“J.Co” Cita Rasa Donat yang Mendunia

Apakah yang terlintas pertama kali saat Anda mendengar kata J.Co? Donat atau Kopi? Jika Anda langsung membayangkan donat atau kopi itu berarti Anda telah mengenal produk J.Co namun apakah Anda tau jika J.Co itu merupakan produk lokal Indonesia yang telah berhasil menembus pasar mancanegara bahkan telah berhasil menerapkan sistem waralaba di beberapa negara.


Belum banyak memang orang yang mengenal  J.Co karena kehadirannya yang masih baru dan persebaran gerainya yang memang terbatas dikota-kota tertentu, atau jika Anda sudah familiar dengan J.Co apakah terpikir jika itu adalah produk asli Indonesia. Jujur saja saat  pertama kali mengunjungi J.Co yang terbayang adalah J.Co sebagai salah satu merek donat internasional yang mirip dengan Dunkin Donut pendahulunya namun disajikan dengan konsep gerai yang lebih modern seperti Starbucks.

Johny Andrean  mengaku bahwa walaupun terinspirasi dari Starbucks, tapi konsep dan produk yang ditawarkan J.Co Donuts and Coffee sangatlah berbeda, Johny Andrean menjelaskan lagi pilihan harga yang ditawarkan J.Co Donuts and Coffee jauh lebih murah dari pendahulunya, Strabucks. Lanjut  Johny, selain penawaran harga yang murah, J.Co Donuts and Coffee juga tetap memberikan pelayanan yang premium, hal ini dapat diukur dari kualitas produk yang dihasilkan dan pelayanan yang memuaskan di setiap gerai J.Co Donuts and Coffee.

Setelah mengetahui jika J.Co merupakan asli buatan Indonesia maka timbullah rasa bangga dan kagum karena dikemasan J.Co sudah tertera pemasaran J.Co di beberapa negara, seperti Malaysia, Singapura, Filipina, dan Cina. Lalu bagaimanakah kisah dibalik kesuksesan J.Co dan fakta-fakta menarik apa saja yang belum terungkap seputar J.Co ? Berikut ini penjelasan selengkapnya:

1. Merek asli Indonesia
 
J.Co merupakan merek donut asli Indonesia yang tidak hanya menawarkan donut tapi juga tersedia kopi, teh, yogurt, salad, sandwich dan barang-barang khas J.Co seperti gelas dan botol minum.


2. Didirikan orang Indonesia
   
J.Co didirikan oleh Johny Andrean yang sebelumnya terkenal sebagai pengusaha salon yang cukup berpengaruh di Indonesia. Johny Andrean memutuskan untuk membuka bisnis makanan yang kemudian mengkhususkan pada camilan seperti donut karena terinspirasi oleh bisnis serupa yang sedang marak di Amerika dan menjanjikan prospek yang cukup baik.

Awalnya Johny Andrean hanya ingin mengembangkan bisnisnya dengan sistem waralaba saja, namun beberapa alasan yang cukup prinsipil akhirnya Johny Andrean mengurungkan niatnya untuk membeli salah satu merek donut internasional di Indonesia, yaitu Dunkin Donut. Johny Andrean memantapkan tekadnya untuk pada akhirnya memberanikan diri membuka bisnis donutnya sendiri juga dipengaruhi oleh sikapnya yang telah membeli jaringan BreadTalk di Indonesia.

Johny merasa sudah cukup Indonesia dijajah oleh produk-produk asing salah satunya jaringan BreadTalk yang ia miliki, sekarang saatnya produk Indonesia bersaing dengan produk asing. Dari sinilah kebulatan tekad Johny Andrean untuk membuka gerai donut yang berlabel J.Co akhirnya ia realisasikan, pada 2001 secara resmi ia mendirikan J.Co Donuts and Coffee.

Johny Andrean membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu sekitar tiga tahun untuk membuka gerai pertamanya, selama tiga tahun sejak didirikannya J.Co belum langsung membuka gerainya namun Johny menjadikan tiga tahun pertama itu sebagai proses pematangan konsep dan persiapan agar pada saat gerai pertama dibuka akan mampu menarik perhatian para pecinta donut.

Akhirnya pada 26 Juni 2005 J.Co membuka gerai pertamanya di Supermal Lippo Karawaci, Tangerang. Selanjutnya secara berkala tahun 2006 J.Co membuka 16 cabang barunya di Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar dan Pekanbaru. Selanjutnya pada 2007 ada penambahan 24 cabang di Bekasi, Solo, Palembang, Medan, Yogyakarta, Batam, Manado, Bogor, Semarang dan Bali. Dan perluasan bisnis J.Co yang paling signifikan terjadi pada Juni 2009 dimana untuk pertama kalinya J.Co membuka gerainya di mancanegara yaitu di Malaysia dan Singapura.

3. Logo burung Merak
   
 J.Co memiliki logo berupa burung merak yang melambangkan keindahan dimata konsumen dan cinta kasih  yang menunjukkan kedekatan dengan konsumen. Sedangkan warna dasar coklat dan oren menunjukkan kehangatan dan dinamika bisnis J.Co yang terus berkembang.

4. Cita rasa yang khas

 
Donut J.Co memberikan citarasa yang khas yaitu tekstur yang lembut dan porsi yang tidak terlalu besar sehingga sangat cocok sebagai camilan baik sesudah makan maupun sebelum makan. Toppingnya sangat bervariasi, strateginya bagus banyak varian yang ditawarkan maka keinginan konsumen yang bermacam-macam dapat terakomodir. Selain itu, strategi penamaan setiap jenis donut J.Co juga terbukti mampu meningkatkan angka penjualan. Karena nama yang unik akan menarik minat konsumen.

5. Menawarkan paket

  
Untuk meningkatkan angka penjualan J.Co juga menawarkan paket-paket yang memungkinkan konsumen membeli produk dalam jumlah yang lebih banyak namun dengan harga yang lebih murah. Selain itu secara berkala J.Co juga mengadakan kuis yang berhadiah voucher berbelanja di J.Co, dalam pelaksaan kuis ini biasanya J.Co juga menggandeng perusahaan lain dalam upaya promosi produk mereka.

6. Mendunia 

J.Co ternyata telah berhasil menjadi salah satu penguasa dalam industri donat baik di Indonesia dan mancanegara terbukti dengan bermunculannya pesaing J.Co yang meniru konsep bahkan logo agar terlihat sama seperti J.Co, seperti di Malaysia yang munculnya gerai berlabel Big Apple Donuts and Coffee yang menawarkan konsep sangat mirip dengan J.Co.

7.    Bahan langsung dari luar negri

Untuk menjamin kualitas produknya J.Co langsung mendatangkan bahan baku yang premium dari beberapa negara, diantaranya coklat diimpor langsung dari Belgia, susu dari Selandia Baru, bubuk kopi dari Italia dan Costa Rica dan biji kopi Arabica dari Brazil, Colombia, Costa Rica, Guatemala dan Indonesia.

Sungguh membanggakan bukan, ternyata produk ini buatan salah satu anak bangsa. Semoga hal ini bisa menjadi dan dapat memberikan semangat dan keberanian yang lebih untuk Anda untuk membuka bisnis baru.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *