7 Kiat Bagi Wanita untuk Berbisnis

Saat ini pebisnis wanita tidak kalah dari pebisnis pria. Berdasarkan penelitian Februari 2014, sepertiga dari UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) di Indonesia dimiliki oleh wanita. Dengan sifat dasar teliti, sabar dan peka, wanita memiliki potensi sukses yang besar dalam berbisnis asalkan mengerti kiat-kiatnya. Berikut ini adalah 7 kiat bagi wanita untuk berbisnis.

 
1. Tetap tegas

Kelebihan sekaligus kelemahan yang dimiliki oleh wanita adalah sifat lembutnya. Sifat ini tepat digunakan saat melakukan pendekatan personal pada klien dan rekan kerja. Namun dalam pekerjaan secara umum, sebaiknya wanita memiliki prinsip dan berpegang teguh pada prinsip tersebut. Misalnya saja dalam menentukan keputusan. Pastikan Anda memilih keputusan yang benar-benar tepat. Jangan sampai goyah pada keputusan tersebut.


 
Contoh lain adalah dalam kehidupan kerja sehari-hari. Pebisnis wanita sebaiknya tegas dalam berhubungan dengan rekan kerja pria. Putuskan di awal, apakah Anda mau menjalin hubungan asmara dengan sesama rekan kerja atau tidak. Jika iya, waspadai konsekuensinya, misalnya dianggap tidak profesional oleh rekan kerja lain. Jika tidak, konsistenlah pada keputusan tersebut. Jangan mau digoda atau menggoda rekan kerja pria.


2. Jangan jadikan target sebagai beban

Pebisnis wanita cenderung lebih teliti daripada pebisnis pria. Kelebihan ini bisa dimanfaatkan dalam menentukan target. Anda dapat membuat target dengan sangat terperinci. Tentukan tujuan yang ingin diraih, pengorbanan yang harus dilakukan, rencana alternatif, dan sebagainya. Namun sebaiknya jangan jadikan target tersebut sebagai beban. Bisa-bisa Anda tak lagi merasakan kesenangan dalam bekerja.

Supaya tidak terbebani target, mari bersikap realistis. Sesuaikan target dengan kemampuan saat ini. Bermimpi besar memang boleh, tetapi sebaiknya Anda mencapai mimpi-mimpi kecil terlebih dulu. Lakukan secara bertahap. Misalnya saja Anda ingin meraih keuntungan 30 juta per bulan. Pada bulan pertama berbisnis, pasang target rendah terlebih dulu, misalnya 5 juta per bulan. Beberapa bulan kemudian, Anda bisa meningkatnya menjadi 10 juta per bulan, demikian seterusnya. Tak perlu tergesa-gesa memenuhi target tinggi. Nikmati setiap prosesnya.

3. Minati bisnis yang digeluti
Supaya lebih lancar dalam berbisnis, sebaiknya Anda memilih bidang yang sesuai dengan minat. Misalnya saja Anda suka memasak. Mengapa tidak mencoba membuka usaha katering atau toko kue? Ada kisah menarik tentang awal mula seorang wanita berbisnis cupcakes. Karena rindu terhadap kue-kue buatan ibunya, Diah Venita Daben mencoba membuat cupcakes untuk menghadirkan kembali kelezatan tersebut. Tokonya, Mini Lovibites, telah mendapat tempat tersendiri di kalangan penikmat cupcakes Jakarta.

Temukan hal yang disukai. Biasanya, wanita memiliki ketertarikan alamiah terhadap hal-hal indah. Maka bidang bisnis yang disarankan adalah kecantikan dan fashion. Anda dapat membuka salon, spa, atau klinik kecantikan. Bisnis produk kecantikan juga dapat dilirik. Sedangkan untuk fashion, Anda dapat berbisnis secara online maupun offline. Bagi wanita yang telah berumah tangga dan mempunyai anak, disarankan mengelola secara online. Anda dapat membuka website jual-beli pakaian, tas, sepatu, dan sebagainya. Untuk bisnis offline, butik dan toko baju adalah alternatif yang dapat dipilih.


4. Hindari pemborosan

Wanita identik dengan kesukaan berbelanja. Hati-hati dalam menggunakan uang Anda, terutama dalam berbisnis. Tak perlu memaksakan diri untuk membeli peralatan maupun perabotan kualitas terbaik. Beli saja yang berkualitas standar. Jika pendapatan sudah meningkat, Anda dapat membeli barang-barang yang lebih berkualitas. Tak perlu malu membeli barang bekas. Kini banyak perabotan kantor bekas yang masih baik, misalnya meja, kursi, lemari, dan sebagainya. Pastikan barang-barang tersebut masih berfungsi dengan baik.

Kelola pendapatan bisnis Anda dengan saksama. Pastikan uang modal selalu utuh. Jika pendapatan masih sedikit, hindari membelanjakannya untuk barang-barang yang kurang penting, misalnya pakaian atau make-up. Lebih baik gunakan untuk menambah modal. Berinvestasi atau menabung juga merupakan pilihan yang bijaksana. Tahan keinginan Anda untuk bermewah-mewahan. Saat ini, yang penting adalah menyukseskan bisnis terlebih dahulu.

5. Pisahkan keuangan pribadi dan perusahaan
Uang adalah benda yang berbahaya jika tidak dikelola dengan benar. Dalam berbisnis, sebaiknya Anda memisahkan keuangan pribadi dan keuangan perusahaan. Buat dua rekening yang berbeda. Lakukan berbagai transaksi bisnis melalui rekening perusahaan. Hindari menggunakan uang perusahaan untuk kebutuhan pribadi, begitu juga sebaliknya. Hati-hati jika terpaksa berutang. Pastikan orang-orang yang bersangkutan mengetahui bahwa Anda meminjam uang perusahaan untuk suatu tujuan. Segera kembali uang tersebut begitu Anda memperoleh penghasilan. Jangan sampai merusak kepercayaan orang lain.


 
6. Bedakan urusan pribadi dengan urusan kerja
Pebisnis wanita terkenal akan keluwesannya dalam bergaul. Dibandingkan pria, wanita Indonesia lebih unggul dalam menjalin relasi bisnis. Buktinya 55% wanita terlibat dalam asosiasi bisnis, sedangkan pria hanya 30%. Manfaatkan kelebihan ini. Anda bisa melakukan pendekatan personal pada rekan kerja, klien, atasan, dan orang-orang yang berpotensi memberi keuntungan bisnis. Namun hati-hati dalam berhubungan dengan mereka. Jangan sampai melewati batas.

Tak ada salahnya berbincang-bincang tentang hal di luar bisnis. Anda dan klien dapat membahas hobi, pengalaman masa muda, rencana untuk liburan, dan sebagainya. Ketahui bahwa ada topik-topik yang sensitif seperti keluarga dan percintaan. Jika mereka tidak memancing topik tersebut, lebih baik Anda tidak membicarakannya. Hal ini penting untuk menjaga kesan profesional. Jika terkesan terlalu ingin tahu, bisa-bisa klien menganggap Anda tukang gosip. Mereka akan merasa tidak nyaman dan hal itu bisa berefek buruk pada kerja sama bisnis.

7. Manfaatkan kemajuan teknologi



Saat ini teknologi makin maju. Fasilitas-fasilitas yang canggih akan meningkatkan performa kerja Anda. Siapa bilang wanita tidak melek teknologi? Berdasarkan penelitian tahun 2013, wanita Indonesia lebih banyak mengadopsi teknologi komputer untuk meningkatkan kinerja bisnis daripada pria. Sebanyak 74% wanita melakukan hal tersebut, sedangkan pria hanya 60%.

Kenali kebutuhan elektronik Anda. Misalnya saja Anda bekerja di bidang perdagangan. Tak perlu lagi menggaji karyawan untuk menjaga mesin kasir. Saat ini ada mesin kasir yang dilengkapi program komputer, jadi mesin itu dapat dikelola oleh manajer dari ruang kerjanya. Berbagai kegiatan seperti scanning barcode barang dagangan, menghitung untung rugi dan sebagainya dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Jika Anda mengelola toko online, tak perlu lagi membuat pelanggan repot dengan keharusan mentransfer uang melalui bank atau mesin ATM. Pergunakan saja layanan internet banking. Dengan demikian, pelanggan dapat memesan barang sekaligus mentransfer uang melalui internet.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *