Teknik Storytelling Marketing 2022

Storytelling atau bercerita biasanya dipakai untuk menggambarkan proses ketika orang melakukan public speaking. Tapi siapa sangka, teknik storytelling ini juga bisa dipakai dalam proses marketing lho. 

Semua pebisnis tahu, marketing adalah jantung kehidupan dari bisnis. Jika marketing lancar, penjualan lancar, maka cash flow juga cukup aman. Itu sebabnya, salah satu strategi marketing online yang diprediksi akan sangat populer di 2022 adalah storytelling

Teknik penulisan dengan metode bercerita ini sebetulnya sudah ada jutaan tahun lalu. Tetapi, baru populer lagi karena adanya tren marketing di media sosial. Faktanya, keterampilan mendongeng lewat tulisan ini mampu meningkatkan merek dagang atau branding dengan efektif dan cepat.

 

Apa itu storytelling?

Storytelling atau mendongeng adalah proses menggunakan fakta dan narasi untuk mengomunikasikan sesuatu kepada audiens Anda. Beberapa cerita yang ditulis selama proses marketing bersifat faktual, dan ada beberapa juga yang dibumbui atau diimprovisasi untuk menjelaskan pesan inti dengan lebih baik. 

Proses kreatif storytelling dalam marketing ini sering disebut sebagai seni, art. Seni yang membutuhkan kreativitas, keterampilan, visi, jam terbang, dan latihan yang tidak sedikit. Mungkin Anda bisa bilang bahwa semua orang bisa ‘cerita, tetapi tidak semua orang bisa menuliskan cerita itu menjadi menarik. 

Mendongeng melalui tulisan ini bukan sebuah proses sepele. Banyak pengusaha akhirnya menyerah membuat storytelling sendiri karena proses kreatifnya tidak main-main. Selain harus membuat tulisan yang representatif dan sesuai dengan brand, storytelling juga perlu mempertimbangkan aspek emosi si pembaca.

 

Apa yang membuat storytelling marketing cerita menjadi menarik?

Ada beberapa komponen yang bisa membuat marketing ‘dongeng’ disukai audiens. 

  • Edukasi: cerita yang menarik biasanya berisi informasi yang memantik rasa ingin tahu dan menambah pengetahuan pembaca. 
  • Menghibur: orang tertarik dengan konten-konten yang menyenangkan, biasanya mengajak audiens berinteraksi juga, sehingga mereka merasa ‘hadir’. 
  • Relate dengan kehidupan sehari-hari: kebanyakan orang akan lebih suka membaca atau melihat sesuatu yang dianggap ‘mewakili’ atau relate dengan nasib dan cerita mereka. 
  • Memorable: hal-hal yang menyentuh emosi, memiliki kenangan, dan membuat seseorang jadi terinspirasi, tertawa, sedih, biasanya lebih melekat di benak audiens.
  • Karakter: dalam teknik storytelling, karakter berfungsi sebagai jembatan antara penulis dengan pembaca, antara audiens dengan brand. 
  • Konflik: dalam marketing, konflik adalah berita baik. Karena tanpa konflik, audiens tidak akan datang, tanpa konflik, tidak ada produk atau jasa yang dijual. Konflik memancing rasa penasaran orang untuk mencari tahu lebih lanjut. 
  • Resolusi: salah satu faktor yang membuat audiens mau membeli atau melakukan suatu tindakan adalah karena adanya solusi yang ditawarkan, diceritakan, diciptakan oleh satu produk/brand. 

 

Manfaat Menerapkan Teknik Storytelling dalam Marketing

Alasan kenapa storytelling kembali menjadi cara yang populer untuk marketing adalah karena manfaatnya yang menguntungkan bisnis. Adapun beberapa manfaat itu adalah sebagai berikut.

  1. Membangun koneksi dan kedekatan dengan audiens 
  2. Membuat audiens lebih fokus
  3. Menumbuhkan kesepahaman dengan audiens
  4. Menarik perhatian audiens

Bagi para copywriter dan content writer, selain memahami komponen di atas, mengetahui jalan pintas untuk menguasai metode storytelling tentu jadi hadiah besar. Nah, kali ini Bisnishack ingin memberikan hadiah terbaik yang bisa dipakai untuk strategi marketing online bisnis Anda. Berikut ini adalah beberapa teknik yang bisa Anda terapkan. 

 

Teknik Storytelling untuk Marketing Online

  1. Teknik Sparklines

Tahun 2007, jika Anda pernah tahu, Steve Jobs memperkenalkan produk yang saat ini dikenal oleh hampir seluruh orang di dunia, iPhone. Cara Steve memperkenalkan produknya saat itu masuk dalam salah satu teknik storytelling, yaitu Sparklines

Teknik ini membawa konsep bahwa cerita yang bagus itu berisi perbedaan antara masa lalu, sekarang, dan masa depan. Dengan kata lain, di satu waktu ada perbandingan antara produk saat ini dengan apa yang diinginkan oleh audiens. Konsep marketing ini cocok untuk Anda yang ingin melakukan audiensi sekaligus mengetes ketertarikan konsumen Anda. 

2. Teknik False Start

Jika Anda pernah membaca sebuah cerita yang berisi sebuah perjalanan memperbaiki kesalahan di masa lalu. Pencarian jati diri setelah terjerumus hal-hal buruk. Atau misalnya dalam bisnis, ada kisah pengusaha yang terjerat utang, lalu berusaha mati-matian melunasi dan menjadi sukses. 

Cerita dengan alur semacam itu adalah teknik false start atau dimulai dengan kesalahan. Karena biasanya, ini mengandung hal-hal inspiratif dan motivasi. Teknik semacam ini berusaha mengajak pembaca untuk mengubah cara berpikir atau mindset. Misalnya pesannya adalah agar tidak mengikuti jejak di karakter utama, atau bagaimana sebuah kejadian mengubah segalanya. Kejadian ini, kalau dalam marketing, bisa diganti dengan sebuah produk atau jasa. 

Misalnya ada seorang perempuan yang hobi makan, dia menjadi food blogger, mencoba ratusan makanan tanpa menyaringnya. Pada akhirnya, dia tidak bisa mengontrol berat badan dan kadar kolesterol di tubuh. Ketika tersadar, itu semua sudah terlambat, tapi suatu ketika dia diberi rekomendasi produk detoksifikasi lemak. Nah, dari kesalahan karena tidak bisa mengontrol pola makan, cerita itu sampai juga ke produk detoks badan. 

3. Teknik The Mountain

Beberapa penulis, copywriter, dan tim kreatif cenderung lebih produktif dan jago membuat konten yang sifatnya panjang. Nah, jika Anda adalah tipe orang semacam itu, maka teknik the mountain ini jawabannya. Teknik ini berisi penulisan marketing yang lengkap, mulai dari pengenalan karakter, konflik, klimaks atau puncak konflik, hingga solusinya. 

Teknik ini bisa Anda pakai untuk mengenalkan produk baru Anda. Ceritakan bagaimana produk itu terbentuk, dan mengakhirinya dengan memberikan penawaran tak bisa ditolak kepada konsumen Anda. 

4. Teknik Monomyth 

Teknik storytelling ini, unsur inspiratif biasanya sangat menonjol. Konsep yang dipakai di sini cenderung memakan pendekatan heroes journey atau perjalanan seorang tokoh/pahlawan. Josep Campbell adalah orang yang membuat teknik ini populer. Proses kreatif dalam teknik ini biasanya memakai strategi zero to hero. Orang biasa menjadi luar biasa, orang miskin jadi kaya raya, dan seterusnya. 

 

Dari semua teknik dan komponen dari storytelling ini, yang tidak boleh Anda lupakan adalah bahwa ini semua bagian dari proses marketing. Dalam marketing, sebelum membuat campaign, Anda harus lebih tahu tujuan, target konsumen, tema, masalah, dan solusi, serta penawaran atau promo yang sedang berlaku. 

Semoga penjelasan tentang teknik storytelling untuk marketing online kali ini bisa membantu bisnis Anda di tahun 2022 menjadi lebih maju lagi. Teknik ini akan sangat membantu untuk Anda yang memiliki toko online dan melakukan pemasaran via media sosial. 

Silakan share, comment, dan kami terbuka untuk kritik dan saran dari Anda.

Ketahui juga Strategi Meningkatkan Omzet yang Efektif untuk bisnis online Anda.