Kisah Perjalanan dan Filosofi Bisnis Jack Welch

Dalam sebuah kisah perjalanan dunia bisnis tidak serta-merta akan sampai pada puncak tertinggi. Ada kalanya berada di bawah dan juga ada kalanya di atas. Bagi pebisnis yang handal ternyata tidak selamanya perjalanan bisnisnya mulus, bahkan kadang sampai mengalami pada titik menyerah. Seperti yang dialami oleh  Jack Welch. Siapakah dia, nah artikel kali ini akan mengangkat kisah perjalanan Jack Welch.

Namanya John Francis Welch Jr, lahir 19 November 1935. Jack Welch adalah CEO handal yang banyak disegani oleh para pembisnis. Jack membuat General Electrik menjadi berkembang pesat. Dia memimpin GE pada tahun 1690 setelah mendapat gelar Ms. da. PhD dI Universitas of Illinois.

Jack adalah CEO termuda dalam sejarah GE. Sebelum GE dipimpin oleh Jack, kondisi perusahaan sangat kacau, bahkan Jack pernah berniat untuk mengundurkan diri karena tidak suka dengan prospek kerja dan biogkasi GE. Namun, Reuben Guttof seorang eksekutif menenangkannya, sehingga niat itu tidak terlakasana.

Untuk membuat perubahan Jack mengadakan pemecatan karyawan secara besar-besaran. Sebanyak 411 ribu karyawan GE dipecat karena tidak memiliki prospek kerja yang bagus. Seratus dua belas ribu karyawan dikeluarkan, 37 karyawan dilepas bersama beberapa bisnis yang dijual, 81 ribu dipulangkan seiring berjalannya usaha. Hal ini dilakukan untuk mengurangi biaya gaji karyawan yang akan menyebakan pembengkakan keuangan.

Setiap tahunnya Jack memberhentikan  10% manager dengan prospek kerja terbawah. Cara ini awalnya banyak mendapat pertentangan  dari para pembisnis lainnya, karena dianggap terlalu kejam, sehingga dia disebut “Neotron Jack”. Namun keputusan ini mendapat keuntungan, yaitu Jack mendapat pasar modal yang besar.

GE Mulai tumbuh pesat berkat perubahan Jack

Untuk meningkatkan kerja para managernya, Jack menawarkan bonus dengan kepemilikan saham bagi 20% manager dengan prospek kerja yang bagus. Hal ini dilakukan untuk memacu kerja para managernya. Jack benar-benar sosok yang jujur dan tegas. Jack menerapkan Six Sigma yang dipakai motorola dalam GE. Jack mampu berpindah haluan dari manufaktur menjadi jasa keuangan.

Tahun 1986 GE diakui NBC dan menempati Rockefler Plaza. Banyak prinsip bisnis yang Jack lakukan yaitu mengurangi formalitas dengan rekan kerja, jack sering mengadakan pertemuan dengan para karyawannya agar dapat bertukar pikiran. Pertemuan tersebut sering dilakukan dengan pengusaha toko kelontong, agar para karyawannya mengetahui semua masalah yang terjadi dan mengetahui seluk-beluk dan sisitem kerja para bawahaannya. Jangan mudah percaya dangan hasil yang bagus dan sempurna tanpa adanya cacat maupun kerusakan, karena hasil yang seperti ini hanya akan menimbulkan hasil fatamorgana saja.

Jack menerapkan GE harus menjadi no. 1 atau 2, jika tidak sebaiknya tidak ada, karena berada di no. 3, 4 dan seterusnya akan menyebabkan gairah Anda menghilang karena terlalu jauh untuk merengkuh no. 1. Membongkar ulang GE yang lama dengan meruntuhkan semua birokrasi yang mengekang para karyawan untuk bergerak bebas mengeluarkan ide mereka. Peraturan yang ketat dan membebani pundak karyawannya dirubah menjadi sederhana.

Jack memimpin dengan menumbuh kembangkan gaya kepemimpinan pada managernya yaitu Energi, Energize, Edge dan  Edcecution. Para karyawan diajak untuk belajar seumur hidup, karena menurut Jack jika kita berhenti belajar maka kita akan mati. “Jika kamu tidak punya ilmu sebaiknya berhenti kerja saja” itulah kata-kata dari Jack Welch. Jangan mengejar visi berdasarkan angka, namun berdasarkan keberhasilan, karena banyak perusahaan yang tumbang karena visinya yang mengejar angka. Diduga Jack mengenal 1000 karyawannya dan mengerti tanggung jawab dan kerja mereka.


Libatkan semua karyawan yang bekerja dalam membangun perusahaan dengan menyalurkan kecerdasan mereka bersama seorang manager yang memimpin sebagai tim player. Untuk mengetahui seluk beluk bawahannya, Manager harus belajar menjadi pemain tim, yang bekerjasama dengan tim lain dengan cara turun langsung kelapangan, mengolah dan menangani langsung.

Bekerja dengan gembira dan bahagia agar semua kerut pada kening karyawan berkurang. Seperti yang kita lihat, Jack memiliki senyuman yang begitu bahagia. Berkat dia sering tersenyum, tubuhnya masih tetap bugar dan sehat meski usianya sudah tua dan sudah beberapa kali operasi jantung. Inilah yang kemudian Jack tularkan kepada para karyawannya.

Meski perusahaannya sudah besar, Jack terus mengingatkan karyawnnya untuk bersikap seperti perusahaan kecil, karena perusahaan kecil memiliki gairah, semangat dan memandang hasil berdasarkan bagaimana cara memporolehnya. Hadapi kenyataan karena akan lebih mudah menerima kenyataan dari menghidari kebenaran.

Jangan takut pada perubahan, sebenarnya perubahan akan membawa perusahaan ketingkat level berikutnya. Pada keyataanya Jack mampu membentuk wajah baru pada GE. Jack sangat menyadari bahwa karyawan adalah aset yang paling penting. Berkat mereka juga cita-cita perusahaan menjadi terwujud dengan Pimpinan yang handal seperti Jack. Jack benar-benar keras tanpa belas kasihan bahkan dia akan mempermalukan seseorang untuk memotivasinya agar lebih maju. Pada kenyataanya banyak perusahaan lain yang mengadopsi kepemimpinan Jack dan menerapkannya. 

Jack mengundurkan diri pada tahun 2001 di usianya yang 65 tahun. Tiga tahun sebelum mengundurkan diri, Jack juga telah membuat pengumuman tersebut kepada semua bawahannya. Hal tersebut juga karena peraturan GE yang memecat karyawannya ketika sudah memasuki usia 65. Setelah setahun ditinggalkan oleh Jack perusahaan terus berkembang pesat dengan 130 milliar dollar. Hingga tahun 2004 menjadi 410 milliar dollar. Selama 20 tahun bekerja di GE banyak prestasi yang CEO ini berikan.

Setelah pensiun, Dia menulis buku yang dikerjakannya bersama istrinya, yaitu Suzy yang berjudul “ The Welch Way”. Kecerdasannya tidak hanya berhenti disitu saja Welch juga menjadi konsultan bisnis, managemen dan menulis beberapa buku serta otobiografi. Energi sengat Jack memang tiada habisnya, keinginanya terus berjalan.

Inilah kata jack Welch yang bisa menjadi inspirasi bagi kita:

“Ide mengalir dari semangat manusia. Yang harus Anda lakukan adalah memanfaatkan sumbernya dengan baik. Saya tidak suka menggunakan kata efisiensi. Kata yang tepat adalah kreativitas. Saya percaya bahwa semua orang penting”.

“ Saya menginginkan revolusi dan saya ingin revolusi itu dimulai dari Crotonvile”.

“ Lupakan perubahan perlahan-lahan dan melompatlan! Tidak ada yang setengah-setengah!”.

“ Eksekutif yang tertekan adalah terbaik, karena tidak ada waktu untuk mencampuri orang lain dan melakukan transaksi sepele”.

“ Kendalikan nasib Anda sendiri atau orang lain yang akan mengendalikannya”.

Pria ini hobi bermain golf dan masuk dalam jajaran top world class CEO. Dengan nilai pensiun sebesar 2.5 juta dollar Amerika Serikat, serta fasilitas yang diberikan berupa apartemen di Park Avengue New York, mobil mewah beserta sopir, pesawat bermesin jet, tiket opera, pertendingan Wimbledon dan yang lainya yang dibiayai oleh GE, namun dia memilih untuk menggunakan uangnya sendiri.

Sekarang setelah mengetahui kisah perjalanan Jack Welch, tentunya Anda sedikit terinspirasi bukan. Dari kisah perjalanan tersebut, mudah-mudahan akan memberikan manfaat bagi Anda.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *