20 Cara Berpikir Orang Sukses

20 Cara Berpikir Orang Sukses

Terlahir dalam sebuah keluarga yang cukup berada merupakan sebuah keberuntungan tersendiri. Apabila anda lahir di keluarga dengan perekonomian yang biasa saja, tidak perlu menyalahkan takdir. Anda masih bisa berusaha dengan mengubah kehidupan anda dengan berusaha. Sayangnya, banyak yang mengeluhkan tentang nasib mereka tanpa berusaha memperjuangkannya. 
Image Credit
Tidak sedikit yang bingung bagaimana sebetulnya orang-orang dapat menjadi sukses. Padahal, hal utama yang perlu mengubah dari tiap orang untuk menjadi sukses adalah pola atau cara berpikir. Mungkin kedengarannya sepele dan tidak terlihat dalam dunia nyata, namun cara berpikir ini berpengaruh besar dalam setiap tindakan yang diambil. 
Nah, apakah cara berpikir anda sudah tepat? 
Orang biasa berpikir uang adalah sumber kejahatan, orang sukses percaya tidak punya uanglah yang merupakan sumber kejahatan
Rata-rata, orang yang berpenghasilan biasa saja mempunyai sebuah doktrin bahwa orang sukses adalah orang yang sangat beruntung dan umumnya tidak jujur. Sehingga secara tidak langsung, anda akan beranggapan bahwa sebenarnya sukses itu bukan merupakan hal yang patut dibanggakan. 
Bahkan, sering kali masyarakat mengatakan bahwa menjadi kaya itu tidak penting karena tidak bisa mendatangkan kebahagiaan. Namun, sekarang sudah banyak yang sadar dan bahkan mengeluarkan pepatah lain. Ya, memang uang tidak bisa membelikan anda kebahagiaan, namun setidaknya uang tersebut dapat membeli barang yang anda sukai. 
Sehingga, di sini anda bisa menyimpulkan bahwa uang bukanlah sumber dari kejahatan. Rasa tamak yang ada di dalam diri anda karena haus oleh uang yang merupakan sumber utama dari kejahatan. Faktanya, apabila anda memiliki uang, segalanya akan tampak lebih lancar serta mudah dilakukan, bukan?
Orang biasa berpikir bahwa keegoisan adalah hal buruk, sedangkan orang sukses berpikir egois merupakan suatu kewajiban
Apabila anda tidak mulai berpikir untuk melakukan sesuatu atau memperjuangkan nasib diri sendiri, maka lama kelamaan anda akan tertinggal oleh orang lain. Bukan berarti tidak boleh membantu yang lainnya di sepanjang jalan kesuksesan, namun fokus terutama adalah membangun jalan hidup sendiri, bukan orang lain. 
Inilah kesalahan yang sering dilakukan oleh orang biasa. Mereka selalu mengutamakan rasa gotong royong, bahkan sampai meninggalkan kepentingan pribadi. Orang sukses berjuang untuk dirinya terlebih dahulu dan tidak berusaha untuk menjadi pahlawan bagi semua orang. Orang biasa menganggap hal ini sebagai sesuatu yang negatif dan sangat egois. Padahal, apabila anda sudah bisa meraih kesuksesan, nantinya barulah anda sanggup menolong orang-orang di sekitar.
Orang biasa berharap pada keajaiban, orang sukses memiliki aksi nyata untuk meraihnya
Umumnya, orang biasa berharap dapat mendapat sebuah keajaiban dari Tuhan, atau bonus tambahan dari bos atau orang lain. Mereka seperti mengharapkan sebuah lotre yang sebetulnya tidak ada. Bahkan jika ada pun, lotre tersebut tidak bisa mengubah hidup mereka secara instan. Orang biasa hanya berharap dan berdoa untuk mendapatkan kekayaan tanpa berusaha melakukan sesuatu terhadap hidupnya.
Di saat orang biasa merenung, berdoa, serta berharap kepada keajaiban, orang sukses berusaha untuk menyelesaikan masalah yang menghadang. Mereka berusaha mencari cara bagaimana untuk menjadi sukses dan menambah kekayaan mereka. Memang berharap itu tidak ada salahnya dan tentu setiap orang harus memiliki harapan. Namun, harapan tersebut tidak ada gunanya apabila hanya berharap.
Orang biasa berpikir bahwa pendidikan formal sudah cukup untuk meraih sukses, orang sukses berusaha untuk memperoleh berbagai keahlian serta pengalaman khusus untuk menjadi sukses
Seperti yang anda bisa lihat d berbagai media berita, banyak sekali orang sukses yang awalnya adalah orang biasa, bahkan cenderung orang-orang yang berasal dari keluarga sederhana dan memiliki banyak masalah. Bahkan, tidak jarang dari orang-orang sukses ini putus sekolah, contohnya saja Bill Gates, Thomas Alfa Edison, dan lainnya. 
Meskipun orang-orang sukses ini tidak mengenyam pendidikan formal, mereka mengasah keahlian yang dimiliki serta selalu belajar langsung pada pengalaman pribadi. Sementara orang-orang biasa percaya bahwa sebuah pendidikan formal tinggi akan membantu mereka menuju kesuksesan. Pada kenyataannya, pendidikan formal hanyalah salah satu cara menuju kesuksesan. Memperoleh pendidikan formal bukan berarti anda pasti menjadi orang yang sukses. 
Apabila anda sudah memiliki pendidikan formal, maka hal itu merupakan awal yang menggembirakan. Anda hanya perlu mengkombinasikan pendidikan formal tersebut dengan mencari pengalaman-pengalaman yang dapat membangun potensi dalam diri. Maka, kesuksesan pun akan lebih mudah diraih karena anda sudah memperoleh dasar ilmu pengetahuan tentang area atau industri yang ingin digeluti. 
Orang biasa hanya berpikir tentang sekarang, orang sukses berpikir tentang masa depan mereka
Orang biasa kebanyakan berpikir, ah, tidak perlu mengurus tentang masa depan terlebih dahulu. Hal itu bisa dilakukan belakangan. Hal yang paling penting sekarang adalah bagaimana cara untuk melalui hidup sehari ke depan. Hidup sekarang saja sudah susah, jadi tidak ada waktu untuk memikirkan masa depan. Masa sekarang lebih penting dan berharga. 
Orang-orang biasa berpikir bahwa jika mereka berusaha dengan baik sekarang, maka masa depan yang cerah akan datang dengan sendirinya. Nah, inilah cara berpikir yang bermasalah. Meskipun anda selalu berusaha yang terbaik hari ini, masa depan tetap harus anda rancang sendiri dan masa depan tersebut tidak akan menjemput anda. Ketika menyadari hal ini, orang biasa akan menjadi tidak bahagia dan bisa mengalami depresi.
Orang sukses akan tetap merancang masa depannya, meskipun mereka sadar bahwa kehidupan yang dijalani sekarang sangat berat dan berliku. Meskipun begitu, mereka berani merasakan beban yang jauh lebih berat berkali-kali lipat untuk membangun masa depannya. Mereka akan bertaruh dan berusaha membangun sebuah proyek yang bahkan tidak diketahui berapa persen proyek tersebut bisa sukses. 
Orang biasa melihat uang dengan emosinya, orang sukses melihat uang dengan logikanya
Seseorang yang cerdas dan berpendidikan tinggi dapat menjadi seorang yang pesimis serta terpuruk karena uang. Mereka akan hanya berharap untuk bisa hidup dengan tenang dan menikmati hari tua dengan uang pesangon yang tersedia. Hal ini karena mereka melihat uang hanya sebagai tolak ukur kebahagiaan untuk mencukupi seluruh kebutuhan hidup. 
Orang sukses selalu melihat uang dari segala sisi. Mereka juga percaya bahwa uang adalah sebuah alat yang sangat penting dan utama untuk menciptakan satu kesempatan baru untuk perubahan hidup. Mereka tidak terbawa emosi dalam menghamburkan uang, melainkan melihat sisi positif serta negatif dari setiap uang yang dikeluarkan serta didapatkan.   
Orang biasa rela melakukan pekerjaan yang mereka benci demi uang, sedangkan orang sukses hanya melakukan apa yang mereka suka
Bagi orang-orang biasa, tampak bahwa orang sukses selalu bekerja sepanjang hari sepanjang waktu tanpa mengenal lelah. Mereka seperti diperas habis tenaganya. Padahal, kenyataannya tidak seperti itu. Orang yang benar-benar sukses di dunia ini melakukan apa yang mereka cintai dan mencari cara bagaimana cara mendapatkan uang dari hobi tersebut. 
Sebaliknya, orang-orang biasa mencari pekerjaan apapun untuk kelangsungan hidup. Mereka menganyam pendidikan untuk mendapatkan sebuah kerja yang tetap untuk memperoleh uang. Bahkan, terkadang mereka benar-benar membenci pekerjaan tersebut tetapi tetap bertahan hanya demi uang. Padahal, dengan kondisi pekerjaan seperti ini, anda tidak akan pernah berkembang dan belajar lebih. 
Oleh karena itu, lebih baik anda mengenali diri sendiri serta mencari apa sebetulnya kesukaan anda. Ketika anda melakukan suatu pekerjaan yang disukai, tentu saja anda tidak akan mudah lelah dan mengeluh. Pekerjaan tersebut akan menjadi 100 kali lipat lebih seru, menarik, dan tidak ada kata lelah yang akan keluar dari mulut anda. 
Image Credit
Orang biasa tidak memiliki harapan tinggi karena takut kecewa, orang sukses berani berharap tinggi serta siap menghadapi kekecewaan
Orang biasa umumnya takut bermimpi. Mereka takut tidak dapat meraih mimpi tersebut dan akhirnya menjadi kecewa. Sehingga, mereka tidak pernah bermimpi lagi dan hanya menjalani hidup tanpa sebuah gairah untuk sukses. Padahal, mimpi adalah sebuah pacuan bagi anda untuk mengubah kehidupan ke arah yang lebih baik. 
Berbeda dengan orang sukses, umumnya mereka memiliki mimpi yang sangat tinggi. Bahkan, tidak jarang mimpi tersebut diremehkan dan diejek orang karena terlalu muluk atau terdengar tidak masuk akal. Tetapi, orang sukses akan tetap berusaha untuk meraih mimpi tersebut meskipun banyak orang yang tidak mendukung mereka. 
Meskipun mimpi tersebut akhirnya tidak berhasil diraih, orang sukses tidak langsung menyerah dan putus asa. Mereka terus membayangkan mimpi-mimpi baru untuk masa depan yang cerah. Setidaknya, jika anda terus berusaha, dari sekian banyak mimpi yang dimiliki, tentu saja satu di antaranya akan membuahkan hasil yang memuaskan.
Orang biasa beranggapan bahwa anda harus melakukan sesuatu untuk menjadi sukses, orang sukses yakin bahwa anda harus menjadi seseorang untuk menjadi sukses
Umumnya, orang biasa akan merancang terlebih dahulu secara matang seluruh langkah yang harus diambil untuk meraih kesuksesan. Masalahnya, orang biasa hanya merancang saja, tetapi takut untuk mengambil langkah. Mereka selalu berpikir bahwa akan ada kecacatan dan hal ini akan menghalangi mereka. Padahal, masalah wajar dan pasti akan terdapat masalah di setiap jalan yang dipilih. 
Sedangkan orang sukses yakin bahwa rancangan saja tidak cukup. Mereka yakin harus menjadi seseorang yang dihormati oleh orang lain untuk meraih sukses. Mereka masih merancang, tetapi tidak takut dalam memulai langkah utama dan mengubah rancangan tersebut di sepanjang jalan untuk beradaptasi dan belajar. Meskipun jatuh bangun, mereka mendapat pelajaran dan menjadikan hal tersebut sebagai pacuan ke depan. 
Orang biasa beranggapan perlu uang untuk meraih kesuksesan, sedangkan orang sukses akan memakai uang orang lain untuk menjadi sukses
Orang biasa selalu berdalih bahwa mereka tidak uang, sehingga tidak bisa membuka sebuah bisnis, dan oleh karenanya mereka tidak bisa sukses. Ini hanya alasan yang sudah sangat umum dan terlalu klise. Meskipun tidak memiliki uang, masih banyak usaha lain yang dapat dilakukan asal punya tekad dan niat untuk mengerjakannya.
Orang sukses tidak takut memakai uang orang lain untuk membantu mereka meraih kesuksesan. Namun, bukan berarti anda mencuri dan tidak bertanggung jawab atas uang tersebut, ya. Uang itu adalah pinjaman agar anda dapat memulai usaha. Tentu saja ketika bisnis sudah berkembang ataupun jika bisnis tersebut gagal, anda wajib mengembalikan uang yang telah dipinjam sepenuhnya. 
Dengan menggunakan bantuan uang orang lain, tentu modal yang diperoleh akan semakin besar. Tidak perlu mempermasalahkan soal uang lagi. Pertanyaan yang tepat sebenarnya bukan bagaimana cara mendapatkan uang, melainkan apakah bisnis tersebut memang layak untuk dilaksanakan. 
Orang biasa berpikir bahwa market terdiri dari logika dan strategi. Orang sukses tahu betul bahwa market sebenarnya terdiri dari emosi dan ketamakan
Orang biasa selalu berpikir bahwa apabila mereka memiliki strategi yang sempurna dan logika yang masuk akal, maka mereka akan menguasai pasar. Seluruh masalah akan teratasi dengan baik dan menjadi yang terbaik pun bukanlah sebuah masalah lagi. Padahal, strategi dan logika saja tidak cukup.
Kondisi di pasar lebih dipengaruhi oleh emosi serta ketamakan orang yang ada di dalamnya. Meskipun strategi anda bagus, dan anda juga orang yang pintar, bisa saja anda kandas karena tidak memiliki pengetahuan bagaimana sifat orang-orang yang terlibat di dalamnya. Mengatasi orang-orang yang terlibat lebih rumit daripada mengatasi produk yang akan dijual. Oleh karena itu, anda harus pintar-pintar beradaptasi dengan kondisi sekitar.
Orang biasa bergaya hidup di atas kemampuannya, sedangkan orang kaya bergaya hidup di bawah kemampuannya
Orang biasa ingin dirinya diakui dengan cara membeli barang-barang yang bahkan di luar jangkauannya dengan cara kredit. Mereka ingin orang lain menganggap diri mereka lebih. Orang kaya umumnya hidup secara sederhana. Bukan karena mereka terlalu hemat dan pelit, melainkan mereka tahu apa yang benar-benar dibutuhkan dan kapan saat tepat mengeluarkan uang. 
Orang biasa mengajarkan anak-anak mereka bagaimana bertahan hidup, sedangkan orang sukses mengajarkan anak-anak mereka bagaimana cara menjadi sukses
Hal ini mungkin saja berpengaruh dari pengalaman hidup yang telah dijalani. Ketika anda mengalami hidup yang susah, tentu saja cenderung mengajarkan cara untuk bertahan dalam kehidupan yang berat tersebut. Namun, jika hidup anda sudah biasa saja, jangan mengajarkan anak anda untuk bertahan hidup seperti anda. Ajarkanlah mereka agar tidak meniru jejak tersebut dan berusaha berubah ke arah yang lebih baik. Beritahukan mereka apa kesalahan anda selama hidup agar mereka tidak mengulanginya. 
Orang biasa stres dengan uang, sedangkan orang sukses memperoleh ketenangan dengan uang
Orang biasa umumnya memiliki uang pas-pasan sehingga mereka selalu bingung di saat akhir bulan bagaimana cara bertahan hidup dengan uang yang terbatas. Umumnya, orang-orang biasa ini malu untuk mengakui bahwa uang memang salah satu faktor penting di kehidupan. Sedangkan orang kaya memperoleh hidup yang tenang karena uang membantu mereka untuk menyelesaikan berbagai macam masalah serta memenuhi kebutuhan mereka.
Orang biasa lebih memilih untuk mendapatkan hiburan daripada pengetahuan, orang sukses memilih sebaliknya
Terlalu lelah dengan apa yang dihadapi, orang biasa tidak menginginkan pengetahuan lebih karena menurut mereka sia-sia. Padahal, pengetahuan sangat penting karena dapat membentuk pola pikir anda ke arah yang lebih baik. Oleh karena itu, mulai sekarang kurangilah hiburan-hiburan tidak penting seperti menonton sinetron, acara gosip, dan lainnya. Fokuslah untuk membaca buku pengetahuan atau menghadiri pelatihan untuk pengembangan diri. 
Orang biasa berpikir orang sukses itu sombong, padahal, orang sukses suka bergaul apabila orang tersebut memiliki pikiran yang sama sepertinya
Orang sukses bukan tidak mau bergaul dengan orang biasa. Hanya saja, pola pikir yang dimiliki berbeda dan membuat pembicaraan antara orang sukses dan orang biasa menjadi kurang sinkron. Bila anda memiliki pola pikir terbuka dan keinginan untuk maju, tenang saja, orang sukses mau kok menjadi teman serta bertukar pikiran dengan anda!
Jangan malas membaca berita terbaru seputar dunia bisnis, kemudian coba cari perkumpulan pebisnis pemula di tempat anda. Bergabunglah dalam forum tersebut, dan coba lihat apa saja topik yang sering dibicarakan. Coba perlahan berikan komentar tentang topik-topik yang sedang  dibahas. Perlahan tapi pasti, anda akan menjadi bagian dari perkumpulan tersebut, dan anda akan memperoleh banyak pengetahuan baru dan koneksi menjadi luas. 
Orang biasa fokus pada menabung, sedangkan orang sukses fokus pada pendapatan
Di saat orang biasa fokus untuk menyisihkan uangnya untuk ditabung ke bank, orang sukses tidak pernah mau menyimpan uangnya begitu saja. Hal ini dikarenakan uang yang disimpan tidak akan pernah bertambah jumlahnya. Jadi, untuk mengembangkan jumlah uang tersebut, tentu saja harus diolah dan digunakan untuk membuka cabang usaha lain maupun investasi di berbagai tempat. 
Orang biasa bermain aman, orang sukses tahu kapan harus mengambil resiko
Orang biasa beranggapan tidak perlu mengambil risiko karena kehidupannya sekarang sudah cukup meskipun bisa dibilang pas-pasan. Sedangkan orang sukses tidak mau bermain aman. Mereka ingin terus menerus mengembangkan bisnisnya agar lebih sukses. Orang sukses berani dalam mengambil risiko yang tersedia. 
Tentu saja, sebelum mengambil risiko, anda harus memperhitungkannya terlebih dahulu. Jangan sampai risiko tersebut tidak masuk akal dan hasilnya jelas merugikan. Untuk bisa mengambil keputusan yang tepat, tentu saja diperlukan banyak pengalaman sebelumnya. Jadi, jangan takut untuk selalu belajar dari kesalahan.
Orang biasa suka mencari kenyamanan, sedangkan orang sukses nyaman dalam ketidakpastian
Diperlukan sebuah keberanian yang tinggi untuk mengambil risiko agar sukses. Tantangan inilah yang tidak bisa dihadapi oleh orang biasa. Mereka tidak nyaman dihadapkan dengan fakta bahwa hidup mereka akan penuh dengan rintangan dan risiko menghadang. Kenyamanan secara fisik, mental, dan emosional menjadi pilihan utama dari orang biasa. 
Sedangkan orang sukses berusaha beradaptasi agar merasa nyaman dalam ketidakpastian. Mereka paham betul bahwa perjalanan menuju sukses pasti tidak mudah dan sangat menguras tenaga. Mengetahui fakta tersebut, bukannya menghindar, mereka mempersiapkan diri dengan matang untuk menghadapinya.

Orang biasa percaya bahwa kekayaan dan kebahagiaan keluarga tak dapat disatukan, orang sukses tahu bahwa kedua hal tersebut bisa dimiliki bersama
Banyak sekali orang yang mencibir para orang sukses bahwa memang kekayaan berada ditangan mereka, namun keluarga menjadi tidak akur dan banyak permasalahan yang terjadi. Jika anda menemukan hal seperti ini, artinya orang tersebut belum sukses. Orang yang benar-benar sukses akan memperoleh kebahagiaan dalam keluarga serta dalam hidupnya yang berkecukupan. 
Image Credit
Cara berpikir orang sukses terkadang membuat diri anda takut dan terasa tidak masuk akal. Namun, anda harus mampu beradaptasi serta mengubah pola pikir jika ingin sukses. Ingatlah bahwa setiap orang sukses dulunya juga seperti anda, yaitu adalah seorang yang biasa saja tanpa nilai lebih apapun. Dengan cara berpikir yang benar serta langkah-langkah yang tepat, kesuksesan akan berada tepat di depan anda. 

Uang dan Emosi Sehat di Tempat Kerja

Stres dan depresi akan menjadi sumber utama kecacatan di tempat kerja. Stres dan depresi adalah nomor satu sumber kecacatan di Amerika Serikat sekarang. Biaya stres dan depresi dapat menjadi biaya ekonomi yang mahal. 
Dalam sebuah survei terhadap Ohio eksekutif bisnis kecil, 57% menyatakan bahwa perusahaan mereka telah menderita kerugian produktivitas karena masalah emosional atau pribadi karyawan.
Stres menyumbang 10% dari semua klaim kompensasi pekerja. 80% sampai 90% dari semua kecelakaan industri yang kemungkinan besar terkait dengan masalah pribadi dan ketidakmampuan karyawan untuk menangani stres. Karyawan yang menderita stres dan depresi rata-rata mengambil cuti 16 hari kerja per tahun. Dalam studi 3 tahun sebuah perusahaan besar, 60% dari absensi karyawan ditemukan karena masalah psikologis. Ini adalah berita buruk karena mengabaikan hal ini dnegan risiko yang mereka tanggung. 
Sekarang untuk beberapa kabar baik: 
Membangun kerja yang sehat secara emosional baik untuk pekerjaan lini bawah. Ini juga merupakan tujuan yang realistis. Ada tiga tingkat yang perlu ditangani untuk menghilangkan efek negatif dari stres dan depresi: 
1. Memberikan intervensi perawatan yang memadai, 
2. Membangun program intervensi dini, dan 
3. Menciptakan tempat kerja yang sehat secara emosional. 
IUntervensi pengobatan yang memadai. 
Pengobatan bekerja. Dalam review 58 studi tentang efektivitas psikoterapi untuk depresi, 77% pasien depresi meningkat secara signifikan. 
Penyediaan perawatan yang memadai untuk kesehatan mental dan perilaku mengurangi biaya medis. Dalam sebuah penelitian, orang yang menerima psikoterapi berkurang pergi ke dokter 47,1%, lebih sedikit menggunakan resep 48,6%, memiliki 45,3% lebih sedikit kunjungan ruang gawat darurat dan mengalami penurunan frekuensi rawat inap oleh 66,7%. 
Pengobatan walaupun mahal tapi merupakan respon yang efektif paling tidak untuk menangani masalah ini. Meskipun jelas bahwa menyediakan perawatan yang memadai akan menghemat uang pada biaya medis dan pengurangan ketidakhadiran, keterlambatan, dan kecelakaan kerja ada premi kesehatan mental yang lebih tinggi untuk dibayar dan pengobatan dapat mengakibatkan waktu kerja yang hilang.
Tergantung pada keseriusan masalah sebelum diagnosis, pengobatan mungkin memakan waktu lebih lama untuk menyelesaikan dan mungkin kurang efektif untuk menyelesaikan masalah sepenuhnya. 
Yang dibutuhkan untuk pengobatan yaitu psikiater untuk pengobatan, Psikolog, Pekerja Sosial dan Konselor Profesional lain yang berlisensi untuk psikoterapi. Profesional Bantuan Karyawan (PBK) memberikan intervensi singkat dan bertindak sebagai penghubung bagi profesional kesehatan mental. 
Program Intervensi Dini 
Intervensi dini lebih murah daripada pengobatan. Dengan membantu karyawan dalam mengidentifikasi masalah pada tahap awal, dan memberikan fasilitas bagi mereka untuk mengambil tindakan. Hal ini lebih murah karena biaya psikiater, psikolog, pekerja sosial dan konselor profesional lainnya seringnya mahal dan tidak akan diperlukan atau dibutuhkan secara ekstensif ketika masalahnya belum mencapai proporsi krisis.Program intervensi dini dapat sederhana, denganmenyediakan informasi perawatan diri dan kontak telepon. 
Intervensi dini merupakan kegiatan yang bijaksana, baik dari sudut pandang keuangan maupun untuk kepentingan karyawan. Ketika masalah ditemukan lebih awal, mereka lebih mudah untuk memecahkan dan resolusi yang di dapat mungkin akan lebih lengkap. 
Yang dibutuhkan untuk intervensi awal yaitu: tenaga kerja kesehatan dan program proaktif untuk mendidik karyawan mengenai stres dan depresi. 
Tempat Kerja yang Sehat 
Jika intervensi awal secara signifikan lebih efektif daripada pengobatan, mempromosikan tempat kerja yang sehat secara emosional adalah hal yang bagus. Hal ini juga lebih sulit untuk diukur karena dalam stres kerja dan depresi diubah menjadi aset bagi perusahaan daripada kewajiban. 
Perubahan cenderung terjadi dari waktu ke waktu ketika tempat kerja yang sehat secara emosional muncul dan dapat terjadi dalam berbagai bidang penting dari organisasi. 
Dalam satu organisasi pelayanan kesehatan, yang membuat kesehatan emosional ini tercapai, tidak hanya karena staf administrator, dokter, perawat, dan staf, tetapi juga karena skor kepuasan pasien naik.
Pada tahun 1998, sebuah majalah perdagangan untuk industri periklanan di Inggris St Luke sebagai Badan of the Year. Lembaga ini berusaha untuk merancang perusahaan yang sempurna, didasarkan pada “persahabatan,” “kerjasama,” “kepercayaan,” dan “kebanggana perusahaan.”
Sebuah perusahaan kimia besar ditetapkan untuk mencapai budaya yang dihargai orang, komunikasi, hirarki yang berkurang, dan termasuk semua orang di web sering berinteraksi. Hasilnya tingkat cedera turun sebesar 95%, emisi lingkungan berkurang lebih dari 87%, uptime untuk tanaman naik dari rata-rata 65% sampai 90%, produktivitas meningkat sebesar 45% dan pendapatan per karyawan naik tiga kali lipat. 
Kamu mungkin melihat perbedaan antara intervensi, pengobatan dan intervensi dini, dan promosi kesehatan. Dalam dua yang pertama, terfokus pada penurunan biaya medis. Ketika tempat kerja yang sehat secara emosional didirikan, organisasi melakukan pada tingkat yang lebih tinggi. 
Yang diperlukan untuk Sehat secara emosional di Tempat Kerja yaitu: Kepemimpinan yang menghargai kesehatan emosional. Hal ini diperlukan untuk mengembangkan sikap yang mencerminkan nilai masing-masing anggota organisasi dan mengahrgai karyawan yang mengekspresikan dan menggunakan bakat mereka. Ini adalah tugas yang jauh lebih besar, tetapi hal ini akan terbayarkan dengan keuntungan yang lebih besar. 
Paling efektif bagi organisasi untuk menyediakan semua 3 tingkat respon terhadap masalah stres dan depresi di tempat kerja. Lebih banyak mengeluarkan sumber daya yang dikhususkan untuk langkah 2 dan 3, langkah 1 akan lebih murah karena lebih jarang digunakan.