3 Tips Membuka Bisnis Distro

Distro sudah menjamur belakangan ini di masyarakat muda yang menggemari segala sesuatu yang mereka sebut semangat perbedaan. Baik itu distro yang dipakai anak band ataupun yang dipakai anak jalanan, siapapun berhak mengenakannya. Siapapun masyarakat yang bisa menyablon dan membuat kaos, pasti sudah bisa menyatakan dan menegaskan pekerjaan mereka sebagai pengusaha distro. 
Sebuah jenis pekerjaan yang sangat sederhana, Anda hanya membuat t-shirt, menyablonnya dengan gambar dan tulisan, maka jadilah t-shirt yang bisa disebut t-shirt distro. Begitu mudahnya bisnis ini sehingga anak SMA pun sudah banyak yang berani terjun dalam dunia ini.
Untuk menyiasati betapa kejamnya persaingan di dunia distro saat ini, Anda harus benar-benar memutar otak untuk menghadapi derasnya hujan persaingan diantara lawan pebisnis lainnya. Dengan sedikit kreatifitas dan kemauan keras sebenarnya bisa menemukan beberapa gagasan menarik untuk inovasi distro yang belum pernah dikemukakan oleh orang lain. Seperti halnya bisnis waralaba lainnya, diperlukan pemikiran yang cemerlang dan kreatif untuk menaklukan pasar. 
Hal apa yang belum pernah dilakukan oleh pelaku usaha distro lainnya? Anda harus memikirkannya dan menjadi pencipta bukan pengikut, karena saat ini hukum rimba tengah di perbaiki, bukan siapa yang kuat yang akan menang tetapi siapa yang kreatif yang akan menang. Dengan adanya pernyataan tersebut menuntut para pebisnis untuk kreatif apabila ingin bisnis yang dijalankan berhasil sukses.
Ada banyak contoh inovasi distro diluar sana. Mereka banyak menggabungkan keberanian dan ide-ide gila yang awalnya mungkin dianggap remeh dan sepele oleh sebagian orang. Namun seiring berjalannya waktu, mereka bertumbuh besar dan kuat. Mereka terus berjaya dengan karakter mereka. Sedangkan yang lain hilang entah kemana. Berikut ini sedikit tips yang dapat dilakukan untuk membuka usaha distro yaitu:
1. Jual distro sekaligus jual interior
Ketika seseorang pembeli misalnya berkunjung dan datang ke dalam toko, Anda harus memaksimalkan hal ini. Yang dimaksud disini ialah, usahakan pengunjung tidak hanya membeli t-shirt saja. Akan tetapi juga bertanya mengenai interior toko yang  sebenarnya yang merupakan buatan sendiri. Dan jika pengunjung tertarik bisa dipastikan, mereka akan memesan set interior seperti toko Anda. Ini merupakan cara berpikir “out of the box” dan berpikir kreatif yang tidak disadari oleh para pembeli.
Ide seperti ini pertama kali dilakukan oleh distro asal Yogyakarta yakni Nichers. Set interior yang ada di Nichers merupakan karya dari sang pemilik distro itu sendiri. Jadi selain untuk menampilkan t-shirt, set interior tersebut juga tidak sadar menjebak pengunjung bertanya-tanya, dan membuahkan rasa memuaskan dan meyakinkan akan interior Nichers. Dan pada akhirnya pengunjung memesan set interior Nichers juga. Jadi dibalik toko distro Nichers sebenarnya mereka juga membuka jasa pembuatan desain interior. 
2. Jual T-shirt yang mengundang gelak tawa
T-shirt saat ini gambarnya sudah sangat beragam, mulai dari musik sampai binatang semuanya ada, bahkan dalam urusan partai politik bisnis t-shirt konveksi ini menjadi sumber teborosan dana yang paling besar dalam dana kampanye. Hal ini menyebabkan t-shirt menjadi seseuatu yang sudah membosankan, tidak seheboh dulu ketika mesin sablon belum ditemukan. T-shirt dengan aneka sablon masih sedikit.

Untuk mengatasi hal ini Anda harus menciptakan karya baru yang unik, dalam hal ini t-shirt parodi visual menjadi jawabannya. Sebuah ide kreatif yang lahir dari kejeniusan komedi barisan anak muda IKJ (Institut Kesenian Jakarta) dalam kaos yang diterjemahkan dalam tatanan desain komunikasi visual yang apik. Dengan t-shirt konyol dan parodi orang akan tertawa terbahak-bahak dan pada akhirnya suka dengan gaya yang ditawarkan.

Kamengski ialah distro anak muda yang menamakan desain-desain mereka sebagai parodi visual, sebuah gagasan gila yang memperbaharui kembali humor-humor segar dalam kaos oblong layaknya Dagadu dan Joger. Contohnya tulisan “Megadeth” band metal asal Amerika mereka parodikan menjadi “Megizeth” seorang legenda dangdut Indonesia asal Depok, Paramore menjadi Paramex obat sakit kepala, logo klub basket NBA Chicago Bulls yang menjadi PDI Perjuangan dan masih banyak kekonyolan lainnya. 
Hal ini sangat mengundang gelak tawa, karena sesuatu yang kontras seperti itu. Penyanyi metal menjadi penyanyi dangdut, belum ditambah lagi dengan sentuhan ilustrasinya yang menawan dan enak dipandang. Hal yang lucu akan lebih menarik pembeli daripada sesuatu yang serius.
3. Jual T-shirt dengan tujuan mulia
Beberapa hari yang lalu sebuah distro asal Bandung yang bernama Ouval Research, menjual beberapa t-shirt yang akan mereka sumbangkan sebagian keuntungannya kepada para pemain sepakbola Indonesia yang akan berlaga di Chili Oktober mendatang dalam Homeless World Cup. Pemain sepakbola ini bukanlah pemain timnas seperti U-19. Mereka adalah orang-orang yang dianggap bermasalah bagi masyarakat yang menghakimi mereka. Dari pengidap HIV, mantan pecandu, anak jalanan dan sebagainya.

Dengan salah satu usaha seperti ini, membuat distro juga bisa memberikan sumbangsih kepada bangsa untuk memajukan pesepakbola yang pemainnya mungkin dianggap orang hina. Akan tetapi siapa tahu, orang seperti mereka bisa berprestasi dalam olahraga khususnya sepak bola.

Bisnis waralaba dengan tujuan mulia memberikan dampak yang besar bagi para pelanggan setia Anda. Mereka akan menggangap anda seperti dermawan jenius yang mengkombinasikan antara bisnis dan rasa kemanusiaan. Gagasan untuk membantu para pesepakbola tersebut merupakan keuntungan yang akan berlipat. Karena dengan menolong sesama bisnis bukan semakin merugi, akan tetapi beruntung besar. Jadi mulailah dengan bisnis yang mengandung sosial tinggi dan rasa kemanusiaan yang beradab niscaya Tuhan memberkati.
Sebenarnya semua ada ditangan Anda, ingin terinspirasi dari proses kreatif inovasi distro yang mana. Pada dasarnya adalah karakter dan penempatan diri, apakah segmentasinya anak-anak, remaja, ibu-ibu, olahraga ataupun parodi, semua tergantung pada selera dan ketertarikan masing-masing.

Dengan sudah adanya hal-hal diatas, diharapkan akan menggugah Anda dan merangsang untuk sebuah penciptaan proses kreatif yang baru yang tentunya lebih segar. Distro hanyalah sebuah usaha yang akan berjalan jika pencetusnya memiliki hati yang jujur dan rasa menghargai akan diri sendiri yang ikhlas untuk kesenangan batinnya.

Demikian artikel tentang inovasi distro. Semoga bermanfaat bagi para pembaca khususnya bagi para calon pebisnis. Sekian dan terimakasih.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *