Bahasa Tubuh

Beberapa orang telah menyadari bahwa bahasa tubuh merupakan pelengkap komunikasi. Bagi seorang pemimpin, bahasa tubuh menjadi hal penting terutama saat berkomunikasi. Tanpa bahasa tubuh yang tepat, komunikasi akan menjadi kurang efisien. Bahasa tubuh sendiri merupakan bagian dari komunikasi non-verbal dengan cara penyampaian berupa:

  • Isyarat
  • Ekspresi wajah
  • Sentuhan
  • Pandangan mata
  • Waktu
  • Suara
  • Gerakan tubuh
  • Postur tubuh
  • Jabat tangan

Penggunaan bahasa tubuh menjadi penekanan dari pesan yang akan disampaikan CEO pada karyawannya. Apabila penggunaanya saat berkomunikasi tidak tepat, bisa berdampak pada pesan yang ingin disampaikan. Selain itu, kesan Anda sebagai pembicara juga bisa dipengaruhi oleh bahasatubuh yang digunakan seperti tampak sombong, tampak bingung, dan lain sebagainya.

Pengaruh bahasa tubuh saat berkomunikasi

Komunikasi dengan karyawan bukan sekadar proses bercakap-cakap saja. Tidak hanya ucapan yang perlu mempengaruhi sebuah komunikasi namun juga bahasa tubuh seseorang. Komunikasi dapat berlangsung dengan lebih efektif dan efisien jika Anda menggunakan bahasa tubuh yang tepat. Berikut beberapa pengaruhnya!

  1. Memperjelas pesan yang ingin disampaikan

Tidak jarang bahwa karyawan masih kurang yakin terhadap maksud dari kata-kata yang Anda sampaikan. Bahasa tubuh bisa menjadi salah satu penanda untuk memperjelas pesan dan informasi tersebut. Misalnya, gelengan kepala bersamaan dengan gerakan tangan menyilang menjadi tanda bahwa sesuatu sungguh tidak boleh dilakukan dan bisa menimbulkan dampak buruk bagi perusahaan.

  1. Menyampaikan sikap dan perasaan

Terkadang sikap dan perasaan Anda meman telah disampaikan melalui kata-kata saat bicara dengan karyawan. Akan tetapi, dengan diperkuat bahasa tubuh yang tepat maka sikap dan perasaan tersebut akan terasa lebih kuat. Hal tersebut dikarenakan kata-kata pada dasarnya berfungsi sebagai informasi sedangkan bahasa tubuh menjadi penanda sikap.

  1. Menghindari kesalahpahaman

Menyampaikan informasi tentu sebenarnya bukan perkara sulit bagi CEO. Kemampuan komunikasi yang tinggi membuat CEO mampu membuat pesan menjadi sesederhana mungkin untuk dipahami. Akan tetapi, apakah karyawan telah menerima infomasi secara akurat jika Anda hanya menggunakan kata-kata saja?

Saat Anda menunjukkan bahasa tubuh yang tepat ketika menyampaikan informasi tentu risiko salah paham akan semakin berkurang. Misalnya Anda sedang menyampaikan tentang perubahan kebijakan perusahaan mengenai sistem lembur di kantor untuk bagian pemasaran. Saat Anda bicara sambil menunjuk ruangan tim pemasaran, tentu karyawan menjadi lebih yakin bahwa memang kebijakan tersebut khusus untuk tim pemasaran dan yang terkait saja.

  1. Mendeteksi kebohongan

Sebagai CEO Anda juga harus mampu memahami bahasa tubuh lawan bicara secara detail. Hal tersebut bisa dimanfaatkan sebagai alat pendeteksi kebohongan yang alami. Mulut memang dapat berbohong dengan mudah namun tubuh terutama mata sulit untuk berbohong. Saat berkomunikasi dengan karyawan, perhatikan bahasa tubuh mereka.

Orang yang sedang berbohong cenderung menghindari tatapan mata lawan bicaranya. Selain itu, gerakan tangan dan kaki akan menjadi lebih gugup dan tidak teratur saat seseorang sedang berbohong. Tidak hanya mendeteksi kebohongan, bahasa tubuh seseorang bisa menunjukkan sikap terhadap percakapan misalnya merasa bosan, tertarik, tidak paham, atau bahkan meremehkan.

Membentuk bahasa tubuh pemimpin sukses

Bahasa tubuh seringkali terjadi secara alami saat proses komunikasi berlangsung. CEO sukses juga perlu memiliki kemampuan memilih bahasa tubuh yang tepat tergantung situasi komunikasi yang sedang terjalin. Anda bisa mempelajari beberapa dasar untuk membentuknya sehingga bisa digunakan saat berkomunikasi. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  1. Jabat tangan

Salah satu bahasa tubuh yang cukup sering menjadi perhatian adalah cara berjabat tangan. Hal tersebut barangkali biasa saja, namun CEO akan berjabat tangan dengan tujuan memberi kesan saat berkomunikasi. Cara jabat tangan pemimpin pun berbeda dan cenderung lebih kuat serta meninggalkan kesan tersendiri.

Biasanya CEO akan menjabat tangan karyawan dengan singkat, tidak terlalu ketat, menggunakan seluruh jarinya, dan memberi hentakan cukup kuat. Saat berjabat tangan seperti itu, karyawan bahkan sudah bisa merasakan kepercayaan diri dan ketegasan yang ada pada Anda. Dengan begitu, karyawan akan memberi perhatian esktra ketika Anda menyampaikan pembicaraan.

  1. Intonasi suara

Intonasi merupakan bagian dari bahasa tubuh seseorang terutama ketika berkomunikasi. Bicara dengan intonasi suara tinggi cenderung memberi indikasi bahwa Anda sedang marah. Hal itu bisa membuat jengkel lawan bicara. Saat berkomunikasi dengan karyawan, intonasi perlu diperhatikan. Gunakan nada yang lembut namun dengan suara yang pas dan tidak terlalu lirih.

Selain itu, perhatikan pula tempo Anda ketika bicara. Jangan terlalu terburu-buru namun juga tidak teralu lambat. CEO yang memiliki kemampuan komunikasi baik akan mampu mengatur tempo bicara secara tepat.

  1. Kontak mata

Kontak mata juga perlu diperhatikan saat Anda berkomunikasi dengan karyawan. Lakukan kontak mata sesuai dengan informasi yang akan disampaikan. Misalkan informasi tersebut berupa himbauan tentang berbagai upaya agar perusahaan segera mencapai target maka berikan kontak mata intens dan tegas.

Jika Anda sedang menyampaikan hal buruk seperti kemungkinan perusahaan harus melakukan pengurangan karyawan karena pandemi, berikan kontak mata yang menunjukkan empati dan kasih sayang. Dengan penggunaan kontak mata yang tepat maka informasi yang ingin disampaikan akan lebih mudah dipahami.

  1. Tersenyum

Tersenyum bukan sekadar bagian dari basa-basa keseharian saja. Tersenyum juga tidak sebatas memberi arti bahwa Anda orang yang ramah. Dalam proses komunikasi, senyum merupakan salah satu bahasa tubuh yang perlu diperhatikan penggunaannya.

Saat berkomunikasi dengan karyawan, Anda bisa tersenyum untuk memberi tanda kesepakatan. Selain itu, senyum juga bisa diberikan sebagai upaya menghargai lawan bicara Anda. Namun hindari tersenyum terus menerus selama berkomunikasi sebab karyawan bisa menganggap Anda CEO yang kurang serius.

  1. Gesture

Ketika berkomunikasi, gesture tubuh yang kurang sesuai bisa mengganggu fokus. Parahnya, gesture tubuh ini bahkan dapat menyebabkan informasi yang ingin disampaikan tidak dapat diterima dengan baik oleh karyawan Anda. Gerakan acak dan berlebihan bisa sangat mengganggu konsentrasi karyawan dalam menyerap informasi yang Anda sampaikan.

Gesture tubuh juga perlu disesuaikan dengan isi pesan yang akan disampaian. Misalnya Anda menyampaikan bahwa sangat marah terhadap kebocoran informasi perusahaan melalui media sosial karena kecerobohan dan kini perusahaan terancam bangkrut. Jika Anda menyampaikan hal tersebut dengan ekspresi riang dan memberi gerakan seperti acungan jempol, tentu karyawan akan merasa bingung. Apakah Anda sedang marah atau malah sedang bahagia?

  1. Pose

Tunjukkan kepercayaan diri dan wibawa Anda sebagai CEO melalui pose tubuh saat berkomunikasi dengan karyawan. Pemimpin yang kuat memiliki pose tubuh yang kuat pula. Jika Anda berdiri, tegakkan tubuh Anda dan tatap lurus ke depan. Jangan kaku dan tetap rileks sehingga pose tubuh Anda tetap terasa nyaman.

Membentuk pose saat berkomunikasi tidak hanya membutuhkan kerja tubuh saja. Anda juga perlu mengatur pikiran. Beritahu pada diri sendiri bahwa pose tertentu dapat membuat Anda lebih percaya diri. Berlatih menggunakan pose tersebut juga dapat dilakukan sehingga lebih natural saat digunakan berkomunikasi dengan karyawan.