rata 7% setiap tahunnya. Pada masa pemerintahannya, Rusia ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Ekonomi Rusia tumbuh selama delapan tahun berturut-turut, melihat kenaikan PDB sebesar 72% di PPP (enam kali lipat dalam nominal). Selain itu, Putin juga mampu menjalin hubungan internasional yang baik dengan beberapa segara seperti Amerika Serikat, Inggris, China, Iran, Australia, dan negara-negara Amerika Latin. Dengan begitu banyak hal yang telah ia lakukan untuk negaranya, popularitas Putin selama menjabat sebagai presiden tidak pernah di bawah 65%. Pada bulan Agustus 1999, poplaritas Putin adalah 31%. Dalam tiga bulan, popularitasnya meningkat tajam menjadi 80% dan terus tinggi.

Pada tahun 2008, jabatannya sebagai presiden diteruskan oleh Dmitry Medvedev. Presiden baru tersebut melantik Putin sebagai perdana menteri. Dan pada tahun 2012, Putin kembali terpilih sebagai presiden dengan total perolehan suara sebanyak 63,6%.

Yang membuat sosok ini menjadi perhatian bagi banyak pengamat politik adalah pandangan dan kebijakan politik yang diterapkan Putin yang bertolak belakang dengan negara Barat. Chris Hutchins, penulis biografi Putri Diana dan taipan Rusia Roman Abramovich, bahkan mengatakan bahwa Putin adalah orang yang menarik dan merupakan politisi paling menarik di panggung dunia saat ini. Pada tahun 2014, Rusia dikeluarkan dari kelompok G8 sebagai akibat dari pencaplokannya atas Crimea,

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *