Syarat Pencairan BLT BPJS Ketenagakerjaan

by -33 views
Pencairan BLT BPJS Ketenagakerjaan
Pencairan BLT BPJS Ketenagakerjaan. Sumber gamba: freepik.com

Pencairan BLT BPJS Ketenagakerjaan kini sedang diupayakan oleh pihak pemerintah. Sebenarnya bantuan ini sudah dicairkan sejak 2020, namun pencairannya belum 100%. Kini Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sedang mengupayakan pencairan sisa BLT BPJS tahun lalu. Kabarnya, penyaluran dana tersebut akan dimulai pada Juni atau Juli 2021.

Proses yang sedang dijalani yakni Kemenker akan mengajukan dana sisa BLT BPJS Ketenagakerjaan 2020 ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Setelah mendapat persetujuan dari Menkeu Sri Mulyani, bantuan baru bisa dicairkan sesuai dengan regulasi keuangan negara. Apabila persetujuan dari Kemenkeu sudah dikantongi, pihak Kemenker akan segera berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Kabar ini tentunya menjadi angin segar bagi para pekerja serta karyawan swasta. Bantuan subsidi ini diharapkan mampu memberikan stimulus pertumbuhan ekonomi lewat peningkatan konsumsi rumah tangga. Melihat kondisi pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang mengalami penurunan. Realitanya kondisi akibat pandemi mengganggu kinerja perekonomian. Untuk membangkitkannya pemerintah pun melakukan banyak upaya lewat beragam regulasi dengan tujuan supaya roda ekonomi nasional kembali mengarah positif.

Mengulas sekilas mengenai kondisi ekonomi Indonesia, secara umum pandemi Covid-19 telah mempengaruhi ekonomi nasional sepanjang tahun 2020. Hingga sampai di kuartal II, puncak kelesuan ekonomi memberikan wajah memprihatinkan. Bahkan Sri Mulyani sempat memberikan perkiraan, bahwa ekonomi masih akan minus di kisaran minus 2,9 persen hingga minus 0,9 persen. Artinya Indonesia akan menutup tahun 2020 pada angka pertumbuhan ekonomi minus. Bila kita melakukan kilas balik, selama tahun 2020, pemerintah telah tiga kali melakukan perubahan proyeksi pertumbuhan ekonomi. Pada Maret-April, perkiraan pertumbuhan ekonomi di Indonesia kisaran minus 0,4 persen hingga minus 2,3 persen. Pada Mei-Juni, perkiraan lebih pesimistis di angka minus 0,4 persen hingga minus 1 persen. Setelah melihat perkembangan, pada September-Oktober, proyeksi pertumbuhan kembali direvisi menjadi kontraksi 1,7 persen hingga 0,6 persen. Berkaca dengan kondisi tersebut, subsidi ini menjadi salah satu cara agar kondisi ekonomi Indonesia membaik.

Dana BLT BPJS Ketenagakerjaan ini ditargetkan akan diberikan kepada para pekerja yang memiliki upah di bawah Rp5 juta per bulan. Nantinya pekerja akan menerima bantuan Rp600.000 per bulan dalam jangka waktu 4 bulan. Proses pembayarannya akan dilakukan dalam dua tahap. Jadi karyawan akan mendapatkan Rp1,2 juta setiap penyaluran dana yang mereka terima. Sehingga total dana bantuan yang mereka terima adalah Rp2,4 juta.

Terkait pencairan BLT BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah menyebut tak akan ada pengadaan program serupa di tahun 2021. Jadi penerima bantuan subsidi di tahun ini adalah mereka yang sudah terdaftar pada program di tahun 2020.  Namun baru menerima bantuan gelombang satu dan belum menerima subsidi gelombong dua. Sebagai gantinya, penyaluran bantuan tersebut akan dialihkan melalui program Kartu Prakerja. Menurut data yang diberikan oleh pihak terkait, sejak 2020 dana tersebut sudah dicairkan kepada 12.293.134 pekerja untuk penyaluran gelombang pertama. Sedangkan untuk gelombang kedua sudah diberikan kepada 12.244.169 pekerja.

Syarat penerima BLT BPJS Ketenagakerjaan

Meskipun tanggal resmi terkait pencairan BLT BPJS Ketenagakerjaan ini belum keluar. Lalu sebenarnya syarat bagi penerimanya meliputi apa saja sih?

  1. WNI yang dibuktikan dengan kepemilikan NIK
  2. Terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan dan dibuktikan dengan kartu kepesertaan
  3. Membayar uang iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah di bawah Rp.5.000.000 sesuai upah yang dilaporkan pada BPJS Ketenagakerjaan
  4. Pekerja/buruh penerima upah
  5. Memiliki rekening bank aktif
  6. Tidak termasuk penerima manfaat program Kartu Prakerja.
  7. Bukan karyawan BUMN atau PNS

Setelah mengetahui syarat-syarat tersebut, pastikan Anda mengecek dahulu apakah nama Anda terdaftar sebagai penerima BLT atau tidak. Anda bisa mengeceknya dengan mengunjungi website sso.bpjsketenagakerjaan.go.id.

Selain itu Anda juga bisa mengeceknya melalui aplikasi BPJSTK Mobile (BPJSTKU Personal Service). Untuk menggunakan cara ini, Anda perlu mengunduh aplikasi BPJSTK Mobile terlebih dahulu di Android, IOS, atau Blackberry.  Setelah berhasil diunduh, pilih “Kartu Digital”. Kemudian Anda akan mendapati tampilan kartu digital BPJS Ketenagakerjaan. Klik pada tampilan tersebut, pada bagian bawah akan nampak status kepesertaan BPJS TK.

Cara lainnya juga bisa Anda lakukan dengan mengunjungi website resmi Kementerian Ketenagakerjaan. Kemudian untuk cara pencairan BLT BPJS Ketenagakerjaan ini adalah sebagai berikut:

  1. Pastikan nama atau identitas Anda telah terdaftar sebagai penerima subsidi ini
  2. Kunjungi situs resmi Kementerian Ketenagakerjaan di kemnaker.go.id
  3. Klik tombol Daftar di bagian pojok kanan
  4. Klik Daftar Sekarang jika Anda belum mempunyai akun
  5. Jika sudah memiliki akun, maka segera masukkan id dan password Anda
  6. Isi formulir dengan lengkap
  7. Nantinya akan muncul pemberitahuan di dashboard mengenai status Anda sebagai penerima BLT atau tidak
  8. Untuk pencairannya, dana akan langsung ditransfer di rekening Anda
  9. Namun sebelum masuk tahap tersebut, Anda perlu mengkonfirmasi kepemilikan rekening yang dicantumkan dengan NIK, nama lengkap, nama bank, serta nomor rekening di buku tabungan

Sebelumnya seperti yang diberitakan di media, program BLT BPJS Ketenagakerjaan ini sudah dilangsungkan sejak tahun 2020. Namun karena berbagai kendala, sehingga pencairannya belum kunjung selesai hingga 2021. Adapun kendala yang menghambat pencairan subsidi tersebut meliputi:

  1. Adanya duplikasi rekening
  2. Rekening tidak aktif
  3. Rekening pasif
  4. Tidak valid
  5. Telah dibekukan
  6. Tidak sesuai NIK
  7. Adanya peserta yang tak memenuhi kriteria penerima bantuan

Adanya kendala yang sudah disebutkan di atas, membuat pihak Kemnaker perlu melakukan peninjauan lebih ketat. Upaya tersebut dilakukan guna memastikan agar penyaluran dana tepat sasaran.

Sebagai antisipasi bila nantinya jadwal pencairan sudah ditetapkan dan Anda sebagai penerima menadapati kendala. Karena tidak menutup kemungkinan, kendala serupa seperti yang sudah dijelaskan di atas akan terjadi. Berikut adalah langkah yang perlu Anda lakukan untuk melapor masalah pencairan subsidi:

  1. Melapor ke manajemen perusahaan dan BPJS Ketenagakerjaan
  2. Melapor melalui link Kemnaker di bantuan.kemnaker.go.id
  3. Melapor melalui SMS ke nomor (021) 508 16000
  4. Melapor melalui WhatsApp di nomor 08119303305

Pencairan BLT BPJS Ketenagakerjaan ini hingga kini masih menunggu kabar baik dari pemerintah. Tentunya para pekerja hingga kini masih berharap supaya subsidi bisa segera turun. Ditambah kini waktunya sudah mulai masuk di pertengahan tahun 2021. Artinya proses pencairan dana sudah lewat beberapa bulan sejak akhir tahun. Meski begitu, para pekerja diharapkan untuk terus bersabar hingga pemerintah memberikan kepastian. Selain itu, pekerja juga diharapkan untuk mengecek dahulu apakah namanya sudah tercantum sebagai penerima atau tidak. Supaya pada waktu pencairan nanti, dana bisa langsung masuk ke rekening. Dengan melakukan pengecekan, tentunya akan menjadi bentuk antisipasi alih-alih terjadi kendala. Sehingga peserta bisa langsung segera melaporkan masalahnya ke pihak terkait.