Strategi Meningkatkan Omzet Penjualan

Strategi meningkatkan omzet penjualan adalah hal mutlak yang harus dikuasai pebisnis. Meskipun diyakini bahwa sebuah usaha pastinya memiliki jalan rezekinya masing-masing, strategi perlu dibuat. Misalnya terdapat lima orang penjual makanan dengan produk yang sama. Katakanlah mereka sama-sama menjual dessert box. Uniknya dari kelima orang tersebut memiliki tingkat penjualan yang berbeda-beda. Omzet mereka dalam satu hari, satu bulan, hingga satu tahun bisa dipastikan berbeda.

Apakah yang membuat fenomena perbedaan omzet tersebut dapat terjadi? Padahal jenis produk yang dijual sama dengan kualitas dan rasa yang mirip. Saat bicara tentang bisnis maka tidak akan pernah ada habisnya. Bisnis itu unik sebab lain tangan yang mengelola maka lain pula hasilnya. Pada dasarnya, cara kerja bisnis itu sederhana sebab bertumpu pada strategi yang dijalankan. Apa pun produk Anda, selama strategi yang digunakan tepat maka omzet akan ikut semakin meningkat seiring berjalannya waktu.

Salah satu tanda bahwa bisnis Anda telah sukses yaitu omzet penjualan yang stabil dan cenderung selalu mengalami kenaikan meski hanya sedikit demi sedikit. Untuk mampu mencapai hal itu, Anda perlu terus menerus membuat strategi bisnis yang tepat. Berikut ini terdapat beberapa strategi meningkatkan omzet penjualan yang mudah diterapkan namun tetap efektif.

1. Berikan pelayanan terbaik untuk konsumen

Konsumen merupakan penggerak keberlangsungan bisnis Anda. Tanpa konsumen, bisnis Anda tak punya bahan bakar. Maka dari itu, memberikan pelayanan terbaik untuk konsumen menjadi unsur penting untuk dilakukan. Pernahkah Anda menemukan curhatan para konsumen di media sosial tentang buruknya pelayanan sebuah toko? Hal itu merupakan salah satu gambaran bahwa sikap Anda pada konsumen sangat berpengaruh pada jalannya bisnis.

Satu kali saja Anda melakukan kesalahan maka konsumen tidak akan ragu untuk menghancurkan reputasi bisnis Anda. Untuk menjaga citra, maka Anda harus terus menerus memperhatikan pelayanan yang diberikan. Saat konsumen memberi kritik dan saran, pastikan untuk menerimanya sebagai bahan evaluasi. Dengan adanya perbaikan pelayanan melalui interaksi yang terjadi sebelumnnya, maka pelanggan akan merasa dihargai.

Pelanggan mungkin mau kembali lagi meski produk atau pelayanan Anda sebelumnya dirasa gagal, asal adanya perbaikan yang signifikan. Selain itu, pastikan pula Anda memperhatikan hal-hal kecil yang berhubungan dengan pelayanan ini. Berbagai hal kecil tersebut seperti ekspresi penjaga toko, respon customer service online yang cepat, serta tetap memberikan keramahan meski pelanggan memilih produk terlalu lama.

Kunci utama dari pelayanan dalam bisnis adalah menjadi pendengar yang baik.  Lakukan kontak mata, mengangguk, dan juga menuliskan catatan tentang apa yang pelanggan sampaikan bisa menjadi indikator pendengar yang baik. Satu hal penting yang perlu diingat yaitu jangan pernah memotong pembicaraan pelanggan. Selain itu, Anda juga bisa mengetahui berbagai rahasia tentang pelayanan yang berkualitas dengan membaca buku Crazy Happy Service karya Trisna Risani & Aspira Tanada. Dijamin dari buku itu akan ada banyak hal baru yang bisa diterapkan guna membuat pelanggan Anda semakin setia.

2. Utamakan kualitas produk untuk meningkatkan omzet penjualan

Salah satu faktor yang membuat sebuah produk laku di pasaran adalah kualitas yang selalu terjaga. Contoh nyata yang bisa Anda lihat adalah bisnis kuliner yang melegenda. Pernahkah Anda mendatangi sebuah kota dan mendapati kuliner yang sudah berdiri hingga puluhan tahun? Ketika Anda mencoba melakukan quick survey, mayoritas konsumen mereka akan menjawab “kualitas rasa selalu konsisten”.

Kualitas yang mampu menjawab kebutuhan konsumen dapat dijadikan sebagai media promosi paling murah. Ketika konsumen merasa puas, mereka tak akan segan untuk merekomendasikan produk Anda kepada dunia. Jika hal itu terjadi maka Anda pun tidak perlu repot-repot melakukan banyak promosi. Biarkan konsumen melakukan soft selling secara tidak langsung dengan cara mempromosikan produk Anda.

Meski demikian, pada tahap awal penciptaan kualitas sebuah produk dibutuhkan waktu yang cukup lama. Banyak produk yang naik daun secara instan tidak mampu bertahan sebab belum teruji ketahanannya dalam menghadapi selera pasar. Pada dasarnya akan selalu ada sesuatu yang dikorbankan untuk mendapatkan hal memuaskan. Misalnya dengan terus menerus menguji produk Anda atau menjaga bahan baku tetap sama meski harga dasarnya sedang mengalami kenaikan.

3. Lakukan inovasi produk dan strategi marketing

Bisnis itu mirip kompetisi. Siapa yang bertengger di posisi nomor satu, dialah yang menguasai permainan. Nah, salah satu cara agar Anda bisa memenangkan kompetisi yaitu dengan melakukan inovasi. Mengapa demikian? Inovasi merupakan hal wajib dalam bisnis. Mampu berinovasi bisa dikatakan sebagai sebuah tuntutan bagi para pelaku bisnis. Hal ini perlu diterapkan baik untuk mereka yang bergerak di bisnis skala besar, menengah, hingga kecil sekali pun.

Sebenarnya apa urgensi melakukan inovasi bisnis untuk strategi meningkatkan omzet penjualan?  Tentunya sangat penting. Di era teknologi saat ini, perkembangan ekonomi dan gaya hidup terus terjadi secara masif. Inovasi menjadi hal yang mutlak dilakukan apabila ingin bisnis Anda terus eksis di pasar. Terdapat banyak kabar tentang bisnis yang akhirnya gulung tikar akibat tidak mampu melakukan inovasi. Tentunya Anda tidak ingin mengalami hal serupa bukan?

Dalam kondisi kompetisi dan persaingan yang semakin ketat, Anda harus mampu mengembangkan kreativitas dan inovasi produk. Hal ini dilakukan agar Anda tidak kehilangan kesetiaan konsumen. Inovasi menjadi unsur utama untuk menjaga kepercayaan konsumen terhadap perusahaan. Misalnya, Anda adalah pelaku bisnis kuliner. Beranilah untuk mengkombinasikan bahan-bahan yang sebelumnya tidak pernah Anda bayangkan bisa disatukan menjadi sebuah sajian kuliner.

Contoh nyatanya seperti ini: produk inovasi berupa donat yang berbahan dasar daun bayam. Sajian tersebut bisa menjadi value tambahan bagi konsumen Anda. Gunakan tagline donat vegan yang ramah untuk kesehatan tubuh dan diet. Dengan inovasi semacam itu, dijamin konsumen Anda akan penasaran dan selalu menantikan inovasi lain yang ditawarkan.

4. Berikan penawaran khusus dengan harga terbaik

Sesekali Anda perlu mengadakan program diskon untuk konsumen. Orang-orang akan sangat senang bila mendapatkan diskon saat membeli sebuah produk apalagi jika itu merupakan produk kesayangan mereka. Pengadaan diskon ini sebenarnya adalah salah satu strategi untuk mempercepat pembayaran. Selain itu, pogram diskon juga dapat digunakan sebagai cara mengenalkan suatu produk kepada pasar.

Saat Anda memutuskan untuk menetapkan diskon, ada beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan. Pertama, berikan diskon yang rasional. Artinya diskon tersebut tidak memberatkan dan sesuai dengan harga pokok produksi Anda. Kedua, hindari memberikan diskon terlalu besar sebab itu akan menjadi boomerang untuk Anda sendiri. Ketiga, diskon sebaiknya tidak diadakan dalam kurun waktu yang terlalu sering. Terlalu sering mengadakan diskon akan membentuk konsumen yang hanya mau membeli produk saat diskon berlangsung saja.

Waktu yang tepat untuk memberikan diskon biasanya yaitu saat menjelang hari-hari besar tertentu. Momen hari besar tersebut misalnya seperti hari raya, akhir tahun, hari libur nasional, dan lainnya. Berikan pula jangka waktu terbatas saat membuat program diskon. Hal ini akan memengaruhi konsumen dari sisi psikologis sehingga mereka segera melakukan pembelian.

 

Dari beberapa strategi meningkatkan omzet penjualan di atas, hanyaakan berdampak nyata bagi bisnis Anda bila segera dipraktikkan. Selain itu, strategi di atas hanyalah sebagian dari banyaknya formula yang bisa Anda terapkan. Sebaiknya sebelum menentukan strategi mana yang akan dijalankan, lakukan riset terlebih dahulu. Pilihlah strategi yang cocok dan efektif untuk usaha bisnis Anda. Selamat mencoba!