Strategi pengembangan UMKM

Salah satu sektor andalan yang mampu menyumbang pertumbuhan ekonomi di Indonesia adalah sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Terlebih lagi dalam kondisi pandemi sekarang ini, UMKM bisa dijadikan salah satu solusi dalam mengurangi angka pengangguran. Namun, seiring perkembangan zaman, tentu saja dibutuhkan strategi khusus untuk pengembangan UMKM.

Adanya strategi tersebut juga dilakukan agar UMKM tetap bertahan dalam waktu yang lama dan nantinya mampuberpengaruh terhadap masyarakat sekaligus ekonomi Indonesia. Jika UMKM hanya jalan di tempat saja, tentu akan tergerus oleh zaman. Bagi Anda yang merupakan seorang pengusaha UMKM, risiko merugi atau bahkan gulug tikar terus mengintai jika tidak bisa menerapkan strategi yang tepat. Agar hal tersebut tidak terjadi, berikut ini merupakan beberapa strategi pengembangan UMKM yang bisa dilakukan.

1. Menentukan harga yang sesuai dengan kualitas

Bagi Anda pengusaha UMKM, tentu saja tidak asing dengan modal dan juga biaya operasional. Modal adalah biaya maupun barang yang dikumpulkan dan dimiliki serta berfungsi sebagai dasar dalam melakukan suatu pekerjaan. Sedangkan biaya operasional adalah biaya yang harus Anda keluarkan untuk biaya sehari-hari ketika UMKM Anda berjalan. Biaya operasional tersebut termasuk di dalamnya adalah gaji karyawan, bahan baku, dan juga bahan produksi.

Jika Anda sudah bisa membedakan keduanya, maka akan lebih mudah dalam menentukan harga jual sebuah produk. Anda bisa melakukan perhitungan yang tepat antara bahan baku dan biaya produksi sehingga menghasilkan harga asli suatu produk. Jangan sampai Anda membandrol produk dengan harga yang murah namun membuat rugi.

Anda bisa saja menentukan harga suatu produk dengan harga yang cukup tinggi, namun disesuaikan juga dengan kualitas produk yang dimiliki. Jika kualitas produk yang dimiliki sangat baik, tentu saja konsumen tetap akan membelinya karena harga yang Anda bandrol sesuai kualitasnya.

2. Memilih jenis produk yang tepat

Tidak sedikit UMKM yang memiliki banyak jenis produk. Apakah Anda salah satunya? Sebenarnya sah-sah saja memiliki banyak jenis produk asalkan sesuai dengan tujuan atau target yang ingin dicapai. Namun, jika jauh dari itu semua, Anda sebagai pengusaha UMKM perlu memilih beberapa jenis produk saja asalkan tepat.

Anda bisa melakukan survei secara sederhana, baik bertanya secara langsung pada calon target market atau membagikan kuesioner. Anda juga bisa melakukan survei online melalui internet sehingga bisa diketahui apakah produk yang Anda jual sesuai dengan target market Anda. Tidak lupa Anda juga perlu melakukan inovasi dan terus kreatif agar produk selalu menarik bagi konsumen.

3. Memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional

Strategi pengembangan UMKM berikutnya adalah memiliki SDM yang berkualitas dan profesional. Tentu saja hal ini sangat berpengaruh besar untuk UMKM Anda. Pasalnya, SDM inilah yang membantu Anda dalam menjalankan UMKM nantinya. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memilih SDM yang memiliki visi dan misi yang sama dengan UMKM.

Selain itu, pilih juga SDM yang memiliki pengetahuan mengenai UMKM yang Anda miliki. Dengan begitu, Anda perlu melakukan proses seleksi dengan baik agar mendapatkan SDM yang berkualitas. Mungkin hal ini terkesan merepotkan, namun dengan memiliki SDM yang berkualitas dan profesional tentunya akan memudahkan Anda dalam melakukan pengembangan UMKM.

4. Mengembangkan promosi, pemasaran, dan mitra usaha

Seperti yang Anda ketahui, ada banyak UMKM di Indonesia. Dari sebanyak itu, mungkin ada UMKM yang serupa Anda jalankan. Oleh karena itu, selain Anda perlu memastikan produk Anda unik dan menarik, Anda juga perlu melakukan promosi maupun pemasaran. Anda bisa melakukan kedua hal tersebut baik secara online maupun offline.

Kemudian, Anda juga bisa mengembangkan mitra usaha yang sejalan dengan UMKM yang Anda jalankan. Misalnya, Anda memiliki produk makanan, Anda bisa bermitra dengan tour and travel sehingga wisatawan yang berkunjung ke kota tertentu bisa mendapat paket oleh-oleh produk Anda. Tentunya hal ini selain bisa meningkatkan penjualan juga merk produk Anda terdistribusi lebih luas.

5. Mengembangkan skala usaha

Jika Anda memiliki modal yang besar, tidak ada salahnya jika Anda mengembangkan skala usaha. Namun, pastikan keuangan UMKM Anda stabil dan sehat. Pasalnya, jika keuangan UMKM Anda masih mudah goyah, tentu mengembangkan skala usaha bukanlah ide yang bagus. Sebaliknya, jika UMKM Anda berjalan sesuai target Anda bahkan keuangannya mumpuni, Anda bisa mengembangkan skala usaha.

Dengan mengembangkan skala usaha, tentunya merk produk Anda akan terkenal lebih luas. Selain itu, Anda juga bisa memproduksi produk lebih banyak sehingga mampu meningkatkan penjualan. Dengan meningkatnya penjualan dan keuntungan, tentu UMKM Anda akan lebih mudah untuk berkembang.

6. Melibatkan teknologi

Strategi yang perlu Anda lakukan selanjutnya untuk mengembangkan UMKM tentu saja penguasaan teknologi yang mumpuni. Pasalnya, penguasaan teknologi berperan penting untuk kemajuan sebuah UMKM, apalagi di zaman serba modern dan online seperti sekarang. Oleh karena itu, pastikan Anda senantiasa melibatkan teknologi dalam menjalankan UMKM yang dimiliki.

Misalnya, Anda bisa menjual dan mempromosikan produk yang Anda miliki tidak hanya melalui media sosial saja, tetapi juga e-commerce. Produk UMKM Anda bisa dikenal jika Anda sering mengikuti event yang diadakan oleh e-commerce, misalnya event tanggal cantik, hemat ongkos kirim, dan lain sebagainya. Dengan hadir di media sosial maupun e-commerce tentu saja memudahkan konsumen untuk mendapatkan produk Anda sehingga Anda tidak perlu mengandalkan penjualan produk secara offline.

Dengan melibatkan teknologi juga bisa membantu Anda dalam meningkatkan kualitas produk maupun layanan. Konsumen dapat dengan mudah memberikan kritik maupun testimoni sehingga Anda bisa tahu dimana kelebihan dan kekurangan produk UMKM Anda. 

 

Kini Anda sudah mengetahui 6 strategi pengembangan UMKM yang bisa Anda lakukan agar UMKM yang dijalankan mampu bertahan bahkan lebih maju. Dengan menjalankan strategi tersebut, diharapkan agar UMKM yang Anda jalankan juga mampu menyesuaikan diri di zaman yang sulit diprediksi seperti ini. Jangan lupa untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan baik terkait produk maupun layanan UMKM Anda.