utang perusahaan

Beberapa waktu lalu Indonesia dikejutkan dengan nasib kritis maskapai Garuda Indonesia. Pasalnya, perseroan ini dikabarkan terlilit utang mencapai Rp 70 triliun atau sekitar USD 4,5 miliar dolar AS. Nyatanya pandemi Covid 19 bukan menjadi faktor utama terguncangnya keuangan Garuda. Menurut Menteri BUMN, Erick Thohir, mahalnya sewa pesawat Garuda Indonesia dengan 36 perusahaan penyewaan pesawat menjadi biang kerok utama.  

Terlepas dari berbagai hal yang terjadi di Garuda Indonesia. Mungkin kasus yang sedang mereka alami bisa dijadikan sebagai pelajaran para pebisnis khususnya. Bagaimana mereka perlu bijak dalam mengelola utang sehingga terhindar dari gagal bayar. 

Saat Anda mengelola sebuah perusahaan, terkadang utang menjadi salah satu opsi yang bisa diambil. Apalagi bila Anda baru memulai bisnis, dana yang dibutuhkan tidak sedikit. Adakalanya utang menjadi sebuah bantuan untuk memenuhi kebutuhan usaha Anda. Sekaligus dijadikan sebagai alat modal usaha.  

Meskipun utang sangatlah membantu Anda atau perusahaan dalam menjalankan operasional perusahaan. Namun jangan lupa, bila Anda tak mampu memanajemen keuangan dengan baik, akan jadi boomerang tersendiri nantinya. Sebab banyak perusahaan yang sukses dalam melakukan penjualan. Mereka mampu menghasilkan profit dalam jumlah cukup besar. Tapi pada akhirnya tak bisa mempertahankan bisnisnya. Penyebabnya adalah sistem pengelolaan keuangan termasuk di dalamnya adalah utang. 

Lalu bagaimana caranya agar jangan sampai terlilit utang? Apa yang harus perusahaan lakukan supaya mampu mengelola keuangan khususnya utang. Sehingga utang tersebut bukannya menambah masalah perusahaan, justru mampu membuat usaha lebih berkembang. 

  • Buat anggaran 

Jangan lupa untuk memeriksa pendapatan, biaya bulanan dan aset yang Anda punya. Perhatikanlah apa yang masuk dan apa yang terjadi. Kemungkinan Anda menghabiskan lebih dari yang Anda hasilkan, jadi sekarang siapkan rencana pengeluaran berskala kecil. Nah sebelum Anda mengajukan utang, pastikan Anda memiliki rencana mengenai tujuan yang ingin Anda capai dengan dana pinjaman tersebut. Hal ini mampu memperkecil risiko terjadinya keuangan terburuk bagi perusahaan. Upaya ini juga mampu membuat utang Anda lebih terarah dan berjalan sesuai kebutuhan perusahaan. 

  •  Menyiapkan rencana cadangan 

Upayakan untuk selalu menyiapkan rencana cadangan di setiap keputusan yang Anda buat. Sebagai contoh, saat Anda memutuskan untuk mengajukan utang. Dengan menyiapkan rencana cadangan, hal ini akan membantu perusahaan ketika kemungkinan terburuk datang sewaktu-waktu. Sehingga sebelum mengajukan utang, usahakan pikirkan secara matang berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Hal tersebut akan berguna bagi perusahaan untuk lebih berhati-hati dalam melakukan sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan dana pinjaman. 

  • Catat daftar utang 

Buatlah catatan berisi daftar utang perusahaan Anda. Dengan itu, perusahaan akan lebih mudah untuk mengetahui jumlah utang yang harus dibayarkan. Hal itu juga bisa menghindari perusahaan membayar utang lewat dari tanggal jatuh tempo. Sehingga perusahaan mampu memperkirakan waktu dan strategi agar bisa membayar utang tepat waktu. 

  • Manfaatkan teknologi yang ada 

Kemajuan teknologi nyatanya telah memberikan peran yang sangat besar khususnya bagi perusahaan. Kini kita tak lagi harus ribet dengan mencatat segala laporan keuangan di buku. Sehingga potensi kehilangan laporan karena lupa meletakkan buku keuangan bisa dihindari. 

Saat ini teknologi sudah bisa dimanfaatkan dalam mengelola utang perusahaan Anda. Bagaimana caranya? Yakni menggunakan software akuntansi. Software semacam itu akan mampu membantu perusahaan dalam proses pengelolaan utang. Selain itu, Anda akan terbantu dalam proses analisis. Sehingga potensi terjadi kesalahan yang mungkin terjadi saat melakukan pembayaran bisa dihindari.   

Beberapa poin di atas bisa Anda jadikan panduan ketika mengambil keputusan untuk berutang. Upaya tersebut tentunya perlu dijalankan secara bijak supaya Anda bisa terhindar dari lilitan utang. Semoga bermanfaat!