Kisah Sukses Oprah Winfrey Menjadi Seorang Miliarder

Kita harus mengalami kegelapan dahulu baru bisa melihat cahaya. Istilah itu agaknya tepat bagi orang-orang sukses yang memiliki masa lalu kelam. Misalnya saja Oprah Winfrey. Siapa yang tak kenal wanita luar biasa itu? Ia berhasil mencuri perhatian semua orang melalui acara talkshow yang sangat populer, The Oprah Winfrey Show. Menurut majalah Forbes, ia adalah satu-satunya miliarder berkulit hitam dan kekayaannya berjumlah 1,3 miliar dolar AS. Keberhasilan itu tak diraih begitu saja. Ia harus menghadapi satu per satu pengalaman pahit yang kemudian mengantarkannya pada kesuksesan…
Tujuh puluh tahun lalu Oprah lahir di Kosciusko, Mississippi. Ayah dan ibunya bercerai. Oleh karena itu, sejak lahir ia dibesarkan oleh neneknya yang keras di sebuah peternakan. Barulah saat berusia 6 tahun ia diajak tinggal bersama ibunya di Wisconsin. Sebab ibunya berhasil memperoleh pekerjaan sebagai pembantu. Sedangkan ayahnya? Ia hanya serdadu yang kemudian menjadi tukang cukur.
Saat berusia 9 tahun, Oprah mengalami kemalangan bertubi-tubi. Ia dilecehkan secara seksual oleh sepupu dan teman-temannya selama empat tahun. Hingga pada akhirnya Oprah hamil saat berusia 13 tahun. Ia melahirkan dengan selamat, tetapi bayinya meninggal dua minggu kemudian. Rangkaian tragedi itu membuat Oprah terguncang. Ia pun melarikan diri ke rumah ayahnya di Nashville. Sang ayah mendidiknya dengan disiplin. Ia disuruh membaca buku-buku dan membuat ringkasannya setiap akhir minggu.
Untunglah Oprah tidak membiarkan masa lalu menghalangi masa depannya. Ia berusaha menghalau kenangan buruk dengan berusaha keras di sekolah. Saat SMA, ia mencoba menjadi penyiar radio lokal. Ia juga berhasil meraih prestasi akademis yang gemilang sehingga diundang ke Gedung Putih dan memperoleh beasiswa kuliah. Tak hanya itu, ia pun ikut dalam kontes kecantikan dan keluar sebagai juara.
Oprah meniti perjalan kariernya dari bawah. Saat berusia 17 tahun, ia menjadi pembaca berita di sebuah stasiun televisi lokal. Pekerjaan itu menjadi rekor. Sebab ia adalah wanita kulit hitam pertama dan termuda yang menjadi pembaca berita di stasiun televisi itu. Berkat kerja keras, kariernya berkembang dan ia menjadi wartawan serta penyiar berita di stasiun televisi lain.
Perjalanan kariernya semakin meningkat. Pada usia 22 tahun, Oprah menjadi pembawa acara talkshow berjudul People are Talking. Sepuluh tahun kemudian ia membuat acara talkshow sendiri, yaitu The Oprah Winfrey Show. Karismanya terbukti mampu memesona banyak orang. Acara talkshow itu ditonton oleh lebih dari 48 juta pemirsa di negaranya. Selain itu, acara tersebut juga diputar ulang di 126 negara termasuk Indonesia.
Oprah juga menerbitkan majalah O, The Oprah Magazine yang dibaca oleh 2,3 juta orang setiap bulan. Selain itu, Oprah hadir dalam situs oprah.com dan radio satelitnya, Oprah and Friends. Ia bahkan bermain dalam beberapa film drama dan menjadi produser sebuah film. Tak terhitung berapa penghargaan yang telah disabet oleh wanita hebat ini. Lebih dari sepuluh penghargaan diraihnya pada awal tahun 2000.
Dari kisah hidup orang sukses selalu dapat ditarik pelajaran. Terutama orang sukses yang memiliki masa lalu kelam seperti Oprah. Berikut ini adalah kunci keberhasilannya menjadi milyarder:
1. Jangan biarkan masa lalu menghalangi masa depan
Setiap orang memiliki latar belakang berbeda. Ada yang lahir dalam keluarga berkecukupan, ada yang lahir dalam keluarga miskin. Ada yang orang tuanya utuh, ada yang orang tuanya bercerai. Ada yang mengalami pelecehan seksual, ada yang tidak. Perbedaan tersebut bisa berpengaruh banyak terhadap masa depan jika Anda terlalu memedulikannya.
Seburuk apa pun masa lalu, masa depan masih putih bersih. Maka tak perlu merasa rendah diri dengan masa lalu Anda. Jadikan saja cambuk untuk berusaha lebih keras. Percayalah bahwa seseorang diberi cobaan sesuai dengan kemampuannya. Semakin berat cobaan Anda, berarti semakin hebat kemampuan Anda. Oprah menyadari betul hal itu, maka ia tak berlama-lama menyesali masa lalunya. Gunakan waktu sebaik mungkin untuk belajar dan berprestasi.
2. Kenali bakat Anda
Supaya sampai pada kesuksesan, Anda musti berjalan di jalur yang tepat. Maka kenalilah bakat Anda. Oprah tahu bahwa ia memiliki pesona alami dan kemampuan lebih dalam berkomunikasi, maka ia memilih karier di bidang hiburan.
Bagaimana jika pilihan karier Anda ditolak oleh orang tua? Misalnya saja karena menurut mereka bidang karier itu tidak menjanjikan. Yang dapat Anda lakukan adalah membuktikan bahwa dugaan mereka salah. Buktikan bahwa Anda bisa meraih prestasi dan memperoleh penghasilan dari bidang tersebut. Niscaya orang tua akan merestui.
3. Sabar dalam meniti karier
Kesuksesan tidak bisa diraih melalui jalan instan. Anda musti sabar menaiki anak demi anak tangga karier. Dalam proses itu pun bisa jadi Anda terpeleset, jatuh, lalu terpaksa naik dari awal lagi. Atau bisa juga tiba-tiba salah satu anak tangga menghilang dan Anda jatuh terperosok. Segala kemungkinan bisa terjadi dalam berkarier. Rekan kerja bisa berkhianat, klien bisa menipu, bos bisa memecat tiba-tiba.
Namun Anda tak perlu mencemaskan kemungkinan-kemungkinan itu. Cukup waspadai saja. Fokuskan diri untuk menuntut ilmu dan mencari pengalaman. Jika memiliki kemampuan yang memadai, kesulitan apa pun tak akan terlalu berpengaruh pada karier Anda.
4. Berani mengambil peluang
Jangan cepat berpuas diri. Sebab ketika Anda sudah puas, karier akan berhenti sampai titik itu. Lihat peluang dalam setiap kondisi. Jangan takut mengambil kesempatan.  Bisa jadi kesempatan tak datang dua kali. Oprah berpindah-pindah pekerjaan untuk menemukan karier yang paling cocok bagi dirinya. Ia mengeksplorasi berbagai bidang dunia hiburan. Hasilnya, ia berhasil menancapkan eksistensi di dunia penyiaran, pertelevisian dan media cetak.
5. Setelah sukses, jangan lupa berbagi dengan orang lain
Oprah terkenal akan sisi humanisnya yang kuat. Dalam acara The Oprah Winfrey Show, seringkali ia membahas topik kemanusiaan, moral, dan pendidikan. Ia juga tak segan-segan membantu sesama. Oprah aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial dan kerap menyantuni yayasan, sekolah, institusi HIV AIDS, dan lembaga-lembaga sosial yang membutuhkan bantuan. Selain itu ia tak keberatan memberi nasihat pada wanita-wanita yang sedang kesulitan, terutama dalam pendidikan. Oprah tak ingin orang lain mengalami tragedi seperti dirinya dulu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *