Transformasi Digital Era Pandemi Bantu UMKM Bertahan

by -16 views
Transformasi digital di era pandemi bantu UMKM
Transformasi digital di era pandemi bantu UMKM bertahan. Sumber gambar: unsplash.com

Transformasi digital era pandemi – Seluruh sektor industri secara global terkena dampak akibat pandemi Covid-19. Bahkan pandemi ini telah berlangsung sejak Maret 2020. Sekalipun sulit, semua pihak berusaha untuk beradaptasi agar mampu bertahan di era pandemi dengan cara transformasi digital. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga turut mencari cara agar tidak gulung tikar.

Pemerintah yang mengambil langkah berupa pembatasan sosial membuat UMKM merasa sangat tersiksa. Banyak UMKM yan mengalami kerugian operasional terus menerus, pembiayaan modal terbatas, serta menurunnya daya beli masyarakat.

Padahal peran UMKM dalam perekonomian sangatlah besar dan penting. Pemerintah dengan cepat menyadari hal tersebut dan mengambil langkah pemberian stimulus anggaran dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Sayangnya, UMKM tidak bisa hanya mengandalkan stimulus pemerintah saja jika ingin bertahan. Adaptasi harus tetap dilakukan untuk bertahan sekaligus mengantisipasi perubahan pola konsumsi masyarakat setelah pandemi berakhir.

Salah satu senjata yang terbukti ampuh untuk menghadapi pandemi adalah transformasi digital di era pandemi. UMKM harus mampu mengalami transformasi digital dari berbagai sisi bisnisnya agar tetap bertahan di era pandemi. Bagaimana penerapannya?

Transformasi digital di era pandemi

Dalam dunia usaha, transformasi digital mengacu pada strategi dan proses peggunaan teknologi dalam kegiatan operasional. Efeknya adalah adanya peruabahan cara bisnis dalam beroperasi dan melayani pelanggan. Menariknya transformasi yang dilakukan bisa sebagian maupun keseluruhan seperti dari pemasaran hingga produksi.

Cara menerapkan trasnformasi digital era pandemi paling mudah adalah bekerja sama dengan start up. Telah banyak start up yang membuka kesempatan kerja sama dengan pihak UMKM seperti Gojek, Grab, Tokopedia, Shopee, dan lain sebagainya.

Misalnya untuk UMKM pada sektor makanan dan minuman yang awalnya tidak memiliki layanan antar. Setelah bekerja sama dengan Gojek atau Grab sebagai mitra merchant maka jangkauan pelanggannya semakin luas.

Pada era pandemi, masyarakat membatasi pertemuan sosial termasuk dalam skala kecil seperti bertemu dengan teman di kafe, makan di restoran, hingga sekadar belanja di minimarket. Hal itu memicu kenaikan penggunaan teknologi.

Kini banyak orang tetap berusaha memenuhi kebutuhan mereka menggunakan sistem online. Dengan diterapkannya transformasi digital oleh UMKM maka masyarakat masih akan tetap terhubung dengan mudah meski sedang melakukan pembatasan sosial.

Manfaat transformasi digital bagi UMKM

Melihat kondisi yang berlangsung, transformasi digital era pandemi merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi agar UMKM sanggup bertahan. Pandemi memberi dampak jangka pendek sekaligus jangka panjang bagi UMKM. Berbagai solusi harus disiapkan serta langkah antisipatif terhadap kemungkinan kondisi setelah pandemi.

Penelitian terkait faktor yang mempengaruhi transformasi digital UMKM telah dilakukan. Alasan utama lambatnya tingkat penetrasi digital pada UMKM yaitu kurangnya pengetahuan terhadap penggunaan instrumen digital bisnis. Hal tersebut memicu rasa khawatir UMKM terhadap keamanan pembayaran serta besaran biaya untuk implementasinya.

Menurut Asia Pasific Foundation of Canada (APFC), mayoritas pemiliki UMKM di Indonesia berusia lebih dari 35 tahun dengan pendidikan terakhir Sekolah Menengah Atas (SMA). Faktor usia dan tingkat pendidikann tersebut membuat mereka cenderung enggan untuk melakukan adaptasi dengan teknologi yang terus berkembang.

Hal inilah yang memicu lambatnya transformasi digital pada UMKM bahkan di era pandemi ini. Padahal, terdapat berbagai manfaat jika UMKM menerapkan transformasi digital di antaranya yaitu:

  1. Membuat jangkauan pasar lebih luas

Transformasi digital UMKM terutama pada bidang pemasaran akan membuat jangkauan pasar menjadi lebih luas. Jika sebelumnya penjualan hanya secara offline saja, jangkauannya hanya sebatas di kota UMKM tersebut berada. Sedangkan ketika telah melibatkan pemasaran secara online tentu ada perkembangan.

Contohnya ketika UMKM belum menggunakan promosi melalui e-commerce seperti Shopee atau Tokopedia maka pelanggan terbatas jarak. Setelah menggunakan e-commerce, jangkauan pasar akan meluas ke seluruh Indonesia bahkan hingga luar negeri.

  1. Layanan lebih cepat

Salah satu yang keunggulan teknologi terletak pada kecepatannya. Semenjak ada teknologi, banyak hal menjadi lebih cepat seperti komunikasi, pertemuan, hingga proses jual beli. Ketika UMKM melakukan transformasi digital maka layanan pun otomatis menjadi lebih cepat.

Bayangkan jika sebelumnya kasir di toko hanya menggunakan kalkulator dan pembukuan manual. Pengerjaan membutuhkan waktu seharian. Sedangkan ketika mesin kasir dan aplikasi pembukuan digunakan, waktu pengerjaan menjadi lebih cepat dan efisien.

  1. Penggunaan anggaran lebih efisien

Layanan yang lebih cepat sering dihubungkan dengan pengeluaran anggaran yang lebih besar. Anggapan itu tentu tidak sepenuhnya benar. Selama penerapannya tepat, layanan yang lebih cepat malah akan membuat anggaran menjadi lebih efisien.

Hal tersebut berlaku ketika UMKM melakukan transformasi digital. Dengan penggunaan aplikasi kasir dan pembukuan, efektivitas biaya dapat dilakukan sebab pengerjaan bisa dilakukan siapa saja (tidak harus seseorang dengan keahlian tertentu).

Hal tersebut bisa memangkas biaya ahli. Selain itu, transformasi digital pada sektor lain seperti produksi juga dapat memangkas anggaran sehingga lebih efisien.

  1. Menaikkan omzet

Pada era pandemi, omzet merupakan sorotan UMKM sebab penurunan drastis terjadi secara tiba-tiba dan terus menerus. Hal tersebut memang berkaitan dengan daya beli masyarakat yang menurun pada era pandemi.

Untuk itu, transformasi digital diterapkan agar omzet penjualan dapat kembali stabil bahkan naik. Jika trasnformasi digital berhasil maka jangkauan pasar lebih luas sehingga semakin banyak pelanggan. Kenaikan omzet akan otomatis mengikuti setelahnya.

Tips lain UMKM bertahan di era pandemi

Penurunan pendapatan merupakan dampak nyata yang dirasakan UMKM pada era pandemi. Meski demikian, pelaku UMKM terus berusaha mengatasi hal tersebut agar dapat terus bertahan.

Transformasi digital menjadi kunci utama dalam mempertahankan bisnis di era pandemi. Selain itu terdapat pula tips lainnya yang bisa diterapkan guna membantu UMKM dalam bertahan di era pandemi.

  1. Melakukan analisis SWOT

SWOT memiliki kepanjangan berupa Strength, Weakness, Opportunities, Threats. Analisa SWOT merupakan teknik perencanaan stategi yang perlu dipahami oleh pengusaha terutama UMKM.

Metode ini tepat diterapkan perusahaan sebab dapat membantu menemukan masalah dari 4 sisi berbeda. Saat era pandemi, analisis SWOT perlu diterapkan dalam bisnis.

Melalui analisis SWOT dapat dibaca berbagai hambatan dan tantangan perusahaan baik secara internal dan eksternal untuk menghadapi pandemi. Dengan begitu, kemungkinan UMKM untuk mempertahankan bisnisnya lebih besar.

  1. Terus membuat inovasi

Tips selanjutnya agar UMKM bertahan di era pandemi adalah terus membuat inovasi. Dalam keadaan normal saja, inovasi harus terus dilakukan agar bisnis dapat bertahan. Saat era pandemi, tentu saja inovasi jauh lebih dibutuhkan.

Fokus inovasi yang sebelumnya hanya produk, perlu dikembangkan lebih luas. Pemasaran dan promosi menjadi aspek yang perlu mendapat inovasi dalam era pandemi. Contohnya jika sebelumnya Anda hanya menggunakan Instagram sebagai media promosi, coba tambahkan menggunakan Twitter.

  1. Memastikan efektivitas anggaran

Anggaran merupakan hal yang juga perlu diperhatikan. Pengaturan serta perencanaan ulang anggaran dapat dilakukan guna menyesuaikan dengan kondisi pandemi. Pangkas berbagai biaya yang memungkinkan agar anggaran menjadi lebih efektif.

Mengubah pola penggunaan anggaran juga mungkin membantu. Misalnya jika sebelumnya belanja bahan baku dilakukan setahun sekali agar ada stok, ubah menjadi satu bulan sekali sehingga tidak menimbun stok. Dengan begitu anggaran sisa dapat dialokasikan untuk hal lain terlebih dahulu.

  1. Ikut komunitas dan berkolaborasi

UMKM juga perlu mengikuti komunitas agar mampu memperkuat koneksinya. Gunanya adalah mampu meningkatkan kemungkinan kolaborasi.

Melalui kolaborasi ini berbagai masalah umum yang dialami UMKM ketika era pandemi dapat diselesaikan secara komunal. Selain itu, masing-masing UMKM dalam komunitas bisa saling membantu dalam hal promosi, bertukar informasi dan pengetahuan, serta saling menguatkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *