5 Tips Untuk Menghindari Kegagalan Dalam Bertransaksi

Kegagalan selalu mungkin terjadi dalam hal apa pun, tak terkecuali dalam transaksi bisnis. Mungkin Anda sudah bersikap jujur dan memberikan penawaran yang baik. Namun tak semua orang akan menerimanya. Bisa juga kejujuran Anda dibalas dengan kecurangan. Kegagalan merupakan konsekuensi dalam berbisnis. Namun tak perlu cemas. Dengan menggunakan strategi yang tepat, Anda dapat meminimalisir terjadinya kegagalan. Berikut ini adalah tips menghindari gagalnya transaksi :
1. Waspada konsumen tiba-tiba menghilang
Jangan mudah percaya pada perkataan konsumen. Bisa saja mereka setuju untuk melakukan transaksi. Namun di kemudian hari mungkin mereka menghilang begitu saja. Oleh karena itu, coba sadari keengganan atau ketidaktertarikan konsumen sejak awal. Misalnya saja, mereka beberapa kali tidak membalas telepon Anda. Tindakan itu merupakan salah satu tanda bahwa konsumen sebenarnya tidak ingin melakukan transaksi. Anda bisa menawarkan produk atau layanan tambahan yang menarik. Jika mereka tetap berlaku demikian, tanyakan saja secara tegas apakah mereka serius untuk bertransaksi. Lebih baik menerima penolakan di awal daripada menerima penolakan di tengah-tengah.
Ada kemungkinan konsumen menghilang setelah menyetujui hasil transaksi. Coba hubungi semua kontak yang diberikannya. Jika tidak tersambung, coba datangi rumahnya. Bisa jadi ia memberi alamat rumah palsu. Apabila benar demikian, Anda tertipu! Sebaiknya siapkan surat perjanjian transaksi untuk menghindari situasi seperti ini. Jika konsumen sudah setuju pada hasil transaksi, persilakan ia untuk menandatangani surat tersebut. Dengan demikian, ia tidak bisa seenaknya membatalkan transaksi. Anda akan terhindar dari kerugian akibat penipuan. Jika tiba-tiba konsumen menghilang, Anda bisa meminta pihak kepolisian mencarinya. Surat perjanjian itu bisa dijadikan bukti untuk menuntut konsumen Anda.
2. Pahami karakter konsumen
Karakter adalah sifat bawaan seseorang. Anda perlu memahami karakter konsumen untuk menghindari gagalnya transaksi. Sebetulnya, dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk memahami karakter seseorang dengan baik. Namun Anda harus melakukannya dengan cepat. Ketahui karakter konsumen dari cara berpenampilan dan cara bicaranya.
Misalnya saja, konsumen Anda selalu berpakaian simpel. Ia hanya menggunakan celana panjang dan kemeja yang berdesain sederhana, tetapi terlihat mahal. Kemungkinan ia adalah orang sukses yang terbiasa berpikir cepat. Ia berusaha melakukan sebanyak mungkin pekerjaan dalam sehari. Maka ia tidak membutuhkan hal-hal rumit karena baginya hal sederhana saja sudah cukup. Dalam bertransaksi dengannya, jangan bertele-tele. Langsung saja sampaikan maksud Anda. Dengan demikian, Anda tidak akan menghabiskan waktunya terlalu lama. Ia akan merasa senang bertransaksi dengan Anda.
Anda juga dapat mencermati cara bicara konsumen. Misalnya saja ia berbicara dengan lirih dan sedikit terbata-bata. Kemungkinan ia adalah orang pemalu atau mudah gugup. Beri perhatian lebih pada konsumen seperti ini. Jelaskan detail transaksi Anda dengan ramah. Jangan sampai membuatnya merasa terintimidasi. Dengan demikian, ia akan berterima kasih pada perhatian Anda. Transaksi akan berjalan dengan lebih lancar.
3. Jangan mudah percaya
Dalam transaksi bisnis diperlukan kepercayaan antara Anda dan konsumen. Namun hindari terlalu mudah percaya pada orang lain. Dalam berbisnis, Anda harus menjaga pikiran supaya tetap jernih. Jangan mudah terpengaruh. Jika konsumen berkata bahwa harga produk di tempat lain lebih murah daripada produk Anda, jangan langsung percaya. Cek kebenarannya terlebih dahulu. Jika terbukti perkataannya salah, perlakukan konsumen tersebut dengan hati-hati. Ada kemungkinan kesalahan tersebut dikarenakan ia salah mendengar kabar, tetapi mungkin juga ia berbohong. Konsumen yang berhasil berbohong sekali cenderung akan berbohong lagi di kesempatan selanjutnya.
Jangan mudah percaya dari dari penampilan. Misalnya saja Anda adalah pegawai badan kredit. Suatu hari ada pelanggan yang datang mengenakan pakaian yang kelihatannya mahal. Ia juga memakai sepatu dan jam tangan bermerk. Dari penampilannya, ia terlihat seperti pengusaha sukses. Perlakukan orang itu dengan sopan. Namun jangan percaya begitu saja padanya. Biasanya badan kredit mengharuskan pelanggan untuk menunjukkan slip gaji. Jika orang itu berdalih lupa membawa slip gaji, jangan setujui permohonan kreditnya. Bisa jadi ia penipu yang sengaja berpenampilan seperti orang kaya. Tunggu sampai ia memberikan slip gaji. Atau Anda bisa meminta alamat rumahnya untuk melakukan survey.
Minta masukan dari pengusaha yang lebih senior tentang bagaimana cara untuk menghadapi konsumen penipu. Jika ada pengusaha lain yang tertipu, cari tahu nama dan penampilan penipu tersebut. Anda bisa mengambil tindakan ketika konsumen dengan ciri-ciri seperti itu muncul di perusahaan Anda. Usahakan ia tertangkap. Dengan demikian, tidak ada pengusaha lain lagi yang ditipu olehnya.
4. Perbarui layanan agar konsumen tidak bosan
Salah satu alasan gagalnya transaksi adalah ketidaktertarikan konsumen. Mungkin mereka bosan karena Anda hanya memberikan layanan yang itu-itu saja. Temukan berbagai inovasi untuk mengembangkan bisnis. Pertama-tama, lakukan riset pasar untuk mengetahui keinginan dan kebutuhan masyarakat. Dengarkan keluhan orang-orang untuk mengetahui masalah mereka. Temukan produk yang dapat mengatasi masalah tersebut. Selain itu, beranilah untuk berimajinasi secara luas. Saat ini teknologi semakin maju. Hal yang Anda pikir mustahil bisa saja terwujud. Kalau tidak sekarang, mungkin di kemudian hari.
Misalnya saja Anda adalah seorang sales asuransi. Memang cukup sulit untuk menemukan pelanggan. Kebanyakan orang justru menganggap sales asuransi sebagai gangguan. Anda harus mengubah anggapan tersebut. Saat menelepon calon pelanggan, tanyakan terlebih dahulu apakah mereka mempunyai waktu untuk berbicara. Jika tidak, katakan dengan sopan bahwa Anda akan menelepon di lain kesempatan. Jika iya, perkenalkan diri dan perusahaan asuransi Anda secara singkat. Pelanggan akan senang karena Anda menghormati waktu mereka.
Buat slogan perusahaan yang unik dan membekas. Selain itu, Anda bisa berinovasi dengan memberi program diskon. Misalnya saja, pelanggan hanya perlu membayar setengah harga di bulan-bulan pertama berlangganan. Selain itu Anda juga bisa memberi bonus produk pada hari raya. Dengan menawarkan layanan-layanan tersebut, kemungkinan suksesnya transaksi menjadi lebih besar.
5. Belajar dari pengalaman
Tak perlu takut gagal dalam berbisnis. Pengusaha meraih kesuksesan setelah mengalami kegagalan berkali-kali. Sebab dari kegagalan, Anda bisa mengetahui letak kesalahan. Dari sanalah Anda bisa menemukan cara untuk memperbaiki diri. Maka jadikan pengalaman transaksi Anda sebagai pembelajaran. Jika transaksi sukses, catat elemen apa saja yang membuat kesuksesan tersebut terjadi. Anda bisa menerapkannya dalam transaksi selanjutnya. Jika transaksi tersebut gagal, temukan penyebab dan solusinya. Tak ada salahnya minta saran dari orang lain.
Anda dapat belajar dari pengalaman transaksi orang lain. Telah banyak pengusaha sukses yang membagi filosofi-filosofi bisnisnya melalui buku, majalah, bahkan pelatihan bisnis. Anda dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menambah ilmu. Semakin banyak ilmu yang Anda serap, semakin sedikit pula kemungkinan gagal dalam bertransaksi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *