9 Keahlian Wajib Dimiliki Pemandu Wisata Profesional

Dalam dunia pariwisata, Anda tentu tak asing lagi ketika mendengar istilah ‘tour guide’ atau pemandu wisata. Hampir setiap wisatawan, terutama wisatawan asing membutuhkan jasa seorang pemandu wisata ketika mereka berekreasi ke Indonesia. Tetapi, siapakah pemandu wisata itu?
Seorang pakar UNDP (United Nations Development Program), E. Amato menyatakan bahwa yang disebut sebagai pemandu wisata adalah seseorang yang bekerja untuk wisatawan, biro perjalanan, ataupun lembaga kepariwisataan lainnya untuk memberikan penerangan, memimpin perjalanan atau memberikan saran-saran sebelum atau selama kunjungannya yang singkat.
Pemandu wisata menjadi prospek bisnis yang menguntungkan terutama bagi yang ingin mengambil job free lance. Mengingat semakin banyak wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia setelah mengetahui potensi pariwisata dan eksotisme Indonesia. Jika Anda berminat untuk menjajal job ini, sebelum mengikuti pelatihan pemandu wisata ada baiknya jika Anda mengetahui beberapa ketrampilan khusus yang harus dikuasai seorang pemandu wisata. Gunanya adalah untuk menunjang kinerja Anda dalam memimpin rombongan wisatawan. Inilah sembilan ketrampilan yang harus dikuasai seorang pemandu wisata profesional.

1. Bahasa asing
Pemandu wisata harus menguasai minimal satu bahasa internasional dengan baik. Bahasa inggris menjadi bahasa yang wajib untuk dikuasai pemandu. Ketrampilan bahasa yang harus dikuasai meliputi speaking, listening dan reading. Seorang pemandu wisata tentu akan sering berkomunikasi secara langsung dengan wisatawan asing. Keahlian speaking dan listening perlu dikuasai karena pemandu wisata akan banyak berinteraksi dengan wisatawan ketika bercakap-cakap, berpromosi atau ketika presentasi. Keahlian reading perlu dikuasai karena seorang pemandu wisata harus pandai membaca guide book, itinerary (rencana/jadwal perjalanan) berbagai formulir, yang terkadang memakai bahasa Inggris.
Namun, akan ada nilai plus jika seorang pemandu dapat menguasai bahasa asing yang lain, seperti bahasa Italia, Jerman, Perancis, Jepang atau mandarin. Wisatawan dari negara-negara tersebut banyak yang datang ke Indonesia. Sedangkan tidak semua wisatawan dapat berbahasa Inggris dengan baik. 
2. Tiket
Untuk wisatawan asing yang datang dari luar negeri, para pemandu wisata harus mengetahui tentang tiket dan penerbangan. Seorang pemandu wisata harus membantu rekonfirmasi tiket pesawat tamunya.
3. Budaya wisatawan asing
Setiap negara memiliki kebudayaan yang berbeda-beda. Misalnya tentang etika makan, pembicaraan, dan berpakaian. Pemandu wisata harus mengerti tentang budaya dari tamu yang dipimpinnya agar ia dapat menempatkan diri sebaik mungkin ketika bersama rombongan. Jangan sampai karena perbedaan etika dan budaya yang tidak diketahui dapat menimbulkan kesalahpahaman antara pemandu wisata dengan tamu, sehingga menciptakan kesan yang buruk tentang pariwisata di Indonesia.
4. Mengenali medan
Agar bisa memandu wisata dengan baik, pemandu wisata harus mengenali medan yang ia lalui. Pengetahuan tentang rute jalan yang dilalui menjadi sangat penting karena bisa jadi sopir yang membawa armada belum mengetahui jalan tersebut. Akan lebih baik jika pemandu mengetahui jalur alternatif yang dapat dilalui. Hal ini berguna jika ada hambatan di jalur utama yang menyebabkan jalan tidak dapat dilalui.
5. Sejarah Indonesia
Hal berikutnya yang harus diperhatikan untuk menjadi pemandu wisata profesional adalah pengetahuan sejarah Indonesia. Wisatawan asing yang Anda pimpin akan mengunjungi berbagai tempat bersejarah di Indonesia, seperti candi-candi, museum, dan keraton. Penguasaan sejarah sangat bermanfaat karena ini menjadi salah satu materi pokok yang akan dipresentasikan dihadapan wisatawan. 
6. Etika
Pemandu wisata harus mengetahui etika pergaulan dengan wisatawan asing. Sebagaimana telah disampaikan di atas, setiap negara memiliki budaya dan etika yang berbeda-beda. Biasanya, dalam pelatihan bahasa asing juga diajarkan masalah tata krama yang berlaku di negara tersebut. 
Selain itu, penampilan juga harus diperhitungkan. Selain memilih bahan yang nyaman serta model yang sopan, pemandu wisata juga harus menyesuaikan pakaian dengan medan wisata yang dikunjungi. Misalnya saat memandu wisatawan ke candi-candi di Dieng atau ke gunung Bromo yang memiliki cuaca dingin ketika malam. 
Sikap dan bahasa tubuh juga menjadi penting untuk diperhatikan. Misalnya ketika berbicara dengan wisatawan barat, Anda harus menatap wajah mereka dan jangan berpaling ke arah yang lain kecuali sesekali ketika sedang menerangkan suatu obyek. 
7. Kuliner
Pengetahuan kuliner yang harus dipahami seorang pemandu wisata adalah kuliner Indonesia dan kuliner negara asal wisatawan. Hal itu akan membantu pemandu wisata untuk merekomendasikan masakan Indonesia yang dapat dicicipi oleh wisatawan asing. Tapi, jika diantara wisatawan ada yang kurang menggemari masakan Indonesia, Anda bisa menunjukkan restoran yang menyediakan masakan dari negara wisatawan tersebut berasal.
8. Hotel
Pengetahuan tentang perhotelan dapat membantu pemandu wisata agar bisa memberikan keterangan dan bantuan pelayanan yang baik bagi tamunya. Anda dapat merekomendasikan hotel yang dapat digunakan wisatawan untuk beristirahat. Materi tentang perhotelan, biasanya diberikan saat pelatihan pemandu wisata.
9. Keadaan sosial dan budaya
Sejarah tempat wisata di Indonesia akan menjadi materi pokok yang akan disampaikan kepada wisatawan. Namun, tidak selamanya dalam berwisata rombongan melewati tempat yang memiliki banyak materi sejarah. Jika seorang pemandu wisata menghadapi situasi ini, ada baiknya jika menjelaskan tentang keadaan sosial budaya pada masyarakat sekitar. Misalnya seperti keadaan demografi sebuah daerah, kesenian, dan peristiwa budaya dapat menjadi ulasan yang dapat disampaikan kepada para wisatawan. Selalu ada banyak hal menarik tentang Indonesia yang dapat Anda sajikan kepada wisatawan. 
Tetapi, sebagai anak negeri, pemandu wisata tidak boleh mendiskreditkan Indonesia. Jika ada tamu yang bertanya tentang berbagai kasus korupsi, skandal, ataupun hal-hal buruk lain yang menyangkut Indonesia yang mungkin mereka ketahui dari pers atau teman-teman mereka, sebaiknya pemandu wisata menolak secara halus untuk memberikan keterangan rinci tentang hal itu. Anda bisa membelokkan pembicaraan tentang sosial budaya saja, atau hal-hal positif tentang Indonesia.
Semua ketrampilan tentu saja tidak bisa dikuasai secara ajaib. Anda bisa mengikuti pelatihan pemandu wisata sebelum menekuni usaha ini. Pelatihan tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas diri menjadi pemandu wisata profesional yang pada ahirnya akan meningkatkan integritas Anda di mata biro perjalanan ataupun lembaga kepariwisataan yang membutuhkan jasa Anda. Pemandu wisata profesional yang memiliki beragam ketrampilan tentu memiliki harga jual yang lebih tinggi dibanding pemandu wisata biasa.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *