5 Tips Untuk Menjadi Manajer Yang Baik

Manajer yang tidak bersikap dengan baik dan lebih mementingkan dirinya sendiri akan merusak dunia bisnis. Hal ini dapat beresiko menimbulkan kesenjangan dan membuat produktivitas pekerjaan karyawan menurun.
Alasan yang paling banyak dipakai seseorang untuk keluar dari dunia kerja mereka adalah bos yang buruk atau atasan yang tidak peduli kepada bawahan. Kebanyakan karyawan merasa bahwa atasan yang buruk akan mempengaruhi karir mereka. Mereka tidak dapat bekerja secara maksimal dan itu akan berpengaruh terhadap hasil pencapaian mereka.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa hubungan yang terjalin baik antara manajer dan karyawan Anda akan menghasilkan kepuasan kerja. Dan itu sama-sama menguntungkan untuk kedua belah pihak. 
Anda sebenarnya tidak asing dengan dunia manajemen, karena Anda sudah mengenalnya sejak Anda memasuki dunia pendidikan pertama kali. Sebenarnya Anda adalah seorang manajer untuk diri Anda sendiri. Selama ini Anda mengatur waktu dan aktivitas Anda sendiri. Ini pun dapat disebut sebagai manajemen dan pelakunya disebut manajer. Dalam dunia bisnis jika Anda sebagai manajer ingin tim Anda berprestasi dan berkembang maka Anda harus bersedia mencari pengalaman secara terus menerus dari berbagai sumber. Lebih baik lagi Anda harus mengerti kapan waktunya Anda belajar dan kapan waktunya Anda mempraktikkannya sebagai seorang manajer.
Kini Bisnishack meemberikan tips bagaimana menjadi manajer yang baik.
1. Pahami Apa Arti dan Tugas Manajer

Ketika seseorang beralih ke dunia yang baru tentunya mereka juga akan beradaptasi dan berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru. Sama seperti Anda, jika Anda diangkat menjadi manajer yang baru maka Anda akan beradaptasi yang biasanya Anda bertanggung jawab pada pekerjaan Anda sendiri, pada akhirnya Anda harus bertanggung jawab dan berwenang dalam mengawasi pekerjaan bawahan Anda agar mencapai target yang ditetapkan oleh perusahaan Anda.
Dari sini dapat kita lihat secara jelas. Sebagai manajer yang baru harus mempunyai keterampilan baru, pengetahuan yang baru dan tentunya lebih luas dan perilaku yang baru. Anda harus bisa memastikan bahwa pekerjaan bawahan Anda dikerjakan sebagaimana mestinya.
2. Pilihlah Gaya Menejemen Yang Sesuai Dengan Karakter Anda

Ada berbagai gaya manajemen di dalam dunia bisnis. Gaya-gaya manajemen ini terjadi dari perpaduan berbagai tiga perilaku utama. 
Pertama adalah seberapa banyak Anda melakukan latihan dalam memberikan intruksi dan tugas terhadapa bawahan Anda. Tidak sembarang manajer bisa memberikan intruksi atau perintah dengan baik kepada semua bawahannya. Ada yang dengan cara otoriter, ada yang keras, ada yang meminta dengan sopan, dan masih banyak contoh lainnya. Jika Anda ingin menjadi seorang manajer yang baik, maka Anda benar-benar harus banyak belajar bagaimana cara memberikan intruksi agar bawahan Anda tetap nyaman dalam menjalankan intruksi Anda. Karena tidak semua bawahan dapat menerima intruksi yang dirasa tidak berkenan dihati bawahan Anda.
Kedua adalah seberapa banyak Anda memberikan kebebasan kepada karyawan Anda untuk mengusulkan pendapat mereka. Hal ini menyangkut dengan pemberian hak dan bagaimana cara manusia menghargai orang lain. Sebagai menajer kita harus berusaha mengerti akan itu semua. Kita harus memberikan waktu dan ruang kepada mereka untuk mengutarakan pendapat. Maka karyawan Anda akan merasa sangat dihargai.
Ketiga seberapa banyak Anda menginvestasikan waktu Anda dalam menjalin hubungan dengan karyawan dan relasi bisnis Anda secara langsung. Seorang manajer adalah orang yang harus mempunyai kemampuan komunikasi yang baik. Komunikasi yang baik akan menghasilkan hubungan yang baik. Tentunya hal ini akan membuat Anda tampak lebih baik dari hari ke hari. Orang lain akan mempunyai pandangan yang bagus terhadap diri Anda.
3. Mampu Mengambil Sikap Yang Tegas Mengenai Hak Dan Kewajiban

Setiap manusia mempunyai hak dan kewajiban masing-masing. Tentunya, Anda dan bawahan Anda juga mempunyai hak dan kewajiban sesuai dengan apa yang telah ditetapkan. Anda harus memastikan bahwa bawahan Anda dapat menyelesaiakan kewajiban mereka dengan penuh rasa tanggung jawab. Anda juga wajib memberikan apa yang sudah menjadi hak bawahan Anda. Contoh yang mudah adalah memberikan waktu untuk berpendapat, istirahat, berfikir, belajar, dan lain-lain.
Sebagai seorang manajer Anda sebaiknya juga dapat menjalankan kwajiban Anda dengan baik, tidak hanya memerintah dan memberikan tugas saja. Memanglah benar jika itu adalah hak Anda sebagai seorang manajer, akan tetapi Anda juga bekerja dibawah pimpinan Anda. Sehingga Anda juga harus melaksanakan apa yang menjadi kewajiban Anda dengan penuh tanggung jawab.
4. Mencoba Untuk Lebih Persuasif

Menjadi seorang manajer yang baik harus bisa berbicara menggunakan kata-kata yang dapat meyakinkan bawahan Anda. Membuat seseorang yakin kepada apa yang Anda bicarakan bukan hal yang mudah. Anda harus mencari kata-kata yang pas, sehingga seseorang tersebut dapat mengikuti Anda tanpa diikuti rasa penasaran atau pertanyaan dalam otak mereka.
Seorang manajer yang baik haruslah lebih persuasif dibandingkan karyawan lain. Anda harus bisa mengajak bawahan Anda untuk selalu bekerja dengan baik, lebih memiliki motivasi yang kuat sehingga mampu menyelesaikan tugas sesuai tanggung jawab. Jika bawahan Anda sudah merasa yakin terhadap diri Anda, maka jalan menjadi manajer yang baik sudah mulai Anda temukan.
5. Selalu Berinteraksi Dengan Pegawai

Kunci lain untuk menjadi manajer yang baik adalah Anda harus selalu menjaga komunikasi dengan bawahan Anda, sehingga dapat terjalin hubungan yang baik. Anda harus menjadi lebih supel, mudah bergaul, dermawan dengan semua informasi, dan bisa dikatakan Anda juga harus siap menjadi seorang pembimbing.
Seorang manajer pasti akan mempunyai tim dalam bekerja. Manajer bertindak sebagai seorang pemimpin dalam tim, dan selalu mengatur semua pekerjaan tim agar berjalan dengan baik. Maka untuk mewujudkan komunikasi yang baik Anda bisa melakukannya dengan membuat pertemuan-pertemuan kecil. Lakukanlah selalu evaluasi di akhir pekerjaan. Hal ini akan membantu Anda dalam mewujudkan interaksi yang baik dengan pegawai Anda.
6. Dapat Menyelesaikan Konflik Antar Departemen

Dalam sebuah perusahaan besar, pastilah mempunyai tim-tim khusus dalam setiap bidang. Bidang yang sangat banyak tersebut berisikan orang-orang berlatar belakang yang berbeda. Setiap tim pasti akan dipimpin oleh seorang manajer. Dalam menjalankan pekerjaan Anda menjadi seorang manajer pasti Anda akan menemukan masalah-masalah yang terjadi antar tim. Mereka akan berlomba satu sama lain menjadi tim terbaik agar mendapatkan apresiasi dari atasan mereka.
Dalam hal ini peran Anda sangat dibutuhkan. Manajer yang baik harus mampu menyelesaikan konflik-konflik yang terjadi antar tim, bahkan konflik juga bisa terjadi dalam tim Anda sendiri. Maka dari itu, Anda harus pandai menelusuri masalah apa yang terjadi. Kemudian Anda harus mencari solusi atas masalah tersebut, dan menyelesaikannya dengan segala kebijaksanaan Anda. Kuncinya dalam hal ini adalah sebuah kebijaksanaan yang benar-benar Anda terapkan, akan membawa kepada Anda dan tim Anda jauh dari masalah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *