Penyebab Karyawan Sering Bolos

Penyebab karyawan sering bolos kerap jadi teka-teki. Biasanya alasan yang dilontarkan bermacam-macam mulai dari izin acara keluarga, akses jalan ke kantor terkepung banjir, ada saudara meninggal, hingga alasan paling umum yaitu sakit. Tentunya pihak perusahaan tidak boleh langsung menilai bahwa alasan tersebut hanyalah bualan semata supaya mereka bisa bolos.

Tak jarang bahwa kenyataannya memang sesuai dengan alasan yang mereka sampaikan. Hanya saja ternyata banyak karyawan yang mencari-cari alasan supaya mereka bisa mendapatkan celah waktu untuk tidak bekerja di hari tertentu. Alasan-alasan yang mereka buat pada dasarnya memiliki tujuan tersendiri. Salah satunya penyebabnya bisa jadi adalah pihak perusahaan sangat pelit untuk memberikan cuti sehingga berbagai alasan ajaib dibuat agar bisa membolos.

Menanggapi hal ini, tentunya pihak perusahaan perlu mengambil langkah. Bila Anda seorang pemilik bisnis, penting untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada karyawan Anda. Cobalah untuk mengurai penyebab karyawan sering bolos kerja. Setelah memahami berbagai alasan tersebut maka untuk ke depannya Anda bisa mengambil langkah tepat untuk memutuskan kebijakan. Tujuannya tentu saja agar atmosfer kerja yang lebih baik tercipta.

Permasalahan karyawan bolos karena atmosfer kerja kurang nyaman ini mungkin dihadapi oleh banyak perusahaan. Dampaknya bermacam-macam seperti karyawannya mendadak tidak produktif, tidak disiplin dalam menjalankan pekerjaan, dan sering bolos kerja. Kalau hal ini terus terjadi, perusahaan akan merugi karena produktivitas menurun.

Sebagai pemilik bisnis, pastinya Anda tak mengharapkan hal tersebut terjadi pada perusahaan dan karyawan Anda. Memiliki karyawan rajin, produktivitas tinggi, dan berkontribusi besar adalah mimpi setiap pelaku bisnis. Akan tetapi bila kenyataannya karyawan sering bolos, artinya ada yang salah dengan perusahaan Anda entah dari segi sistem, lingkungan, atau beban kerja. Lalu sebenarnya apa saja penyebab karyawan sering bolos?

  1. Stres kerja yang parah

Beban kerja berlebihan memang kerap bikin pening kepala. Akibatnya stres berat bisa dialami oleh karyawan. Jika sudah begini, kondisi karyawan akan mulai tidak stabil. Bekerja di kantor terasa menyiksa. Produktivitas mulai menurun dan seringnya akan selalu mengecek jam saat di kantor karena ingin segera pulang.

Situasi ini menjadi salah satu penyebab karyawan sering bolos kerja. Beban kerja yang berlebihan membuat mereka ingin segera pergi dari kantor. Belum lagi tekanan yang datang dari berbagai sisi ditambah lingkungan yang mungkin kurang mendukung. Alhasil jalan pintas untuk membantu mengurangi stres dipilih yaitu bolos kerja. Karyawan Anda pada akhirnya memilih untuk menyelamatkan mentalnya dengan cara tidak masuk kerja daripada harus berlama-lama di kantor.

Pertanyaannya adalah mengapa mereka memilih untuk bolos? Tidak bisakah mereka menyampaikan keluhannya dan meminta izin untuk istirahat sejenak? Bisa jadi penyebabnya adalah ketakutan ketika izin tak diberikan. Pada kenyataannya memang masih banyak perusahaan yang sulit memberikan zin tak masuk kerja. Hasilnya tentu saja bolos kerja menjadi jalan yang karyawan pilih.

  1. Tidak cocok dengan lingkungan kantor

Sebuah riset terbaru oleh Universitas Konstanz di Jerman mengungkap fakta tentang penyebab karyawan sering bolos kerja. Salah satu alasan terbesar mereka melakukan itu adalah karena tidak cocok dengan lingkungan kerja. Mereka merasakan adanya ketidakcocokan atau kesenjangan dalam bekerja sehingga muncul rasa tidak betah berada di kantor.

Selain itu, ada fakta lain yang terungkap. Perusahaan yang menempatkan seseorang dalam posisi minoritas juga akan menyebabkan perasaan tidak nyaman. Sebagai contoh, ketika karyawan perempuan berada di dalam tim yang didominasi laki-laki atau pekerja dengan usia lebih tua di lingkungan karyawan muda. Mereka sangat rentan mengalami diskriminasi. Pengalaman diskriminasi tersebut akan meningkat dari waktu ke waktu sehingga karyawan tersebut menjadi sering bolos kerja. Keputusan bolos kerja tersebut pada dasarnya diambil demi kewarasan mental mereka.

  1. Bullying di tempat kerja

Tindakan bullying di tempat kerja nyatanya masih terjadi khususnya di Indonesia. Beberapa orang masih menganggap tindakan yang mengarah ke bullying merupakan bentuk candaan. Pada realitanya memang bentuk bullying sulit dikenali dan bergantung dari cara pandang masing-masing orang.

Salah satu bentuk bullying yang kerap dirasakan beberapa karyawan muncul dalam bentuk secara verbal. Tindakan ini berupa ejekan, hinaan, lelucon, gosip, atau penyalahgunaan praktik lisan lainnya. Sebagai contoh nyata, mungkin Anda sering mendengar cerita tentang salah satu karyawan yang digosipkan melakukan tindakan menyimpang norma. Alhasil karyawan korban gosip ini pun menjadi bulan-bulanan oleh lingkungan kantornya sendiri.

Kondisi tertekan itulah yang menyebabkan karyawan korban bulliying sering bolos kerja. Itulah mengapa budaya kantor yang sehat sangat dibutuhkan demi menghindari banyak dampak buruk seperti salah satunya yaitu kebiasaan bolos kerja. Meski sulit, budaya kantor sehat tetap bisa dibentuk dengan adanya ketegasan dari pemimpin.

  1. Tidak memiliki motivasi kerja

Pernahkah Anda mendapati karyawan yang selalu nampak lemas dan murung sepanjang hari? Tidak, mereka tidak sedang sakit. Hanya saja pembawaan mereka memang seperti itu. Lalu, kira-kira apa penyebabnya? Menghimpun dari berbagai sumber, karyawan semacam ini sedang kehilangan motivasi kerja.

Padahal 40% persentasi keberhasilan sebuah target pekerjaan adalah motivasi jika dibandingkan dengan skill. Apabila karyawan Anda sudah kehilangan motivasi, hal ini bisa memberikan dampak langsung ke tim, bahkan mental dari karyawan itu sendiri. Perlu digarisbawahi bahwa kurangnya motivasi karyawan bukan berarti mereka malas. Beberapa kasus bahkan karyawan yang dulunya bermotivasi tinggi pun bisa mengalami kehilangan motivasi.

Peran Anda sebagai pemilik bisnis adalah mengkomunikasikan pada tim. Anda perlu memperhatikan jika karyawan Anda tiba-tiba menurun produktivitasnya dan sering bolos. Bisa jadi karena mereka sedang mengalami beberapa hal yang membuat motivasi menurun seperti jenuh dengan pekerjaan, tekanan tinggi tanpa adanya bantuan yang ditawarkan dari perusahaan, serta mulai tidak nyaman dengan situasi kantor.

  1. Berburu pekerjaan lain

Penyebab lain karyawan sering bolos adalah mereka sedang disibukkan dengan berburu pekerjaan baru. Hal itu bisa saja membuat mereka membutuhkan izin tidak masuk kerja. Tentunya tidak mungkin karyawan akan mengerjakan CV barunya di kantor. Mengerjakan CV di kantor tentu membuat kurang fokus, khawatir ketauan atasan, serta bisa saja mendapat ejekan dari teman. Maka dari itu, bolos dari kantor jadi pilihan terbaik terutama jika sulit mendapat waktu luang setelah jam kerja berakhir.

Selain itu, tak jarang karyawan jenis ini mencari-cari waktu luang supaya bisa bertemu dengan headhunter atau menghadiri wawancara kerja di tempat lain. Meskipun ada beberapa karyawan yang memang jujur kepada pihak perusahaan bahwa dirinya sedang mengambil peluang di tempat lain, sayangnya kebanyakan karyawan memilih untuk melakukannya diam-diam. Hal itu didasari kekhawatiran jika perusahaan menganggap mereka tidak loyal.

Menghadapi persoalan tersebut, perusahaan perlu mengambil langkah tepat untuk menghindari dampak di kemudian hari. Jika terus dibiarkan, kelancaran kinerja perusahaan bisa jadi berantakan. Terdapat banyak cara untuk mengatasi permasalahan karyawan sering bolos. Pertama, pastikan Anda mencari tahu penyebab karyawan sering bolos secara akurat. Bangun komunikasi yang baik dengan karyawan.

Pahami terlebih dulu bahwa pada dasarnya Anda bekerja dengan manusia, sehingga perlu berlatih untuk memberikan treatment layak kepada karyawan. Memperlakukan karyawan dengan manusiawi akan memberikan jalinan kepercayaan yang lebih kuat. Dengan begitu, pendekatan untuk memahami penyebab karyawan sering bolos akan lebih mudah untuk dilakukan.