13 Langakah Untuk Menghadapi Persaingan di Dunia Bisnis

Saat ini banyak sekali orang yang menekuni dunia bisnis. Sadari bahwa Anda memiliki banyak kompetitor. Tentukan sikap dalam menghadapi persaingan bisnis tersebut. Misalnya saja Anda memutuskan untuk tidak terbawa selera pasar dan tetap menciptakan produk sesuai dengan keinginan perusahaan. Patuhi prinsip ini. Dibutuhkan konsistensi terhadap prinsip supaya Anda tidak terombang-ambing dalam dunia bisnis. Jika Anda masih bingung, berikut ini adalah sikap dalam menghadapi persaingan bisnis:

1. Kenali kompetitor Anda

Sebagai pebisnis, pekerjaan Anda tak terbatas di dalam perusahaan. Lakukan pengamatan di daerah sekitar. Kenali kompetitor Anda. Tak perlu merasa malu atau gengsi. Tindakan ini perlu dilakukan supaya Anda bisa merancang strategi menghadapi kompetitor. Ketahui berapa jumlah mereka dan bidang apa saja yang dilakukan. Jika Anda memiliki usaha yang sudah besar, kompetitor tak hanya terdapat di daerah sekitar, tetapi juga di tempat yang jauh. Anda bisa mengenali kompetitor lewat ulasan majalah, surat kabar, atau berita di internet.

2. Pelajari kelebihan dan kelemahan kompetitor

Setelah mengenali kompetitor, perhatikan usaha mereka dengan cermat. Apa saja kelebihan yang mereka miliki? Kelebihan tersebut bisa digunakan untuk mengembangkan bisnis Anda. Lalu apa saja kelemahan mereka? Kelemahan itu bisa digunakan untuk mengkritik bisnis sendiri. Selain itu, Anda bisa menciptakan kesempatan dari kelemahan mereka. Misalnya kompetitor Anda membuka toko pakaian, tetapi mereka hanya menyediakan pakaian berukuran standar. Manfaatkan keadaan ini. Anda dapat menjual pakaian berukuran ekstra besar untuk orang-orang yang terkena obesitas. Usaha akan menjadi lebih maju.

3. Jangan ragu untuk menciptakan produk baru

Pebisnis yang menawarkan produk itu-itu saja akan ditinggalkan oleh konsumen. Maka temukan berbagai inovasi. Anda tak perlu menciptakan produk yang benar-benar baru. Manfaatkan saja produk lama. Beri sedikit perubahan, bisa dalam bentuk, rasa, maupun manfaatnya. Misalnya saja Anda adalah pengusaha mi ayam. Biasanya mi berwarna kuning. Mengapa Anda tidak berinovasi dengan membuat mi berbagai warna? Misalnya saja mi berwarna hijau, ungu, oranye, dan sebagainya. Warna-warna tersebut bisa diperoleh dengan mencampurkan sayuran seperti bayam, ubi, dan wortel.

4. Asah kreativitas

Inovasi tidak dapat diciptakan tanpa kreativitas. Pebisnis juga harus kreatif. Jangan hanya berkutat di dunia bisnis. Perkaya pengetahuan Anda dengan mengikuti berbagai macam acara seni seperti teater, pantomim, pameran lukisan, dan sebagainya. Anda juga bisa ikut pelatihan membuat gerabah. Kegiatan kesenian akan mengaktifkan otak kanan Anda. Dengan demikian, lebih mudah untuk menciptakan inovasi bisnis.

5. Usahakan tidak melakukan plagiat

Hindari melakukan plagiat dalam bentuk apa pun. Anda harus percaya dengan kemampuan sendiri. Memang ada pebisnis yang memplagiat produk atau nama perusahaan yang sudah sukses. Produk hasil plagiat itu akan menerima popularitas, tetapi hanya sebentar. Pebisnis itu justru tidak akan dihormati dalam dunia bisnis. Maka tak perlu mencontek produk orang lain. Setiap pebisnis memiliki ciri khas. Jika diketahui dan dimanfaatkan dengan baik, ciri khas tersebut akan membuat Anda sukses.

6. Jangan remehkan kompetitor

Biasakan untuk tidak meremehkan orang lain, terutama kompetitor bisnis. Jangan tertipu oleh penampilan. Misalnya saja Anda bersaing dengan sebuah perusahaan. Ketika dilihat, ternyata perusahaan itu hanya menempati gedung kecil yang sudah lusuh. Jangan lantas meremehkannya. Mungkin saja perusahaan itu menggunakan anggaran gedung untuk memperbanyak produksi. Jika Anda memandang sebelah mata dan tidak waspada, bisa-bisa perusahaan tersebut menyalip perusahaan Anda.

7. Jadikan kompetitor sebagai mitra usaha

Pertimbangkan untuk bermitra dengan kompetitor Anda. Selain mengurangi saingan, Anda juga diuntungkan karena mendapat tambahan tenaga dan ide. Ini bukan gagasan yang buruk. Jika Anda takut kompetitor bertindak curang, buat saja surat perjanjian kerja sama. Pastikan perjanjian tersebut disetujui oleh kedua belah pihak. Dengan demikian, Anda bisa menuntut kompetitor jika menyabotase usaha Anda.

8. Pilih lokasi penjualan yang strategis

Misalnya saja perusahaan Anda dan perusahaan saingan memiliki kualitas serta kuantitas produk yang sama. Elemen yang akan menentukan kesuksesan adalah lokasi penjualan. Semakin strategis lokasi Anda, semakin banyak pelanggan yang akan datang. Produk akan lebih mungkin dibeli. Maka usahakan untuk mencari lokasi yang strategis, misalnya di pusat kota atau di dekat tempat-tempat vital. Jangan enggan untuk mengeluarkan uang banyak demi lokasi yang strategis. Anda akan segera menerima balasannya.

9. Mengembangkan usaha

Terkadang inovasi produk saja tidak cukup. Pertimbangkan untuk mengembangkan usaha Anda. Hal ini bisa dilakukan dengan menambah jumlah tenaga kerja. Selain itu, Anda bisa membuka cabang perusahaan di beberapa tempat lain. Dengan demikian, pelanggan akan lebih mudah menemukan produk Anda. Hal ini dapat menjadi promosi yang positif.

10. Memberikan harga yang bersaing tapi masuk akal

Beri harga yang murah untuk konsumen. Dengan demikian, mereka akan lebih tertarik membeli. Namun pastikan bahwa harga sesuai dengan kualitas produk. Jangan sampai harga penjualan di bawah harga produksi. Bisa-bisa Anda rugi. Pastikan juga memberi harga yang masuk akal. Jangan sampai harga terlalu murah, bisa-bisa konsumen curiga pada produk Anda. Dikiranya produk Anda terbuat dari bahan-bahan berkualitas buruk.

11. Melakukan pendekatan dan layanan yang unik

Inovasi tak hanya bisa dilakukan pada produk. Anda juga dapat berinovasi dalam melakukan pendekatan dan memberi layanan pada konsumen. Coba lakukan pendekatan secara personal. Kirimi konsumen Anda kartu ucapan setiap hari raya. Atau Anda bisa melakukan layanan yang lain daripada yang lain. Misalnya saja, Anda membuka usaha layanan makanan antar. Buat program “mengantar dalam 10 menit”. Jika makanan tidak sampai ke rumah konsumen dalam 10 menit, mereka tak perlu membayar. Dengan demikian akan ada lebih banyak orang yang tertarik menggunakan layanan Anda.

12. Jangan terpengaruh kabar burung

Dunia bisnis tak lepas dari kabar burung. Kabar tersebut bisa baik maupun buruk, bisa benar maupun salah. Maka tak perlu terlalu mempercayainya. Hindari menyebarkan gosip. Bisa-bisa Anda dituduh tidak profesional. Bagaimana jika Anda yang menjadi topik gosip? Jika gosip itu buruk, biarkan saja. Tak perlu repot-repot membela diri. Tingkatkan kualitas produk dan layanan Anda. Dengan sendirinya orang-orang akan tahu bahwa gosip itu tidak benar.



13. Buat event untuk mempromosikan produk

Promosi produk tak terbatas pada iklan di media massa. Anda juga bisa menyelenggarakan event. Buat hiburan yang menyenangkan supaya orang-orang tertarik datang. Selain itu, Anda juga bisa membagi-bagi produk secara gratis. Undang berbagai media untuk meliput event tersebut. Dengan demikian, Anda melakukan dua jenis promosi sekaligus.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *