8 Hal Penting Dalam Bisnis Waralaba

Terdapat berbagai macam jenis pekerjaan yang terdapat di Indonesia, banyak diantaranya bisa memberikan keuntungan berlimpah. Anda hanya perlu mencocokan dengan keinginan dan kemampuan dalam menjalani pekerjaan tersebut. Dari sekian banyak jenis pekerjaan dengan tingkat kesulitan tertentu, bisnis waralaba adalah salah satu peluang usaha yang cukup mudah untuk dijalani sebagai awal usaha Anda dalam merintis satu usaha mandiri.
Sebagai salah satu proses pembelajaran dalam melakukan bisnis, banyak para pemilik usaha waralaba menyediakan paket bisnis waralaba yang salah satu konten dalam paketnya merupakan pelatihan dalam melakukan manajemen bisnis. Dianggap mudah, Anda juga tidak perlu pusing-pusing memikirkan segala hal yang berkaitan dengan sistem pemasaran, izin usaha, dan sebagainya. Karena bisnis tersebut telah terbukti berhasil, jadi Anda hanya perlu melanjutkannya saja.
Meski banyak hal yang telah disiapkan dalam memulai bisnis waralaba, ada beberapa hal yang tetap perlu diperhatikan. Hal-hal inilah yang menentukan keberlangsungan dan keberlanjutan ketika Anda mulai menekuni bisnis waralaba agar bertahan dan menjadi sukses. Poin-poin ini saling berkaitan satu sama lainnya. Jadi ketika Anda mempertimbangkan satu poin, maka akan berpengaruh pada poin yang lainnya. Berikut adalah penjelasannya:
1. Modal
Modal adalah tiket awal dalam memulai bisnis, sesuaikan dengan kemampuan ekonomi yang Anda miliki. Bisnis waralaba memiliki kisaran tertentu dalam modal awal pembangunannya, tetapi tidak perlu khawatir, bagi yang memiliki modal terbatas, banyak para pemilik waralaba yang memberikan syarat dengan mudah juga modal awal yang rendah kisaran 5-10 juta rupiah. Dengan modal dan persiapan tersebut, Anda bisa langsung berbisnis.
Anda harus bijak dalam memilih bisnis mana yang sesuai sebagai usaha pertama dalam memulai bisnis. Gunakanlah paket yang paling murah jika hanya memiliki sedikit modal. Anda tidak harus menanggungnya sendiri, misalnya bisa bekerja sama dengan kerabat atau teman, tetapi juga harus memerhatikan konsekuensinya. Mengingat bisnis waralaba telah memiliki reputasi, maka produk akan mudah laku dan balik modal akan cenderung lebih cepat.
2. Pasar
Akan sangat percuma ketika memiliki produk tetapi tidak ada satu orang pun yang akan membeli atau bahkan tidak tertarik sedikit pun pada produk yang Anda miliki. Jangan sampai Anda merasa bangga karena citra perusahaan atau produk yang sudah laku. Anda harus memerhatikan bahwa tidak semua selera atau kebutuhan orang-orang sama. Ada satu tempat yang lebih membutuhkan jasa kesehatan daripada suatu produk makanan ataupun sebaliknya.
Meski hanya tinggal menjalankan bisnis waralaba, sebuah riset mengenai pasar untuk produk tetap dianggap perlu. Anda harus bisa melihat apa yang akan dibeli dan dibutuhkan di suatu tempat. Anda tentu tidak akan menjual jenis produk yang sama karena peluang produk laku dijual akan kecil. Juallah sesuai dengan yang dibutuhkan pembeli. Ketika di tempat yang dipilih sudah ditempati produk makanan, maka bisnis waralaba minuman bisa menjadi pilihan tepat.
3. Tempat
Tempat yang strategis menjadi poin penting sebagai syarat agar produk laku terjual. Memilih tempat yang memiliki daya konsumsi dan daya beli yang tinggi akan menjadi dorongan bagi usaha Anda. Carilah tempat-tempat yang sering dilalui dan dikunjungi oleh banyak orang dan tentu harus berada di tempat yang memiliki fungsi sebagai tempat untuk berjualan. Pilihlah tempat seperti di daerah kampus, sekolah, atau di tempat rekreasi.
4. Target pasar
Peluang bisnis pun harus melihat kepada siapa target produk Anda akan dijual, sehingga menjadi sebuah prospek yang menjanjikan. Memilih jenis bisnis waralaba sangat penting di sini. Barang apa yang laku dibeli oleh siapa, dengan rumus tersebut dan riset yang telah dilakukan sebelumnya akan mempermudah dalam menjual produk-produk Anda dan kemungkinan risiko barang tidak laku menjadi semakin kecil tetapi keuntungan menjadi lebih besar.

5. Pelayanan
Bagi beberapa usaha, termasuk bisnis waralaba, apa yang membuat pembeli selalu kembali untuk membeli produk Anda bukanlah karena produk itu sendiri, tetapi justru pelayanan yang baik dan memuaskan para pembeli. Ada dua aspek pelayanan yang disukai oleh pembeli, pelayanan berdasarkan pembawaan penjual seperti ramah, sopan, dan menghargai. Lalu aspek pelayanan dalam kinerja seperti, cepat, tepat, bersih, dan juga rapi.
6. Alokasi dana
Anda harus bisa mengatur alokasi dana pada tiap kebutuhan-kebutuhan yang akan ditanggung. Jika target pasar adalah anak sekolah yang sering jajan, maka harga jual produk harus cukup rendah, tetapi jika target pasar adalah orang yang lebih dewasa dan  memiliki simpanan uang lebih, Anda bisa menaikan sedikit harga produk tentunya dengan mempertimbangkan beberapa konsekuensi, seperti biaya kerugian karena produk tidak terjual.
7. Antisipasi terjadinya risiko
Selalu terdapat risiko dibalik usaha apapun. Anda tetap harus memikirkan risiko-risiko seperti produk yang tidak habis terjual, adanya musibah, ataupun risiko-risiko lainnya yang bisa membuat minat Anda menurun karena lelah mengerjakan bisnis waralaba. Dengan adanya persiapan-persiapan terhadap hal-hal yang tidak terduga maka Anda tidak akan panik ketika menemui kondisi-kondisi yang serupa sehingga tidak akan membuat Anda terjatuh dan terpuruk.
8. Mental
Dalam melakukan sebuah usaha, telah disebutkan dibeberapa poin sebelumnya secara tersirat bahwa tidak selalu apa yang Anda kerjakan pasti mendatangkan hasil yang diinginkan, bahkan untuk bisnis waralaba yang memiliki risiko kegagalan yang kecil. Yang paling penting dalam bisnis ini adalah mental dalam berbisini semakin terasah, dengan ikhtiar dan usaha yang tak kenal menyerah maka bisnis waralaba yang Anda miliki akan terus berkembang.
Tindak lanjut setelah merasa cukup dengan bisnis waralaba dan memiliki tujuan yang lebih besar dari semua yang telah dilalui dari pembelajaran berbisnis, maka melakukan satu langkah besar bagi hidup Anda dengan mengawali usaha sendiri merupakan rencana yang penting dalam dunia bisnis. Hal tersebut akan membuat Anda berkembang lebih jauh lagi dan menjadi lebih sukses.
Demikianlah beberapa tips dan hal-hal penting dalam berbisnis waralaba. Semoga bermanfaat bagi para pembaca khususnya bagi pebisnis waralaba. Sekian dan terimakasih.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *