Tantangan bisnis fashion

Selain bisnis makanan, salah satu bisnis yang tidak akan termakan zaman adalah bisnis fashion. Pasalnya, bisnis fashion memiliki pangsa pasar yang luas. Sayangnya, banyak sekali persaingan dari bisnis fashion ini sehingga Anda sebagai calon pengusaha wajib mengetahui apa saja tantangan bisnis fashion.

Dengan mengetahui apa saja tantangannya, Anda bisa lebih siap dan matang ketika ingin menjalankan bisnis fashion. Selain itu, Anda juga bisa memikirkan strategi yang tepat untuk meningkatkan penjualan. Jika ingin tahu apa saja tantangan bisnis fashion, berikut ini adalah ulasannya.

1. Membutuhkan modal yang cukup besar

Tantangan pertama ketika ingin menjalankan usaha fashion tentu saja adalah modal. Hal utama yang harus Anda persiapkan yaitu modal ketika ingin menjalankan bisnis ini. Modal yang dibutuhkan pun tidak sedikit karena Anda harus mempersiapkan toko fisik, membuat situs penjualan, menggaji karyawan, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, Anda perlu membuat perencanaan yang matang jika ingin menjalankan bisnis yang satu ini. Tidak hanya memikirkan model pakaian yang ingin dijual tetapi juga model bisnisnya. Jangan sampai modal besar yang Anda keluarkan nantinya berakhir dengan sia-sia. Jika Anda hanya memiliki modal pas-pasan namun tetap ingin menjalankan bisnis ini, cobalah mencari supplier dengan harga rendah. Dengan begitu, Anda bisa menekan modal yang dimiliki. Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan media sosial yang gratis sehingga tidak membutuhkan biaya untuk marketing digital.

2. Memiliki banyak pesaing

Sama seperti halnya menjual makanan, menjual pakaian juga memiliki banyak pesaing. Pasalnya, pakaian termasuk kebutuhan primer dan semua orang membutuhkannya. Meskipun pangsa pasar fashion sudah banyak, namun itulah tantangannya. Anda sebagai penjual harus memutar otak bagaimana menarik pelanggan agar membeli pakaian yang Anda jual.

Sebagai solusinya, Anda perlu mencari keunikan pakaian yang Anda jual sehingga produk Anda terlihat berbeda dari kompetitor. Cara yang bisa ditempuh untuk mengetahui pakaian seperti apa yang disukai pelanggan, Anda bisa melakukan survei terlebih dahulu. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui bahan seperti apa yang cocok untuk model pakaian tertentu.

Selain itu, survei juga bisa dilakukan untuk mengetahui harga yang pas di pasaran. Jangan sampai harga yang dibandrol di atas rata-rata sehingga mengurangi minat pelanggan untuk membeli produk Anda. Dengan begitu, meskipun banyak pesaing, jika Anda melakukan riset maupun survey dengan baik, bisnis fashion yang Anda jalankan akan berjalan lancar.

3. Wajib mengikuti perkembangan tren terbaru

Salah satu alasan pelanggan membeli pakaian tentu saja adalah modelnya. Dengan begitu, ketika Anda ingin membuka bisnis fashion, Anda wajib mengikuti perkembangan tren fashion terbaru. Jangan sampai pakaian yang Anda jual out of date sehingga mengurangi angka penjualan. Jika tidak mengikuti tren, bisnis fashion yang Anda jalankan akan sulit bertahan karena tergerus bisnis fashion lain yang lebih kekinian.

Namun, jika Anda tidak memiliki kemampuan membaca perkembangan tren fashion terbaru, Anda bisa bekerja sama dengan tim desainer ahli. Mereka biasanya memahami seperti apa tren fashion terbaru dan bahkan mengetahui tren fashion yang akan diminati di masa mendatang. Mereka juga biasanya bisa membantu Anda untuk membuat desain baru untuk bisnis fashion Anda. Menarik, bukan?

4. Membutuhkan biaya tambahan untuk keperluan distribusi

Pada masa serba modern seperti sekarang ini, menjual pakaian bisa saja hanya via online. Namun, ada kalanya Anda perlu meningkatkan distribusi pakaian yang dijual. Dengan begitu, Anda perlu memiliki atau menyewa toko offline. Selain itu, kebiasaan banyak orang tetap lebih suka membeli pakaian di toko offline, lho!

Alasannya, pembeli bisa dengan bebas mengetahui seperti apa bahan pakaian yang digunakan. Selain itu, membeli pakaian secara offline berarti bisa mencoba langsung sehingga bisa diketahui apakah pakaian tersebut nyaman atau tidak ketika dikenakan. Sayangnya, membuka toko fisik tentu saja membutuhkan biaya yang cukup besar, sehingga ini juga menjadi tantangan bisnis fashion.

Sebagai solusinya, Anda bisa bekerja sama dengan toko pakaian yang terpercaya sehingga produk fashion yang Anda jual bisa terdistribusi dengan baik. Dengan begitu, pelanggan juga tetap bisa mencoba pakaian yang Anda jual secara langsung namun Anda tidak mengeluarkan modal yang besar.

5. Mencari tim produksi yang berkualitas

Ada banyak macam jenis atau model dalam bisnis fashion, mulai dari mencari pakaian yang dijual melalui produsen atau bahkan ada yang memproduksi pakaiannya sendiri. Jika Anda tertarik untuk menjual pakaian dengan memproduksinya sendiri, tentu saja Anda membutuhkan modal yang lebih besar lagi. Oleh karena itu, Anda membutuhkan perencanaan yang matang agar modal yang Anda keluarkan terasa manfaatnya.

Selain itu, Anda harus mampu mencari tim produksi yang profesional dan handal. Pakaian yang diproduksi juga memiliki kualitas yang baik sehingga dapat meningkatkan penjualan. Jika Anda ingin menekan modal, Anda juga bisa menggunakan sistem pre-order sehingga pakaian tersebut akan diproduksi jika ada yang memesan. Dengan begitu, Anda tidak perlu langsung banyak memproduksi pakaian dalam waktu yang bersamaan.

6. Wajib fasih berinovasi dengan menggandeng teknologi

Selain berinovasi dalam hal model fashion, Anda sebagai pengusaha juga wajib menggandeng teknologi untuk lebih banyak menjaring pelanggan. Anda bisa mengenalkan pengalaman berbeda ketika Anda menjual pakaian. Misalnya, Anda bisa mencoba mengaplikasikan virtual dressing room sehingga pelanggan bisa mencoba pakaian yang dijual secara virtual.

Dengan begitu, pelanggan tidak perlu repot mengenakan pakaian tersebut secara langsung. Selain itu, cara tersebut juga termasuk teknik marketing sehingga pelanggan memiliki pengalaman yang unik sehingga ingin mencobanya.

 

Itulah 6 tantangan bisnis fashion yang perlu Anda pahami sebelum menjalankannya. Tantangan bisnis tersebut tidak bisa dihindari, sehingga Anda perlu menemukan solusi yang pas untuk menghadapinya. Oleh karena itu, Anda perlu memikirkan matang-matang ketika ingin berbisnis fashion agar modal yang telah dikeluarkan tidak berakhir sia-sia