Punya Banyak Tim Bukan Jaminan Bisnis Sukses

Apakah punya banyak tim menjamin bisnis jadi sukses?

Bisa jadi iya, bisa jadi tidak. Peluangnya 50:50. 

Bisnis dengan karyawan sampai ribuan bisa sukses. Dan bisa jadi nggak sukses juga. Banyak perusahaan dengan tim lebih sedikit tapi produktif. Bahkan bisa lebih maju dari perusahaan yang timnya banyak tapi klemar-klemer kerjanya. 

Ada satu cerita dari salah satu coach bisnis Indonesia, Tom Mc.Ifle. 

Satu hari dia ngobrol dengan salah satu pengusaha. Mereka bahas soal bisnis, tentu saja, dan juga soal SDM-nya. Ownernya bilang, karyawannya selalu mengeluh kalau di pabriknya itu kurang orang, kurang orang, kurang orang. 

Akhirnya Tom dan owner bisnis itu datang ke pabriknya, dan keliling. Setelah muter dan lihat-lihat, ternyata karyawan itu nggak sedikit. Tapi banyak yang nganggur. 

Pertanyaannya, kenapa begitu banyak orang yang nganggur dan tidak produktif di kantor?

Jawabannya adalah karena leadernya tidak becus. Pemimpinnya, bosnya, ownernya, CEO-nya itu belum bisa menjadi pemimpin yang efektif. Ini adalah masalah paling banyak dan paling rawan membuat bisnis hancur. 

 

Punya tim, karyawan, dan anak buah adalah aset bisnis paling mahal

Leader yang punya banyak tim artinya punya aset yang besar. Kalau timnya bisa diandalkan. Dan timnya punya kapasitas untuk membantu bisnis tumbuh lebih besar. 

Kalau ternyata timnya banyak tapi tidak produktif. Atau timnya itu tidak memiliki kemampuan yang dibutuhkan perusahaan untuk tumbuh besar. Maka dia bukan termasuk aset yang berharga. 

Satu kasus lagi, ketika Anda sebagai leader misalnya, tidak bisa menggerakan anak buah atau tim Anda. Maka sama saja Anda akan bekerja sendirian selamanya. Capek!

Anda jangan segan untuk menghilangkan tim yang tidak bisa diajak tumbuh bersama. 

Semakin Anda segan mengatur karyawan, lama-lama Anda yang sebagai leader akan kehilangan kemampuan dan skill untuk mengelola bisnis. Nah, tapi bukan berarti Anda harus selalu otoriter dan galak dengan tim. 

Leader yang baik adalah orang yang sangat paham dan mampu menerapkan ilmu followership di perusahaannya. Dan ini sangat penting diterapkan ketika Anda mulai punya banyak tim di kantor Anda.

 

Apa itu ilmu followership?

Ilmu followership adalah suatu kemampuan dan keinginan untuk melakukan tingkah laku tertentu dengan tujuan untuk berpartisipasi dalam memenuhi tujuan bersama [Kelley, 1992]

Nadiem Makarim pernah mengatakan, “faktanya, leaders yang berkualitas adalah orang yang memiliki jiwa followership tinggi.”

Jika dalam suatu perusahaan, leader itu tidak paham konsep leadership-followership. Bisa dipastikan, timnya akan sering terkena masalah. Baik masalah iternal atau masalah eksternal. 

Namun, jika leader itu paham strategi dan ilmu yang dibutuhkan. Apalagi dia mampu menerapkan ke timnya dengan baik, hasilnya adalah perusahaan punya banyak tim sebagai aset paling berharga. 

 

Ciri Punya Banyak Tim, Tapi Tidak Bisa Jadi Aset Perusahaan

Pertama, punya banyak tim atau karyawan yang skill-nya tidak maju-maju. Alias, kemampuannya segitu terus, dari awal masuk sampai bertahun-tahun. 

Kedua, tim atau karyawan yang pasif dan tidak produktif. Jenis karyawan ini biasanya kurang tertarik dengan organisasi atau perusahaan Anda. Mereka juga cenderung tidak peduli atau apatis. Yang penting ada kerjaan dan dibayar. Sangat jarang memberi ide baru atau solusi untuk perusahaan. 

Ketiga, tim atau karyawan tipe kutu loncat. Mereka biasanya punya skill yang bagus. Beberapa orang juga biasanya sangat solutif dan tidak ragu memberi masukan. Tapi kekurangannya adalah mereka tidak setia atau loyal dengan perusahaan. 

Yang mereka cari adalah jenjang karir. Dan jika perusahaan tidak bisa memberikan jenjang karir seperti yang mereka inginkan, mereka akan cepat keluar atau resign dari kantor. 

 

Apa yang bisa dilakukan untuk mengelola banyak tim?

Percayakah Anda, bahwa risiko terbesar dalam bisnis adalah tidak mengambil risiko itu. 

Kenapa? Karena ketika seseorang mengambil risiko, di saat yang sama dia juga memiliki peluang besar untuk tumbuh, berkembang, dan meningkatkan skill mereka. 

Nah, sekarang kita bahas salah satu risiko terbesar dalam bisnis. Yaitu orang-orang yang terlibat dalam bisnis Anda, alias leader dan timnya. 

Sekarang kita pikirkan lagi. Misalnya Anda punya banyak tim di perusahaan. Dari skala 1-10, seberapa percaya Anda, atau seberapa bisa dipercaya tim yang Anda miliki saat ini? Atau misalnya Anda baru punya beberapa orang tim.

Seberapa bisa diandalkan tim Anda saat ini untuk mengelola dan membantu bisnis Anda tumbuh besar?

Jawaban yang Anda pikirkan saat ini akan menentukan masa depan bisnis Anda nantinya. Apakah dengan tim yang ada saat ini bisnis Anda bisa sukses. Atau sebaliknya, ternyata tim yang Anda banggakan saat ini malah akan menjadi boomerang yang merusak bisnis Anda?

Sekarang kita ke solusi. Solusi bagaimana yang tepat untuk membuat perusahaan benar-benar memiliki tim atau aset perusahaan terbaik? Jawabannya sama, orang-orang di dalamnya. Leader dan timnya, karyawannya, anak buahnya. 

Seorang leader profesional sekalipun, jika di sekitarnya tidak diimbangi dengan tim eksekutor yang bisa diandalkan. Dia berisiko tinggi akan membuat bisnis stuck, bahkan hancur.  Leadership is number one dalam sebuah organisasi bisnis atau perusahaan. But, team is one of the most important in business.

 

Baca juga: Cara Menjadi CEO Sukses di Bisnis 2022

Lalu Bagaimana Cara Mengelola Banyak Tim di Kantor?

Bisnis besar & autopilot dibangun oleh 2 faktor: leader outstanding, dan tim eksekutor yang handal. Tanpa tim eksekutor handal, bisnis akan stagnan & susah autopilot, apa-apa harus leader. 

Berikut ini adalah hal-hal sederhana yang dilakukan para pemimpin sukses untuk bangun tim jagoan: 

  1. Komunikasi terus-terusan. 

Salah satu penyebab bisnis hancur adalah kacaunya komunikasi. Tapi komunikasi jugalah yang membuat bisnis jadi maju dan tumbuh pesat. Semakin efektif, efisien, dan tepat cara komunikasi leader ke tim, dan tim ke leader. Maka akan semakin baik hasilnya ke bisnis.

  1. Apresiasi orang yang bawa pesan perbaikan. 

Perlakuan selanjutnya adalah kebiasaan untuk memberikan penghargaan kepada tim. Selain membuat tim jadi betah, ini juga salah satu bentuk menyejahterakan karyawan.  

  1. Akui bahwa Anda tidak sempurna, dan bahwa Anda dan tim perlu saling melengkapi.

Seperti yang saya tulis sebelumnya, leader tanpa tim yang bisa diandalkan itu bukan apa-apa. Maka dari itu, meski posisi Anda sangat berpengaruh sekalipun, cobalah untuk membumi dan mengakui bahwa tim Anda itu penting bagi bisnis.

  1. Serius dan fokus dalam proses building team. 

Ini adalah poin penting ketika Anda punya banyak tim di perusahaan. Yakni memastikan proses building atau training mereka berdampak pada produktivitas kerjanya. Semakin baik proses training mereka, semakin tinggi produktivitasnya. Dan semakin baik juga efeknya ke perusahaan. Baik secara finansial, omzet, dan profit. 

Salah satu cara terbaik melakukan training kepada tim adalah dengan mengirim tim Anda untuk ikut Superteam Bootcamp bersama Bisnishack. Tim Anda tidak hanya akan diasah skill, tapi juga mental dan mindsetnya. Tertarik? Ikuti channel telegram Bisnishack,  dan dapatkan lebih banyak info seputar bisnis dan solusinya.

Itu tadi beberapa tips dan sharing terkait leadership dan manajemen ketika punya banyak tim di perusahaan. Semoga bermanfaat.