50 Tips Pemasaran untuk Fotografer

Banyak pelaku bisnis fotografi juga sekaligus fotografer di perusahaan yang ia miliki, hal ini tentunya menuntut kemampuan dan fokus yang cukup tinggi agar setiap tugas dapat dijalani dengan baik. Tapi dari semua permasalahan yang dialami oleh fotografer sebagian besar berkaitan dengan sistem pemasaran.

Bagaimanakah tips pemasaran yang baik untuk fotografer yang menjalankan bisnis fotografi? Berikut ini terdapat 50 tips untuk fotografer yang dibagi dalam 5 kategori umum, yaitu ungkapan terima kasih yang dapat diberikan dengan berbagai cara seperti sapaan terima kasih dan juga hadiah sebagai wujud terima kasih, promosi, publikasi, harga dan juga motivasi atau konsultasi.

Ungkapan terima kasih merupakan wujud penghargaan terhadap klien dan sebagai ungkapan tentang pentingnya klien dalam bisnismu. Promosi merupakan bagian dari sistem pemasaran yang wajib dilakukan dan di jaman yang sudah sangat modern ini kemajuan teknologi memberikan banyak kemudahan seperti promosi di media online yang cukup efektif dengan biaya yang relatif lebih murah.

Publikasi adalah komponen yang tidak bisa dipisahkan dari promosi, publikasi yang terus menerus akan mempengaruhi masyarakat dan secara perlahan akan membentuk branding terhadap produk yang ditawarkan, jika branding sudah didapatkan maka tugas perusahaan selanjutnya hanyalah mempertahankan branding yang sudah didapatkan.

Harga merupakan komponen yang cukup penting dari sistem pemasaran suatu perusahaan, standar yang tinggi dari suatu produk akan menjadi tidak berarti jika harganya tidak dapat bersaing dengan produk dari perusahaan lain. Motivasi atau konsultasi adalah tips pemasaran yang tidak memberikan pengaruh secara langsung tapi pengaruhnya terbilang cukup signifikan nantinya. Berikut ini beberapa tips yang dapat Anda terapkan:

Gunakan kartu ucapaan terima kasih

Gunakan kartu ucapan terima kasih sebagai ungkapan terima kasih terhadap klien. Hal ini mungkin terlihat sederhana tapi akan cukup bermakna bagi klien.

Kemasan bungkusan yang berkesan

Sebagai rangkaian dari kartu ucapan terima kasih, berikan juga kemasan pembungkus yang berkesan bagi klien. Selain berisi ucapan terima kasih di dalam kemasan pembungkus, bisa juga disertakan kontak perusahaan yang dapat dihubungi oleh klien untuk kegiatan lainnya.

Beri penghargaan khusus

Berikanlah penghargaan khusus kepada klien yang telah setiap menajadikan perusahaan fotografimu sebagai tempat favoritnya dengan memberikan diskon atau penawaran harga yang menarik. Jika klien setiamu puas dengan pelayanan yang didapatkan, maka ia akan dengan sukarela mempromosikan produkmu kepada keluarga atau temannya.

Bahagiakan klien

Buatlah klienmu terus bahagia dengan pelayanan memuaskan dari perusahaanmu.

Beri bonus

Berikanlah bonus untuk klien dari setiap sesi pemotretan dan berikanlah catatan yang menjelaskan pengalaman fotografi yang sudah dilakukan.

Foto 

Selain ungkapan terima kasih kepada klien, foto juga bisa digunakan untuk merefleksikan ungkapan terima kasihmu kepada fotografer senior yang menurutmu berjasa dalam karir fotografimu.

Beri penilaian

Berikanlah penilaian terhadap setiap foto yang diambil dan tentukanlah foto favorit diantaranya dan jelaskan alasannya kepada klien tersebut. Hal ini akan membuat klien merasa diperhatikan dan dilayani dengan sangat maksimal.

Beri hadiah

Berikanlah hadiah yang unik kepada klien sebelum ataupun sesudah pemotretan berlangsung, seperti sertifikat ataupun kesempatan memberikan testimoni untuk kepentingan promosi perusahaan.

Lakukan promosi

Lakukanlah promosi dengan ikut serta dalam pertunjukkan atau kegiatan dari masyarkat lokal agar produk yang ditawarkan lebih dikenal masyarakat. Tapi yang harus diingat adalah ijin resmi terkait keikutsertaan dalam kegiatan tersebut agar menghindari permasalahan lain.

Adakanlah perlombaan fotografi

Gunakan media sosial

Gunakanlah media sosial untuk lebih mempromosikan produk fotografimu kepada masyarakat lokal.

Promosi melalui facebook

Selain untuk promosi kepada masyarakat lokal, facebook juga bisa dilakukan sebagai wadah berbagi foto dan komunikasi langsung dengan klien secara lebih terbuka.

Manfaatkan media facebook

Manfaatkan facebook semaksimal mungkin dengan klien seperti tag atau tandai foto yang kamu unggah dengan nama klien tersebut. Hal ini akan sangat berkesan terutama untuk klien  yang sangat gemar online di media sosial.

Berikan penawaran

Berikanlah penawaran untuk jasa foto secara gratis kepada perusahaan lain seperti klinik dokter, salon, butik.

Gunakan blog

Selain memanfaatkan facebook kamu juga bisa menggunakan blog sebagai situs resmi dari perusahaan yang terkait dengan setiap foto yang pernah diambil di studiomu.

Berikan pelayanan yang baik

Berikanlah produk dan pelayanan yang terbaik agar klien selalu mengingatnya.

Gunakan kartu nama

Manfaatkanlah kartu nama atau brosur dari perusahaan yang memudahkan klien untuk menghubungi kembali terkait dengan kebutuhan foto nantinya.

Bergabung dengan group

Untuk bisnis fotografi yang fokus pada tema anak-anak maka bergabunglah dengan grup para ibu agar perusahaan tetap update tentang tren yang sedang berkembang.

Selalu bawa kamera

Selalu bawalah kamera dalam berbagai kegiatan bahkan saat klien berkonslutasi karena kita tidak pernah tau keinginan klien yang bisa saja mendadak sehingga kita harus senantiasa mempersiapkannya.


Beri label

Berikanlah label dari nama perusahaan dari setiap kartu nama, brosur atau kemasan paket lainnya agar para klien mudah mengingatnya dan mendapatkan info tentang produk.

Fokus bidang fotografer

Fokus pada bidang fotografi tertentu, mungkin dengan spesifikasi yang dilakukan tidak akan banyak klien yang berdatangan namun jika ada klien yang tertarik melakukan kerjasama tentunya ia rela membayar mahal dan keuntungan besar siap didapat.

Beri gratisan

Berikanlah kemurahan dengan gratis untuk sesi tertentu.

Jangan malu

Jangan malu untuk selalu mempromosikan produkmu.

Buatlah jaringan dengan perusahaan lokal lainnya

Cantumkanlah nama perusahaan, kontak dan juga email yang mudah dihubungi pada database online yang memuat daftar perusahaan fotografi.

Gunakan gambar yang unik

Agar publikasi yang dilakukan lebih menarik, gunakanlah gambar yang unik dalam kartu nama maupun brosur perusahaan.

Gunakan website

Gunakanlah website resmi untuk mempublikasikan foto-foto terbaik yang pernah diabadikan.

Sediakan kartu nama

Untuk bisnis fotografi yang  menawarkan berbagai tipe fotografi maka perusahaan harus menyediakan kartu nama dan juga brosur yang berbeda agar klien tetap mendapatkan informasi yang lengkap.

Cantumkan foto di kartu nama

Selain mempublikasikan foto terbaikmu di website resmi perusahaan, kamu juga bisa mencantumkan foto terbaikmu di kartu nama ataupun brosur.

Publikasikan untuk tujuan penjualan

Beri contoh hasilnya

Untuk setiap macam tipe fotografi berikanlah contoh agar klien lebih yakin terhadap kompetensi perusahaan, seperti untuk tipe fotografi dengan tema anak-anak maka berikanlah contoh foto yang pernah diambil dengan objek anak-anak. Atau kamu juga bisa mencamtumkan karya dari perusahaan lain yang telah menggunakan jasamu agar klien semakin yakin untuk menjadi bagian dari bisnis fotografi yang dijalani.

Ciptakan produk unik

Ciptakanlah branding yang unik sehingga akan terus diingat terutama oleh klien.

Jangan cepat puas 

Janganlah cepat berpuas diri dan melalaikan setiap detail dari produk, sesukses apapun perusahaan fotografi yang kamu jalani tetap harus selalu dilakukan kontrol dari setiap detail prosesnya agar kualitas produk tetap terjaga dan kepuasan pelanggan tetap didapatkan.

Itu adalah 33 tips dari 50 tips pemasaran untuk fotografer bagian pertama, baca juga bagian keduanya di artikel selanjutnya agar kamu mendapatkan informasi yang lebih lengkap.

5 Langkah Sukses Menjalani Bisnis Fotografi

Permasalahan yang paling sering dialami dari seorang pelaku bisnis fotografi adalah masalah tarif atau harga. Tidak sedikit fotografer profesional yang mendapat bayaran relatif kecil jika dibandingkan dengan kemampuan dan dedikasinya di bidang fotografi. Hal ini terjadi karena disebabkan beberapa faktor. Di antaranya banyaknya pesaing yang juga menawarkan produk yang relatif sama dengan harga yang sangat kompetitif atau karena saat ini banyak peralatan fotografi yang memiliki kecanggihan sama dengan peralatan fotografi seorang fotografer profesional. Namun dikemas dengan lebih praktis sehingga memudahkan orang biasa untuk mengambil gambar dengan kualitas yang cukup baik.

Tentunya ini menjadi salah satu ujian bagi para pelaku industri fotografi karena mereka dipaksa untuk tetap dapat mempertahankan bisnis fotografinya meskipun keadaan zaman yang sudah banyak berubah terutama dalam bisnis fotografi.

Lalu bagaimanakah seorang pelaku bisnis dapat menjalankan bisnis fotografinya dengan baik bahkan dapat mencapai kesuksesan diatas pesaingnya? Berikut ini akan dijelaskan tentang  5 langkah sukses dalam menjalankan bisnis fotografi.

Perhitungkan biaya atau modal dari bisnis

Hal pertama yang harus dilakukan ketika akan memulai suatu bisnis adalah memperhitungkan semua biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan perhitungan modal awal yang harus dipersiapkan dari bisnis tersebut. Perhitungan mengenai biaya yang harus dipersiapkan juga akan mempengaruhi dengan harga produk yang ditawarkan, hal ini berkaitan dengan keuntungan yang bisa dicapai dari perhitungan biaya awal.

Tidak banyak orang yang memahami jika menjalankan bisnis fotografi merupakan salah satu bisnis yang membutuhkan modal yang cukup besar terkait dengan kebutuhan properti studio yang membutuhkan perbaruan tiap beberapa bulan sekali dan juga biaya perawatan studio yang juga tidak murah. Salah satu cara yang bisa dilakukan pelaku bisnis fotografi pemula adalah dengan secara rutin mendesain ulang studio foto miliknya dengan konsep yang berbeda-beda namun tetap memanfaatkan properti yang ada, sehingga klien akan mendapatkan banyak pilihan suasana foto dan perusahaan tetap dapat menghemat biaya pengeluaran perusahaan.

Namun diakui atau tidak jika mendesain ulang studio foto akan menjadi satu tugas tambahan yang cukup berat bagi pelaku bisnis fotografi. Jika dilihat dari besarnya penghematan biaya, maka hal ini wajar untuk diusahakan. Tapi pada realisasinya, banyak kendala terutama persoalan waktu yang akan dihadapi pelaku bisnis fotografi jika memaksakan diri untuk mengerjakannya dengan cara itu. Oleh karena itu, diperlukan perhitungan yang lebih realistis dan cermat agar penghematan biaya yang ingin dicapai dapat benar-benar terpenuhi.

Seperti contoh untuk mendesain ulang sebuah studio seorang pelaku bisnis fotografi memerlukan biaya sekitar 3 juta atau 4 juta untuk sekedar memperbarui properti studio, biaya ini belum termasuk biaya perawatan studio dan keseluruhan biaya merupakan pengeluaran rutin yang harus dianggarkan perusahaan karena ini merupakan salah satu bentuk investasi dari bisnis fotografi.

Yang perlu diingat juga adalah pengeluaran perusahaan fotografi tidak hanya terbatas pada biaya properti studio, tapi juga kebutuhan pajak terkait dengan ijin usaha dan juga jaminan asuransi yang mungkin membutuhkan alokasi yang cukup besar.

Setelah semua biaya awal tercatat, barulah kamu bisa menentukan besarnya keuntungan yang ingin dicapai dari setiap produk yang ditawarkan. Harga dari produk tidak hanya terbatas pada perhitungan modal awal saja, tapi juga berdasarkan penilaian terhadap perusahaan lain. Jangan sampai perusahaan kita mematok harga yang terlalu tinggi dibanding perusahaan lain.

Rekayasa harga

Rekayasa harga adalah salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar namun dengan usaha yang setara. Pada awalnya, belum banyak pelaku bisnis fotografi yang menyadari peluang melakukan rekayasa harga dengan menawarkan berbagai macam pilihan paket. Tapi saat ini sudah sangat banyak bisnis fotografi yang menawarkan paket-paket dengan konsep yang hampir mirip dan harga yang sangat kompetitif. Namun memberikan penawaran paket untuk bisnis fotografi yang baru saja dimulai merupakan suatu tantangan tersendiri karena untuk menentukan harga dari suatu paket dibutuhkan kajian tersendiri.

Oleh karena itu saran untuk pelaku bisnis fotografi pemula adalah mulailah bisnis fotografi dengan standar produk yang wajar dan tetap memperhitungkan harga yang dapat bersaing dengan perusahaan lain. Ketika memulai suatu bisnis jangan terlalu mematok target yang tinggi, fokuslah untuk membangun bisnis dengan jaringan dan klien kuat terlebih dahulu. Sementara untuk hal-hal yang lainnya dapat dilakukan seiring dengan perjalanan bisnis lainnya.

Hal ini bukan berarti ketika memulai bisnis tidak membutuhkan perencanaan yang matang, setiap detail harus diperhitungkan dengan cermat tapi harus juga realistis dengan keadaan yang ada, jika memang bisnis yang dijalani masih baru jangan terlalu memaksakan idealisme.

Efisiensi anggaran

Efisiensi anggaran tidak hanya berhubungan dengan biaya yang harus dikeluarkan, tapi juga berkaitan dengan waktu dan juga tenaga yang mungkin bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lain yang lebih menguntungkan. Seperti contoh untuk mendesain studio foto, mungkin dengan melakukannya sendiri terlihat lebih efisien karena dapat menghemat pengeluaran seperti untuk biaya tukang.

Tapi pada kenyataannya kegiatan ini tidak efektif karena alokasi waktu yang sesungguhnya bisa dilakukan untuk hal lain yang lebih menguntungkan justru terpakai untuk kegiatan yang bisa dialihkan pengerjaannya. Oleh karena itu perhitungan yang dilakukan di awal juga harus mencakup detail teknis pengerjaannya.

Aturlah sistem kerja yang baik

Profesionalitas suatu perusahaan dapat dinilai dari sistem kerja yang terorganisir. Jika perusahaan itu memiliki sistem organisasi yang baik maka secara tidak langsung itu akan mempengaruhi hasil kerjanya menjadi lebih baik dengan efisien dan efektifitas kerja yang lebih tinggi.

Sistem organisasi yang baik juga akan memberikan keuntungan yang lebih besar pada perusahaan tapi hal ini tidak banyak disadari oleh pelaku bisnis fotografi sehingga sering kali mereka melalaikan bagian ini.

Sistem organisasi perusahaan dapat dimulai dari hal-hal sederhana seperti membuat catatan kegiatan dan target pencapaian perusahaan setiap harinya. Hal ini mungkin terlihat remeh, namun jika kegiatan ini dilakukan secara serius pencapaian perusahaan akan bertahap mengalami peningkatan.

Buatlah jaringan

Dalam setiap bisnis memiliki jaringan yang luas merupakan hal wajib yang harus dijaga, jaringan dapat bermakna luas di antaranya jaringan dengan perusahaan rekanan ataupun jaringan dengan klien. Kedua hal ini sangatlah penting untuk dijaga dan diperluas karena akan banyak kemudahan dan keuntungan yang bisa didapat dari jaringan tersebut.

Selain fokus pada jaringan (baik klien dan perusahaan rekanan), seorang pelaku bisnis fotografi juga harus tetap fokus pada ide bisnis dan salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan terus belajar dan menjalin hubungan terus menerus dengan berbagai pihak.

Itulah 5 langkah sukses yang dapat dicoba oleh pelaku bisnis fotografi, terutama untuk pelaku bisnis fotografi pemula. Selamat berbisnis!