9 Tips Memulai Bisnis di Usia Muda

Dunia bisnis telah berkembang pesat. Kini banyak bidang yang bisa dimasuki oleh pebisnis muda. Anda tak perlu menunggu tua untuk berbisnis. Jika memiliki kemauan, kepercayaan diri dan kemampuan yang memadai, mengapa tak berbisnis sekarang juga? Anak muda diuntungkan karena masih memiliki fisik prima dan konsentrasi kuat. Selain itu, biasanya anak muda belum dibebani berbagai permasalahan rumah tangga sehingga dapat fokus sepenuhnya pada bisnis. Tunggu apa lagi? Semakin cepat memulai, semakin cepat pula meraih kesuksesan. Namun perhatikan aturan main dalam berbisnis. Jangan sampai Anda mengalami kegagalan karena kurang pengalaman. Berikut ini adalah tips memulai bisnis di usia muda :
1. Pilih bisnis yang sesuai passion
Usahakan berbisnis di bidang yang Anda sukai. Dengan demikian, Anda akan lebih bersemangat melakukannya. Berbagai masalah dapat dicari solusinya dan berbagai inovasi dapat ditemukan untuk mengembangkan bisnis. Misalnya saja Valentina Meiliyana, pebisnis muda sukses di Indonesia. Sejak kecil ia menyukai desain. Sejak 2008, Valentina mengembangkannya desainnya dengan bantuan dari penjahit terbaik lulusan sekolah mode. Ia menjual sepatu pesanan dan berbagai pakaian jadi di bawah merk Selkius Maxwell. Kini omzet per bulannya mencapai 50 juta rupiah.
2. Tentukan posisi yang akan dipilih
Setelah menemukan bidang bisnis, tentukan posisi yang akan Anda tekuni. Sadari letak kemampuan diri sendiri. Semua orang memiliki kelebihan, tinggal bagaimana cara memanfaatkannya. Jika Anda pandai membuat rencana, ambil posisi sebagai perencana perusahaan. Sedangkan jika Anda ahli memimpin orang, tak ada salahnya menjadi manajer. Pastikan memilih posisi yang tepat supaya dapat bekerja dengan maksimal. Pahami dengan baik konsep “right man to the right place”. Anda juga dapat menerapkannya saat menentukan posisi para rekan atau karyawan perusahaan Anda.
3. Perbanyak menjual produk, bukan perbanyak keuntungan
Jangan jadikan uang sebagai tujuan utama. Uang memang dibutuhkan untuk membangun dan mengembangkan bisnis, tetapi jangan lantas mendewakannya. Sadari bahwa masih banyak hal yang lebih penting daripada uang: kesenangan dalam bekerja, kepuasan para konsumen, atmosfer kerja yang baik, dan sebagainya. Jangan sampai mengorbankan hal-hal itu demi uang. Tak perlu mematok harga produk terlalu mahal. Perbanyak menjual produk, bukan perbanyak keuntungan. Anda dapat berpromosi melalui produk. Semakin banyak produk yang terjual, semakin banyak pula promosi dari mulut ke mulut.
4. Bangun loyalitas konsumen
Salah satu syarat sukses dalam berbisnis adalah adanya kepercayaan antara perusahaan dan konsumen. Supaya dapat meraih kepercayaan konsumen, Anda harus menguatkan perusahaan terlebih dahulu. Buat produk dengan kualitas yang baik. Beri pelayanan dengan tulus. Dengarkan keluhan dan saran dari para konsumen. Dengan demikian, mereka akan menaruh hormat pada perusahaan Anda. Kepercayaan antara kedua belah pihak pun dapat tercipta. Jangan sampai konsumen Anda beralih ke perusahaan lain karena terjadi ketidakpuasan. Upayakan untuk membangun loyalitas konsumen, lalu jagalah loyalitas tersebut. Usaha Anda akan berjalan dengan lebih lancar.
5. Tanamkan kejujuran
Kejujuran adalah hal terpenting dalam berbisnis. Tak ada artinya jika Anda pandai, sukses dan kaya tetapi tidak jujur. Kebanyakan orang menghargai kejujuran di atas segalanya. Oleh karena itu, sebaiknya hindari melakukan kebohongan atau kecurangan. Mulai bisnis Anda dengan niat yang baik. Tak perlu terlalu mengutamakan persaingan, sebab hal itu mendorong Anda untuk berusaha dengan cara yang tidak halal. Yakini bahwa kesuksesan Anda tidak tergantung pada usaha orang lain, tetapi tergantung pada usaha diri sendiri. Mari berjuang sepenuh hati. Bangun niat untuk melayani dan membantu konsumen, bukan meraih keuntungan sebanyak-banyaknya.
6. Pilih produk yang spesifik
Supaya usaha Anda cepat terkenal, usahakan untuk memilih produk yang spesifik. Hindari memilih produk yang terlalu umum untuk mengurangi jumlah saingan. Anda dapat memilih produk yang unik, baru, maupun eksotis. Misalnya saja Anda tertarik untuk memproduksi makanan kecil berupa keripik. Terbuat dari apa keripik tersebut? Anda memutuskan untuk menggunakan jamur. Jenis jamur apa yang akan dijadikan bahan utama? Anda memilih memanfaatkan jamur tiram. Jadilah bisnis Anda: keripik jamur tiram. Anda dapat menjualnya ke berbagai tempat. Saat ini belum banyak perusahaan yang menjual keripik jamur tiram, maka usaha Anda sangat mungkin menjadi populer dalam waktu singkat.
7. Cari supplier yang bisa dipercaya
Supplier mempengaruhi kualitas produk Anda. Jika bahan dasar yang diberi oleh supplier berkualitas buruk, kemungkinan besar kualitas produk Anda akan menjadi buruk. Maka pilih konsumen dengan hati-hati. Tak ada salahnya meminta saran dari pengusaha yang lebih dulu mulai berbisnis. Pastikan bahwa supplier tersebut kompeten dan memiliki pengalaman yang cukup. Jangan mencoba bertaruh dengan memilih supplier yang tidak jelas, tetapi murah harganya. Anda harus dapat mempercayai supplier. Demikian pula sebaliknya, supplier harus dapat mempercayai Anda. Pastikan perusahaan memperlakukan supplier dengan baik. Bayar tagihan secara tepat waktu dan jaga etika kerja.
8. Pertimbangkan untuk bermitra
Saat hendak mulai berbisnis, hambatan yang dialami anak muda adalah kurangnya modal. Hal itu dapat diakali dengan meminjam uang orang tua Anda. Jika mereka tidak memiliki cukup uang, Anda dapat mengajukan utang ke bank. Namun apabila Anda belum memenuhi syarat untuk melakukan hal tersebut, cari alternatif lain. Pertimbangkan untuk bermitra. Cari orang yang kompeten dan cocok bekerja sama dengan Anda. Dengan demikian, modal usaha tak perlu ditanggung sendiri. Anda harus membuat perjanjian bermitra dengan jelas. Pastikan kedua belah pihak menyetujui perjanjian tersebut. Hal ini dapat menghindarkan kekacauan di tengah-tengah usaha akibat salah paham dalam pembagian keuntungan dan sebagainya.
9. Jangan takut mengorbankan kesenangan
Anak muda yang memutuskan untuk memulai bisnis harus siap untuk mengorbankan kesenangan. Hidupnya tak akan sama lagi dengan anak muda kebanyakan. Di saat mereka bersenang-senang, mungkin Anda harus bekerja. Di saat mereka tidur, mungkin Anda harus bangun untuk bekerja lebih banyak lagi. Dibutuhkan mental yang kuat untuk menghadapi hal tersebut. Ingatkan diri sendiri tentang niat Anda. Misalnya saja, Anda memulai bisnis di usia muda karena ingin membantu perekonomian keluarga. Atau Anda melakukannya untuk meraih kesuksesan sedini mungkin. Pegang teguh niat tersebut, jadikan sumber semangat di kala Anda lelah. Tak perlu iri pada kehidupan teman-teman Anda. Di masa depan, mungkin justru mereka yang iri pada kehidupan Anda. Percayai saja hukum karma. Jika Anda mengorbankan sesuatu, Anda akan memperolehnya kembali dalam bentuk yang berbeda, tetapi berjumlah sama.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *