Potensi Clubhouse Untuk Bisnis Anda. Apa Saja?

by -34 views
Potensi Clubhouse Untuk Bisnis
Potensi Clubhouse Untuk Bisnis. Sumber gambar: unsplash.com

Sebuah aplikasi viral di media sosial bernama Clubhouse. Meski masih baru, tentu potensi Clubhouse untuk bisnis akan segera terlihat. Hal tersebut dikarenakan pengguna Clubhouse kebanyakan adalah para CEO, lho!

Awal mulanya CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, menulis sebuah kicauan di Twitter pada 1 Februari 2021 berupa: “Di Clubhouse malam ini pukul 10 malam waktu LA”. Kicauan tersebut merujuk pada acara bincang-bincang bernama ‘Good Time Club’ yang dihadirinya secara virtual melalui aplikasi media sosial Clubhouse.

Sesi obrolan tersebut berlangsung sekitar 90 menit yang kemudian diunggah di kanal YouTube Tesla Owners Online pada 2 Februari 2021. Seusai acara bincang-bincang ‘Good Time Club’ tersebut, popularitas aplikasi media sosial Clubhouse pun naik daun.

Hingga tulisan ini dibuat, aplikasi Clubhouse telah memiliki lebih dari dua juta pengguna. Valuasi aplikasi Clubhousebahkan ditaksir mencapai 1 miliar dollar Amerika atau sekitar 13,8 triliun rupiah.

Di Indonesia sendiri, kehebohan Clubhouse cukup terasa. Banyak orang-orang dari bidang tertentu dan terkenal mengabarkan penggunaan aplikasi tersebut. Sebut saja Karin Novilda dan Rachel Venya selaku pengusaha muda sekaligus selebgram telah menggunakan Clubhouse.

Chef terkenal, Arnold Poernomo juga mengabarkan bahwa dirinya menggunakan Clubhouse. Hal itu memicu masyarakat ingin ikut terlibat dalam tren baru mengenai Clubhouse.

Apa itu aplikasi media sosial Clubhouse?

Clubhouse berdiri pada tahun 2020 oleh pengusaha yaitu Rohan Seth dan Paul Davison. Aplikasi tersebut menjadi daya tarik tersendiri di kalangan elit Silicon Valley untuk pengguna iPhone sebab bersifat pribadi khususnya undangan. Clubhouse masih dalam versi ‘beta’. Artinya tahapan aplikasi ini masih dalam pengujian sebelum dirilis secara luas.

Jika media sosial yang lain berfokus pada video atau teks, Clubhouse hanya berbentuk obrolan suara saja. Pada beberapa negara tertentu (seperti Jepang, Turki, Italia, dan Jerman), Clubhouse menduduki peringkat teratas Apple Store. Minat internaasional terhadap Clubhouse terus mengalami perkembangan.

Hanya saja aplikasi ini telah diblokir di China. Alasannya yaitu para pengguna di China bergabung dengan orang-orang Taiwan, Hongkong, dan tempat lain untuk berbagi pemikiran. Topik yang diangkat pun beragam termasuk politik. Hal tersebut dianggap meresahkan oleh pemerintah China.

Sedangkan di Indonesia, belum ada regulasi pemerintah terkait Clubhouse. Hingga saat ini, Clubhouse dapat digunakan secara bebas seperti layaknya aplikasi media sosial lainnya.

Potensi clubhouse untuk bisnis

Membicarakan digital platform pada bisnis selalu menarik. Kemungkinan potensi kolaborasi yang menguntungan akan dicari. Hal tersebut juga terjadi pada Clubhouse. Berikut ini merupakan beberapa potensi Clubhouse untuk bisnis.

  1. Percakapan lebih mendalam secara aktual

Media sosial kini seringkali dijadikan media untuk melakukan percakapan. Sayangnya, percakapan tersebut biasanya telah diciptakan dan diproduksi sebelumnya sehingga tidak ada sisi spontan yang tertinggal.

Clubhouse mampu memberi ruang yang lebih spontan untuk obrolan real time tentang topik apa saja. Hal tersebut cocok sebagai alternatif media brainstorming bisnis sebab banyak ide-ide spontan yang bisa bermunculan ketika percakapan berlangsung.

  1. Menjual undangan untuk umum

Potensi bisnis secara langsung bagi pengguna Clubhouse belum terlalu nampak. Akan tetapi, ternyata telah ada pengguna yang menciptakan peluang dengan cara menjual undangan Clubhouse.

Pada beberapa e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak telah ditemukan penawaran undangan Clubhouse dengan harga 200 ribu rupiah hingga 500 ribu rupiah. Pada dasarnya undangan Clubhouse tersebut gratis, hanya saja beberapa pihak berusaha memanfaatkan momen yang ada dengan menjualnnya.

Ide menjual undangan muncul sebab untuk mendapatkan undangan Clubhouse memang sulit. Meski demikian, terdapat kemungkinan penjualan undangan bisa dilakukan secara resmi nantinya jika terjadi perkembangan aplikasi. Hal itu tentu saja menjadi salah satu peluang bisnis.

  1. Menemukan para ahli di bidang tertentu

Setelah masuk ke dalam aplikasi Clubhouse, Anda dapat memilih membuat obrolan dengan siapa. Biasanya, para ahli di bidang tertentu akan berkumpul pada satu room yang sama untuk melakukan obrolan.

Hal tersebut berpotensi untuk saling melihat kemampuan satu sama lain. Dari situlah Anda dapat menemukan para ahli di bidang tertentu yang mungkin dibutuhkan perusahaan Anda.  

  1. Membuat komunitas untuk para CEO

Room yang diciptakan memang seringkali memiliki satu fokus misalnya room para influencer, para HRD, atau bahkan para CEO. Hal tersebut secara tidak langsung dapat membentuk komunitas digital.

Anda bisa membuat komunitas untuk para CEO melalui Clubhouse. Obrolan pun bisa menjadi sangat menarik dan bermanfaat bahkan membantu memberi ide pengembangan untuk bisnis Anda.

  1. Potensi kolaborasi proyek

Sama halnya seperti wadah digital yang lain, Clubhouse dapat menjadi tempat pertemuan banyak pihak secara online. Jaringan luas akan terbentuk baik dari sektor bisnis Anda maupun jenis bisnis lain.

Melalui Clubhouse, Anda dapat mendengarkan pengalaman langsung pengusaha lain atau orang-orang hebat. Anda juga dapat mengajukan pertanyaan langsung serta menerima tanggapan secara real time. Dengan begitu, potensi kolabori proyek pun semakin terbuka lebar.

Kekurangan media sosial Clubhouse

Meski menarik sebab fresh dan naik daun, Clubhouse masih memiliki beberapa kekurangan. Beragam kekurangan tersebut masih bisa terus diperbaiki agar aplikasi ini berkembang. Apa saja sih kekurangan Clubhouse tersebut?

  1. Sementara hanya dapat diakses pengguna iOS

Dari segi akses, Clubhouse masih terbilang belum merata. Baru pengguna iOS saja yang bisa menggunakan Clubhouse. Hal ini tentu menjadi masalah serius sebab kemudahan akses menjadi hal penting.

Selain itu, hanya pengguna perangkat Apple (iPod touch, iPhone, serta iPad)  dengan iOS 13 atau lebih yang dapat mengunduh aplikasi Clubhouse. Meski demikian, pernyataan telah dibuat pendiri Clubhouse di laman resmi mereka tentang pengerjaan aplikasi versi Android.

  1. Sistem keikutsertaan harus melalui undangan

Penggunaan aplikasi juga dirasa masih terlalu kompleks. Setelah berhasil mengunduh Clubhouse, Anda tidak bisa langsung bergabung dengan aplikasi tersebut. Penyebabnya adalah metode bergabung di Clubhouse sedikit berbeda dengan media sosial lainnya.

Peminat yang belum punya akun harus mendapat undangan terlebih dahulu dari orang yang telah menjadi anggota Clubhouse sebelumnya. Tiap anggota baru akan mendapat hak untuk mengundang dua orang.

Cara undangan tersebut bekerja adalah seperti berikut:

  • Pihak pengundang harus memiliki nomor ponsel orang yang akan diundang.
  • Pengundang dapat mengirimi pesan berisi tautan ke situs Clubhouse.
  • Setelah mendapat tautan tersebut, calon pengguna bisa membuat akun dengan nomor telepon yang tadi.

Regulasi tersebut seolah ingin membuat Clubhouse nampak eksklusif serta menerapkan filter yang ketat. Sayangnya hal tersebut malah menjadi batasan tersendiri. Perkembangan jumlah pengguna Clubhouse pun masih bersifat terbatas.

  1. Belum stabil seperti media sosial lainnya

Popularitas Clubhouse yang meroket tidak berbanding lurus dengan kualitas aplikasinya. Clubhouse belum stabil dibandingkan media sosial lainnya.

Hal tersebut sebenarnya wajar mengingat versi yang diluncurkan masih ‘beta’ dan dalam tahap pengujian. Untuk saat ini, media sosial yang lain masih lebih disarankan untuk dipilih jika digunakan sebagai alat pengembangan bisnis Anda.

  1. Terdapat pilihan media lain yang serupa

Salah satu media sosial yang memiliki fokus pada suara dan obrolan adalah Podcast. Perbedaan dengan Clubhouse terletak pada real time interaksinya. Pada Podcast, pendengar hanya bersifat pasif saja.

Akan tetapi, dari segi penggunaan telah terbukti efektif dan aksesnya mudah. Selain itu, banyak orang menganggap Podcast lebih menarik sebab menghilangkan rasa eksklusif sehingga jangkauannya lebih luas.

  1. Belum banyak peminat atau penggunanya

Minat internasional terhadap Clubhouse dikabarkan terus meningkat. Hanya saja, peminat dan penggunaa Clubhouse masih belum banyak dan merata. Aplikasi ini hanya bisa diakses pengguna Apple dengan iOS minimal 13 saja.

Selain aksesnya yang menghambat, peminat aplikasi ini belum terlalu tinggi sebab keuntungan dan kenyamanan belum teruji. Meski demikian, Clubhouse masih dalam tahap pengembangan sehingga statistik pengguna masih terus dipantau dan memungkinkan untuk terus meningkat seiring berjalannya waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *