Mogok Kerja Kurir Shopee Express Tuntut Kesejahteraan

by -34 views
Mogok Kerja Kurir
Kurir sedang mengirim barang. Sumber gambar: freepik.com

Mogok kerja kurir Shopee Express menjadi pembasahasan yang naik daun di Twitter belum lama ini. Berawal dari sebuah unggahan di Twitter melalui akun @arifnnovianto_id milik Arif Novianto, tersiar kabar yang mengejutkan mengenai aksi mogok kurir Shopee Express. Melalui akunnya, Arif Novianto membuat sebuah utas pada 11 April 2021 tentang dugaan upah murah pada kurir Shopee Express.

Dalam utas tersebut dikatakan bahwa kurir Shopee Express daerah Bandung Raya melakukan mogok kerja akibat penurunan upah. Aksi mogok kerja tersebut dilkukan oleh Himpunan Driver dengan tuntutan kelayakan upah kerja pada manajemen Shopee.

Upah kurir disebutkan oleh Arif bermula dari Rp5.000/paket kemudian turun menjadi Rp3.500/paket lalu menjadi Rp2.500/paket, dan terakhir menjadi Rp1.500/paket. Untuk jumlah paket yang akan dikirimkan kurir Shopee Express diatur oleh ketua tim pada masing-masing kecamatan. Saat paket yang harus dikirim sedang menumpuk, seringkali terjadi saat masa promo berlangsung, masing-masing kurir bahkan harus mengirim hingga 125 paket/hari. Dari pengiriman sebanyak itu, kurir terpaksa harus bekerja selama lebih dari 14 jam/hari.

Shopee Express sendiri menggunakan terminologi kemitraan terhadap kurir mereka. Sayangnya, menurut Arif label kemitraan hanya sekadar label saja. Prinsip-prinsip kemitraan tidak dijalankan oleh pihak Shopee Express. Seluruh hal dan keputusan ada di tangan perusahaan. Padahal dalam prinsip kemitraan, keputusan harus dimiliki semua pihak yang saling bermitra dengan setara.

Sistem ekonomi gig dan kemitraan di Indonesia

Pemerintah kini sedang cenderung mebanggakan ekonomi gig sebagai jenis ekonomi yang disukai oleh para milenial. Ekonomi gig merupakan penyebutan yang terinspirasi dari kerja gig dalam industri musik. Artinya, seseorang hanya akan mendapatkan uang saat melakukan gig atau manggung. Jika tidak melakukan gig maka tidak akan mendapat bayaran.

Sistem ekonomi gig ini seringkali diterapkan oleh para perusahaan dalam kemitraan. Hal tersebut juga diterapkan oleh Shopee Express terhadap kurir mereka. Alasan sistem ini diterapkan dan dianggap banyak disukai oleh milenial yaitu sistem kerja yang merdeka dan fleksibel. Akan tetapi di sisi lain, kenyataan yang dihadapi tidak hanya kebebasan saja. Berbagai hal buruk turutmengikuti ekonomi gig seperti upah murah, jam kerja tinggi, pemutusan mitra kerja kapan saja, serta tidak adanya jaminan sosial.

Sistem kemitraan di Indonesia sendiri telah diatur dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Dalam UU tersebut disebutkan bahwa pelaksanaan kemitraan harus mengedepankan prinsip kesetaraan dan kedudukan hukum yang seimbang di antara kedua belah pihak. Artinya keputusan perlu diambil dari kedua belah pihak.

Berkaca dari kasus mogok kerja kurir Shopee Express, tentunya kebijakan mengenai ekonomi gig ataupun sistem kemitraan perlu dikaji ulang. Perlindungan bagi para pekerja mitra perlu ditingkatkan sehingga kesejahteraan bisa tercapai. Hal ini telah dimulai oleh di Inggris melalui putusan Mahkamah Agung Inggris pada 20 Februari 2021 bahwa driver Uber bukanlah mitra namun karyawan peruasahaan. Dengan begitu, Uber wajib membayar berbagai upah serta jaminan kesehatan pada para driver-nya di Inggris.

Klarifikasi pihak Shopee Express

Pihak Shopee akhirnya angkat suara menanggapi kasus mogok kerja kurir yang sedang viral di media sosial tersebut. Handhika Jahja selaku Executive Director Shopee Indonesia dengan tegas membantah berbagai isu terkait kurir yang sedang beredar. Menurut Handhika, mogok kerja oleh mitra kurir Shopee Express tidak terjadi. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada aksi demonstrasi yang terjadi.

Keterlambatan pengiriman paket yang sempat terjadi dijelaskan oleh Handhika sebagai efek promo Mega Shopping Day 4.4 yang menyebabkan banyaknya pembelian dan terjadinya penumpukan paket. Sedangkan terkait intensif atau upah untuk kurir, Shopee mengklaim bahwa telah mengikuti skema peraturan yang berlaku di daerah.

Tidak hanya itu, Handhika juga menjelaskan bahwa upah mitra kurir Shopee Express cukup kompetitif di industri jasa logistik. Pihak Shopee pun menjamin adanya perlindungan asuransi serta lingkungan kerja yang aman bagi para mitranya termasuk kurir Shopee Express. Untuk jam kerja, pihak Shopee juga telah memberikan kebebasan pada kurir untuk menentukan hari operasional kerja mereka sendiri.

Risiko pekerjaan kurir di era pandemi Covid-19

Selain meninjau dari segi upah, pekerjaan kurir sendiri memiliki risiko penularan virus Covid-19 yang cukup tinggi saat era pandemi ini. Hal tersebut telah disadari oleh Dinas Perhubungan dan Diskominfo. Sejak Oktober 2020, edukasi tentang penerimaan paket belanja online dari kurir telah disebarkan.

Penularan Covid-19 meningkat dan dapat terjadi saat adanya kontak langsung antara kurir dan penerima paket. Artinya, pekerjaan kurir semakin berisiko di era pandemi ini. Tentunya hal ini juga menjadi pertimbangan alasan kurir semakin gencar meminta jaminan kesejahteraan dan kesehatan dalam bidang pekerjaannya.

Efek kabar mogok kerja kurir bagi bisnis Shopee secara keseluruhan

Tagar berupa #ShopeeTindasKurir yang sempat ramai di Twitter ternyata tetap memberikan dampak pada bisnis Shopee di Indonesia. Setelah viral mengenai isu kasus ketidakadilan Shopee terhadap mitra kurirnya, banyak orang yang merasa ingin turut berpartisipasi. Nitizen mulai turut ambil tindakan mendukung para kurir dengan cara melakukan uninstall aplikasi Shopee.

Selain itu, banyak yang menyatakan akan berhenti belanja dan menggunakan Shopee secara sepenuhnya. Hal tersebut hanya dipicu dari kabar tentang mogok kerja kurir Shopee Express. Dari segi bisnis, tentu saja Shopee telah mengalami kerugian meski bukan dalam segi materi secara langsung. Shopee telah kehilangan banyak pelanggan setianya akibat kasus mogok kerja kurir Shopee Express tersebut.

Hingga saat ini, kabar yang diterima adalah para kurir sudah kembali bekerja. Tuntutan mereka belum terpenuhi seluruhnya. Akan tetapi, pihak Shopee telah menjanjikan akan mengkaji ulang berbagai kebijakannya terkait pemberian tarif upah pada kurir mereka.