Bingung Menentukan Gaji Karyawan? Pahami Hal Ini!

by -114 views
Gaji Karyawan
Gaji Karyawan dapat berbeda satu dengan lainnya. Sumbergambar: unsplash.com

Gaji karyawan merupakan hak yang harus diterima oleh semua karyawan. Bahkan, gaji menjadi salah satu daya tarik yang tinggi saat seseorang ingin melamar di perusahaan Anda. Bukan sekadar gaji besar yang dilirik, namun gaji yang sesuai dengan beban kerja.

Penghitungan gaji yang sembarangan tanpa mempertimbangkan faktor-faktor yang diperlukan dapat membuat ketimpangan gaji dengan beban kerja karyawan. Fungsi gaji karyawan sendiri tidak hanya sebagai pemenuhan hak saja. Berbagai fungsi gaji untuk karyawan yaitu:

  • Mendorong dan memotivasi karyawan agar semakin produktif dalam bekerja.
  • Membantu menaikkan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.
  • Gaji yang sesuai dapat membantu mempertahankan karyawan di perusahaan dalam jangka waktu yang panjang dan membuat rasa loyal karyawan semakin subur.

Nah, untuk dapat menghitung gaji karyawan, Anda perlu memahami terlebih dahulu tentang komponen dan faktor penentunya. Hal tersebut untuk menghindari ketimpangan yang tidak sesuai di perusahaan. Keterbukaan perusahaan terhadap komponen dan faktor penentu ini juga akan membuat karyawan memahami tentang perbedaan gaji yang mereka terima.

Komponen gaji karyawan

Dalam mempertimbangkan gaji karyawan, maka komponen penting perlu diperhatikan oleh perusahaan. Beberapa komponen gaji tersebut meliputi gaji pokok, tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap, potongan, upah lembur, dan bonus. Berikut penjelasan lebih lengkap dan detailnya.

  1. Gaji pokok

Komponen dasar pendapatan karyawan adalah gaji pokok. Standar penghitungan komponen lain dapat mengacu pada gaji pokok karyawan. Untuk menentukan gaji pokok tentu perusahaan tidak bis sembarangan.

Penentuan gaji pokok perlu mengacu pada Undang-Undang No 13 Tahun 2003 Pasal 94 tentang Ketenagakerjaan. Dalam UU tersebut dijelaskan bahwa besaran gaji pokok terkecil adalah 75% dari upah keseluruhan karyawan, berupa gaji netto atau bersih dan tunjangan tetap.

Secara mudahnya, biasanya gaji pokok ditetapkan berdasarkan Upah Minimum Regional (UMR) yang berlaku pada wilayah perusahaan tersebut berdiri. Selain itu, jabatan dan golongan karyawan di perusahaan akan turut menentukan tinggi rendahnya gaji pokok yang diterima.

  1. Tunjangan tetap

Karyawan akan mendapat benefit yang disebut sebagai tunjangan tetap dan berbeda dari gaji pokok. Tunjangan tetap diatur dalam Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1990. Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa tunjangan tetap merupakan pembayaran yang teratur berkaitan dengan pekerjaan yang diberikan secara tetap untuk karyawan serta dibayarkan dalam satuan waktu yang sama dengan pembayaran upah pokok.

Penghitungan tunjangan tetap biasanya dipengaruhi oleh hal tertentu seperti kehadiran karyawan serta kinerjanya. Besaran tunjangan tetap juga bisa berubah ketika karyawan mengalami perubahan jabatan.

  1. Tunjangan tidak tetap

Tunjangan tidak tetap merupakan komponen gaji yang juga diatur dalam satu surat edaran yang sama seperti tunjangan tetap. Menurut surat edaran menteri, tunjangan tidak tetap yaitu pembayaran secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan pekerja.

Artinya pembayaran tunjangan tidak tetap akan dibayarkan di waktu yang berbeda dengan gaji pokok. Contoh tunjangan tidak tetap yang biasanya diberikan pada karyawan yaitu tunjangan transportasi atau tunjangan makan. Selain itu, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tunjangan tidak tetap seperti kehadiran, keterlambatan, performa harian, dan lain sebagainya.

  1. Potongan

Komponen gaji juga termasuk potongan yang jenisnya biasanya akan dirinci dalam slip gaji. Potongan merupakan sesuatu yang nantinya dapat mengurangi jumlah penghasilan karyawan.

Potongan ini bermacam-macam bentuknya dan sifatnya tidak tetap. Beberapa potongan yang sering diterapkan oleh perusahaan adalah pajak wajib bulanan serta iuran asuransi BPJS.

  1. Upah lembur

Upah lembur juga bisa ditambahkan ke dalam penghasilan karyawan dengan syarat dan ketentuan tertentu. Lembur merupakan pekerjaan tambahan di luar jam kerja resmi. Artinya, karyawan yang melakukan lembur akan menambah jam kerja.

Jam kerja tambahan tersebut akan mendapat imbalan berupa upah lembur. Besaran upah lembur pada masing-masing perusahaan berbeda-beda. Umumnya besaran upah lembur ditentukan berdasarkan kesepakatan karyawan dengan perusahaan.

  1. Bonus

Hal lain yang merupakan komponen gaji adalah bonus. Perusahaan akan memberikan kompensasi pada karyawan atas kinerjanya dengan cara memberikan bonus. Untuk menentukan besaran bonus maka perusahaan memiliki hak sepenuhnya.

Faktor yang mempengaruhi bonus karyawan cukup beragam dan bisa berbeda pada masing-masing perusahaan. Beberapa faktor tersebut biasanya terkait dengan kinerja, lama masa bekerja, hingga jabatan yang dimiliki. Contoh bonus yang biasa diberikan adalah bonus tahunan dan Tunjangan Hari Raya (THR).

Faktor utama penentu gaji karyawan

Pada kenyataannya, gaji karyawan bisa berbeda-beda nominalnya meski beban kerjanya sama. Mengapa bisa demikian? Hal tersebut dipengaruhi beberapa faktor utama yang menentukan gaji karyawan. Berbagai faktor tersebut yaitu golongan, jabatan, tingkat pendidikan, masa kerja, dan kompetensi. Berikut penjelasan lengkapnya.

  1. Golongan

Golongan dan jabatan seringkali dikira sama. Keduanya cukup berbeda. Golongan merupakan sekelompok jabatan tertentu dengan nilai beban kerja setara. Jika golongannya berbeda, tentu gaji yang akan diterima berbeda. Contoh golongan dalam perusahaan misalnya golongan manajer yang terdiri dari manajer HR, manajer SDM, manajer keuangan, dan manajer lainnya.

  1. Jabatan

Pada perusahaan, karyawan akan memiliki jabatan masing-masing. Dengan jabatan yang dilekatkan maka posisi, tanggung jawab, serta peran karyawan menjadi semakin jelas. Jabatan menentukan gaji karyawan. Misalnya jabatan staf pemasaran dengan manajer pemasaran akan berbeda.

Perbedaan jabatan menunjukkan bahwa kapasitas dan beban kerja yang diperlukan berbeda. Semakin tinggi dan kompleks tanggung jawab, maka gaji karyawan tersebut akan disesuaikan dan umumnya menjadi semakin tinggi. Kompleksitas tanggung jawab dapat terlihat dari jabatan karyawan dalam perusahaan.

  1. Tingkat pendidikan

Perusahaan biasanya membuat batasan tingkat pendidikan minimal untuk pekerjanya. Tujuannya adalah memberi batasan pengetahuan minimal sehingga dapat bekerja secara maksimal di perusahaan. Dalam beberapa kasus, semakin tinggi pendidikan maka gaji karyawan juga menjadi lebih tinggi.

Faktor ini bisa Anda adaptasi dalam perusahaan. Akan tetapi faktor ini dapat dikesampingkan sebab beberapa perusahaan memilih mempertimbangkan pengalaman kerja seseorang. Misalnya, seorang karyawan dengan status lulusan S2 tanpa pengalaman kerja dengan seseorang lulusan S1 yang memiliki pengalaman kerja 4 tahun bisa diberi besaran gaji yang sama.

  1. Masa kerja

Secara ideal gaji karyawan akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Penyebab kenaikan tersebut bisa beragam seperti meningkatnya Upah Minimum Regional (UMR), kebijakan atau kontrak baru, kenaikan jabatan, serta masa kerja. Artinya, meski jabatan sama belum tentu gaji yang diterima sama jika masa kerja keduanya berbeda.

Masa kerja lebih lama berarti karyawan tersebut memiliki pengalaman yang lebih dalam. Value masa kerja jabatan yaitu menunjukkan bahwa secara fungsi, karyawan tersebut sangat optimal di perusahaan.

  1. Kompetensi

Faktor lain yang turut menentukan gaji karyawan adalah kompetensinya. Apa itu? Kompetensi adalah kemampuan kerja yang mencakup keterampilan, pengetahuan, dan sikap kerja sesuai standar. Jika karyawan memiliki kompetensi yang tepat dengan jabatannya maka gajinya pun akan disesuaikan.