Cara Menjadi CEO Sukses di Bisnis 2022

Banyak pengusaha yang penasaran, tetapi bagaimana cara menjadi CEO yang sukses?

Pertama, mereka pasti bertanya-tanya gimana caranya jadi pengusaha yang kaya raya? Gimana biar bisnis di mana-mana, hari tua nggak perlu pusing mikir harta, dan jadi crazy rich misalnya

Kedua, menjadi bagian dari Crazy Rich of the World barangkali adalah impian semua orang, termasuk saya dan Anda. Salah satu tujuan akhirnya bisa jadi supaya aspek hidup kita jadi seimbang, dan kita bahagia. 

Namun realitanya, hanya ada sangat sedikit orang yang benar-benar mencapai impian itu. Apalagi, jumlahnya hanya sekitar 1% dari total populasi di dunia. Sisanya yang 99% hidup seperti standar manusia pada umumnya. 

Ini fakta yang lucu sebetulnya. Bagaimana bisa ada golongan 1% yang sangat luar biasa, tapi 99% orang lainnya tidak bisa meniru mereka? Hmmm…. apa kira-kira yang membedakan mereka dengan kita?

 

Crazy Rich People VS Common People

Ada jurang besar antara ‘merasa’ kaya dan ‘menjadi’ kaya. Antara ‘merasa’ CEO dengan ‘menjadi CEO. 

Tentu saja menjadi kaya inilah yang kita maksud sebagai ‘kaya beneran’. Sayangnya lebih banyak orang yang ‘merasa’ kaya, ketimbang yang beneran kaya. 

Lucunya lagi, trend di Indonesia akhir-akhir ini ada banyak OKB. Para orang kaya baru yang merasa sudah sangat kaya, sehingga melakukan flexing di seluruh media sosial. 

Anda juga pasti sering melihat konten-konten yang isinya foto mobil mewah, iseng beli barang-barang dengan harga selangit. Dalam hati pasti banyak sekali pengusaha yang tergelitik, “bagaimana si cara menjadi CEO seperti mereka?”

 

Rahasia para eksekutif kelas kakap itu ada pada cara mereka melihat harta benda. Mereka bukan hanya melihat harta sebatas asset mati, tapi itu investasi yang hidup dan bisa berkembang

Sedangkan mayoritas pengusaha dengan mental orang miskin, melihat itu sebagai aset yang nilainya diukur dari banyaknya uang.

Ini baru 1 dari sekian banyak perbedaan mendasar antara poor mindset VS rich mindset. Ada hal yang lebih krusial, dan inilah yang mendorong Anda menjadi CEO atau pengusaha sukses. Apa itu? Jawabannya adalah kebiasaan mereka. 

 

Cara Menjadi CEO: Tiru Habit 1% CEO Terbaik Dunia 

Ada banyak cara menjadi CEO sukses. Di atas semua itu, yang paling gampang adalah meniru habit/kebiasaan mereka. Habit adalah bentuk perbuatan, tindakan, dan sikap yang dilakukan berulang-ulang dengan cara yang konsisten. Dengan kata lain, habit akan membentuk tata perilaku, etika, entah itu baik atau buruk. 

 Nah uniknya, golongan best CEO 1% ternyata punya kebiasaan-kebiasaan yang mungkin terlihat sepele, namun impact-nya sungguh luar biasa. Apa saja itu?

Gunakan 5 Hour Rules

Pernah kepikiran nggak, dari 24 jam waktu yang sama-sama kita miliki, kok bisa ada orang-orang yang waktunya bisa sangat produktif?

Nah, ada satu kebiasaan yang dilakukan beberapa triliuner terkaya dunia. Misalnya, seperti Elon Musk, Jeff bezos, Warren Buffet, sampai Mark Zuckerberg. Apa sih yang ada di dalam pikiran mereka dan membuat mereka punya kebiasaan yang sukses?

Ada satu kesamaan dari para best CEO 1% itu yang bisa kita contoh, yakni 5-hour rules alias aturan 5 jam. Aturan  5 jam ini adalah aturan di mana seseorang meluangkan satu jam dalam satu hari kerja mereka saat weekdays, untuk belajar sesuatu secara suka rela. 

 

Investasi Leher Ke Atas 

Robert T. Kiyosaki, motivator, investor, usahawan, dan penulis terkenal asal Hawaii. Dia pernah bilang dalam bukunya Rich Dad, Poor Dad, bahwa belajar tanpa henti adalah kunci menjadi kaya.

Orang kaya sejati, the real rich man, membangun kekayaan melalui berbagai keterampilan yang dipelajari sepanjang masa. Selain itu, mereka juga telah melalui banyak rintangan, dan ini yang membedakan orang sukses dengan kebanyakan orang. 

Orang-orang sukses sangat sadar dan sengaja memutuskan untuk terus belajar selama masa hidup mereka. Misalnya, dengan belajar Cara Berkomunikasi CEO Skala Kecil dan Besar.

 

Refleksi Diri dan Berpikir Seolah Anda Menjadi CEO Sukses

Banyak orang terjebak dengan statemen bahwa cara menjadi CEO yang sukses itu yang penting jadi orang sibuk. Padahal, sibuk belum tentu produktif, dan melakukan banyak hal dalam satu waktu juga bukan parameter produktivitas yang baik. 

Warren Buffet, crazy rich yang dikenal juga sebagai Oracle of Omaha adalah guru investasi sejuta umat. Dia menjadi salah satu pengusaha terkaya di dunia yang sangat dihormati karena pola pikir dan strategi bisnisnya yang sangat tajam. 

Bagi Anda yang main di bidang trading atau investasi jenis apapun, mungkin sudah sering mendengar cerita tentang Warren Buffet ini. Tapi tahukah Anda, Warren Buffet menginvestasikan 80% waktunya sendiri untuk 3 hal paling krusial. 

3 hal itu adalah membaca, berpikir, dan merefleksikan diri sepanjang karirnya. Merefleksikan diri mungkin terdengar sangat remeh, ini sesuatu yang wasting time. Tapi sebaliknya, justru di waktu-waktu inilah kita bisa melihat lagi apa yang sudah dilakukan, dan apa yang bisa kita perbaiki di masa depan. 

 

Bangun Pagi Hari adalah Cara Tergampang Menjadi CEO!

Apakah Anda termasuk orang yang sibuk mengurus pekerjaan siang malam bikin susah bangun pagi?

Mungkin sudah saatnya Anda beralih dari kerja keras siang malam, ke kerja produktif yang efisien. Kenapa? 

Benjamin Franklin pernah bilang, “tidur lebih awal, bangun lebih awal, membuat seseorang lebih sehat, kaya, dan bijak.” Bagi umat muslim, anjuran untuk tidur selepas isya dan bagus di sepertiga malam juga ada dan ini terbukti membantu hidup kita jauh lebih baik.

 

Berbagi Pada Orang Lain 

Ini adalah salah satu kebiasaan yang mungkin agak ekstrim karena melibatkan tidak hanya harta, tapi juga perlu mental dan keikhlasan luar biasa. 

Level CEO ini sudah seperti sufi, mereka sudah tidak terpikirkan soal kekayaan. Mereka tidak melekat dengan apa yang mereka miliki saat ini. Kebiasaan itu adalah berbagi kepada orang lain atau yang kita kenal sebagai filantropis. Orang yang mendermakan hartanya untuk kepentingan sosial.  

Jika Anda baru kepikiran bagaimana cara menjadi CEO sukses, maka level yang satu ini sudah melewati kata sukses. Pelopor pebisnis filantropis ini adalah seorang pengusaha asal Skotlandia, Andrew Carnegie. 

Crazy Rich satu ini adalah owner dari US Steel yang percaya pada filosofi Gospel of Wealth. Filosofi ini mengajarkan kita bahwa orang-orang kaya wajib mengembalikan harta mereka ke masyarakat. Atau kalau umat muslim mengenal istilah, sebagian harta kita adalah harta saudara-saudara kita yang kurang mampu. 

Andrew menyumbangkan 125 USD ke yayasan Carnegie Corporation untuk membantu pendidikan tinggi di sejumlah sekolah. Dia membangun lebih dari 2000 perpustakaan umum. Selain itu, Andrew juga membangun Carnegie Endowment for International Peace untuk mendanai Hague Palace of Peace yang menjadi tempat pengadilan dunia di Belanda. Bahkan di 1911, ia memberikan 90% kekayaannya buat disumbangkan.

 

Kesimpulannya, dari 5 cara menjadi CEO dengan kebiasaan-kebiasaan sukses tadi, mana yang sudah Anda lakukan? 

Jangan lupa untuk konsisten ya! Supaya usaha Anda menjadi bagian dari 1% orang tersebut cepat terwujud. Ingin gabung komunitas CEO dari seluruh Indonesia? Ikuti kami di chanel telegram Bisnishack