Tips Bisnis Fotografi Dari Colorful Photography

Menjalankan suatu bisnis tidak hanya asal-asalan saja, pastinya harus ada usaha, kemauan yang tinggi, bahkan terkadang usaha tersebut berawal dari sebuah hobi. Ya, sebuah hobi. Tidak sedikit para pebisnis yang menjalankan usaha dimulai dari hobi masing-masing. Contohnya saja fotografi. Bagi Anda yang gemar dengan fotografi tuangkanlah hobi Anda itu untuk berbisnis.

Bingung mau mulai bisnis fotografi dari mana? BisnisHack.com mempunyai jawabannya. Penasaran dengan jawabannya? Sudah tidak sabar? Oke kalau begitu. Berikut ini kami ada sedikit cerita dari pebisnis fotografi yang memulai bisnisnya dari sebuah hobinya sejak kecil. Bagi Anda yang ingin mencoba bisnis ini, yuk kita simak cerita dari Danto tentang bisnis fotografinya.


Mungkin awalnya bisa di jelaskan, mulai dari nama Anda, perusahaan, mengenai profil bisnis, atau bisnis apa yang Anda jalankan, dan dimana lokasinya?

Danto Adityo Laksono, ST. Colorful World (creative agency, Jakarta) Creative Agency specialized in Visual Creative such as animation, visual branding, marketing communication, photography, cinematography, and graphic design. Colorful Photo cinema (Jogja, jakarta), Vendor studio fotografi dan cinematografi di bidang wedding, prewedding, foto wisuda, foto keluarga, foto grup, dan lain-lain. Koki Joni (jogja) Rumah makan menu western sejak 2 tahun yang lalu. berlokasi di jl.C Simanjuntak Jogja (dekat mirota kampus UGM).

Motivasi apa yang menjadikan Anda menekuni bisnis fotografi? 

Passion, semuanya bermula dari passion saya sejak kecil di bidang seni visual. saya suka desain, foto, dan film sejak kecil. Jadi walaupun saya telah menyelesaikan studi saya di teknik elektro UGM, akhirnya panggilan hati saya yang lebih menggiring saya sampai saat ini

Kendala apa saja yang biasa ditemui di bisnis ini? Dan bagaimana cara mengatasinya? 

Kendala dan tantangan adalah makanan sehari-hari bagi pengusaha yang ingin berkembang dan sukses. Pasti kita menemukan banyak kendala di setiap lini bisnis kita, dari marketingnya, SDM-nya, keuangannya, komplain klien, dan banyak hal-hal kecil tak terduga yang terkadang bisa menjadi besar. Yang pasti, kita harus menikmati semua tantangan tersebut. Kita harus punya keyakinan bahwa Tuhan memberi masalah satu paket dengan solusinya. Tinggal bagaimana usaha kita untuk mencari solusi tersebut

Untuk bisnis fotografi, spesifikasi kameranya bagaimana? Kamera seperti apa yang biasa Anda gunakan?

Tidak ada pakem atau standar alat yang harus digunakan untuk masuk bisnis ini. Karena bagi kami, hal yang paling dihargai oleh klien-klien kami adalah nilai seni dari setiap karya kami. Kalau kendala alat, bisa pinjem atau sekarang sudah banyak yang menyewakan. Tapi untuk seni, ini semua kembali lagi ke kualitas masing-masing fotografer.

Bagaimana animo masyarakat terhadap bisnis Anda?

Di Yogyakarta kami merupakan salah satu market leader di bidang dokumentasi foto dan video dengan segmentasi menengah ke atas. Karena sejak 2009 kami melakukan banyak inovasi secara konsisten, dan ini perlahan-lahan mengangkat brand kami di masyarakat terutama Yogyakarta. Untuk di Jakarta sendiri, kami masih jauh dari predikat market leader, karena betapa cairnya pola bisnis ini di sini. Kompetitor banyak, dan pasar cukup terkotak-kotak. Colorful foto cinema baru berumur 2 tahun di Jakarta. Tapi kami yakin kami mampu konsisten berkembang di sini. Apalagi pasar corporate sangat menarik di Jakarta. Dan kami sudah melakukan beberapa langkah awal yang baik.

Sistem Apa yang telah Anda tetapkan dalam bisnis Anda untuk membantu tumbuh?

Di setiap lini pasti ada sistem, sistem marketing, sistem SDM, sistem keuangan, dan sistem lainnya. Semua sistem pasti berkembang dan mengalami penyempurnaan dalam kurun waktu tertentu, karena tidak ada sistem yang sempurna. Yang pasti, dalam membangun sistem ini, kami mengedepankan prinsip high tech dan high touch. Artinya, kami harus profesional, namun juga harus ada sentuhan-sentuhan humanis atau kekeluargaan di antara personel.

Seberapa penting karyawan menunjang kesuksesan Anda?

Sangat penting sekali. Karyawan, partner, klien, investor, suplier, semua komponen ini sangat berpengaruh pada perkembangan bisnis kita. Saya sangat berhutang budi kepada mereka. Kualitas dan kuantitas mereka harus tumbuh secara bersamaan. Disitulah tantangan terberatnya.

Jika Anda harus melawan raksasa, senjata apa yang akan Anda gunakan? 

Ini metafora. Semua perusahaan raksasa memiliki kesamaan yang sama, mereka relatif lebih lambat dalam bergerak atau bermanuver. Banyak tahapan yang harus mereka lalui sebelum membuat sebuah langkah atau kebijakan. Sebaliknya, salah satu keuntungan bagi perusahaan kecil atau startup adalah lebih lincah dalam menentukan langkah. Oleh karena itu, di dunia ini, semuanya akan dipergilirkan. Yang mapan pasti akan tua dan mati, sebaliknya yang muda pasti akan mapan. Kuncinya kerja keras dan konsistensi.

Bagaimana sahabat BisnisHack.com dengan cerita pebisnis Danto yang menggeluti bisnis fotografi. Menarik bukan? Cerita dari Danto tadi bisa menjadi penyemangat bagi Anda yang masih bingung untuk menjalankan suatu bisnis. Ada satu pesan yang dapat kita petik dari cerita Danto tadi yaitu kerja keras dan konsistensi. Ini sangat penting dalam menjalankan suatu bisnis apapun itu. Tanpa adanya kerja keras dan konsistensi bisnis yang Anda jalankan tidak ada apa-apanya. Oke sahabat BisnisHack.com, itulah tadi cerita kali ini. Semoga bermanfaat bagi para pembaca. Semangat untuk berbisnis!