6 Strategi Pemasaran Untuk Bisnis Fotografi

Mendirikan bisnis fotografi itu bergantung pada pemahaman tentang bisnis dari pelaku bisnis tersebut. Sebagian orang beranggapan bahwa hanya orang-orang yang memiliki bakat sajalah yang dapat menjalankan bisnis fotografi, anggapan ini tidak seutuhnya benar, karena bakat yang dimiliki setiap orang itu berbeda-beda dan dapat dikembangkan jika memang ada keinginan. Oleh karena itu bakat tidak menjadi jaminan keberhasilan dari karir pelaku bisnis fotografi.

Bakat yang ada harus didukung dengan pengetahuan tentang apa sajakah yang sedang menjadi tren dan bagaimanakah pengaturan keuangan perusahaan sehingga memberikan keuntungan yang lebih banyak. Selain itu pelaku bisnis fotografi juga tidak boleh cepat berpuas diri dengan pencapaian yang telah diraih, justru ia harus semakin terpacu untuk meningkatkan kualitas dan menawarkan inovasi-inovasi yang menarik bagi para kliennya.

Inovasi yang dilakukan harus mempertimbangkan dua hal yaitu bagaimana memberikan kepuasan kepada para klien yang sudah kontrak dengan mereka dan bagaimana meningkatkan dan memperluas pasar yang ada. Inovasi inilah yang disebut dengan sistem pemasaran dan berdasarkan penjelasan diatas sistem pemasaran memang memegang peran penting dalam suatu bisnis fotografi.

Pemasaran berbeda dengan iklan

Kebanyakan orang mengasosiasikan pemasaran dengan iklan, sesungguhnya pemasaran adalah kerangka luas dari iklan. Pemasaran memiliki banyak spesifikasi dan salah satu di antaranya adalah iklan.

Iklan adalah cara untuk mempromosikan suatu produk, dalam hal ini adalah bisnis fotografi. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk memasang iklan, untuk cara yang masih konvensional bisa dilakukan dengan iklan di televisi, radio, koran ataupun majalah, sedangkan untuk iklan yang lebih modern bisa dilakukan dengan iklan di sosial media seperti facebook, twitter, instagram ataupun melalui website online. Tujuan dari iklan adalah untuk memprosikan bisnis yang ada, meningkatkan kesadaran ataupun mendorong masyarakat tentang bisnis yang ada dan juga menarik klien. Penjelasan tentang iklan tersebut merupakan bagian dari sistem pemasaran secara keseluruhan.

Jika iklan adalah bagian kecil dari sistem pemasaran, lalu bagaimanakah sistem pemasaran itu sendiri? Sistem pemasaran adalah branding atau upaya untuk membangun suatu citra perusahaan di mata masyarakat. Sistem pemasaran secara sederhana diartikan sebagai suatu cara untuk mendapatkan reputasi perusahaan. Sistem pemasaran memberikan pengaruh yang besar terhadap keinginan klien menggunakan jasa fotografi yang ditawarkan itu lagi atau tidak dan juga mempengaruhi calon klien untuk akhirnya memutuskan bergabung dengan bisnis fotografi yang ditawarkan.

Bagaimanakah strategi pemasaran yang baik untuk bisnis fotografi? Berikut ini ada 6 strategi pemasaran yang bisa dijalankan.

Rencanakan pengalaman dari klien

Ini adalah salah satu poin penting dari sistem pemasaran yang harus diperhatikan secara khusus dari pelaku bisnis fotografi. Perencanaan tentang pengalaman dari klien adalah cara untuk mencapai dan mengukur keberhasilan dari perusahaan dalam melayani klien.

Perencanaan ini dapat dijabarkan dalam beberapa hal, pertama bagaimana perusahaan memperkenalkan produk dan jaminan hasil yang baik kepada klien, kedua bagaimana klien mendapatkan hasil fotografi tersebut hal ini berkaitan dengan kemudahan dan kecepatan akses yang akan didapatkan oleh klien tersebut dan yang ketiga adalah bagaimana komunikasi antara perusahaan dan klien dapat berjalan dengan baik, karena dengan komunikasi yang baik maka klien dapat menyampaikan keinginannya dan perusahaan akan semaksimal mungkin mengusahakannya sehingga kedua belah pihak mendapatkan kepuasan yang maksimal.

Kurangi kesalahan

Mengurangi kesalahan adalah sistem pemasaran yang lebih menekankan pada langkah-langkan antisipatif. Perusahaan yang profesional adalah perusahaan yang dapat meminimalisir kesalahan dan juga dapat mengatasi permasalahan. Produk dari perusahaan sangat bergantung pada bagaimana cara dari perusahaan menghadapi gejolak dengan cara-cara yang cepat dan tepat.

Tidak ada seorang klienpun yang akan mau bekerjasama dengan perusahaan yang tidak profesional, oleh karena itu buktikanlah profesionalitas perusahaan dalam mengahapi permasalahan yang ada. Untuk lebih meyakinkan klien, buatlah dokumen yang berisi penjelasan tentang jaminan pelayanan yang maksimal dan tidak bermasalah.

Media sosial

Media sosial menjadi fenomena baru yang sangat lekat dengan kehidupan masyarakat modern saat ini. Perlu diingat bahwa konsep dasar dari bisnis adalah tentang masyarakat dan keterkaitan hubungan di antaranya. Sistem pemasaran dengan media sosial berbeda dengan iklan di media sosial. Sistem pemasaran dengan media sosial lebih menekankan cara-cara seperti testimoni atau pernyataan yang diungkapkan oleh klien tentang produk dan juga pelayanan dari perusahaan.

Pelaku bisnis fotografi lebih diuntungkan karena kebanyakan media sosial juga memberikan fasilitas unggah foto, sehingga testimoni yang disampaikan klien dapat didukung dengan foto yang nyata sehingga pemasaran yang dilakukan lebih meyakinkan dan tentunya akan mempengaruhi keluarga, teman dan relasi dari klien tersebut.

Sapaan

Sapaan terlihat seperti hal kecil namun ini cukup berpengaruh terhadap kenyamaan dari klien terkait dengan pelayanan yang diberikan. Jika klien sudah nyaman dengan pelayanan yang diberikan maka kemungkinan besar ia bersedia untuk melakukan kerjasama lagi nantinya, namun sebaliknya jika klien merasa kurang puas bahkan kurang dihargai dari pelayanan yang diberikan maka kecil kemungkinan ia tertarik untuk bekerjasama lagi.  Oleh karena ini jangan pernah remehkan hal-hal kecil seperti sapaan dalam setiap melayani klien.

Lunasi kontrak dengan cepat 

Kontrak yang ada tidak hanya terkait dengan klien saja, namun ada beberapa kontrak dengan perusahaan rekanan. Harus diingat jika dalam setiap kontrak memiliki konsekuensi salah satunya adalah tentang sistem pembayaran terhadap kerjasama yang terjalin.

Melunasi kontrak tepat pada waktu yang telah disepakati sangatlah penting ini berhubungan dengan kerjasama yang bisa saja diputuskan jika perusahaan rekanan merasa dirugikan dan hal ini tentu saja akan berimplikasi luas seperti tercorengnya nama baik perusahaan dan juga berkurangan relasi dari perusahaan.

Tidak bisa dipungkiri bahwa menjalankan bisnis fotografi tidaklah sama dengan menjalankan bisnis dibidang lain, untuk sukses dalam bisnis fotografi seorang pelaku bisnis haruslah sabar karena pemasukan yang tidak menentu setiap bulannya. Hal ini terkadang juga bisa menjadi masalah yang cukup serius terkait dengan kontrak kepada perusahaan rekanan, oleh karena itu sebisa mungkin komunikasi yang baik selalu terjalin dengan berbagai pihak untuk menghindari konflik yang berkaitan dengan hal keuangan yang memang cukup sensitif.

Kombinasikan kemampuan

Disadari atau tidak, saat ini semua orang bisa menjadi seorang fotografer.  Namun hal ini tidak berarti semua orang bisa menjalankan bisnis fotografi, karena untuk berbisnis fotografi seseorang dituntut untuk tidak hanya ahli dan menguasai bidang fotografi saja tapi juga harus memahami iklim bisnis dalam fotografi.

Seorang fotografer dan juga pelaku bisnis fotografi yang baik haruslah memiliki kemampuan yang luar biasa, seperti pelayanan yang memuaskan (berhubungan dengan kualitas hasil fotografi yang baik), jaminan kualitas dari produk yang ditawarkan dan juga harga yang murah dan kompetitif dengan perusahaan fotografi lainnya.

2 thoughts on “6 Strategi Pemasaran Untuk Bisnis Fotografi”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *