Dibalik Just Do It !

Bagi Anda pecinta olahraga pasti sudah tidak asing lagi dengan slogan “Just Do It”, itu adalah slogan dari salah satu aparel terbesar didunia, yaitu Nike. Nike yang terkenal sebagai salah satu sponsor dan  penyedia perlengkapan olahraga terlengkap untuk berbagai jenis olahraga, seperti sepakbola, basket, tenis, lari dan jenis olahraga lainnya. 
Dari semua bidang olahraga, sepakbola adalah bidang yang memberikan pemasukan terbanyak untuk Nike. Nike bahkan menjadi sponsor untuk beberapa klub dunia, seperti Barcelona, Manchester United, Arsenal, Juventus, Inter Milan, Atletico Madrid, Paris Saint-Germain, PSV Eindhoven, FC Basel, Valencia, Borrusia Dortmund, Boca Junior, FC Porto, Glasgow Celtic dan untuk tim nasional terdapat beberapa negara yang didukung Nike, seperti Portugal, Belanda, Brazil, Prancis, dan masih banyak lagi. 
Pada awal didirikannya Nike hanya terbatas dalam memproduksi sepatu saja. Namun seiring perkembangan zaman Nike mulai mengembangkan usahanya yang meliputi produksi jersey sepakbola baik untuk klub maupun tim nasional, kaos, celana olahraga, topi, jam tangan dan perlengkapan olah raga lainnya.
Persaingan yang dialami Nike tidaklah mudah, namun Nike tetap bisa membuktikan sebagai salah satu aparel olahraga terbesar didunia yang sudah memiliki reputasi tinggi yang mampu dibuktikan dengan kontrak eksklusif dengan beberapa atlit, seperti Ronaldo (sepakbola), Micheal Jordan (basket), Maria Sharapova (tenis) dan Tiger Woods (golf). Selain penjelasan diatas masih terdapat fakta-fakta lain mengenai Nike berikut ini :
1. Pada Januari 1964 di Universitas Oregon  pasangan pelatih dan atlit, William J Bill Bowerman dan Philip H Knight memprakarsai berdirinya Blue Ribbon Sports yang merupakan perusahaan penyalur sepatu olahraga dari Jepang Onitsuka Tiger, perusahaan asal Jepang. 
2. Pada tahun 1966 Blue Ribbon Sports membuka toko pertamanya di 3107 Pico Boulevard di Santa Monica, California.
3. Nike memiliki kantor pusat di Beaverton, Oregon, Amerika Serikat
4. Berdasarkan data yang didapat pada tahun 2008, Nike memilki jumlah karyawan sekitar 30.200 yang tersebar diberbagai negara
5. Namun pada 1971 Blue Ribbon Sports memutuskan untuk mengakhiri kerjasamanya dengan Jepang Onitsuka Tiger dan mencoba untuk memulai produksi sepatu milik perusahaan Blue Ribbon Sports sendiri
6. Pada 18 Juni 1971 dengan meluncurkannya logo “swoosh” yang dirancang oleh Carolyn Davidson, mahasiswi design grafis dari Portland State University, secara resmi Nike juga mengenalkan produknya
7. Logo “swoosh” yang digunakan Nike ini telah mengalami setidaknya empat kali perubahan yaitu, pada 1971 yang menggabungkan logo “swoosh” dengan tulisan Nike yang bertumpukan, 1978 masih menggabungkan logo “swoosh” dengan tulisan Nike namun menggunakan jenis tulisan lain, 1985 mengganti warna dasar logo menjadi merah dan saat ini hanya logo “swoosh” saja dengan menghilangkan tulisan Nike. 
8. Nama dan logo milik Nike telah dipatenkan oleh US Patent and Trademark Office pada 22 Januari 1974
9. Nama Nike sendiri diambil dari salah satu dewi dalam mitologi Yunani yang berarti kemenangan.
Pendiri sekaligus pemilik Nike berharap jika Nike dapat menjadi pemenang dari persaingan dengan merek aparel lainnya yang telah mengusai pasar dunia sebelumnya, seperti Adidas dan Puma. Selain itu Nike berharap agar originalitas produk-produknya dapat dipertahankan oleh karena itu para pelanggan mendapatkan jaminan kualitas yang premium.
10. Nike terus melakukan inovasi baru salah satunya mencipatakan slogan pertamanya pada tahun 1976 yang berbunyi, “ There is no finish line”.
11. Namun pada tahun 1988 pada iklan terbaru Nike saat itu terjadi perubahan slogan yang awalnya “There is no finish line” menjadi “Just Do It”.
12. Slogan “Just Do It” masih digunakan hingga saat ini bahkan telah diabadikan di Lembaga Smithsonian dan slogan ini masih bertahan hingga saat ini.
13. Nike seringkali memproduksi sepatu khusus untuk atlit yang dikontrak sebagai Brand Ambassador, seperti pada tahun 1990 Nike mengeluarkan sepatu khusus yang diberi tajuk “Air Jordan” dimana sepatu ini diproduksi dan dipromosikan secara khusus untuk Micheal Jordan. Dan beberapakali tercatat Nike pernah memproduksi sepatu khusus untuk Ronaldo.
14. Dalam usaha perluasan perusahaan pada tahun 1972 Nike memulai produksi dikawasan Asia, yaitu di Korea Selatan dan Taiwan.
15. Pada tahun 1980an Nike pernah mencoba untuk membuka perusahaan cabang di Cina, namun karena tidak sesuai target yang diinginkan maka Nike memutuskan untuk memindahkan perusahaan cabangnya di Thailand dan Indonesia.
16. Nike pertama kali membuka cabangnya di Indonesia pada 1988 yang kemudian mendirikan pabriknya didaerah Tangerang dan Serang. 
Alasan Nike membuka cabang di Indonesia adalah selain lokasi yang cukup strategis dan pasar yang cukup besar berdasarkan perhitungan jumlah penduduk Indonesia yang cukup menjanjikan, Nike juga beralasan jika pembukaan cabang di Indonesia akan memberikan keuntungan yang cukup besar terutama dalam proses produksi. Hal ini dikarenakan biaya tenaga kerja di Indonesia yang sangat murah dan bahan-bahan produksi yang tersedia cukup banyak sehingga menjadikan akumulasi biaya produksi Nike menjadi kecil dan akan mendatangkan keuntungan yang besar dengan standar penjualan produk Nike.  
Walaupun harga tenaga kerja di Indonesia terbilang cukup rendah, namun bukan berarti bahwa Nike tidak menetapkan standar yang tinggi bagi karyawan yang akan bekerja di Nike. Beberapa standar yang ditetapkan Nike adalah ijazah pendidikan terakhir, tekun, ulet, disiplin dan mampu bekerja keras. Untuk pekerja produksi Nike menetapkan syarat lainnya yaitu wanita yang berusia 16 tahun hingga 22 tahun, Nike beralasan pekerja wanita dianggap lebih teliti dalam proses produksi.
Itulah 16 fakta dibalik Just Do It, Nike. Semoga fakta-fakta ini dapat menambah wawasan Anda dan memberikan inspirasi bagi Anda yang ingin mencoba menggeluti dunia bisnis terutama bisnis dalam bidang olahraga. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *