Cooperative Advertising, Masih Relevankah Kini?

by -19 views
Cooperative Advertising
Cooperative advertising mengandalkan offline marketing. Sumber gambar: unsplash.com

Dalam dunia bisnis, iklan memiliki peran signifikan dan penting. Perusahaan membutuhkan iklan untuk meningkatkan penjualan sehingga keuntungan pun ikut naik. Berbagai jenis iklan bisa diterapkkan, salah satunya adalah cooperative advertising (iklan kooperatif). Tidak semua perusahaan menerapkannya sebab efektivitasnya dianggap kurang maksimal.

Pasalnya, cooperative advertising tidak terlalu fokus pada iklan digital sehingga dirasa lebih lambat mencapai target pelanggan. Penggunaan metode iklan yang masih tradisional banyak dianggap sudah tidak lagi efektif di era modern ini. Padahal, jenis iklan ini sangat cocok dan relevan untuk perusahaan kecil.

Apabila bisnis Anda masih memiliki anggaran terbatas untuk iklan, cooperative advertising bisa menjadi solusi tepat. Mengapa demikian? Jadi, apakah iklan ini cocok untuk jenis bisnis Anda atau tidak? Berikut seluk beluk yang sebaiknya Anda ketahui.

Apa itu cooperative advertising?

Cooperative advertising merupakan sistem iklan yang dilakukan oleh dua atau lebih perusahaan secara mitra. Artinya, biaya iklan akan ditanggung bersama antara perusahaan yang bermitra dalam hal iklan tersebut. Umumnya perusahaan produsen akan menawarkan cooperative advertising pada toko ritel atau grosir yang menjual produk mereka.

Tanpa iklan, toko ritel atau grosir pun tetap bisa melakukan penjualaan. Tujuan produsen melakukan hal tersebut  yaitu agar promosi produk di toko ritel atau grosir semakin banyak. Harapannya, penjualan pun akan meningkat secara signifikan. Metode iklan seperti itu cukup menguntungkan perusahaan sebab anggaran iklan dapat ditekan. Selain produk yang dipromosikan, toko ritel atau grosir tersebut akan turut semakin dikenal masyarakat.

Meski demiikian, cooperative advertising biasanya menerapkan strategi offline marketing. Jenis iklan yang diterapkan yaitu iklan telivisi, radio, katalog, reklame, atau menggunakan majalah. Strategi cooperative advertising yang digunakan memiliki fokus secara spesifik yaitu meningkatkan penjualan di suatu area tertentu.

Kelebihan cooperative advertising

Pada era serba teknologi kini, online marketing dianggap paling efektif sebab lebih mudah, jangkauannya luas, serta cepat dalam penyebarannya. Meski begitu, offline marketing masih diterapkan sebab memiliki kelebihan tersendiri. Relevansinya masih tetap ada untuk beberapa jenis bisnis dan kondisi tertentu. Berikut beberapa kelebihan cooperative advertising tersebut.

  1. Menghemat anggaran iklan

Perbedaan cooperative advertising dengan iklan lainnya adalah dari sisi kemitraan yang dibuat. Penerapan kerja sama antara dua atau lebih perusahaan untuk melakukan iklan akan membuat anggaran dana berbeda dengan iklan yang dilakukan sendiri. Bagi bisnis rintisan, anggaran dana iklan bisa dipangkas hingga separo saat menerapkan jenis iklan tersebut.

Sebuah bisnis yang bergerak di bidang produksi pakaian dalam misalnya, dapat melakukan cooperative advertising dengan toko ritel tertentu. Iklan yang dilakukan bisa  menjadi efektif. Promosi produk pakaian dalam pada toko ritel tersebut akan semakin kencang. Dengan begitu, peningkatan penjualan dapat tercapai dengan biaya iklan yang lebih kecil sebab ditanggung berdua.

  1. Eksposur yang besar

Selain dari segi kemitraan, fokus cooperative advertising dari segi lingkupnya juga cukup berbeda. Online marketing memiliki target pasar iklan yang sangat global sebab teknologi mampu melakukannya. Sedangkan pada cooperative advertising, iklan difokuskan pada skala lokal.

Contohnya, perusahaan sabun mandi yang bekerja sama dengan toko ritel di Bandung melakukan cooperative advertising. Tujuan iklan yang dilakukan menyasar konsumen di area Bandung saja. Hal tersebut akan meningkatkan brand awarness masyarakat di area Bandung.

Eksposure yang didapat dari menerapkan iklan tersebut bisa lebih besar meski skalanya lokal. Pengenalan produk ke masyarakat akan mungkin terjadi secara cepat sebab pemilihan materi iklan akan dilakukan dengan spesifik. Jenis iklan yang digunakan seperti papan reklame maupun radio lokal juga mampu membuat masyarakat lebih mengenal produk tersebut.

  1. Mendapatkan pelanggan baru

Kelebihan cooperative advertising lainnya adalah mampu mendapatkan pelanggan baru dengan cepat. Fokus iklan dengan skala lokal biasanya akan diterapkan secara intens. Hal tersebut membuat masyarakat semakin mengenal produk dengan lebih dalam.

Contohnya, masyarakat Bandung yang melihat reklame produk sabun dari perusahaan Anda di setiap sudut kotanya akan mulai mengalami brand awarness. Saat bepergian ke kota lain dan tidak menemukan iklan yang sama di reklame, maka ingatan tentang produk Anda akan muncul secara otomatis.

Hal tersebut dikarenakan secara psikologis masyarakat Bandung telah terbiasa melihat reklame berisi iklan produk Anda, sehingga saat berada di kota lain mereka akan merasa asing tanpa iklan produk Anda. Demi mengatasi rasa asing tersebut, masyarakat akan terdorong untuk membeli produk Anda.

Kekurangan cooperative advertising

Semua jenis strategi pemasaran tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Saat perusahaan Anda menerapkan cooperative advertising, beberapa kekurangan metodenya berikut ini perlu dipertimbangkan.

  1. Kurangnya visibilitas

Meski menguntungkan dari segi biaya, menggunakan cooperative advertising artinya Anda harus berbagi porsi iklan dengan perusahaan lain. Efeknya yaitu kurangnya visibilitas dalam iklan tersebut. Bayangkan jika Anda melakukan iklan sendirian, tentu seluruh materi dan tempat dalam iklan bisa digunakan untuk fokus pada perusahaan Anda.

Akan tetapi saat Anda menerapkan iklan ini maka bisnis yang ditonjolkan perlu dibuat merata pada perusahaan yang bermitra. Padahal, visibilitas termasuk hal yang penting jika perusahaan Anda masih kecil. Sayangnya, metode cooperative advertising tidak memungkinkan untuk menonjolkan bisnis Anda saja.

  1. Pesan kurang tersampaikan

Tidak hanya dari segi visibilitas, cooperative advertising memiliki kekurangan lainnya. Pesan dalam iklan kurang tersampaikan dengan baik karena terdapat lebih dari satu perusahaan yang menggunakannya. Akhirnya, pesan yang disampaikan dalam iklan merupakan pesan bersama dari perusahaan yang bermitra.

Apabila Anda ingin memberikan pesan mendalam mengenai perusahaan Anda, cooperative advertising tidak terlalu efektif untuk digunakan. Kemungkinan bias dan ketimpangan informasi juga menjadi lebih besar dibandingkan iklan tunggal yang hanya fokus pada satu perusahaan saja.

Jenis-jenis strategi offline marketing

Strategi offline marketing akan diterapkan dalam cooperative advertising. Hal tersebut masih dianggap relevan meski banyak perusahaan yang memilih jalur online marketing saja. Terdapat berbagai jenis strategi offline marketing yang dapat digunakan ketika perusahaan menjalankan cooperative advertising. Apa saja jenis strategi offline marketing  tersebut?

  1. Membagikan kartu nama

Salah satu jenis iklan offline marketing yang memakan biaya kecil adalah membagikan kartu nama. Perusahaan akan memberikan kartu nama pada momen tertentu. Secara fungsi, membagikan kartu nama lebih bertujuan untuk memperkenalkan bisnis Anda pada calon patner atau konsumen.

  1. Iklan melalui media telivisi

Media sosial dianggap sebagai tempat untuk melakukan iklan paling efektif. Padahal iklan melalui media televisi masih relevan sebab memiliki pasar konsumen tersendiri. Hingga saat ini, kalangan yang mengakses televisi masih cukup luas. Jika menerapkan iklan dengan media telivisi beberapa faktor perlu diperhatikan seperti durasi, jam tayang, serta pengemasan materi yang akan ditampilkan.

  1. Memasang iklan pada papan reklame

Pemasangan iklan pada papan reklame masih banyak digunakan sebab letaknya cukup strategis. Jalan raya besar dan utama sering menjadi letak papan reklame. Agar iklan dengan papan reklame lebih efektif, maka biasanya proporsi peletakan gambar akan lebih banyak dibanding teksnya.

Hal tersebut seringkali dianggap lebih efektif untuk menumbuhkan brand awarness pada orang-orang yang melihat iklan papan reklame di jalan. Hanya saja, iklan papan reklame membutuhkan biaya yang cukup tinggi.

  1. Membagikan brosur

Dibandingkan semua jenis offline marketing lain, penggunaan brosur paling berisiko. Hal tersebut dikarenakan brosur yang dibagikan rentan hilang atau rusak. Meski demikian, jenis iklan ini masih sering digunakan sebab cocok pada kondisi tertentu seperti pada acara dagang. Selain itu, dalam brosur biasanya berisi informasi singkat seperti info diskon, lokasi toko, serta produk unggulan.

  1. Menjadi sponsor sebuah acara

Banyak acara yang disponsori oleh berbagai perusahaan. Hal tersebut memberikan keuntungan bagi pihak penyelenggara acara sekaligus perusahaan yang memberikan sponsor. Bagi perusahaan, menjadi sponsor merupakan salah satu penerapan iklan offline marketing. Penyelenggara acara akan membantu melakukan promosi perusahaan dalam seluruh rangkaian acara yang dijalankan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *