8 Karakter Pebisnis Sukses

Berbisnis dengan bekerja di kantor  itu berbeda. Dalam berbisnis, diperlukan keseimbangan antara perencanaan dan improvisasi. Jika bisnis hanya berjalan dengan menyusun perencanaan, maka akan gagap saat terjun kelapangan. Begitu pula jika berjalan tanpa perencanaan, maka bisnis pun akan kolaps saat menghadapi berbagai macam masalah. 
Berhasil dalam berbisnis merupakan  mimpi banyak orang, namun pada kenyataannya sedikit sekali  orang yang mampu sukses dalam dunia bisnis. Dengan sedikitnya orang-orang sukses ini, maka timbul pertanyaan tentang sosok mereka, seperti Bob Sadino, Ciputra, Donald Trum, dst. Mereka memiliki karakter khusus yang tidak dimiliki banyak orang. Beberapa karakter mereka antara lain : 
1. Pemimpin bukan pemimpi
Pemimpin adalah seseorang yang memikirkan orang lain supaya bisa berkembang. Pemimpin menanggung kelelahan yang lebih dari pada orang biasa atau orang yang dipimpin. Pemimpin adalah seseorang yang realistis dan tidak emosional. Seorang pebisnis yang sukses selalu mampu memimpin orang lain dengan baik. Bagaimana bisa sebuah usaha dan perusahaan bisa berkembang dengan baik kalau tanpa hadirnya seorang pemimpin yang berkualitas di ujungnya.
Ada dua jenis tipe kepemimpinan yaitu, formal dan nonformal. Pemimpin formal adalah satu orang atau beberapa orang dengan jabatan tertentu yang membawahi dan mengatur struktur yang lebih rendah melalui system yang telah disepakati bersama. Sedangkan pemimpin nonformal, adalah pemimpin yang mampu mengelola dan mengarahkan orang-orang disekitarnya untuk bergerak menuju tujuan tertentu walaupun tanpa adanya system apapun. 
Secara sederhana dapat dikatakan bahwapemimpin formal adalah pemimpin yang berjalan atas media system dan undang-undang atau aturan. Sedangkan pemimpin nonformal adalah pemimpin intuisional yang memimpin karena ada dorongan batin dan bakat alami untuk memimpin.
Dalam bisnis, baik kepemimpinan formal maupun nonformal senantiasa berjalan berdampingan. Bentuk struktur formal untuk pengelolaan manajemen pemasaran dan promosi. Sedangkan kepemimpinan nonformal untuk pengelolaan relasi dan keluarga. Setidaknya dengan cara pengembangan karakter, orang yang ingin menjadi besar dalam bisnis wirausaha, harus menjadi pemimpin yang bisa diandalakan.
2. Ikhlas dan selalu bersyukur
 Karakter ikhlas dan mudah bersyukur lebih pada faktor bawaan dan pengalaman.Secara umum ikhlas dapat diartikan sebagai sikap tidak mengharapkan pamrih apapun atas sesuatu yang dilakukannya. Nah, dari sini seseorang yang mempunyai sifat semacam ini, dia akan selalu tangguh berjalan menekuni bisnisnya walaupun hasilnya belum juga menampakkan keuntungan yang besar. Karakter semacam ini sangat diperlukan untuk menumbuhkan ketahanan mental yang luar biasa akan orientasi dialektika proses. Tidak bertumpu pada hasil yang instan.
Konsep syukur dalam berbisnis yaitu bagaimana menghargai keuntungan yang didapatkan, sekecil apapun itu. Sehingga tidak mudah berharap yang berlebihan tanpa perhitungan yang jelas. Bahkan orang yang terbiasa bersyukur, tidak begitu saja mencari kambing hitam untuk kerugian yang mereka derita. Keuntungan yang tidak seberapa ataupun kerugian diterima dengan lapang dada, kemudian semuanya diolah menjadi pelajaran yang berharga di masa depan. 
3. Tahan banting dan tidak mudah putus asa
 Tahan banting berasal dari istilah pertarungan yang mana seorang petarung tidak begitu saja kalah hanya dengan satu pukulan atau serangan. Dipukul berkali-kali, dia berdiri lagi. Dihantam dan dihempaskan dia dapat bangkit berdiri dan melanjutkan kembali tugasnya. Jatuh, bangun kembali, dijatuhkan lagi, bangun lagi. Terus menerus sampai benar-benar terhenti nafasnya.
Tahan banting secara otomatis menangkal dan menolak sifat putus asa. Selama nafas masih berhembus dan jantung masih berdetak, selama itu pula dia tidak akan pernah berhenti.Dalam dunia bisnis, hantaman bisa datang dari mana saja, dari internal diri dan keluarga, dari kolega dan mitra yang tidak percaya, dari maneuver curang competitor, dari satu penyakit usaha ke penyakit dan sebaginya. Di sinilah, seseorang mendapat ujian. Mampukah Dia bangun lagi setelah usahanya jatuh? Mampukah Dia menyembuhkan penyakit yang menggerogoti keuntungannya? 
4. Berani mengambil risiko


Menghadang mobil di tengah jalan raya yang ramai adalah sebuah kebodohan. Namun menerabas jalanan untuk menyelesaikan tugas yang mendesak adalah sebuah keberanian mengambil resiko.Naik motor pelan-pelan disaat jam masuk kelas sudah tiba, merupakan langkah terlalu hati-hati yang akan menyerang balik di kemudian hari. Seorang pengusaha harus berani tancap gas, kalu memang peluang ada. Celah yang terbuka, mungkin hanya akan terbuka sekali jadi ambillah resiko untuk meraihnya daripada diam dan berjalan pelan untuk melihat orang lain mengambilnya.
5. Mempunyai kemauan yang keras
Sukses bukanlah sesuatu yang akan mendekati Anda di saat Anda diam. Perlu diingat bahwa kesuksesan bisa diibaratkan dengan cinta. Memang ada orang yang tidak perlu melakukan pendekatan dan perjuangan untuk mendapatkan cintanya. Namun kebanyakan, sebelum cinta diraih mestilah melalui serangkaian usaha yang melelahkan dan butuh perjuangan. Akhirnya dengan kemauan yang keras, cintapun didapatkan. Apakah seorang pebisnis sukses tidak membutuhkan kemauan seperti ini? Atau mungkin butuh kemauan yang lebih keras lagi dari sekedar ini?
6. Memiliki tekad yang kuat

Apa yang sudah direncanakan, akan menjadi angin belaka saat tekad tidak ada. Serangkaian perencanaan usaha anda dapat dilakukan dengan baik apabila anda mampu mengatasi rintangan-rintangan dalam diri anda. Tekad secara khusus berhubungan dengan sisi dalam anda. Seperti banyak kesuksesan yang lain, dalam bisnis membutuhkan tekad yang kuat untuk menyempurnakan cita-cita dan mimpi menjadi kenyataan.
7. Memiliki etos kerja yang besar
Kerja merupakan simbol kreatifitas dan produktifitas. Etos kerja yang tinggi secara otomatis akan membawa imbas hasil di belakangnya. Anda akan mendapatkan hasil, ketika usaha telah dilakukan. Tanpa bekerja, anda hanya akan jadi pengemis yang selamanya tidak merasakan kebanggaan menikmati hasil kerja sendiri.
8. Selalu semangat dan berfikiran positif


 Banyak yang terjun dalam bisnis dan banyak pula yang telah menghabiskan umurnya untuk berbisnis, namun dari sebanyak itu hanya beberapa saja yang dapat menikmati pekerjaannya. Kebanyakan dari mereka murung dan menggerutu karena tidak kunjung menjadi orang kaya, sukses dan berkehidupan nyaman.Kebalikan dari mereka adalah beberapa orang yang dengan alasan apapun bisa selalu semangat dan berpikiran positif. Menjalani hidup dengan senyum dan tidak menghabiskan energinya untuk berfikir negatif tentang kegagalan, penghianatan, dan lain sebagainya.
Jadi  jika Anda ingin sukses, maka Anda harus bertahan dengan semangat yang konstan dan berfikiran positif ke depan. Kesuksesan bisa beragam tafsirnya. Namun dalam senyum yang tulus dan pikiran yang positif yang sekarang ada pada anda,itu merupakan nilai kesuksesan tersendiri.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *