Apa Saja Keuntungan Mempekerjakan Karyawan Kontrak?

by -15 views
Karyawan kontrak
Karyawan kontrak menguntungkan bagi perusahaan. Sumber gambar: unsplash.com

Karyawan kontrak merupakan salah satu sistem yang sering diterapkan perusahaan. Untuk menjadi perusahaan yang sukses tentu banyak tantangannya. Salah satu faktor penentunya adalah dari segi tenaga kerja. Perusahaan perlu memiliki karyawan yang kompeten, berkualitas, serta loyal.

Posisi strategis sangat perlu diisi oleh karyawan dengan jenis semacam itu. Akan tetapi, untuk jenis pekerjaan di perusahaan yang tidak membutuhkan kompetensi tinggi bisa menggunakan sistem karyawan kontrak. Apakah berbeda dengan karyawan tetap?

Perbedaan karyawan tetap dan karyawan kontrak

Sistem karyawan kontrak sebenarnya sudah tidak asing lagi. Perusahaan biasanya memang tidak langsung mengangkat karyawan baru menjadi pegawai tetap namun menggunakan sistem kontrak dulu. Terdapat beberapa perbedaan dari karyawan tetap dan kontrak tersebut, beberapa di antaranya yaitu:

  1. Jangka waktu bekerja di perusahaan

Jangka waktu kerja pada karyawan tetap dan kontrak sudah tentu berbeda. Karyawan tetap umumnya memiliki jangka waktu kerja yang lebih panjang sekitar 5 hingga 10 tahun bahkan lebih.

Sedangkan karyawan kontrak hanya akan bekerja sesuai jangka waktu yang tertera pada kontrak. Jangka waktu kontrak biasanya 3 bulan, 6 bulan, atau 1 tahun saja. Selain itu, terdapat batasan dalam mempekerjakan karyawan kontrak yaitu maksimal 3 tahun.

  1. Perjanjian kerja yang diterima

Perbedaan selanjutnya yaitu dari perjanjian kerja. Terdapat dua jenis perjanjian kerja. Pertama adalah Perjanjian Kerja untuk Waktu Tertentu (PKWT) yang diberikan perusahaan pada karyawan kontrak. Kedua adalah Surat Perjanjian Kerja untuk Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) yang diberikan perusahaan pada karyawan tetap.

Pada PKWT akan dituliskan jangka waktu kerja karyawan kontrak. Misalnya kerja penulis konten media sosial selama 6 bulan. Sedangakan pada PKWTT tidak akan diatur jangka waktu kerja karyawan tetap. Artinya karyawan tetap bisa bekerja di perusahaan tanpa batas waktu.

  1. Sifat pekerjaan yang diberikan

Dari segi pekerjaan pun ternyata terdapat perbedaan antara karyawan tetap dan kontrak. Meski sebenarnya pekerjaan jenis apa pun bisa dikerjakan oleh karyawan tetap maupun kontrak selama memiliki kompetensi yang sesuai. Hanya saja, perusahaan biasanya hanya menggunakan karyawan tetap untuk pekerjaan tertentu.

Artinya perusahaan memang membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) khusus yang dipersiapkan untuk bekerja musiman dengan tujuan tertentu. Misalnya, terdapat produk baru yang akan diluncurkan. Perusahaan membutuhkan tim marketing khusus yang hanya akan dipekerjakan 6 bulan, maka tentu karyawan kontrak akan dicari.

Sedangkan pada karyawan tetap, sifat pekerjaannya biasanyan lebih spesifik dan berkaitan dengan masa depan perusahaan. Misalnya, perusahaan perlu melakukan negosiasi kerja sama dengan klien. Tentu karyawan tetap bahkan yang telah senior yang akan digunakan. Mengapa demikian? Selain telah memahami seluk beluk perusahaan dengann baik, karyawan tetap juga lebih efektif untuk pekerjaan tersebut.

  1. Pemutusan hubungan kerja

Karyawan di perusahaan terkait dengan alur pemutusan hubugan kerja. Terdapat perbedaan yang cukup signifikan dari hal ini. Karyawan tetap biasanya an menerima penggantian hak-hak seperti pesangon jika berhenti kerja, dengan ketentuan yang berlaku.

Sedangkan karyawan kontrak tidak akan mendapatkan pesangon. Dalam surat PKWT akan diatur mengenai pinalti yang berhubungan dengan pemutusan hubungan kerja. Jika karyawan kontrak ingin mengundurkan diri sebelum waktu yang ditetapkan dalam PKWT maka harus membayar pinalti yang telah disepakati di awal.

Lalu, bagaimana jika perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja sebelum batas waktu habis? Nantinya perusahaanlah yang akan membayarkan pinalti tersebut. Dengan catatan bahwa pemutusan hubungan kerja terjadi bukan karena adanya pelanggaran. Poin pelanggaran biasanya telah dijelaskan dalam PKWT secara rinci.

Keuntungan perusahaan menerima karyawan kontrak

Karyawan tetap akan lebih loyal dan memberi peran besar dalam inovasi maupun pertumbuhan perusahaan. Hal tersebut berkaitan dengan rasa aman yang mereka terima sebab tidak ada jangka waktu bekerja seperti pada karyawan kontrak. Meski demikian, menerima karyawan kontrak tetap bisa memberikan berbagai keuntungan bagi perusahaan.

Kebutuhan masing-masing perusahaan terhadap jenis SDM tentu berbeda-beda. Untuk menentukan apakah Anda akan menggunakan sistem karyawan seperti apa, maka sebaiknya ketahui keuntungan jika mempekerjakan karyawan kontrak. Beberapa keuntungan tersebut di antaranya yaitu:

  1. Pemberhentian kerja sama

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, posisi karyawan kontrak biasanya bukanlah posisi strategis di perusahaan. Akibat posisi tersebut maka mereka akan mudah untuk digantikan. Maksudnya, kompetensi mereka biasanya tidaklah sulit.

Pertimbangan perusahaan menempatkan karyawan kontrak yaitu agar mendapat nilai manfaat tertinggi saat masa produktif tertentu. Misalnya tenaga kebersihan di perusahaan. Seiring bertambahnya usia maka produktivitasnya akan menurun. Perusahaan dapat mengganti karywan dengan tenaga baru sehingga produktivitas pun tetap terjaga.

Akan tetapi perlu diingat bahwa hal tersebut hanya efektif untuk beberapa posisi saja. Untuk posisi strategis seperti manajer tentu perusahaan membutuhkan skill tinggi yang biasanya sulit untuk digantikan dalam waktu singkat. Dengan begitu, posisi strategis umumnya tidak cocok diisi oleh karyawan kontrak.

  1. Lebih ringan dari sisi finansial

Dari segi finansial, penempatan karyawan kontrak juga menguntungkan bagi perusahaan. Mereka tidak wajib mendapatkan tunjangan yang biasanya didapatkan oleh karyawan tetap. Hal itu tentu berpengaruh pada kondisi finansial perusahaan.

Selain itu, bonus tahunan juga tidak perlu diberikan jika jangka waktu kontrak di bawah 1 tahun. Gaji pokok karyawan tetap pun umumnya perlu mengalami kenaikan setiap tahunnya dengan pertimbangan masa kerja yang telah lama.

Sedangkan pada karyawan kontrak, gaji pokok hanya mengikuti Upah Minimum Regional (UMR) setempat saja. Jika UMR tidak mengalami kenaikan maka perusahaan tidak wajib menaikan gaji pokok.

  1. Pengelolaan SDM menjadi lebih sederhana

Pengelolaan SDM merupakan hal rumit yang membutuhkan alokasi dana besar. Karyawan tetap merupakan SDM yang menjadi aset perusahaan. Artinya, aset tersebut perlu terus dikembangkan agar perusahaan mendapat keuntungan jangka panjang.

Salah satu jenis pengembangan yang biasanya disediakan oleh perusahaan adalah pendalaman skill. Karyawan akan diikutsertakan dalam kursus atau pelatihan tertentu sesuai jenis kompetensi mereka. Contohnya tim HRD yang bisa mengikuti kelas HRD yang diadakan bisnishack.com.

Biaya pelatihan akan ditanggung oleh perusahaan. Selain biaya, hal tersebut menjadi kompleks dalam tataran pengelolaan. Sedangkan untuk karyawan kontrak, hal semacam itu tidaklah diperlukan. Sistem kerja dengan ikatan sementara membuat tanggung jawab perusahaan tidak terlalu besar.

Pengelolaan karyawan kontrak dianggap lebih sederhana. Hal itu dikarenakan mereka biasanya hanya dibutuhkan dalam membantu mendongkrak keuntungan perusahaan dalam jangka pendek saja.

  1. Terbebas dari pesangon

Keuntungan karyawan kontrak bagi perusahaan yang terakhir adalah dapat terbebas dari tuntutan pesangon. Dalam PKWT biasanya telah disebutkan bahwa perusahaan tidak akan memberikan pesangon jika hubungan kerja dihentikan.

Pesangon sendiri merupakan kompensasi yang diberikan oleh perusahaan saat melakukan pemutusan hubungan kerja. Pada karyawan tetap, pesangon pun tetap didapatkan bahkan jika karyawan yang mengajukan pengunduran diri.

Pada karyawan kontrak pesangon memang ditiadakan sebab umumnya jangka waktu kerja hanya pendek. Ketiadaan pesangon pada PKWT merupakan hal legal dan umum dilakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *