Kisah Perjalanan Bisnis Larry Ellison

Pria yang satu ini merupakan seorang pebisnis yang terkenal sebagai co-founder dan CEO dari Oracle Corporation, yaitu sebuah perusahaan yang mengembangkan sistem manajemen basis data, perangkat lunak untuk mengembangkan basis data, perangkat lunak manajemen hubungan pelanggan, enterprise resource planning, dan perangkat lunak manajemen rantai pasok. Pria yang memiliki bakat dalam matematika ini menduduki peringkat ke-3 orang terkaya di Amerika dan kelima di Indonesia versi Forbes pada tahun 2014 dengan total kekayaan mencapai 52 miliar Dollar Amerika.

Larry lahir pada tanggal 17 Agustus 1944 di Manhattan, New York, Amerika Serikat. Ayahnya adalah seorang pilot Angkatan Udara Amerika Serikat berdarah Italia dan Amerika. Pada usia baru sembilan bulan, Larry divonis memiliki penyakir pneumonia. Saat itu, ibunya, Florence Spellman—yang tidak terikat nikah dengan ayahnya—memberikan Larry kepada paman dan bibinya (Louis Ellison dan Lilian Spellman Ellison) untuk diadopsi karena tidak memiliki biaya untuk merawatnya. Sejak saat itu, Larry tidak pernah bertemu lagi dengan ibunya—hingga umurnya 48 tahun. Ia juga tidak pernah tahu dimana dan siapa ayahnya hingga sekarang.

Ketika masih kecil, Larry bersekolah di Eugene Field Elementary School id Chicago. Ia tamat sekolah dasar pada tahun 1958 dan kemudian melanjutkan sekolahnya di Sullivan High School hingga musim gugur tahun 1959. Larry merupakan anak yang cerdas dan sangat menguasai pelajaran matematika dan ilmu eksak lainnya. Ia juga dapat dibilang sebagai murid yang aktif hingga akhirnya ia mengetahui bahwa ia bukanlah anak kandung dari ibu angkatnya kini. Kesedihannya ini bertambah ketika ia pun tidak mengetahui keberadaan ayahnya saat itu. Lalu ia pindah ke Chicago’s South Shore, lingkungan tempat tinggal orang Yahudi kelas menengah. Menurut Larry, ibu angkatnya merupakan sosok yang ramah dan penyayang, tidak seperti ayah angkatnya yang tidak ramah dan keras. Ayah angkatnya ini adalah seorang pegawai pemerintah sederhana yang mencari keberuntungan di Chicago untuk menghilangkan depresinya.

Ellison dibesarkan di rumah yang penuh dengan suasana Yahudi. Orang tua angkatnya pun rajin menghadiri siganoga. Namun, Larry tetaplah merupakan anak yang skeptis terhadap agama. Ketika usianya masih tiga belas tahun, ia menolak untuk mengikuti perayaan Bar Mitzvah. Larry mengatakan bahwa ia memang menyukai Israel, namun tidak dalam hubungan agama. Ia menyukainya karena semangat inovatif yang dimiliki Israel, terutama di sektor teknologi.”Sementara saya merasa saya religius di satu sisi, di sisi lain ajaran agama yang ada di Agama Yahudi bukanlah kepercayaan yang saya yakini. Saya tidak percaya dengan keberadaan ‘mereka’. Agama Yahudi merupakan kisah yang menarik. Mitologi yang menarik juga dan saya sangat mengharggai orang-orang yang menganut agama tersebut, tapi saya tidak percaya. Saya tidak melihat adanya bukti dari hal-hal ini,” jawab Larry menanggapi keskeptisannya terhadap agama.

Ia sempat melanjutkan pendidikan perguruan tingginya di University of Illinois at Urbana-Champaign di Illinois, Amerika Serikat, Fakultas Fisika. Namun, ia harus meninggalkan kuliahnya pada tahun kedua setelah tidak mengikuti ujian akhir karena ibu angkatnya baru saja meninggal dan tidak memiliki biaya lagi. Padahal pada waktu itu ia menyandang predikat Science Student of The Year. Setelah menghabiskan musim panasnya di California utara, ia mendaftarkan diri di University of Chicago. Namun, lagi-lagi karena tidak adanya biaya, ia harus meninggalkan status mahasiswanya setelah kuliah selama satu semester. Karena Larry masih berambisi untuk memiliki masa depan yang lebih baik, ia memutuskan untuk menggunakan sisa uangnya untuk mendaftar ke sebuah lembaga kursus komputer.

Pada tahun 1967, ia menikahi Adda Quinn, namun ternyata pernikahannya tidak bertahan lama dan ia bercerai pada tahun 1974. Kemudian Larry bertemu dengan Nancy Jenkins dan menikahi wanita itu pada tahun 1977. Sayangnya, pernikahannya itu tidak lebih baik dari yang sebelumnya dan mereka bercerai pada tahun berikutnya.

Pada tahun 1970-an, ia bekerja di Amdahl Corporation. Setelah bekerja hanya dalam waktu yang singkat, ia mulai bekerja di Ampex Corporation sebagai programmer. Salah satu proyeknya adalah database untuk CIA, yang ia beri nama “Oracle”. Larry mengaku bahwa ia terinspirasi dari makalah yang dibuat oleh Edgar F. Codd dalam sistem database relasional yang bernama “A Relational Model of Data for Large Shared Data Banks”. Melihat perkembangan Larry, bos Ampex pada saat itu memujinya dan bahkan menawarkan kenaikan jabatan. Namun, Larry menolak kareena ia ingin memiliki posisi yang setara dengan pemilik Ampex itu, yaitu sebagai rekan bisnis.

Kemudian, ia megajak bos Ampex tersebut, Robert Miner, dan rekannya, Ed Oates, untuk mendirikan Software Development Laboratories (SDL) pada tahun 1977 bersama dengan dua mitranya dan investasi sebesar 2,000 Dollar Amerika dengan 60% adalah miliknya. Pada tahun 1979, perusahaan itu merubah namanya menjadi Relational Software Inc. dan pada tahun 1982 perusahaan ini resmi menjadi Oracle Systems Corporation dengan produk andalannya adalah database Oracle. Perusahaan ini kemudian berganti nama lagi menjadi Oracle.

Pada tahun 1983—untuk ketiga kalinya—Larry Ellison menikah, kali ini istrinya bernama Barbara Boothe. Pernikahannya dengan Barbara dikaruniai dua orang anak yang bernama David dan Megan. Namun lagi-lagi, pernikahannya hanya bertahan selama beberapa tahun dan kemudian ia bercerai pada tahun 1986.
Pada tahun 1990 hingga 1993, perusahaan Sybase yang merupakan pesaing Oracle menjadi perusahaaan yang laris dan merupakan perusahaan database yang paling cepat berkembang. Bergabungnya Sybase dengan Powersoft pada tahun 1993 membuat hilangnya fokus Sybase dalam teknologi database inti. Pada tahun yang ama, Sybase menjual hak perangkat lunak database yang berjalan di bawah sistem operasi Windowsnya kepada Microsoft Corporation.

Hal ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Oracle untuk segera menggantikan posisi Sybase. Pada 1990, perusahaan milik Larry hampir mengalami kebangkrutan yang mengharuskan ia memecat sekitar 10% pegawainya. Larry pun mulai melakukan revisi pendapatan Oracle dua kali. Berkat keahlian Larry, Oracle akhirnya dapat melalui masa-masa kritis ini. Bersamaan dengan keberhasilan Oracle yang mendominasi Pasar Database Relasional, Larry juga mulai menambah porsi kepemilikannya di perusahaan tersebut.

Pada tanggal 18 Desember 2003, ia menikahi seorang wanita—yang hiingga sekarang menjadi istrinya—bernama Melanie Craftf. Melanie adalah seorang penulis novel. Kini, Larry memiliki lima orang anak.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *