2 Cara Simpel Mengakhiri Presentasi dengan Baik

Gunakan salah satu dari pendekatan di bawah ini untuk membuat presentasi Anda berikutnya menjadi seperti yang Anda harapkan dan sukses.
Ada banyak cara yang orang gunakan dalam menyajikan sebuah presentasi untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Hal ini sangat penting untuk mendapatkan perhatian dari para hadirin di awal persentasi. Kesan di awal presentasi sangat penting untuk menarik perhatian hadirin, tapi apa yang Anda lakukan di akhir presentasi akan memberikan kesan yang mendalam bagi para hadirin. 
Dengan demikian, kesan di akhir presentasi akan memberikan dampak pada presentasi berikutnya. Apakah Anda adalah presenter yang dinanti-nanti untuk memberikan presentasi, atau justru menjadi presenter yang ditolak kedatangannya karena sangat membosankan? Anda harus bekerja keras untuk melakukan presentasi yang menakjubkan akan sukses dan memberikan dampak yang positif untuk kemajuan bisnis.

1. Akhir yang Efektif
Untuk mendapatkan sesuatu yang benar-benar efektif, Anda sebaiknya bertanya dan kemudian mengakhirinya dengan penutupan yang sangat mengesankan seperti apa yang telah Anda lakukukan di awal presentasi. Tiga teknik yang bisa digunakan untuk memberikan akhir presentasi yang tidak terlupakan adalah.
a) Sisipkan sebuah cerita
Anda juga dapat mengakhiri presentasi dengan memberikan sebuah cerita. Akan lebih baik jika cerita yang diberikan merupakan pengalaman seseorang atau menggambarkan bagaimana isi presentasi Anda dapat mempengaruhi hidup seseorang. Dengan cara ini maka secara tidak langsung akan memberikan kesimpulan dari presentasi yang telah disajikan.
Beberapa perusahaan bahkan melakukan studi kasus untuk mendapatkan data nyata. Melalui data tersebut Anda dapat memilih hasil studi kasus yang sesuai kemudian dengan berbagai macam usaha hasil studi kasus tersebut dapat diubah menjadi sebuah cerita yang sangat bermakna. 
Misalnya cerita tentang bagaimana sebuah pekerjaan dapat mengubah hidup seseorang. Dengan cerita tersebut Anda dapat lebih bisa mendramatisir keadaan untuk bisa mendapatkan empati para hadirin. Tetapi presenter tidak boleh terlena, Anda harus tetap mengaitkan cerita tersebut dengan presentasi yang disajikan. Sehingga para hadirin dapat menggarisbawahi poin-poin penting dari presentasi tersebut.
Salah satu contoh sederhana yang menerapkan strategi ini adalah sebuah presentasi yang disajikan oleh Scott Harrison tentang Kebaikan: Air. Ia memulai presentasinya dengan memberikan sebuah cerita pribadi yang membawa para hadirin memasuki cerita tersebut dan berakhir dengan cerita yang menyayat hati tentang Rachel Beckwith yang tidak akan bisa para hadirin lupakan secepatnya.
b) Kutipan dari orang yang terkenal
Ketika Anda memberikan kutipan di akhir presentasi, hal itu akan menjadi sesuatu yang akan selalu diingat oleh para hadirin. Bahkan ketika mereka telah meninggalkan ruangan presentasi. Ada sebuah presentasi yang sangat fantastik. Presentasi tersebut digelar oleh sebuah kantor dengan tujuan untuk memberikan motivasi kepada para staff yang bekerja di kantor tersebut. 
Manejer kantor tersebut telah menyediakan sebuah daftar tips dan teknik yang digunakan sebagai bahan presentasi. Yang membuat presentasi tersebut menjadi fantastik bukan karena tips dan teknik yang diberikan, tapi cara dia mengakhiri presentasi dengan sangat menakjubkan dan sangat penting untuk diingat. Dia menuliskan beberapa pendekatan yang digunakan ke dalam kutipan sederhana yang ia tuliskan di latar belakang slide yang ia buat. Kutipan tersebut berbunyi:
“Tindakan sederhana untuk memberikan perhatian yang positif kepada orang-orang memiliki banyak hubungan dengan produktivitas.” Tom Peters.
Pada saat itu ia memberikan presentasi mengenai penguatan yang positif. Ada beberapa tips yang ia berikan. Tips tersebut justru tidak dapat diingat dengan jelas. Tapi kutipan yang ia selipkan di presentasi itu sangat berkesan dan tidak terlupakan.
c) Ajakan untuk melakukan tindakan nyata
Tujuan dari sebuah presentasi bisnis yang digelar kebanyakan adalah untuk mengajak para hadirin untuk bangkit dari hal-hal yang bersifat selalu memikirkan risiko suatu bisnis dan hanya melakukan perencanaan tanpa tindakan nyata. Presenter mengajak para hadirin untuk bertindak dengan kegiatan yang nyata untuk benar-benar mewujudkan bisnis yang mereka impikan. Presenter biasanya menggunakan beberapa menit terakhir dari presentasi yang ia sajikan untuk menguatkan ajakan kepada para hadirin untuk segera bertindak. Beberapa ajakan yang memotivasi untuk segera bertindak, antara lain:
“Bergabunglah untuk berperang melawan ketakutanmu”
“Mulailah perjalanan yang akan membuatmu menemukan dunia yang pasti lebih indah”
“Tingkatkan proses yang kamu jalani untuk segera menjemput impianmi”
“Relakan hari ini dan kamu akan menguasai hari esok”
Anda harus mengasumsikan bahwa presentasi yang telah disampaikan adalah sesuatu yang dibutuhkan untuk kemajuan para hadirin. Sehingga para hadirin akan mendapatkan inspirasi dan motivasi untuk segera bergerak melakukan tindakan nyata yang terstruktur dan terkontrol.
2. Hindari slide yang bertuliskan “Pertanyaan?”
Memulai sebuah persentasi perlu sebuah keahlian untuk menimbulkan rasa penasaran di hati para hadirin. Anda bisa memulainya dengan sebuah pertanyaan seperti “Apa yang tidak seharusnya dilakukan?” dan sebagainya. Akan tetapi hal ini akan berbeda ketika menutup sebuah presentasi. Anda seharusnya tidak mengakhiri presentasi dengan slide yang bertuliskan “Pertanyaan?” atau “Question?” yang berarti bertanya apakah para hadirin ada pertanyaan yang ingin disampaikan atau tidak. 
Anda tidak perlu menuliskannya di dalam slide karena kurang memberikan kesan positif pada presentasi Anda. Sebaiknya, akhir presentasi diberikan kata-kata penyemangat atau sejenisnya. Menanyakan apakah ada pertanyaan dari para hadirin dapat dilakukan secara lisan.
Idealnya Anda menempatkan sesi bertanya di sepanjang waktu presentasi. Maksudnya, Anda tidak perlu memberikan sesi khusus untuk tanya jawab yang kebanyakan orang menempatkannya di akhir presentasi. Jika Anda memilih untuk menempatkan sesi tanya jawab di akhir presentasi, maka presentasi itu akan berakhir dengan gambaran yang kuat yang berhubungan dengan presentasi yang baru saja disajikan tersebut.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *