40 Cara Relaksasi Pikiran Khas Pengusaha

Banyak pengusaha terlihat santai. Mulai dari pakaian dan ekspresi wajahnya. Hal inilah yang membuat orang ingin menjadi pengusaha. Santai, tapi uang banyak. Padahal, kesan itu tidak selalu benar. Menjadi pengusaha berarti Anda selalu dalam keadaan harus memutuskan sesuatu. Anda mengkalkulasi risiko, memberanikan diri dan tim, atau malah melobi preman kiriman bank. Anda juga harus terus waspada terhadap persaingan. Belum lagi bila karyawan Anda berbuat “onar”.
Semua itu akan membuat Anda stres. Tapi Anda tidak perlu khawatir. BisnisHack.com telah menuliskan daftar 40 cara menenangkan pikiran yang cocok untuk Anda. Tips-tips ini kami dapat dari Mandy Kloppers. Psikolog dan konselor yang telah merilis buku “Destination Delinquency?” di Amazon.com.
1. Tarik napas dalam-dalam
Saat Anda melakukan deep breathing, perhatian pikiran akan tertarik pada proses menarik dan melepaskan napas. Ambillah lima nafas dalam dan fokuskan pada paru-paru serta diafragma. Pastikan kedua organ penampung nafas itu terisi dengan baik. Bernapas dalam-dalam merupakan cara cepat dan mudah untuk merasakan ketenangan. Amati jalannya proses pernapasan itu. Amati keluar masuknya nafas Anda. Hisap oksigen sebanyak mungkin. Dua tahap itu akan mengembalikan fokus dan meningkatkan kesegaran otak Anda.

2. Musik
Tidak penting apa jenis musik yang Anda dengarkan. Selama Anda menikmatinya dan membuat Anda merasa tenang. Musik adalah asupan bagi jiwa dan merupakan cara cepat untuk mendapatkan ketenangan pikiran.
3. Jalan-jalan
Anda bisa berkeliling sekitar kantor atau cabang usaha Anda. Baik dengan bersepeda maupun jalan kaki. Sebisa mungkin Anda mendapatkan udara segar. Jalan-jalan bisa mengembalikan kesegaran Anda karena memperlancar aliran darah.
4. Alam yang indah
Debu, polusi, udara yang panas, pastilah membuat Anda stres. Terlalu sering melihat mal, toko, gedung-gedung modern juga kurang bagus untuk kesejukan batin Anda. Cobalah sesekali pergi ke desa. Tidak harus jauh-jauh. Kunjungi saja area persawahan di perbatasan kota. Nikmati siluet gunung, burung-burung yang berdiskusi, dan padi yang bergoyang mengikuti aliran angin sore.
5. Bermain 
Bermain bisa dilakukan dengan banyak cara misalnya memainkan video game terbaru, bercanda bersama anak, atau pun peliharaan Anda. Sentuhan dan pelukan dari orang-orang terkasih berdampak kuat mengurangi tegangan pikiran Anda.
6. Bersih-bersih rumah
Membersihkan rumah, kantor, atau ruangan bisa menjernihkan pikiran Anda. Buntunya pikiran bisa disebabkan karena ruangan yang sering Anda gunakan begitu kotor. Banyak sampah di sana-sini atau benda-benda yang tidak tertata rapi. Jangan malas untuk bersih-bersih. Siapa tahu Anda menemukan tata ruang baru yang lebih nyaman. Produktifitas Anda pun meningkat.
7. Siap menerima segalanya
Sikap menerima merupakan hal yang penting untuk kedamaian pikiran. Menerima bahwa kita tidak mampu menolong semua orang. Kita juga tidak harus mengegolkan semua deal yang ada. Seorang entrepreneur juga terlatih bahwa tidak ada yang pasti dalam dunia ini bukan? Termasuk kesuksesan Anda. 
8. Lebih mencintai diri sendiri
Kekhawatiran bersumber salah satunya dari kurangnya percaya diri. Semakin kita mencintai diri kita, semakin mudah kedamaian pikiran tercapai. Kecintaan pada diri ini terekspresikan pada gairah untuk menerima segala kekurangan dan kelebihan diri. Bila Anda sendiri tidak mensyukuri kelemahan, bagaimana orang lain bisa menghormati?
Selain itu, mencintai diri ditandai dengan dorongan untuk terus memperbaiki diri. Hasrat untuk membaik ini merupakan percikan dari energi cinta yang meluap. Orang tua ingin anaknya mendapat pendidikan terbaik. Kita tak ingin sahabat kita dikhianati. Kita pun ingin pasangan kita selalu bertumbuh bersama kita.
9. Sadar penuh
Saat kita sadar penuh, kita memperhatikan terhadap apa saja rangsangan yang masuk dari kelima indra. Ini jarang dialami orang-orang modern yang sibuk. Saat Anda makan, mungkin hanya detik pertama lidah Anda merasakan makanan. Detik berikutnya, otak Anda sudah disibukkan dengan obrolan, membuka sosial media, membaca koran. Anda multi-tasking.
Maka latihlah untuk merasakan benar-benar kelima indra Anda. Saat makan tadi, rasakan terus makanan Anda sampai tertelan. Hirup aromanya. Lalu, syukuri. Dengan ini, kekhawatiran tidak akan menghampiri karena tidak disibukkan dengan lintasan pikiran yang mengganggu.
10. Lepaskan pencitraan
Integritas adalah nilai utama seorang pengusaha. Kepribadian Anda harus kongruen. Perilaku mesti sejalan dengan cara kita merasa dan berpikir. Saat cara kita melihat diri dan cara orang lain melihat kita itu sama, kita sudah menerapkan prinsip kongruensi kepribadian.
Masalah muncul saat kita menganggap diri sebagai pengusaha yang tepat janji misalnya. Tetapi perilaku kita justru ogah-ogahan mengerjakan order. Menemukan cara agar karakter ideal yang kita bayangkan sesuai kenyataan, adalah salah satu cara agar pikiran Anda tetap damai.
11. Humor
Banyak-banyaklah tertawa. Bercanda dengan kawan, menonton video stand up comedy, atau membaca komik favorit. Rasakanlah, dunia akan menjadi jauh lebih baik saat kita melihat sisi-sisi lucu dari kehidupan. Tawa juga mampu melepaskan hormon-hormon yang membuat kita jauh lebih rileks. Di sisi lain, humor merupakan penanda kecerdasan dan kepercayadirian Anda.
12. Merenung
Sejak sekarang, biasakanlah untuk merenung. Anda bisa mengecek apakah hidup ini sudah sesuai yang Anda inginkan? Apakah bisnis berkembang sesuai nurani Anda? Bagaimana hubungan anda dengan orang-orang terkasih? Ingat. Anda merenung, bukan menggalau. Bila ada yang kurang sesuai, jangan stres. Tapi secara objektif mencari jalan keluarnya. Anda juga bisa introspeksi diri. 
13. Miliki tujuan
Orang yang tidak memiliki tujuan pastilah didera kebingungan setiap harinya. Dengan memilki tujuan, kita bisa bergerak ke arah yang tepat. Buatlah tujuan yang SMART; Spesific, Measurable, Achievable, Realistic, dan Time-bound.
14. Cintai dengan tulus
Harapan adalah muasalnya kekecewaan. Saat kita mencintai tanpa mengharap balasan apapun, kita tidak akan mudah kecewa. Bila tidak tulus, ekspektasi yang tidak terpenuhi akan membuat goncangan dalam diri dan rasa menyesal. Ketakutan-ketakutan semacam ini menghancurkan kedamaian pikiran Anda.
15. Rutin cek kesehatan
Sangat penting untuk peduli pada kesehatan diri kita. Tidak ada yang selalu siap merawat kesehatan Anda selain diri Anda. Kurangnya kepedulian pada kesehatan menunjukkan rendahnya rasa hormat pada diri sendiri. Tentunya sikap respek ini mempengaruhi bagaimana orang lain bersikap pada kita. Sikap orang lain, bergantung sikap kita pada diri sendiri. 
16. Kurangi rasa khawatir
Dalam sehari, ada 30.000-75.000 pikiran yang melintas di dalam otak Anda. Dan 80% cenderung ke arah negatif. Ingatlah bahwa sebagian besar kekhawatiran itu tidak produktif dan mampu mengurangi kesejukan pikiran Anda.
17. Jangan terlalu serius
Sebagai pengusaha kita memang harus selalu serius menjalankan roda bisnis dan membangun relasi. Namun, keseriusan ini tidak berarti Anda harus selalu dalam kondisi dahi berkerut. Jangan hanya karena ingin merasa produktif, Anda selalu tampak serius bekerja. Yang penting adalah produktifitas. Dan produktifitas hanya bisa diraih bila Anda menjaga keseimbangan kinerja.
18. Hidup di masa kini
Kekhawatiran bermula dari kita menyesali masa lalu yang sudah tidak mungkin diubah. Sekaligus mengkhawatirkan masa depan yang belum terjadi. Maka, fokuslah pada detik INI. Karena hanya waktu ini yang kita punya. Tetap kita melihat pada masa lalu dan masa depan. Namun, dengan fokus pada saat ini, semua itu tidak akan membuat kita khawatir.
19. Tegas
Kita punya hak untuk hidup sesuai keinginan. Kita boleh juga beropini. Kita punya kuasa untuk melarang. Saat kita menjadi terlalu pasif atau submisif, kita sedang merendahkan diri. Namun, perlu diingat. Menjadi tegas bukan berarti Anda memaksakan kehendak. Tegas adalah kemampuan menyatakan keinginan pribadi dan keteguhan pada prinsip.
20. Berani beropini
Jangan takut untuk mengungkapkan apa yang ada di pikiran Anda. Ini serupa dengan menjadi tegas. Mintalah apa yang Anda inginkan. Kalau Anda tidak meminta, Anda tidak akan mendapatkan.
21. Miliki “Me-Time”
Sebagaimana dalam olah raga, “time-out” dalam keseharian bisnis juga sangat penting. Sediakan waktu untuk “egois”. Perhatikan ego Anda secara sehat. Lakukan hal-hal yang menyenangkan, cobalah wisata kuliner, atau membeli baju baru. Mengikuti pelatihan yang Anda idam-diamkan sejak dulu juga boleh. Memenuhi kebutuhan diri Anda sendiri juga penting. Sebagai pengusaha, Anda sudah memenuhi kebutuhan konsumen Anda setiap saat. 
22. Keluarkan sisi anak-anak
Terus berbisnis dan tidak pernah bermain-main akan membuat siapa pun stres. Sediakan waktu untuk hal-hal yang Anda nikmati. Masukkan unsur ‘fun’ pada apapun yang Anda lakukan. Lihat kegiatan sehari-hari Anda dari mata anak kecil. Anak kecil yang berani, mencoba segalanya untuk bersenang-senang, dan mengambil pelajaran dari situ.
23. Biarkan terjadi
Kita tidak bisa menikmati saat ini karena masih saja menarik-narik apa yang sudah terjadi. Kita masih saja bertanya-tanya kenapa itu terjadi. Bukan dalam kerangka mengintrospeksi melainkan menyesali. Relakanlah yang sudah terjadi. Mungkin saja proyek besar itu memang bukan rejeki Anda. Bisa saja dari kerugian bulan kemarin, Anda jadi tahu siapa karyawan yang koruptif. Yang jelas, Anda sudah merugi saat itu. Bila kini masih saja menyesali tanpa perbaikan diri, Anda tetap merugi. Pengusaha kok mau merugi terus?
24. Anda belum tentu bersalah
Adalah wajar sebagai pucuk pimpinan perusahaan, Anda bertanggung jawab atas semua yang terjadi di kantor. Namun, Anda bukan Tuhan yang mampu mengontrol perilaku. Anda juga tidak berkuasa mutlak membuat calon mitra menyetujui tawaran bisnis Anda.
Hampir setiap kita memiliki “dorongan untuk menanggung”. Termasuk menanggung beban kesalahan. Sebagaimana kepala PT KAI bapak Johan yang berprinsip,”Kalau masih ada kekurangan di PT KAI, itu bukan salah bawahan. Pasti salah pimpinan.” 
Namun, Anda harus memaknainya dengan positif. Menjadikannya pemicu agar melakukan tindakan-tindakan preventif kesalahan. Bila tetap terjadi, Anda harus introspektif. Mengingat-ingat yang telah terjadi bukan untuk menyesali, tapi untuk mengambil pelajaran.
25. Bersyukur
Adalah kecenderungan kita untuk lebih mengingat kejadian-kejadian negatif. Kita lebih perhatian pada karyawan yang malas-malasan, deal-deal yang batal, dan keuntungan yang menurun. Semua ini membuat kita kurang bersyukur. Tidak ada kedamaian bagi orang yang tidak bersyukur.
Maka, mulailah menghitung-hitung hal positif yang Anda alami. Buah hati Anda yang selalu merindukan Anda pulang, senyum karyawan Anda yang tertolong karena mendapat pekerjaan, atau, sekedar masih bisa menghirup oksigen dengan gratis.
26. Less is more
Dalam banyak hal, sedikit justru berarti lebih. Omongan tak harus panjang-panjang. Singkat padat justru lebih mengena. Rumah yang tak disesaki barang-barang tak diperlukan, jelas terasa lebih luas. Teman yang sedikit namun suportif membuat kita tak pernah merasa kesepian.Cobalah lebih sederhana. Kesederhanaan muasal kebahagiaan abadi berasal.
27. Bersosialisasi
Salah satu kebahagiaan dalam hidup adalah berbagi dengan yang lain. Lalu menyadari bahwa orang lain pun mendapatkan manfaat dari Anda. Kita tidak kesepian dan dipahami orang lain membuat kita nyaman dengan keberadaan hidup kita.
28. Gagal itu belajar
Kegagalan lekat dengan konotasi negatif. Padahal, gagal adalah sebab kesuksesan. Michael Jordan berhasil melakukan tembakan dengan mata tertutup karena sudah ratusan kali gagal. Darwis Triadi mendapatkan 3 foto terbaiknya karena sudah mendapatkan ribuan foto yang buruk. Pahami bahwa bukan Anda yang gagal. Tapi hal yang Anda cobalah, yang gagal. Ada perbedaan besar di situ.
29. Lintasi batas
Anda tidak akan tahu batas kemampuan Anda bila terus berada di zona nyaman. Seperti pepatah,”Lebih baik menjadi tua dan menyesali apa yang kita lakukan. Daripada menyesal kenapa dulu tidak jadi melakukan ini dan itu”. Doronglah kemampuan Anda. Jadilah penasaran dengan potensi Anda. Ada keuntungan di balik setiap keingintahuan Anda.
30. Baikkan hati Anda
Berbuat baik membuat energi dalam diri membaik. Selalu menyenangkan bisa memberi dengan tulus. Selalu mendamaikan bisa menghilangkan kegelisahan dari orang-orang yang memerlukan.
31. Salurkan emosi negatif dengan positif
Emosi negatif itu wajar. Kita tidak perlu mengendalikan emosi. Yang perlu dikendalikan adalah respon. Bedakan. Kita tidak bisa mencegah kita merasakan marah. Tapi kita bisa memilih respon terbaik terhadap emosi itu.
Salurkan stres, sedih, marah Anda dengan kegiatan-kegiatan positif. Mulai dari olah raga, berkumpul dengan orang-orang sepemikiran, hobi, apapun yang menarik minat Anda. Kecuali kalau minat Anda adalah memukul orang sembarangan.
32. Kurangi kecepatan
Di era serba cepat ini, kita semakin perlu melambat. Bukan agar terlambat, tapi supaya bisa melompat. Anda perlu berhenti sejenak untuk menemukan cara-cara yang lebih baik. Cukup sedikit lebih baik. Tapi lakukan setiap hari. Kecepatan Anda akan meningkat lalu mendahului kompetitor Anda. Anda takkan bisa menyalip mereka bila memakai cara dan kecepatan yang sama.
Lagipula, adakah yang mengharuskan Anda mencapai semuanya dalam sehari? Kita sering memberi tantangan yang tidak masuk akal di saat yang tidak diperlukan. Ujilah kesabaran Anda. Rehatlah untuk menikmati saat ini. Belajar dari masa lalu. Lalu melompat ke masa depan.
33. Jangan berandai-andai
Yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Janganlah berandai-andai,”Seandainya kemarin aku gini dan gitu.” Itu pintu masuk keresahan. Jangan penuhi diri dengan khayalan yang tak perlu. Pengandaian yang lebih berupa penyesalan itu hanya akan menyesaki pikiran Anda. Tentang hal-hal yang tidak bisa diubah. Jadi, ambillah pelajaran dan melangkah kembali.
34. Tabung uang kecil sesering mungkin
Menyisihkan uang merupakan ide yang bagus. Kalau Anda bisa menabung secara rutin, lakukan. Anda bisa menggunakan fasilitas auto-debet tiap bulan. Anda bisa menjadi “Penabung 20.” Setiap menerima uang 20 ribu, jangan gunakan. Simpan dan masukkan ke celengan. Anda takkan menyadari bahwa ternyata Anda sudah memiliki tabungan yang cukup besar.
Prinsip ini juga berlaku untuk lainnya. Setiap ada waktu luang, gunakan untuk melatih skill baru misalnya. Cukup beberapa menit per hari. Lalu tanpa Anda sadari, Anda sudah jauh lebih ahli.
35. Jangan membanding-bandingkan
Anda tak harus bisa mendahului pelari lain. Berkompetisi dengan diri sendiri jauh lebih efektif. Berusahalah sedikit lebih baik dari kemarin setiap hari. Keunggulan menjadi milik Anda. Lagipula, bisa jadi pelari lain itu memiliki garis finish lain.
Apa jadinya bila kita sudah bersusah payah mengejar pelari lain, ternyata dia bukan musuh kita? Dia ternyata ikut kompetisi lain? Kelelahan dan kebodohan.
Anda tentu kelelahan bila berkompetisi untuk rute yang tidak menjadi tujuan. Pikir ulang. Apa yang sebenarnya menjadi garis finish bagi Anda. Fokuslah pada perjalanan dan perlombaan Anda sendiri. Anda menang bila menjadi juara dibanding Anda yang lalu. Bukan dengan mengalahkan yang bukan musuh Anda.
36. Afirmasi
Imbangi kekhawatiran dan pikiran-pikiran negatif dengan afirmasi. Afirmasi ini bisa berupa kalimat pertanyaan. Seperti yang sering dilakukan Steve Jobs. Setiap pagi dia berkaca lalu bertanya,”Bila ini hari terakhirmu, hal hebat apa yang akan kamu lakukan?” Pengetahuan perlu diulang-ulang agar tertancap sebagai keyakinan. 
37. Bela prinsip Anda
Ikuti apa yang Anda yakini benar. Entah Anda menolong hewan di jalan, membantu orang yang kesulitan, ikuti saja. Lawan kecenderungan untuk “serupa” dengan lingkungan sosial. Saat kita terlalu berkompromi dengan lingkungan hingga mengabaikan prinsip pribadi, kedamaian diam-diam meninggalkan kita.
38. Tidur cukup
Saat kita kurang tidur, pikiran susah kendur. Pastikan Anda cukup tidur. Cari tahu agar Anda bisa mendapatkan tidur yang berkualitas. Tubuh Anda perlu regenerasi sel. Otak apalagi. Biasanya, ide-ide cemerlang juga dihasilkan dalam mimpi atau beberapa saat setelah bangun tidur.
39. Awasi pikiran Anda
Pikiran bisa menciptakan atau sebaliknya, merusak kualitas hidup kita. Pastikan untuk memilih pikiran-pikiran yang berguna. Belajarlah untuk mengendalikan pikiran. Siapa yang bisa mengendalikan pikiran mereka, pasti lebih mampu mengendalikan selainnya. Kecuali cuaca, tentunya. Bicaralah dengan diri Anda layaknya berbincang dengan teman terbaik. Menyesali diri tidak ada manfaatnya dan pasti akan merusak kenikmatan hidup Anda.
40. Perluas sudut pandang
Jangan pernah kehilangan gambaran besar dari hidup Anda. Termasuk pada masalah yang sedang Anda hadapi. Keluasan sudut pandang ini membuat kita mampu melahirkan keputusan-keputusan yang lebih bijak.
BONUS. 
41. Jangan haus kontrol
Menjadi pemimpin perusahaan, kita terbiasa mengendalikan. Namun, kegelisahan sering datang saat kita mencoba mengendalikan apa yang tak mampu kita kontrol. Sebaliknya, kebahagiaan mudah datang bila kita fokus pada apa yang bisa kita ubah. Daripada mengutuk hujan, lebih baik berdoa dan berupaya mendapatkan jas hujan, mobil, atau bawahan yang cekatan sehingga Anda tak perlu keluar rumah untuk menjalankan roda bisnis. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *