fbpx

Kesalahan Fatal yang Seharusnya Tidak Anda Lakukan Bila Tidak Ingin Calon Karyawan Kabur

Sumber: freepik.com/@stories

Rekrutmen itu perkara susah-susah gampang. Dalam bisnis, rekrutmen merupakan proses penting tapi bila tidak tangani dengan serius akan menjadi batu sandungan perjalanan bisnis Anda. Memimpin sekumpulan orang yang berbeda merupakan tantangan besar. Menggerakkan orang-orang yang berbeda baik dalam hal karakter dan latar belakang bukanlah urusan yang bisa disepelekan seolah menjentikan jari begitu saja.

Apalagi dalam bisnis tidak ada yang namanya single fighter. Bisnis adalah tentang kinerja tim. Anda tidak akan melangkah kemana-mana tanpa kerja tim. Namun membangun tim yang solid juga tidak bisa dilakukan dalam sekedipan mata. Belum lagi persoalan-persoalan semacam ini; tim banyak tapi nggak efektif, tim sedikit tapi nggak solid karena setiap orang ingin maunya sendiri. Bagaimana kepala tidak pusing jika dihadapkan dengan permasalahan sumber daya manusia tersebut/?

Permasalahan ataupun permasalahan yang muncul itu wajar. Tidak ada bisnis tanpa permasalahan. Tinggal bagaimana Anda sebagai leader menyikapinya.

Hidup adalah tentang melakukan kesalahan, kesalahan, dan kesalahan. Dari sanalah kita belajar Yang perlu menjadi catatan adalah tidak melakukan kesalahan yang sama. Jangan sampai Anda masuk ke lubang yang sama!

Berikut ini adalah kesalahan-kesalahan dalam pengelolaan SDM yang kerap terjadi. Daftar kesalahan fatal ini seharusnya tidak Anda lakukan lagi.

 

1. Asal Merekrut Orang

Ibaratnya, Anda tengah mencari seseorang yang siap diajak bertarung di medan perang. Anda tentu tidak ingin merekrut sembarang bukan? Bayangkan! Apa jadinya tim Anda bila diisi oleh orang-orang yang tidak sesuai? Jangankan meraih kemenangan, membayangkanya sudah terlalu jauh.

Kunci merekrut orang adalah ketahui tim yang ingin Anda bentuk seperti apa. Semua bergantung pada apa yang Anda inginkan. Jika Anda saja tidak tahu tim seperti apa tim yang hendak dibentuk, Anda tidak akan menemukan orang yang tepat karena menentukan kriterian orang yang Anda inginkan saja tidak bisa.

Buat kriteria sejelas mungkin sehingga baik Anda maupun calon karyawan benar-benar tahu tingkat kecocokan kalian saat bekerja nantinya. Semakin jelas apa yang Anda inginkan, semakin mudah pula Anda menemukan tim yang tepat.

 

2. Tidak Memperhatikan Faktor Kecocokan

Kesalahan fatal lainnya yang sebaiknya tidak dilakukan. Kualifikasi memang penting tapi jangan sampai mengabaikan faktor kepribadian calon karyawan. Anda perlu memastikan bahwa kepribadiannya memang cocok dengan budaya perusahaan Anda. Tanpa kecocokan, Anda dan tim tidak akan pernah sejalan.

 

3.  Tidak Memberikan Job Description yang Jelas

Job Description yang jelas akan sangat membantu pelamar kerja untuk mengetahui apa yang dikerjakannya nanti. Dari sinilah, pelamar kerja bisa menimbang-nimbang apakah pekerjaan ini sesuai dengan mereka atau tidak. Anda sebagai pemilik bisnis pun akan semakin mudah memberikan arahan bila job description diterangkan secara jelas.

Ketidakjelasan job description akan mempengaruhi kinerja Anda dan karyawan. Apabila job description tidak dijelaskan dengan baik di awal, kemungkinan besar terjadi miskomunikasi antara Anda dan karyawan.

Kalau Anda Kalah Modal, Anda Harus Menang Gila!

 

Sumber: freepik.com/@cookie.studio

Di dalam bisnis, tidak dikenal dengan istilah single fighter. Semua merupakan hasil jerih payah tim. Semua anggota saling membantu dan mendukung demi tercapainya tujuan yang sudah ditetapkan. Namun, untuk menuju ke sana, ada saja kendalanya. Ada pemimpin yang memiliki banyak tim tapi tidak produktif. Ada pemimpin yang memiliki sedikit tim, tapi maunya banyak. Karena ada banyak kepala di dalamnya, pikiran setiap anggota tim punya kecenderungan saling berbenturan.  

 

Terkadang muncul perselisihan, namun hal itu sangat wajar terjadi. Yang tidak wajar adalah ketika perselisihan tersebut awet bersarang di kantor. Hingga menciptakan vibrasi yang tidak menyenangkan. Ujungnya bikin tim sulit untuk mencapai kerja yang maksimal. 

 

Perkara tim jangan pernah dianggap sepele. Waspada! Tim bermasalah bisa menghancurkan bisnis Anda. Tim seakan pisau bermata dua, bila dikelola dengan baik akan memberi efek luar biasa. Sebaliknya, bila salah treatment siapkan mental dan bendera putih, tanda bisnis berada di ujung tombak hanya karena perilaku tim. 

 

Bermula dari obrolan dengan para pebisnis dan pengalaman selama beberapa tahun, BisnisHack mencanangkan untuk mengadakan Sekolah HRD. Event ini digelar atas kepedulian BisnisHack untuk terus maju bersama dengan sesama pelaku bisnis untuk memajukan Indonesia. Karena setelah mengikuti event ini pun, para alumni tidak akan dibiarkan dan dilepas. BisnisHack selalu menjaga komunikasi dan hubungan dengan tetap menerima keluhan terkait permasalahan bisnis di kemudian hari. Karena tujuan kami pada akhirnya adalah untuk menjalin keluarga bukan sekadar sebagai hubungan event organizer dan peserta saja. 

 

Melihat banyaknya kasus pebisnis yang mengeluh timnya susah diatur, timnya kurang produktif menjadi urgensi bagi para pebisnis lainnya untuk belajar dan mendalami strategi daging dari para pemateri yang kredibilitasnya telah teruji. Sebelum terjatuh ke lubang yang sama, lebih bijaksana untuk waspada dan cari celah untuk tidak ikutan jatuh. Karena belajar dari pengalaman orang lain merupakan guru terbaik. Bayangkan, pemateri yang telah melewati jatuh bangun bertahun-tahun cukup membeberkan strategi yang teruji works hanya dalam waktu dua hari. Artinya Anda tak perlu ikut-ikutan menghabiskan waktu selama bertahun-tahun juga untuk bongkar pasang cara yang pas. 

Sekolah HRD ini adalah satu-satunya training yang tidak akan banyak membahas teori dalam buku-buku HRD mainstream. Sebaliknya Anda akan diajak praktik dari materi hasil pengalaman dan walk the talk Satia Pradana, Founder Inspira Group selaku pemateri Sekolah HRD kali ini. Poin penting yang akan diajarkan di sini berupa hiring, handling, dan retaining tim dengan cara efektif dan tidak biasa. Dari situlah kami beri nama event ini ‘Sekolah HRD Gila’. 

 

Strategi Challenge ini Bisa Bikin Tim Anda Solid dan Siap Perang Kapan Saja

Bicara soal pemimpin, sepertinya tidak akan ada habisnya. Banyak yang bilang untuk menjadi pemimpin, Anda harus tegas. Ada yang bilang juga, Anda harus detail dan disiplin. Ada juga yang bilang pemimpin harus kreatif dan inovatif. Semuanya memang benar, pemimpin menjadi image perusahaan. Menjadi corong perubahan. Menjadi kambing hitam ketika kalah. Sering dilupakan ketika menang. 

Sebentar… sebelum terlalu jauh, sebenarnya apa sih definisi pemimpin itu? Menurut John C. Maxwell, ‘Leadership is influence, nothing more, nothing less’. Jadi pemimpin itu proses influence untuk memberdayakan orang agar bisa mencapai goals. Untuk bisa memberdayakan orang, pastinya kita harus mampu menemukan cara untuk treatment tim. 

 

Ngomongin soal handling dan treatment tim, saya rasa Founder Inspira Group, Satia Pradana adalah orang yang tepat untuk dijadikan pembelajaran. Dari awalnya ia mengelola puluhan hingga kini mencapai ratusan tim yang isi kepalanya berbeda-beda namun tetap produktif.

Menurutnya, ada poin penting yang harus selalu diterapkan ketika Anda ingin meng-handle tim. Apakah itu? Yap, apresiasi. Riset menyebutkan salah satu yang paling diinginkan karyawan dari pemimpinnya adalah apresiasi. ‘If you don’t show appreciation to those that deserve it, they’ll learn to stop doing things you appreciate’. 

Kebanyakan dari kita dididik dengan cara mengevaluasi. Dengan cara melihat, memperhatikan, mengkritik ketika ada yang salah. Tapi sepertinya berat sekali untuk memuji, menyemangati, mengapresiasi, berterima kasih dengan tulus ke orang-orang yang berprestasi. Lihat saja di sekolah, guru berfokus ke murid yang nakal, berisik, nilai jelek, datang telat, bolos, dan seterusnya. Jangan-jangan itu kebawa juga sama kita di kantor. Kita fokus ke orang-orang yang bermasalah. Sampai lupa kalau yang berprestasi butuh diapresiasi biar merasa dihargai. Jadi, sebagai leader yang keren dan dicintai timnya, Anda perlu sering mencari-cari alasan untuk mengapresiasi tim Anda. 

 

Selain apresiasi, ada beberapa challenge yang dilakukan oleh Satia Pradana dalam meng-handle dan membentuk mental timnya. Bahkan menjadi ciri khas dan jadi pembicaraan kalangan luar. Bagi sebagian orang mungkin tak percaya tentang hal tersebut. Tapi bagi orang-orang terdekat atau mereka  yang berguru padanya, mereka mengamininya. Apapun yang dia lakukan ke timnya adalah hal GILA! 

 

Nah, ada satu challenge yang paling fenomenal dan paling tidak masuk akal menurut kebanyakan orang di luar sana. Yap, ‘bankrupt game’. Satia Pradana memang hobinya ‘ngebuang’ tim ke luar kota bahkan ke luar negeri. Cara main game ini adalah, beberapa tim akan dipilih secara random. Kemudian di hari itu juga, beberapa orang terpilih akan disebar ke beberapa daerah tanpa membawa apapun kecuali kartu identitas dan baju yang menempel di badannya. Nah, orang-orang tadi akan diberi tiket pesawat terbang sesuai tujuan yang sudah ditentukan. Selanjutnya mereka diharuskan survive dan harus menyelesaikan misi tertentu setelah sampai di daerah tujuan. Lalu bagaimana mereka pulang? Mereka harus bisa pulang dengan caranya sendiri. 

Mungkin sebagian orang akan menganggap ini adalah cerita bualan saja. Namun siapa sangka, challenge ini justru berhasil membentuk timnya untuk lebih militan, solid, dan rela perang kapan saja dan bagaimana pun caranya. 

 

Strategi yang dipakai Satia Pradana tak harus Anda terapkan di perusahaan yang Anda pimpin. Karena setiap orang pasti punya cara dan gayanya masing-masing. Strategi tadi menjadi salah satu amunisi yang barangkali Anda tertarik untuk menduplikasinya.

Sekarang Saatnya! Belajar dari Masternya Langsung

 

Bisnis Anda masih gitu-gitu aja?

Kini saatnya Anda berbenah dan bawalah bisnis ke level berikutnya. Jika saat ini bisnis Anda masih di level 1.0 maka sekarang waktunya untuk menaikkan ke level 2.0. Ada tiga level bisnis yakni level 1.0, level 2.0, dan level 3.0. Setiap level memiliki tantangan dan masalahnya masih-masing. Tantangan dan masalah tersebut mendorong bisnis Anda untuk mencapai banyak hal daripada sebelumnya.

Untuk itu pebisnis diharapkan tidak hanya berpuas dengan pencapaian bisnisnya. Dengan prinsip improvement Anda tentu ingin bisnis tersebut mencapai hal-hal lain dan jauh lebih besar.  Ketika sudah naik ke level baru, Anda akan menemukan tantangan-tantangan baru yang membutuhkan trik-trik tertentu.

Di level 1.0 biasnaya Anda akan dihadapkan empat masalah dasar yakni produksi, omset/penjualan, biaya-biaya, dan pembukuan. Setelah masalah teratasi di level 1.0, artinya Anda juga telah mencapai tujuan yang selama ini telah direncanakan. Tidak ada masalah dengan penjualan dan produksi.

Sementara itu bisnis level 2.0 cenderung lebih rumit dan kompleks. Masalah yang dihadapi adalah masalah operasional, pelanggan/konsumen, sumber daya manusiia, hingga mitra usaha. Ada satu masalah di level 2.0 yang terkenal cukup memusingkan dan sangat menantang untuk pebisnis, yakni masalah keuangan.

Nah dalam bisnis level 3.0, bisnis Anda telah stabil. Permasalahan-permasalahan di level 1.0 dn 2.0 sudah terselesaikan. Kini Anda bisa lebih santai. Yang perlu Anda lakukan adalah ekspansi bisnis.

Mengingat pentignya scale bisnis ke level berikutnya dan banyaknya permintaan dari para CEO, Bisnishack bekerjasama dengan para master di bidang bisnis. Mereka telah melewati level-level bisnis selama ini. Bersama dengan mereka, para CEO bisa belajar mengenai pengembangan bisnis.

Bisnishack mengajak Helmy Yahya, Sandiaga Uno, Gita Wirjawan, hingga Mardigu Wowiek. Mendatangkan mereka dan menyatukan dalam satu ruang. Mereka akan buka-bukaan selama tiga hari penuh dan sangat intens tentang bisnis. Kini, Anda bisa belajar dari masternya langsung.

Menjadi Leader? Ini Loh yang Harus Anda Perhatikan

Sumber: freepik.com/@pch.vector

 

Leader atau pemimpin bukanlah orang yang sekadar nyuruh-nyuruh. Ia adaah `dalang` di balik berjalannya sebah perusahaan. Ialah otak yang mengatur sebuah perusahaan bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan.  Bisa dikatakan leader itu adalah Master of Mind.

Sebagai Master of Mind, leader harus mampu menggerakkan timnya agar dapat bekerja sama dalam mewujudkan tujuan yang telah direncanakan. Mengapa Anda harus menjadi Master of Mind? Jawabannya sederhana karena adalah bisnis itu tentang siapa, bukan apa. Siapa yang menjadi pemimpinnya. Andalah yang membawa bisnis ke tangga kesuksesan atau kegagalan.

 

It`s not the gun, it`s man behind it

 

Anda sebagai leader mempunyai peran besar dan penting. Apapun bisnisnya, bagaimanapun kondisinya, hidup dan mati bisnis Anda ada di genggaman Anda. Ketika keadaan sedang sulit-sulitnya dan muncul pesimisme, Andalah yang punya kendali untuk memecahkan masalah dan memunculkan optimisme.

Banyak pengalaman dari bisnis besar yang melewati setiap masa. Mampu bertahan karena sosok CEO di baliknya. CEO-CEO inilah leader yang sesungguhnya. Sebagai contoh, bisnis Ciputra yang hampir gulung tikar pada masa krisis 1998. Namun berkat optimisme dan kemampuan leadership yang baik, Ciputra mampu membawa bisnisnya ke luar dari krisis dan melenggang menuju kesuksesan.

Menjadi leader memang tidak mudah. Apalagi leader dengan kemampuan leadership yang baik. Namun bukan berarti tidak dapat dipelajari. Siapapun bisa belajar menjadi CEO dengan kemampuan leadership yang baik. Salah satu kriteria leader yang baik adalah leader dengan kemampuan komunikasi yang mumpuni.

Dari sekian poin yang menggambarkan leader yang baik, kemampuan komunikasi menempati poin nomer pertama. Inilah salah satu kemampuan yang harus Anda kuasai.

Kenapa komunikasi itu penting dalam leadership?

Tak semua orang mampu berkomunikasi dengan baik. Apalagi menjadi komunikator yang andal. Nah dalam membangun tim, Anda harus menerapkan komunikasi terbuka dan menyesuaikan gaya komunikasi berdasarkan kondisi dan preferensi agar tim bergerak selaras dan satu arah.

Bayangkan! Tanpa kemampuan komunikasi, leader tidak hanya kesulitan membangun relasi dengan pihak internal perusahaan tapi juga pihak eksternal. Leader akan kesusahan menjalin kerjasama dengan investor atau klien. Ia juga tidak akan mampu menjalin negosiasi bisnis B2B. Sehingga impian untuk ekspansi bisnis kian jauh.

Jadi, jangan sampai Anda tidak punya kemampuan ini!

Siapa Anda? CHIEF EXECUTIVE OFFICER atau CHIEF EVERYTHING OFFICER?

Sumber: freepik.com/@creativeart

 

Banyak pertanyaan yang bermunculan dari para pemimpin khususnya kalangan CEO. Mereka bertanya-tanya, ‘Apakah Saya sudah menjadi pemimpin yang baik?’ ‘Apakah Saya sudah menjadi pemimpin yang layak dan patut dijadikan panutan?’. Sederet pertanyaan tadi mungkin wajar dilontarkan. Sebab tak bisa dipungkiri, untuk memimpin diri sendiri saja cukup membebani. Bisa dibayangkan bagaimana memimpin suatu perusahaan penuh dengan tantangan. Ditambah banyaknya jumlah tim yang harus dirangkul. 

 

Di  balik pertanyaan-pertanyaan tadi, ada beberapa hal yang kadang dilupakan oleh seorang leader. Yap, ego leader. Sebagai pemimpin memang kadang suka termakan ego sendiri. Ada perasaan ingin terlihat paling bisa menyelesaikan semua masalah yang ada. Ada keinginan untuk terlihat cerdas di hadapan karyawan. Sebenarnya, hal tersebut tidak salah-salah banget. Tapi, Anda harus make sure kedua hal tersebut. 

 

Pernahkah Anda mendengar quotes, ‘Jack of all trades, master of none’? Quotes ini cukup menampar diri. Karena jangan-jangan kita memang bisa banyak hal. Tapi tidak jago dalam bidang apapun. Istilahnya ya ‘biasa-biasa saja’. 

Bisa jadi Anda bisa marketing, tapi nggak jago-jago amat. Bisa jadi Anda bisa Bahasa Inggris, tapi nggak jago-jago amat. Bisa jadi Anda ngerti bagaimana menjadi HRD, tapi nyatanya nggak jago-jago amat, dan seterusnya, dan sebagainya. 

 

Kalau sudah begitu, Anda bukan Chief Executive Officer, tapi Chief Everything Officer. Soalnya semuanya Anda yang ngerjain. Semua orang nanya ke Anda untuk semua hal. Semua orang minta Anda untuk memutuskan semua hal. Duh, capek banget hidup kita kalau kayak gitu. Atau jangan-jangan, Anda memang sendirian di perusahaan Anda? 

 

Quotes tadi sebenarnya menerangkan, bahwa di dalam sebuah organisasi yang bagus, Anda harus fokus mencari orang-orang yang jauh lebih baik dibandingkan Anda di bidangnya masing-masing. Padahal perusahaan-perusahaan besar selalu fokus mencari karyawan yang lebih bagus dibandingkan dirinya. Pada dasarnya hal ini sangat penting. Karena untuk membawa perusahaan tumbuh, Anda harus selalu mencari orang-orang terbaik. Jika tak bisa atau tak mampu, Anda harus melatih tim Anda untuk menjadi jauh lebih baik. 

 

Pilihannya ada dua, membeli pemain atau melatih pemain. Seorang pemimpin di perusahaan yang mampu menghasilkan 150 juta dalam 100 hari berturut-turut tanpa jeda pernah bilang. ‘Bagi Saya, menggaji orang 100 juta per bulan itu murah ketika dia menghasilkan 110 juta profit bagi perusahaan per bulannya. Dan menggaji orang 5 juta itu mahal sekali ketika dia hanya menghasilkan 4 juta rupiah tiap bulannya bagi perusahaan’. 

Ekspansi Bisnis dengan Modal Jago Komunikasi

Sumber: freepik.com/@pch.vector

Ternyata ekspansi bisnis bisa dengan jago komunikasi loh. Tapi tak banyak orang yang punya skill komunikasi. Padahal skill ini sangat dibutuhkan bila ingin ekspansi bisnis.

Apa jadinyaa jika leader nggak jago komunikasi?

Bisninya bisa hancur!

Seperti yang terjadi pada Nokia Corporation. Perusahaan ponsel yang sempat tenar namanya ini mengalami kehancuran gara-gara ledernya tak jago komunikasi. Skill komunikasi yang minim membuat Nokia gagal bertahan di dunia bisnis.  Walaupun pernah menjadi pionir perusahaan ponsel di seluruh dunia, Nokia harus menerima kenyataan bila bisnisnya tidak mampu bersaing lagi dengan bisnis ponsel lain.

Masalah komunikasi yang dialami Nokia, menyebabkan perusahaan ini digugat oleh para investornya karena dinilai memberikan janji palsu. Selain itu, Nokia tidak mampu menjalin kerjasama dengan perusahaan lain untuk saling menciptakan produk dan standar baru. Kemudian, Nokia tidak mampu memahami keinginan user. Sehingga produknya tidak lagi disukai dan beralih ke Android.

Komunikasi memang terdengar sepele untuk sebagian orang. Padahal dalam bisnis, komunikasi adalah kunci untuk membawa bisnis menuju kesuksesan. Anda tidak bisa menyakinkan partner bisnis dan melakukan ekspansi bisnsi bila tidak jago komunikasi.

Bila Anda jago komunikasi, maka:

  • Mudah dealing dengan investor karena tidak ada mispersepsi
  • Produksi jalan terus karena tidak ada masalah komunikasi dengan supplier
  • Bangun tim yang loyal karena mampu memahami kebutuhan tim
  • Bangun tim solid karena mampu memberi intruksi yang jelas kepada tim
  • Memenangkan negosiasi B2B
  • Koordinasi dengan tiap bagian berjalan lancar. Proses penjualan terkendali dan omset terus naik

Jadi, Anda perlu asah skill komunikasi agar masalah-masalah akibat kurang komunikasi bisa dihindari. Dalam komunikasi ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan. Pertama, komunikasi itu terdiri dari 80% body language 20% bahasa verbal. Bahasa tubuh atau body language terbukti lebih jujur dan dipercaya orang lain. Sehingga Anda harus memperhatikan body language Anda saat berkomunikasi dengan orang lain. Tampilkan kesan yang baik. Pikat orang lain dengan first impression yang memukau.

Selanjutnya, ada yang namanya 3 menit adalah waktu krusial dalam komunikasi. Di 3 menit pertama ini Anda harus mampu menarik perhatian orang lain. Pastikan bahwa apa yang Anda bicarakan menarik untuk mereka. Selama Anda menguasai 3 menit krusial ini, Anda bisa menyakinkan dan mempengaruhi orang lain.

Prestasi Helmy Yahya Selama Jadi Dirut TVRI, Rombak Habis-Habisan Birokrasi Hingga Program Televisi

Sumber: jawapos.com

Meskipun berakhir dilengserkan dari jabatan Direktur Utama TVRI, nyatanya tak meredupkan prestasi Helmy Yahya selama menjabat. Tidak hanya pihak internal, pihak eksternal juga mengakui prestasi-prestasi gemilangnya. Kepemimpinan Helmy berhasil membawa angin segar untuk penonton dan karyawan.

Semenjak berada di bawah kepemimpinan Helmy, TVRI mengalami perubahan-perubahan besar dan signifikan. Image jadul yang sering dilekatkan pada TVRI pelan-pelan hilang. TVRI menjadi stasiun televisi dengan tayangan-tayangan keren dan bergengsi. Strategi Helmy untuk membuat progam `killer` ternyata sukses. Menurutnya stasiun televisi memiliki program andalan yang bisa menggaet hati penonton. Selama ini tontonan yang dinanti-nanti adalah sepak bola dan acara dangdut. Pilihannya jatuh pada sepak bola. Ia akhirnya memikirkan program sepak bola apa yang paling gemari penonton televisi.

 

Perubahan Besar dalam Tayangan

Cara ini berjalan dengan baik karena TVRI berhasil merebut status sebagai stasiun televisi yang menayangkan turnamen sepak bola dunia dari tangan MNC TV. Status ini ddiperoleh TVRI setelah Helmy berhasil membeli hak siar Liga Inggris.

Selain Liga Inggris, TVRI juga memiliki deretan tayangan luar negeri yang digemari penonton Indonesia. Berkat kepiawaian Helmy dalam komunikasi dan negosiasi, TVRI sukses menjalin kerjasama dengan pemilik program televisi luar negeri dan mendapatkan hak siar tayangan program mereka, diantaranya:

  • Memiliki hak siar turnamen sepak bola pra-musim International Champions Cup (ICC)
  • Menyiarkan drama Feather Flies to The Sky
  • Menayangkan kartun anak Panda Farfares
  • Menyiarkan English Football League atau Carabao Cup
  • Mendapatkan hak siar 10 turnamen bulu tangkis internasional

Kebijakan Helmy mendatangkan keuntungan besar. Reputasi TVRI membaik. Bahkan ratingnya pun naik level ke angka 11. Padahal sebelumnya cuma di peringkat 15. Jumlah penonton pun mengalami peningkatan luar biasa yan mencapai 120.000 penonton. Naik dua kali lipat.

Tidak hanya sampai di situ, pendapatan yang didapatkan TVRI pun bertambah drastis. Awalnya 140-an miliar kini 165 miliar. TVRI mengalami pertumbuhan luar biasa di tangan Helmy Yahya.

 

Rombak Habis-Habisan

Keberhasila Helmy juga di taraf birokrasi TVRI. Karyawan TVRI tidak pernah mendapakan tunjangan selama ini. Ia memutar otak agar karyawan TVRI mendapatkan tunjangan kepegawaian. Akhirnya ia merombak habis-habisan birokrasi dan membuat perubahan-perubahan. Kabar baiknya, presiden memutuskan untuk menerbitkan Kepres yang berisi tunjangan pegawai karyawan LPP TVRI.

Selain itu, Helmy mengubah logo agar lebih menarik dan sesuai selera generasi milenial. Merekrut anchor news baru dan muda. Semua itu ia lakukan untuk rebranding TVRI. Keputusan-keputusannya untuk mengubah internal TVRI berbuah manis karena karyawan semakin loyal dan TVRI memperoleh anugerah BMN Award kategori pengelolaan aset negara terbaik.

Helmy Yahya Sang Komunikator Andal Akan Berbagi Pengalaman 25 Tahun Sebagai Presenter

Kehebatan Helmy Yahya tak perlu diragukan lagi. Reputasi dan prestasi cukup sering terdengar. Ia adalah sosok komunikator andal di Indonesia. Kemampuannya dalam public speaking sangat hebat. Bagaimana tidak? Selama ini ia telah memandu acara-acara kuis di televisi. Bahkan tak sedikit dari acara tersebut yang digemari masyarakat.

Selain dikenal sebagai presenter, Helmy juga diketahui sebagai politikus. Kemampuannya memimpin juga terbukti dari jabatan sebagai direktur utama TVRI sejak tahun 2017-2020. Sejauh ini kesuksesan Helmy selalu tampak menarik untuk diulik. Resep apa yang ia pakai hingga memiliki kemampuan public speaking yang bagus, kemampuan negosiasi, dan kemampuan memikat perhatian orang lain melalui ucapan dan tampilannya di televisi. Semua itu tentunya bukan secara ajaib terjadi. Dibutuhkan pengetahuan untuk mendapatkannya.

Tak perlu khawatir, Bisnishack akhirnya mampu mendatangkan Helmy Yahya ke Yogyakarta. Dalam hitungan hari, Helmy akan menyapa Yogyakarta. Ia akan membagikan resep-resep yang dimilikinya. Kedatangan Helmy ini sangatlah sayang bila dilewatkan.

Bukan tanpa alasan Bisnishack menggandeng Helmy Yahya. Dalam bisnis, komunikasi adalah hal penting. Komunikasi yang efektif berpengaruh terhadap hubungan antar karyawan maupun karyawan dengan atasan. Bahkan kemampuan berkomunikasi ini merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Dalam sebuah penelitian menyebutkan komunikasi yang efektif dan akurat menjadi faktor penentu kesuksesan seorang pemimpin dalam menjalankan bisnis/usaha. Bahkan Towler menyebutkan, “The utmost essential key to great leadership is communication.

Mengingat pentingnya komunikasi dan kemampuan ini wajib dimiliki oleh pemimpin, Bisnishack menggaet Helmy Yahya untuk berbagi pengalaman dan pengetahuannya dalam komunikasi. Sosok Helmy dipilih karena sepak-terjangnya selama ini sebagai presenter terkemuka di Indonesia. Harapannya, para pemimpin sekaligus pebisnis dapat belajar dari Helmy Yahya tentang komunikasi.

Kemampuan komunikasi ini akan sangat bermanfaat untuk para pemimpan sebuah bisnis/usaha dalam menjalin hubungan dengan karyawan, melakukan negosiasi, hingga menyakinkan investor. Kemampuan sangat dibutuhkan seorang pemimpin dalam menjalankan apapun bentuk bisnis/usahanya.

Menjadi Leader yang Baik, Perhatikan Poin Pertama

sumber: unsplash.com/@cowomen

Pemimpin bukanlah bos. Keduanya hampir mirip tapi tak sama. Mudahnya Anda bisa mengartikan pemimpin adalah seseorang yang menggerakkan tim dan ikut bergerak dalam mewujudkan tujuan. Ia mengarahkan dirinya sendiri dan orang lain agar melangkah bersama. Sementara seorang bos hanyalah pesuruh. Ia tidak punya kemampuan untuk mengarahkan. 

Poin yang paling membedakan antara bos dan pemimpin adalah:

  1. Dalam menjalankan bisnis, bos memberikan perintah kepada tim
  2. Dalam menjalankan bisnis, pemimpin membuka komunikasi dengan tim 

Seseorang yang mengaku sebagai pemimpin tetapi kerjaannya adalah memerintah dan tidak melakukan komunikasi dengan timnya maka ia tidak bisa disebut pemimpin. Sebab ia telah mengabaikan cara pertama menjadi pemimpin yang baik. Kepemimpinan tidak bisa dijalankan tanpa adanya open communication dengan tim. Ibaratnya, bagaimana mungkin Anda mengajak tim untuk naik gunung bila Anda tidak menjalian komunikasi yang efektif dengan mereka? Entah itu membicarakan apa saja barang yang akan dibawa, rute mana yang akan ditempuh, dan sebagainya. 

Anda harus berkomunikasi dengan tim. Tanpa komunikasi, Anda dan tim tidak akan pernah berjalan di arah yang sama. Bisa jadi tim Anda bahkan tidak berjalan sama sekali.

Berdasarkan Businessnewsdaily.com, ada 10 poin yang bisa dilakukan oleh seorang pemimpin agar kepemimpinannya berjalan dengan baik. Dengan mempelajari 10 poin ini, Anda dapat menjadi good leader. Mengapa seorang pemimpin harus berusaha dan belajar menjadi good leader? Sederhananya, sosok good leader mampu memberikan pengaruh yang besar terhadap kesuksesan tim, bisnis, hingga dirinya sendiri.

 

10 Poin yang Pelu Diperhatikan, Tapi Kita Bicarakan Nomer Satu Saja

Kali ini, kita tidak akan membahas 10 poin untuk menjadi good leader sekaligus. Kita akan fokus pada poin yang pertama. Poin ini sering sekali disinggung oleh para pemilik pebisnis terkemuka. Poin pertama ini juga paling sering ditekankan betapa pentingnya dalam sebuah kepemimpinan.

Apa poin pertama yang harus diperhatikan?

Komunikasi.

Satu kata inilah yang harus Anda ingat sekaligus Anda kuasai. Komunikasi bukan perkara sepelea. Tak semua orang mampu berkomunikasi dengan baik menjadi komunikator yang andal. Dalam membangun tim, Anda harus menerapkan komunikasi terbuka dan menyesuaikan gaya komunikasi berdasarkan kondisi dan preferensi individu. 

Seorang pemimpin yang berkomunikasi secara aktif dan efektif dapat menumbuhkan kepercayaan tim. Selain itu, semangat tim Anda juga makin tinggi dalam mencapai tujuan. Sosok yang cukup dikenal sebagai pemimpin dengan komunikasi yang baik adalah Helmy Yahya. Sang maestro di bidang public speaking ini adalah Raja Kuis Indonesia. Mempunyai pengalaman puluhan tahun di dunia pertelevisian Indonesia.

Kiprah Helmy Yahya direspon secara positif selama ini. Baik dari penonton televisi, rekan kerja, hingga pimpinan tinggi di industri televisi. Nah, poin pertama ini bisa Anda pelajari dari Helmy Yahya. Anda bisa memperoleh banyak pengetahuan dan pelajaran tentang komunikasi dari perjalanan karir Helmy selama ini.