perang harga di bisnis retail

Apakah bisnis online Anda sering terlibat perang harga?

Banyak pengusaha yang bisnisnya berakhir stuck, bahkan mati. Salah satu penyebabnya adalah karena kalah bersaing saat perang harga.

Akan tetapi, sejak kapan si persaingan harga di bisnis retail ini terjadi?

Apabila ditarik mundur, kondisi ini sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu. Namun akhir-akhir ini menjadi semakin parah, sejak adanya gelombang pandemi dua tahun terakhir. Kondisi itu juga memaksa banyak orang membuka usaha atau online shop.

Masalahnya, meskipun membuka bisnis di sektor ritel itu tergolong cukup mudah. Akan tetapi, para pelaku UMKM ritel rawan dan sering bermasalah dengan perang harga. Kondisi ini adalah salah satu dampak meledaknya daya jual dan beli di era digital. Saat ini ada jutaan toko online baru yang muncul dalam hitungan bulan.

Perubahan behaviour konsumen mendorong penjual untuk memakai ‘berbagai cara’ supaya mereka tertarik membeli di toko mereka. Salah satu caranya adalah dengan melakukan perang harga, semakin murah, semakin banyak yang beli.

Nah, lalu gimana supaya produk atau brand Anda tetap laris tanpa perlu terjebak price war  terus-terusan?

Strategi Marketing Bisnis Retail 

Apa saja si strategi mengatasi perang harga yang bisa diterapkan di bisnis retail? Berikut adalah tips-tips menghindari persaingan harga di bisnis online.

  • Sesekali berikan penawaran terbatas atau diskon

Persaingan harga di dunia bisnis bukan lagi hal yang aneh. Nah, salah satu tips supaya produk Anda tidak kalah perang harga adalah dengan diskon.

Tapi jangan terlalu sering memberikan penawaran atau diskon. Sebab efektivitasnya akan berkurang jika terlalu sering digunakan.

  • Buat program loyalitas/ membership

Meski terkesan konvensional, tapi program membership ternyata menjadi salah satu proses marketing yang jitu. Terutama untuk membantu penjualan melalui repeat order.

  • Berikan benefit dan good service: 

Cara terakhir dalam marketing retail supaya tidak kena perang harga adalah memberikan skala service yang tinggi. Salah satunya dengan membuat program merchandising. Anda bisa mengirimkan beberapa produk bonus khas toko retail Anda kepada pelanggan setia.

Sebagai contoh, Anda memberikan bonus kaos dengan logo atau nama toko Anda. Ketika si pelanggan memakai produknya, secara tidak langsung itu akan jadi proses marketing. Karena orang di sekitarnya akan melihat dan mengenal toko Anda lewat kaos tersebut.

  • Tentukan harga sesuai target marketnya

Ini dia yang penting dari startegi perang harga di e-commerce. Sebagai pengusaha, kita harus jeli melihat prospek dan peluang keuntungan dari setiap barang yang dijual. Saat ini, menentukan harga jual bukan hanya berapa persen dari harga beli. Tapi juga perlu menghitung pajak, PPN, potongan ongkir dan sebagainya.

Jika sudah yakin harganya sudah bisa menguntungkan, jangan lupa pastikan juga bahwa target audiens Anda tepat. Artinya, dengan harga yang Anda pasang, semahal atau semurah apapun, tetap memiliki konsumen.

 

Mengatasi Perang Harga ala CEO PowerCommerce Asia 

Selain beberapa cara di atas, berikut adalah tips langsung dari masternya supply chain management, Pak Hadi Kuncoro. Beliau adalah CEO dari Power Commerce Asia, salah satu grup terbaik yang fokusnya adalah mengatasi permasalahan ecommerce dan omni channel di Indonesia.

Simak tips beliau supaya bisnis retail online Anda tidak terkena perang harga terus-terusan.

  • Pertama, tentukan produk yang tepat

Dalam bisnis, semua hal harus dipikirkan dengan matang. Terutama jenis produk yang akan dijual. Semakin baik produk, fungsi dan manfaatnya juga tepat untuk konsumen Anda. Maka akan semakin besar potensi penjualan dan repeat ordernya.

Baca juga Strategi Meningkatkan Omzet Penjualan yang Efektif

  • Kedua, target audiens 

Salah satu poin penting dalam penjualan online adalah menentukan target audiens yang tepat. Penentuan target ini akan mempengaruhi biaya dan harga jual suatu produk.

  • Ketiga, kenali pasar produk Anda 

Kita semua tahu bahwa tidak selamanya harga suatu produk akan murah. Di saat-saat tertentu, meski dengan merk, kualitas, dan kuantitas yang sama, bisa jadi harganya akan naik.

Kondisi ini perlu diperhitungkan, terutama karena mayoritas konsumen cenderung akan memilih harga yang lebih murah untuk produk sejenis. Itu sebabnya, mengenali pasar dan memberikan value lebih pada produk sangat berpengaruh pada penjualan.

  • Keempat, Jangan terburu-buru bikin brand

Tips selanjutnya untuk mengatasi perang harga adalah jangan terburu-buru membuat brand. Meski fungsi brand pada akhirnya sangat penting, tapi memahami seluk beluk konsumen, produk, dan penyebaran pasar itu urgensinya jauh lebih penting.

  • Kelima, Melakukan transformasi digital

Setelah dunia dilanda gelombang pandemi berkali-kali, pengusaha jadi semakin familiar dengan istilah transformasi digital. Apalagi jika bisnis Anda adalah omnichannel retail.

Omnichannel retail memiliki tujuan untuk memberikan pelanggan sebuah pengalaman berbelanja yang mulus, mudah, dan cepat. Baik itu berbelanja secara online maupun offline. Itu sebabnya, dengan menerapkan transformasi digital, bisa sangat membantu menekan biaya logistik dan operasional.

 

Belajar Transformasi Digital Langsung dari Pak Hadi Kuncoro

Kabar baiknya, bagi Anda yang ingin belajar lebih lanjut secara intens langsung dari Pak Hadi Kuncoro.

Anda bisa mengikuti workshop kami, Sekolah CEO 1.0. Sekolah CEO 1.0 merupakan workshop khusus bagi para owner dan CEO dengan minimal omzet 100 juta/bulan, dan ingin menaikkan skala omzet ke angka milyaran.

Sekolah CEO 1.0 didesain supaya materinya mudah dipahami, gampang diterapkan, dan bisa langsung kelihatan efeknya. Yukk, segera naikkan skala bisnis Anda, dan kembangkan usaha ke level yang jauh lebih besar.

Miliki informasi lengkapnya di sini: Info Sekolah CEO 1.0.