Tips Manajemen Karyawan Agar Produktif

by -52 views
Tips Manajemen Karyawan
Tips Manajemen Karyawan. Sumber gambar: freepik.com

Tips manajemen karyawan perlu diterapkan demi kelangsungan kinerja perusahaan. Pernahkah Anda mendengar bahwa salah satu unsur terpenting sebuah bisnis adalah tim? Tim termasuk karyawan di dalamnya adalah penggerak sekaligus bahan bakar jalannya bisnis. Mereka hadir untuk menjalankan segala tugas dan tanggung jawab demi kemajuan bisnis.

Namun tak jarang ditemui kasus-kasus unik yang menyebabkan karyawan tak bekerja secara maksimal. Sebagai contoh adalah sebuah perusahaan dengan tensi kerja yang cukup tinggi. Kalau dari pihak perusahaan tak mampu memanajemen karyawannya dengan baik. Tak menutup kemungkinan, karyawan akan stress dan tak terorganisir dengan baik. Emosinya akan naik turun, sehingga mempengaruhi tingkat produktivitas. Hal ini tentunya akan berdampak secara tidak langsung ke perusahaan terkait.

Inilah mengapa manajemen karyawan yang baik mampu mendorong kemajuan perusahaan. Perusahaan yang berisi karyawan dengan aura baik dan bisa menebar energi positif merupakan cermin bahwa internal perusahaan tersebut dinyatakan sehat.

Nah, berikut beberapa tips manajemen karyawan untuk menciptakan efektivitas kerja yang maksimal di perusahaan Anda.

  1. Memiliki tujuan yang jelas dan realistis

Coba sekarang cek dulu apakah perusahaan Anda sudah memiliki tujuan dan target yang jelas. Kalau belum, artinya Anda harus segera menyusun tujuan. Perusahaan tanpa tujuan ibarat hubungan yang hanya mengandalkan kata-kata “jalani aja”. Tidak ada ujungnya dan tak punya target. Menyedihkan.

Kalau ternyata perusahaan Anda memang belum punya tujuan. Itu adalah salah satu contoh manajemen yang buruk. Tanpa adanya tujuan, karyawan akan kesulitan untuk meningkatkan performa kinerja. Mereka juga kebingungan dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Bahkan hal tersebut bisa menyebabkan mereka kehilangan motivasi. Apalagi kini pekerja didominasi oleh golongan milenial. Dimana mereka sangat menjunjung tinggi sebuah tantangan.

Melihat kemungkinan yang ada, Anda harus mampu membuat karyawan memahami arah dan tujuan perusahaan Anda. Bagaimana caranya? Yakni tanyakan dahulu pada diri sendiri. Apa misi bisnis Anda? Apa strategi yang akan Anda gunakan untuk menyelesaikan misi tersebut? Kemudian apa tujuan keseluruhan untuk tim Anda dan untuk setiap anggota tim?

Satu hal yang perlu digarisbawahi. Yakni setiap penentuan tujuan harus ditetapkan dengan jelas. Kalau bisa buatlah tujuan tersebut menjadi suatu hal yang dapat diukur. Sehingga Anda bisa mengetahui dan melakukan evaluasi terhadap progress pencapaian tujuan bisnis Anda.

  1. Mewujudkan lingkungan kerja yang menyenangkan

Salah satu unsur yang diperlukan dalam memanajemen karyawan adalah tergantung oleh lingkungan yang Anda ciptakan. Bagaimana karyawan bisa termotivasi dengan lingkungan yang ada. Bagaimana mereka terpantik semangat untuk bekerja keras demi kemajuan perusahaan. Sekarang bayangkan bila atmosfer lingkungan di perusahaan Anda tak cukup mendukung. Karyawan bisa jadi akan kehilangan semangat.

Bagaimana untuk menciptakan lingkungan tersebut? Mulailah dari menciptakan budaya saling menghargai dan mendukung satu sama lain. Berikan mereka pujian bila mencapai sesuatu dalam pekerjaannya. Tawarkan bantuan bila ternyata di salah satu pekerjaan mereka mengalami kesulitan.

Karyawan yang mendapatkan perhatian sekecil itu dari manajer akan merasa lebih berharga. Mereka akan menganggap bahwa pekerjaan mereka dihargai. Atmosfer kerja yang seperti itu akan membuat mereka menjadi pribadi yang lebih semangat dalam bekerja. Dimana mereka tak merasa bahwa pekerjaan tersebut merupakan sebuah beban. Justru mereka akan menganggapnya sebagai sebuah tanggung jawab. Bila karyawan Anda sudah memiliki sudut pandang seperti itu. Mereka dijamin akan lebih rajin dalam menyelesaikan pekerjaan. Menerima dengan senang hati tanggung jawab yang mereka terima.

  1. Terapkan sistem reward

Melanjutkan poin sebelumnya, reward merupakan bentuk penghargaan perusahaan pada karyawan. Dengan begitu karyawan akan merasa dihargai kerja kerasnya. Sehingga mereka tidak ragu untuk bekerja lebih maksimal lagi.

Pada kasus ini, Anda sebagai pemilik bisnis perlu memperhatikan unsur ini. Reward di sini bukan melulu tentang uang. Bentuk reward bermacam-macam. Anda bisa saja meminta tolong kepada pihak HR untuk menerapkan cuti spesial. Misalnya ada karyawan yang sedang berulang tahun, berilah mereka libur di hari special mereka.

Bentuk lain reward juga bisa berupa kenaikan jabatan, memberikan hadiah kecil-kecilan, atau sekadar traktir makan. Sekecil apapun reward yang diberi oleh perusahaan akan sangat berarti bagi karyawan.

  1. Mendengarkan masukan karyawan

Tak bisa dipungkiri bahwa masih banyak pemimpin bisnis yang tuli terhadap masukan karyawan. Mereka merasa bahwa pengetahuannya tak terbantahkan. Sehingga masukan dari manapun tak ia terima. Kecuali masukan tersebut diberikan oleh orang yang ia anggap punya derajat dan pengetahuan yang lebih tinggi darinya.

Hal ini menunjukkan bentuk manajemen yang kurang baik. Bila Anda adalah salah satu golongan pemimpin bisnis yang telah disebutkan tadi, artinya Anda perlu melakukan intropeksi. Padahal ketika karyawan mau dan berani mengungkapkan pendapat apalagi opini tersebut berkaitan dengan kemajuan perusahaan. Harusnya sebagai pemilik bisnis perlu bangga dan mengapresiasi. Artinya karyawan Anda aktif dan mengambil tanggung jawab atas kelangsungan perusahaan. Mereka secara tidak langsung tak hanya sekadar bekerja demi menanti gaji di akhir bulan. Namun juga memperdulikan kesuksesan perusahaan.

  1. Investasi karyawan

Pernahkah Anda mendapati karyawan yang kemampuannya dari tahun ke tahun tidak ada perkembangan? Kira-kira apa ya penyebabnya? Bukan berarti mereka tidak mampu meningkatkan kinerja. Hanya saja mereka belum mendapatkan kesempatan untuk mengasah kemampuan mereka.

Ada beberapa pekerjaan yang memang rutinitasnya sama saja setiap hari. Sehingga untuk upgrade kemampuan sedikit kesulitan. Mereka kan berpikiran, “apa yang harus saya tingkatkan, toh kerjanya gini-gini aja?”. Jangan sampai karyawan Anda punya pikiran seperti ini.

Untuk menyiasati pekerjaan yang monoton, Anda sebagai pemilik bisnis harus menaruh simpati dan kepekaan kepada mereka. Berilah challenge sehingga mereka tak merasa bahwa pekerjaan mereka hanya “begini-begini saja”.

Selain itu, berilah mereka kesempatan untuk belajar. Caranya bagaimana? Adakanlah pelatihan tertentu di suatu bidang kerja untuk karyawan Anda. Misal pelatihan kepemimpinan, pengembangan skill, hingga pelatihan ilmu vibrasi.

Mungkin bagi sebagian pemilik bisnis tak pernah berpikiran untuk mengadakan pelatihan semacam itu. Padahal tips manajemen karyawan satu ini cukup berhasil dalam meningkatkan performa mereka, karena skill bukan hanya cerdas di akademik namun juga keberhasilan mengelola mental.

  1. Beri contoh yang baik pada karyawan

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberi contoh sesuai perkataan lisan yang ia berikan pada karyawannya. Bukan hanya sekadar memberi motivasi dan arahan, seorang pemimpin bisnis harusnya juga bisa memberikan contoh nyata.

Sebagai contoh sederhana, misal Anda menekankan pada karyawan bahwa waktu masuk kantor adalah jam 8 pagi. Namun Anda sendiri tidak mematuhi aturan tersebut. Karyawan bisa saja mempertanyakan kredibilitas Anda. Siapa lagi yang bisa dicontoh selain pemimpin mereka sendiri?

Pada dasarnya kita bekerja dengan manusia. Karyawan Anda adalah manusia. Sehingga ketika ditanyai mengenai tips manajemen karyawan supaya mereka produktif, Anda harus mampu menghadapi mereka selayaknya manusia. Berikan treatment yang layak dan manusiawi. Karyawan sama seperti Anda. Mereka sama-sama manusia dan menginginkan hal yang sama dalam hidup, kesejahteraan. Selama aturan dan pengelolaan Anda bertujuan untuk menyejahterakan mereka, dijamin karyawan Anda akan mengambil perannya secara maksimal atas posisinya di perusahaan.