Dekat Dengan Komunitas, Dekat Dengan Rezeki

Kota Bandung dikenal dengan anak mudanya yang aktif dan kreatif. Dalam pergaulan mereka, keaktifan dan kreatifitas menjadi bagian yang sangat penting untuk menjaga eksistensi. Mereka selalu suka mengekspresikan dirinya dengan cara yang sesuai dengan keinginan mereka sendiri. Hasilnya banyak dari mereka yang aktif di berbagai aktifitas sosial, baik itu tentang pendidikan, olahraga, seni dan masih banyak bidang lainnya. Didukung oleh kondisi sosial yang ada, hal ini terus terjadi dari generasi ke generasi berikutnya. 
Dari bidang pendidikan, bermunculan kelompok-kelompok bejalar dari berbagai disiplin ilmu. Dari olah raga, muncul berbagai penggemar klub sepakbola luar negeri, pecinta basket, otomotif, sampai beladiri. Lalu yang paling menonjol adalah keaktifan mereka yang bergerak di bidang seni. Baik itu seni yang menampilkan visual, audio, juga audio-visual. Mereka beramai-ramai mengekspresikan mereka sendiri melalui bidang-bidang tersebut.
Khusus bagi bidang seni khususnya musik, para anak muda Bandung memang dikenal sebagai jagonya. Tidak bisa dipungkiri lagi kalau kota ini selalu mampu menghasilkan musisi-musisi hebat yang berkancah di dunia musik nasional yang diwakili Noah, Rif, Serieus, atau Five Minutes, bahkan internasional seperti Burger Kill, Mocca, sampai The Sigit.  Lalu yang tidak boleh dilupakan adalah kehadiran band-band indie yang masih dan mau berkembang. Mereka bukan hanya sekedar band yang “onani” atau berarti musik mereka hanya dinikmati oleh mereka sendiri sebagai penciptanya, tapi jangan disangka kalau sebanarnya mereka memiliki banyak pendengar.
Band-band indie tersebut mampu bertahan diantara banyakya band di Bandung. Semua itu karena adanya komunitas yang menaungi mereka. Mereka lahir dan dibesarkan oleh komunitas tersebut. Misalnya band aliran Ska, banyak dari mereka yang muncul setelah sebelumnya berkumpul dengan komunitas musik Ska. Tapi berlaku juga sebaliknya, banyak juga komunitas yang lahir dari adanya sebuah band,  misalnya komunitas penggemar mereka.  
Dengan banyaknya aliran musik dan band di Bandung, maka akan banyak juga komunitasnya. Ini menjadi peluang yang baik untuk banyak jenis bisnis, salah satunya adalah konveksi. Pakaian adalah salah satu barang dagangan andalan band-band untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Selain itu pakaian juga bisa jadi pemasukan lain bagi band-band tersebut selain gaji yang mereka dapatkan dari hasil manggung mereka. Permintaannya pun biasanya tidak sedikit, selalu dalam jumlah yang cukup banyak karena sekali lagi faktor komunitas menuntut mereka untuk membuat banyak barang dagangan.
Hal lainnya mengenai tingginya potensi ekonomi bagi usaha konveksi jika masuk ke dalam komunitas adalah promosi yang gratis, biasanya dalam komunitas terdapat banyak orang dan meraka akan saling menanyakan produksi dagangan tersebut. Hasilnya bisa dinilai sendiri, betapa potensialnya komunitas bila dijadikan konsumen. Dalam bahasa pemasaran hal ini biasa disebut dengan kekuatan ‘mulut ke mulut’ dimana promosi dilakukan secara tidak langsung oleh konsumen itu sendiri. Sekali lagi jangan lupa kalau komunitas pun biasanya memiliki hubungan dengan komunitas lainnya, jadi tidak hanya orang didalam satu komunitas saja yang berhubungan.
Beberapa usaha konveksi di Bandung pasti sudah melakukan hal ini. Contohnya saja Healthy Kids Fondation yang berproduksi di wilayah Margahayu. Meskipun lokasinya berada jauh dari pusat kota Bandung atau tempat yang menjadi sentra usaha konveksi seperti yang ada di jalan Suci, namun Konveksi ini mampu tumbuh dan berkembang karna mendekatkan diri dengan komunitas. Mereka mampu menghasilkan rupiah dari komunitas musik, otomotif, sampai komunitas yang edukatif.  Beberapa konsumen mereka diantaranya band indie aliran Hard Core bernama Kick It Out, komunitas vespa, dan lembaga kampus bernama Suara Mahasiswa.
Bila di dalam komunitas itu ada sebuah band yang memiliki popularitas tinggi, bukan tidak mungkin penggemar mereka akan menggunakan jasa konveksi yang digunakan juga oleh sang idolanya. Itu sama saja bisnis konveksi tersebut menguasai band yang jadi konsumennya itu. Meskipun nama perusahaan konveksi tidak tertera langsung di pakaian yang dipakai band tersebut, namun bila di dalam komunitas informasi mengenai siapa yang memproduksi baju band itu akan menyebar dengan mudah. Bayangkan saja, selain dapat promo gratis, konveksi mendapatkan uang dari jasa yang mereka kerjakan. Ibarat sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. 
Di tengah persaingan yang sangat tinggi di kota Bandung, kehadiran komunitas seperti yang sudah dijelaskan diatas menjadi sasaran empuk bagi pengusaha konveksi yang bisa memanfaatkan kondisi tersebut. Bila tidak, bersiaplah menghadapi persaingan yang sangat ketat. Mulai dari harga sampai kualitas. Bila didiamkan, hal ini akan menjadi masalah besar bagi bisnis konveksi karena bisnis ini tidak hanya dibuka oleh orang yang itu-itu saja, akan selalu ada pengusaha konveksi baru yang akan jadi persaingan. Akan lebih bahaya lagi jika persaingan itu sudah langsung masuk ke banyak komunitas yang ada di Bandung.
Minimalnya, dengan masuk ke dalam komunitas, sebuah bisnis konveksi akan memiliki pelanggan tetap dan akan terus bertambah seiring kehidupan sosial di dalam komunitas itu. Si pebisnis hanya tinggal perlu menjaga mereka dari rasa kecewa dengan memastikan selalu memberikan hasil terbaik. Tapi perlu diingat juga, sekali mengecewakan, maka berita mengenai kekecewaan satu pelanggan akan mudah tersebar karena komunikasi dalam satu komunitas mudah sekali terjadi. Informasi ini akan segera menyebar luas ke banyak anggota komunitas  atau ke komunitas lainnya.
Kemudian, setelah berhasil masuk ke dalam komunitas, jadilah bagian dari komunitas tersebut. Buatlah sebuah hubungan sosial yang harmonis dengan setiap orang di komunitas tersebut dan jangan sekalipun mengecewakan mereka. Dengan ini, mereka menjadi dekat dengan kebutuhannya dalam memroduksi dagangan. Lalu tinggal tambah saja koneksi dengan menjain hubungan baik dengan komunitas lainnya. Maka akan semakin besar pula pasar yang akan didapat. Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan terimakasih.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *