6 Hal Yang Tidak Boleh Diucapkan Saat Berpidato

Berpidato bagi sebagian orang bukanlah hal yang mudah. Lebih dari itu, sebagian yang lainnya menganggap bahwa berpidato merupakan hal yang menakutkan. munculnya pertanyaan di dalam otak membuat keadaan menjadi semakin buruk. Apakah mereka akan bosan? Apakah mereka tertarik dengan yang disampaikan? Apakah penampilanku sudah rapi? Bagaimana jika aku lupa teksnya? 
Pertanyaan di atas sebenarnya adalah hal yang abstrak. Kenyataannya tidak terlalu mengerikan. Pertanyaan tersebut hanya muncul dalam otak. 
Sayangnya, di zaman sekarang ini semua orang dituntut untuk mampu berbicara di hadapan orang banyak. Dari hal kecil, Anda dituntut untuk mampu berbicara di hadapan karyawan. Memimpin raat, presentasi dengan atasan, negosiasi dengan rekan bisnis, dan lain-lain. Sebagai pebisnis apalagi. Kemampuan untuk berbicara dapat menjadi kunci sukses dalam bisnis. 
Ada baiknya jika sebelum berpidato melakukan latihan terlebih dahulu supaya tidak canggung ketika di depan. Berikut ada beberapa hal yang harus dihindari saat berpidato. Beberapa di antaranya, jangan sering mebaca teks, hindari jeda terlalu lama, dan jangan bicarakan hal-hal pribadi.
1. Dapatkah Setiap Orang Mendengarku?
Sangat konyol jika saat berpidato pertanyaan di atas dilontarkan. Jika pertanyaan “Dapatkah setiap orang mendengarku” dikeluarkan, jawabannya tentu saja semuanya mendengar. Pihak panitia tentu sudah menyiapkan semuanya. Tidak mungkin terjadi bahwa microphone di atas panggung ternyata tidak berfungsi. Anda akan terlihat sangat bodoh bila bertanya. Jika ingin mengecek peralatan, lebih baik datang lebih awal. Bukan dengan cara menanyakan pada audiens apakah suaranya terdengar atau tidak.
2. Apakah Anda Di Sana? Lampunya Terlalu Terang
Terkadang lampu di atas panggung memang terlalu terang dan hanya mengarah pada pembicara. Tidak jarang lampu menbuat audiens di seberang menjadi tidak terlihat. Hanya tersisa si pembicara dan kegelapan. Bukan masalah yang besar jika Anda tidak bisa melihat audiens. Bukan masalah yang besar juga jika harus berbicara dalam gelap. Audiens pasti ada di sana dan memperhatikan. Justru kegelapan tersebut menjadi hal  positif sepanjang bisa mengelolanya. Anggap tidak ada orang yang memperhatikan. Dengan demikian, Anda bisa berbicara dan berimprovisasi dengan lebih tenang. Kegugupan Anda akan semakin terlihat ketika mengajukan pertanyaan ini. Tentu saja di seberang sana ada audiens yang mendengarkan. Mungkin jumlahnya bukan ratusan tapi ribuan. Tetap tenang dan jangan panik. 
3. Saya Tidak Punya Waktu Untuk Persiapan
Jangan pernah menyinggung dalam pidato tentang urusan pribadi. Audiens ingin mendengarkan pembicaraan yang terbaik. Bukan masalah-masalah pribadi. Jika tidak punya waktu untuk perisapan, jangan pernah katakan hal itu di depan audiens. Semisal tidak menguasai topik yang dibahas, pilih topik lain yang benar-benar dikuasai. Jika masih merasa tidak nyaman, tetap tenang dan jangan panik. Jangan meminta maaf juga karena kegugupan Anda. Sebagai audiens, tentunya mereka tidak berkepentingan dengan hal-hal lain di luar topik. Mereka duduk bukan untuk mendengarkan keluh kesah tapi untuk mendengarkan sesuatu yang bernilai.

4. Saya Berencana Untuk.
Hindari membicarakan hal yang belum terjadi. Pembicaraan yang menarik adalah tentang hal-hal yang sudah terjadi. Banyak kemungkinan yang akan terjadi dalam rencana Anda. Masih ada kemungkinan suatu saat rencana tersebut akan gagal. Usahakan untuk membicarakan hal-hal yang nyata. Hal yang sudah dikerjakan. Suatu perusahaan merekrut karyawan bukan karena visinya 5 tahun ke depan. Namun karena apa yang dimiliki karyawan tersebut saat itu. Membahas tentang rencana ke depan akan membuat orang lain berpikiran negatif tentang Anda. Akan ada beberapa orang yang mengira besar kepala dan suka pamer. Mungkin maksud Anda bukan seperti itu, namun daya tangkap masing-masing orang berbeda. 
5. Ummmmm….
Hindari menggunakan banyak jeda. Menggunakan jeda bisa membuat lupa dengan yang disampaikan. Membuat jeda dimaksudkan untuk menghilangkan kekosongan. Justru yang terjadi sebaliknya. Mengucapkan ‘ummm’ tidak membuat keadaan menjadi lebih baik. Sekali Anda mengucapkan kata tersebut, Anda akan terbiasa mengunakannya lagi dan lagi. Untuk mengatasi kekosongan pembicaraan, gunakan humor-humor lucu. Memperbanyak jeda juga akan membuat audiens bosan. 
6. Membaca Catatan
Untuk pembicara pemula, ada baiknya membawa catatan sendiri. Tapi terus-terusan membaca catatan juga kurang baik. Pidato akan terkesan membosankan dan tidak komunikasi. Jika membaca, pidato akn berlangsung satu arah. Tidak ada sapaan kepada audiens. Anda juga terkesan kaku dalam penyampaian. Catat saja poin-poinnya di kertas. Selebihnya kembangkan catatan ketika berbicara di depan,
Latihan
Hal yang paling penting dari semua hal adalah latihan. Berbicaralah dengan menghadap cermin. Perhatikan bagaimana mimik dan ekspresi wajah ketika berbicara. Peragakan juga jika Anda melontarkan humor. Apakah humor tersebut lucu atau tidak. Bagaimana respon audiens. Pertanyaan apa yang akan disampaikan. 
Peragakan semuanya Lakukan seolah-olah ada ribuan penonton di hadapan Anda. Biasanya satu kali dua kali pidato rasa gugup memang ada. Itu merupakan hal yang wajar. Saat ketiga kalinya, semuanya akan terasa lebih mudah. Rasa gugup sudah banyak berkurang. Kuncinya adalah jangan menghinar ketika ada tawaran untuk mengisi pidato. Jika sudah ahli, Anda tidak perlu lagi menyiapkan catatan dan lain-lain. Tawaran pidato dadakan pun bisa langsung disanggupi. 
Itulah tadi enam hal yang tidak boleh diucapkan saat pidato. Selain hal di atas, sebelum berpidato sebaiknya ada beberapa hal yang perlu disiapkan. Kenali dulu siapa audiens Anda. Siapa saja yang diajak bicara dan berapa rata-rata usianya. Setelah itu pahami topik pembicaraan. 
Apa yang akan dibahas, fakta dan data apa yang akan disampaikan. Ucapkan salam dan sapaan. Pelajari juga teknik-teknik berpidato. Untuk pembicara pemula mungkin memang akan sangat kaku. Tapi jika dibiasakan terus-menerus, kemampuan untuk berbicara akan semakin baik.
Semoga sedikit tips di atas dapat membantu. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *