‘Kebab Baba Rafi’ Produk Indonesia yang Mendunia Bersama Nilam Sari

‘Kebab Baba Rafi’ Produk Indonesia yang Mendunia Bersama Nilam Sari

Kebab Baba Rafi? Hampir semua orang Indonesia tahu satu makanan ini. Kebab Baba Rafi adalah salah satu produk makanan hasil karya anak bangsa yang sudah berhasil dipasarkan sampai ke luar negeri. Anda tentunya sudah sering sekali menemui gerai-gerai atau otlet yang menjual makanan ini. Makanan ini sangat halal, dan tentunya sehat. Walaupun namanya kebab yang notabene itu makanan khas timur tengah atau berbau arab, tapi rasa makanannya sudah diolah dan dimodifikasi sehingga sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia.

Nah kali ini, tim bisnishack.com sudah berhasil melakukan interview dengan owner Kebab Baba Rafi. Untuk cerita lebih lengkapnya, mari kita simak di bawah ini.

Pertama-tama mungkin perkenalan dulu, mulai dari nama lengkap, nama perusahan, dan bisnis apa yang dijalankan? Dan di mana lokasi untuk kantornya saat ini?

Nama Lengkap saya Nilam Sari, Owner & Marketing Director at PT Baba Rafi Indonesia yang saat ini lokasi kantor pusatnya ada di Jl. R.S Fatmawati No. 33 Pondok Labu Jakarta Selatan. Ada juga Kantor cabang Surabaya di mana dulu kami memulai usaha ini, tetapi sekarang berfungsi sebagai kantor cabang. Alamatnya di Ruko Manyar Garden Regency Jl. Nginden Semolo 109 Kav 29-30 Surabaya.
Sejak kapan usaha Mbak Nilam berdiri? Bersama siapakah mbak Nilam mengawali karirnya, dan apa yang membuat mbak Nilam terjun dalam dunia bisnis?
Sebetulnya sejak awal tidak ada bayangan untuk terjun menjadi entrepreneur seperti saat ini. Kedua orang tua yang notabene pegawai juga di Jamsostek dan BNI yang kemudian membentuk mindset saya untuk menjadi seorang karyawan. Namun, itu semua berubah setelah saya menikah dengan Hendy Setiono.
Being a wife and mother di usia muda, membuat saya ingin menghasilkan uang sendiri. Kami berdua ingin mandiri dan tidak memanfaatkan fasilitas yang diberikan orang tua. At the end of the day, kami pun memutuskan untuk mulai bisnis sendiri, and here I am. 
Mengapa memilih bisnis dalam bidang makanan, dan kenapa yang dipilih adalah Kebab Baba Rafi? Apa nilai lebih dari produk mbak Nilam?
Saya melihat peluang di bisnis kuliner masih terbuka lebar, minat pasar yang luas dan variasi menu yang dapat dikembangkan memudahkan kita untuk memulai usaha di bidang tersebut. 
And why kebab?? Ide ini muncul Pada awal tahun 2003 waktu saya dan suami saya Hendy Setiono pergi ke Qatar untuk mengunjungi ayahnya yang kebetulan bekerja di sana. Di sana banyak sekali jajanan khas Timur Tengah, salah satunya kebab. Setelah mencicipi, langsung saja terlintas di pikiran, sepertinya membuka usaha makanan kebab di Indonesia bisa menjadi peluang, melihat belum ada yang menjual makanan seperti ini, dulu. Akhirnya kita, saya dan suami, mencoba combine kebab dengan rasa yang sesuai selera lidah masyarakat Indonesia.
Baba Rafi memiliki keunggulan pada rasanya yang unik. Kekuatan Brand yang sudah dikenal luas oleh pasar, selain itu proses penyediaan bahan baku dengan kualitas yang selalu dijaga dengan baik, bersertifikasi halal dari MUI. Selain itu kami terus meng-upgrade menu, design product, konsep marketing, kemasan bisnis, manajemen yang solid dan sudah terbukti di lebih dari 1000 outlet yang beroperasi di berbagai negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Filipina, China and opening soon in Srilanka, Singapore, Brunei, dan Belanda.
Apa pencapaian tertinggi dari awal mula berdiri sampai dengan saat ini?
Alhamdulillah saya sangat bersyukur dengan pencapaian sekarang. Ini membuktikan bahwa upaya yang sudah kami lakukan selama ini mendapat apresiasi yang positif dari beberapa pihak. Tetapi ke depannya masih banyak target dan rencana yang masih kami ingin capai, di antaranya membawa Bendera Kebab Turki Baba Rafi menuju ke 4000 gerai (outlet) dan menaklukkan 10 Negara dalam jangka waktu 5 tahun. Dan saya mempunyai visi untuk membawa Babarafi Enterprise “Becoming the Fastest Growing Fast Food Company in Asia�.
Selama menjalani usaha ini, apakah mbak Nilam pernah mengalami sesuatu hal yang unik, lucu, menarik, dan mungkin sedih, dan hal itu benar-benar tidak bsia dilupakan, bahkan mungkin menjadikan motivasi?
Kalau diingat, sebenarnya banyak sekali pengalaman yang tidak bisa saya lupakan sampai saat ini, salah satunya ketika pada awal saya merintis usaha ini tepatnya saat baru 2 minggu berjualan kebab dengan satu gerobak di kawasan Nginden, Surabaya. Saat itu saya dan suami harus menunggui gerobak karena kebetulan karyawan yang biasa membantu kami sedang sakit. Ternyata hari itu hujan deras, jadi sepi. Untuk menghibur diri, hasil jualan hari itu saya belikan makanan di warung sebelah tempat gerobaknya berdiri. Di sana ada warung sea food. Saat saya membayar, eh ternyata lebih mahal daripada hasil jualan saya, jadi, malah rugi hahahaha.
Tahun 2009 juga sempat merupakan waktu yang berat bagi kami karena pada saat itu masih terasa imbas krisis dari ekonomi dunia tahun 2008. Tetapi justru pada saat ekonomi slowing down, kami memutuskan untuk mengembangkan bisnis ke Jakarta. Dikarenakan Jakarta memang potensinya luar biasa dan cocok bagi orang yang haus akan challenge seperti kami. Ekonomi slowing down, pemasukan menurun, kami justru melakukan jor-joran investement untuk pindah ke jakarta. Di mana ketika kami pindah pastinya akan diikuti pula oleh pemindahan karyawan inti strategis yang nantinya akan menunjang kinerja kami di Jakarta. Dikarenakan Jakarta mulai berfungsi sebagai kantor pusat, fasilitas dan penambahan untuk perekrutan karyawan pun dilakukan. Ketika kami memboyong keluarga, it means kami harus memindah rumah ke jakarta juga sekolah 3 anak kami bebarengan dalam satu waktu. Alhamdulillah, semua berjalan tidak sesuai dengan perencanaan dan hutang kami membengkak. Sempat juga miss management, karena kami tidak siap dengan perusahaan kami yang tiba-tiba berkembang menjadi besar. Efektivitas dan produktivitas menurun, perubahan culture within the company yang benar benar harus diubah, standarisaasi KPI pegawai dan miss leading sampai masalah produksi yang naik turun sempat menjadi masalah yang tidak ada hentinya untuk kami. 
Tetapi Alhamdulillah, dalam setahun berikutnya kami mulai untuk mengambil tenaga tenaga profesional yang jauh lebih pintar dari kami seperti lulusan lulusan S2 UI, S2 Luar negeri, sampai profesional management yang pernah berkarir sebagai Kepala Cabang di Luar Negeri dan mulai membawa dampak positif bagi usaha kami. 
Fist kuartal atau 4 bulan pertama yang pasti mereka masih mempelajari flow kerja di Baba Rafi dan membuat plan perencanaan kerja. The next kuartal mereka mulai action untuk merapikan dan turun ke lapangan, and the third kuartal mereka mulai untuk bisa memberikan kontribusi kepada kantor. 
Well, pelajaran dari sini ada 3:

1. Walaupun kita pengusaha yang membangun bisnis ini dari awal dan kita menguasai semuanya, dalam ke depannya kita sangat membutuhkan tenaga ahli untuk menjadi perpanjangan tangan kita. Untuk menerjemahkan seorang nilam, mungkin memerlukan 5 bahkan 50 atau 500 orang untuk mewujudkan program kerja, target goals dan mimpi kita.
2. Berkembang, pasti goyang. Kalau ingin mencapai hasil atau target yang kita capai pasti keadaan tidak akan pernah sesuai dengan apa yang sudah kita gambar atau kita plan di atas kertas. Always have plan a,b,or c. And always persistence toward your goals. Theres no instant way.
3. Buy Time. Maksudnya untuk mencapai tujuan kita, beli fasilitas, beli sistem dan beli management, beli skills untuk percepatan. Tidak semua harus di trial and error. Kita juga bisa membeli hal tersebut, tetapi tergantung juga seberapa besar kita mau mengeluarkan modal dan investement untuk itu.
Bagaimana cara mbak Nilam menjaga kualitas produk sampai saat ini, yang tentunya kita semua tahu bahwa Kebab Baba Rafi juga sudah sampai ke manca negara?
Sebagai Perusahaan yang bergerak di dunia makanan, kualitas rasa dan unsur kebersihan produk akan selalu menjadi concern utama kami dalam mempertahankan eksistensi kami di dunia bisnis serta dalam menjaga mutu layanan kami kepada para Franchisee sebagai partner bisnis kami, juga kepada konsumen. 
Baba Rafi berinvestasi luar biasa besar kepada “Key Factor� seperti Sistem, SDM, Management, Brand, Kualitas Produk dan Service. Kami sadar bahwa management adalah key of success untuk mengawal pertumbuhan bisnis kami kedepannya. Sehingga bisa tetap sustainable in a long run. Oleh karena itu, kami juga berinvestasi banyak terhadap fasilitas kerja, training karyawan kami dan Branding baik di dalam dan luar negeri.
Kami menerapkan standarisasi mulai dari menjaga standar bahan baku, distribusi, hingga proses memasak kebab di outlet-outlet. Di samping itu, Customer Care dan Quality Control harus tetap berjalan sesuai schedule operasional untuk memastikan bahwa Standar Operasional Procedure (SOP) sudah berjalan sesuai harapan. 

Secara spesifik beberapa strategi yang saya terapkan di antaranya :
1. Strategi produk
Selalu menggunakan bahan yang fresh, berkualitas, dan bekerja sama dengan supplier yang berkompeten di bidangnya.
2. Strategi Pricing
Harga yang bersaing dengan produk sejenis, disesuaikan dengan kemampuan target market tanpa mengurangi standar kualitas.
3. Strategi Distribusi
Menempatkan stockist di setiap daerah seluruh Indonesia agar franchisee mudah untuk membeli bahan baku, dan sistem delivery untuk pembeli ( end user ).
Sistem Apa yang telah Mbak tetapkan dalam bisnis, sehingga bisnis tersebut mampu tumbuh dan berkembang dengan baik?
Pada tahun 2005, kami memutuskan untuk menggunakan sistem Franchise sebagai bentuk strategi pengembangan usaha. Alhamdulillah bisnis ini sudah berkembang dengan pesat hingga sekarang sudah memiliki lebih dari 1000 outlet yang beroperasi di berbagai negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Filipina, China and opening soon in Srilanka, Singapore, Brunei, Belanda. Dan tentunya juga terus berinvestasi kepada management juga sistem di dalam perusahaan. 
Target kami di tahun 2014 ada 4 key main point :
a. Numbers – jumlah 400 outlet within 2017 dengan rasio 50 : 50 between franchisee own dan company own.
b. Sustainable Business – Be able to be sustainable in a long run. Even for another 50 or 100 years.
c. International Brand – Open and sustainable to running, Target 10 countries in 2015.
d. Share with Others  – Baba Rafi Mentoring Session, inspiring and practical sharing business class for startups.
Baba Rafi Academy – Merekrut tenaga-tenaga dengan lulusan berpendidikan rendah dan tingkat eknonomi lemah dari daerah-daerah terpencil. Memberikan kelas training for free untuk 3 bulan. Dan mensertifikasi mereka dengan keahlian basic untuk memulai bisnis or kerja di dunia kuliner. Sehingga siap kerja juga disalurkan ke restaurant restauran or jaminan kerja di Baba Rafi.
Baba Rafi CSR Program – Bantuan kepada yayasan panti asuhan, panti jompo dan program pemberdayaan masyarakat.
Seberapa pentingkah keluarga dan karyawan dalam bisnis Anda? Bagaimana cara Anda dalam memberikan kompensasi terhadap karyawan? Apakah selalu dengan uang?
Bagi saya ‘family comes first’. Keluarga merupakan pendorong, penyemangat, serta pemberi support dan motivasi kepada saya untuk menjalani hidup ini agar menjadi lebih baik dalam senang atau pun susah. 3 anak saya Rafi Darmawan, Reva Audrey Zahira dan Ready Enterprise merupakan berkah tersendiri dari tuhan yang menjadi tujuan hidup saya. Yang paling besar sekarang sudah SMP dan makin kritis. Mereka sangat meminta waktu saya untuk di rumah dan lebih berinteraksi dengan mereka dalam kehidupan sehari harinya. Sebisa mungkin selalu menyempatkan diri untuk hadir di kegiatan mereka seperti performance biola, piano or ballet juga presentaion project kelas mereka. 
Tetapi, memang karena saya juga harus sering ke luar kota dan keluar negeri untuk jangka waktu yang sering. Jadi, saya memang membuat sistem di rumah untuk menunjang kegiatan anak-anak dan memastikan bahwa kegiatan dan kebutuhan keluarga tetap aman dan tersedia. Seperti driver, helper, secretary juga guru les. Alhamdulillah, Ibu Bapak saya masih sehat, sehingga saya masih bisa menitipkan mereka ketika saya harus travelling untuk mengurus pekerjaan. I always believe, sebagai perempuan kita tidak boleh terkungkung untuk menyalurkan bakat kita dan tetap bisa memberi kontribusi bagi sekitar. Tetapi, tetap harus memastikan keluarga aman dan terpenuhi kebutuhannya. Selagi mengejar karir dan pendidikan tinggi, tetap juga harus menjalankan fungsi sebagai seorang ibu dan istri. Alhamdulillah, suami saya mas Hendy Setiono selalu mendukung selama itu masih positif dan tetap meluangkan waktu untuk keluarga dan anak anak. A Happy woman, represent her happy family.
Di Baba Rafi, kami menyebut diri sebagai satu “keluarga besar�. Karyawan bukan hanya sebagai rekan kerja di kantor, melainkan juga memegang peranan sebagai perpanjangan tangan saya untuk memikirkan kelangsungan usaha brand “Kebab Turki Baba Rafi� ke depannya dan juga langkah-langkah sukses selanjutnya. That’s why saya selalu berupaya menciptakan suasana yang harmonis di tempat kerja dengan membentuk pola komunikasi yang efektif dan efisien, mendahulukan hak-hak karyawan yang menjadi kewajiban saya, serta memberikan jenjang karir dan apresiasi sesuai dengan kinerja karyawan yang bersangkutan.
Apa ketakutan terbesar Anda sebagai seorang pengusaha? Jika Anda dapat memberikan hanya satu nasihat kepada pengusaha pemula, apakah itu? 
Sebagai seorang pengusaha, hal yang paling menakutkan bagi saya adalah “fear itself’�. Ketakutan menghalangi kita untuk melakukan dan mencapai hal-hal besar dan bagi pengusaha pemula “Never be Afraid to Dream Big�.
Saya dan suami itu seorang pemimpi. Ini semua berawal dari mimpi. Dari dulu kita jualan gerobak, Melihat ruko jadi kepingin, Alhamdulillah ruko kesampaian. Lalu, ingin punya kantor yang proper untuk karyawan dan ada logistic sitenya, Alhamdulillah sekarang kami sudah menempati gedung kami sendiri dengan production site di dalamnya. Kemudian mimpi ingin mempunyai cabang di luar negeri, Alhamdulillah setelah berusaha 4 tahun ikut pameran, terkabul juga. Semua hal tersebut memerlukan proses dan persistence.
Bahkan kita punya semacam wall di kamar untuk nulis semua harapan kita. Dan Alhamdulillah sudah jadi kenyataan satu persatu.
Jika Anda harus melawan raksasa, senjata apa yang akan Anda gunakan? Ini metafora. 
Coffee. Definetly we can always make relationship with a cup of coffee. Sinergy dan Collaboration adalah salah satu senjata terkuat untuk bersama sama menjadi besar. I always believe in working together to achieving goals.
Nilamsari
Owner & Marketing Director of Baba Rafi Group
Kebab Turki Baba Rafi. The World’s Biggest Kebab Chain!
Graha Baba Rafi
Jl. RS. Fatmawati 33. Pondok Labu, Jakarta Selatan, Indonesia
P : +62 21 7660497 I F : +62 21 7503071 I W : www.babarafi.com
Twitter : @Nilambabarafi I Facebook : Nilambabarafi

Pahlawan Bisnis Indonesia

Kata ‘pahlawan’ berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya orang yang menghasilkan atau bisa diartikan sebagai seseorang yang berkualitas atau berguna bangsa, negara, atau agama. Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani.
Indonesia memiliki pahlawan nasional berkisar di angka 150an. Jumlah ini tentu saja tidak mengherankan mengingat lamanya perjuangan Indonesia untuk bisa merdeka dari jajahan penjajah. 
Bahkan jumlah ini hanyalah sebagian kecil jumlah pahlawan asli Indonesia, biasanya hanya pemimpin-pemimpin perjuangan saja yang dicatat sebagai pahlawan nasional, melainkan prajurit perjuangan tidak dikarenakann jumlah mereka yang terampau banyak. Izin menjadi pahlawan nasional diberikan oleh presiden, biasanya presiden akan mempertimbangkan banyak hal untuk mempertimbangakna apakah seseorang tersebut layak menjadi pahlawan nasional Indonesia.

Indonesia juga memiliki hari pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November. Hari ini dijadikan sebagai libur nasional untuk menghormati para pahlawan Indonesia yang dengan berani membela tanah air.

Pada keadaan merdeka saat ini sepertinya kita perlu memperlebar apa arti pahlawan itu. Kalau jaman dahulu pahlawan berarti orang yang melakukan perlawanan untuk melawan penjajah agar Indonesia merdeka, konsep ini tidak bisa di gunakan lagi pada saat ini. Karena dalam bidang keamanan negara atau militer tentu saja Indonesia telah lama merdeka sehingga orang-oran tidak perlu untuk mengangkat senjata untuk mengusir penjajah.
Berubahnya jaman merubah pul akonsep pahlawan. Untuk jaman saat ini pahlawan mungkin bisa kita lihat pada bidang lain selain keamanan negara. Seseorang yang ahli di suatu bidang dan memanfaatkan keahliannya tersbeut untuk kepentingan atau kemanfaatan bangsa Indonesia dapat kita sebut pahlawan. 
Misalnya orang yang ahli berpolitik dan dia menggunakan keahliannya untuk menata politik Indonesia atau menjadi tokoh politik yang memberikan banyak kemanfaatan bagi bangsa Indonesia dapat kita sebut pahlawan.
Pahlawan Bisnis Indonesia
Seperti yang disebutkan diatas bahwa seorang pahlawan bukan hanya seseorang yang berperang untuk Indonesia merdeka namun, juga orang yang bermanfaat bagi negara Indonesia. Pada artikel ini akan dibahas mengenai pahlawan bisnis Indonesia dimana para pebisnis ini tidak hanya berbisnis untuk menambah kekayaan sendiri melainkan juga memberikan manfaat baghi banyak orang. 
Empat tokoh awal merupakan pebisnis batik yang selain melakukan bisnis juga memberikan kontribusi berarti bagi perkembangan batik Indonesia, sehingga batik yang merupakan budaya miliki bangsa Indonesia bisa terus berkembang.
Karena tokoh-tokoh inilah batik mulai populer di luar negeri. Berdasarkan data eksport, batik Indonesia meningkat dari hanya 32 Juta Dollar pada tahun 2008 menjadi 300 Juta Dollar atau 3 Trilliun Rupiah pada tahun 2013, dengan Amerika Serikat, Jerman, dan Korea Selatan sebagai pasar utamanya. Menurut data dari Kementrian Perindustrian, tercatat ada 50 ribu pedagang batik, dengan tenaga kerja sebesar 100 ribu orang.
Kasom Tjokrosaputro

                                                             Kasom Tjokrosaputro
Kasom Tjokrosaputro memasuki dunia bisnis dalam PT. Batik Keris, pada tahun 1971. Seorang putri dari Handoko dan Handiman Tjokrosaputro, melanjutkan bisnis keluarganya dengan memperluas bisnis pada produksi tekstil. 
Hal penting mengenai nama bisnis yang kemudian keluarga memutuskan untuk menggunakan nama perusahaan baru yaitu Danliris atau PT. Dan Liris, mengambil dari kata Jawa “Udan Lirisâ€� berarti gerimis. Sama seperti hujan yang seperti sebuah cahaya yang jatuh di musim penghujan untuk menabur benih atau petani menabur benih agar menjadi tanaman yang kuat dan stabil. 
Sehingga bisnis Danliris diharapkan dapat ‘menumbuhkan kekayaan pemegang saham, karyawan, mitra dan masyarakat, khususnya masyarakat sekitar pabrik. Dimulai hanya dengan satu Divisi Tenun pada April 24, 1974, Dan liris kemudian cepat memperluas bisnisnya pada bidnag pemintalan, pencelupan, finishing, percetakan, serta manufaktur garmen sampai tahun 1976.
Sekarang 35 tahun kemudian, di bawah bimbingan ketua saat ini, IP Elizabeth Sindoro, istri almarhum Handiman Tjokrosaputro, tongkat telah diteruskan ke generasi ketiga, dengan Michelle Tjokrosaputro saat ini di pucuk pimpinan dengan 7.500 karyawan. 

Meskipun tantangan yang dihadapi dalam beberapa tahun terakhir, Michelle dan tim telah mempertahankan visi progresif untuk Perusahaan saat menerapkan pendekatan proaktif dan budaya kolaboratif, seperti yang digambarkan oleh motto perusahaan “Bergerak Bersama Menuju Keunggulan.”

Go Tik Swan

Go Tik Swan
Dalam Roh Indonesia, sebuah buku yang diterbitkan oleh Yayasan Batik Indonesia, Go Tik Swan disebut sebagai “artis batik yang paling dihormati dari Jawa “.

“Dia adalah guru bagi para ahli batik di seluruh duniaâ€� bernama lengkap Kanjeng Raden Temenggung Hardjonagoro Go Tik Swan yang meninggal pada 5 November 2008. Sepanjang hidupnya, Go Tik Swan telah mendesain lebih dari 200 motif batik Indonesia, terpajang di berbagai museum international.

Go Tik Swan mengatakan,“seseorang tidak pernah bisa menjadi seniman batik yang baik kecuali ia adalah seorang ahli dalam budaya Jawa. Orang-orang yang bisa menari tarian tradisional Jawa umumnya juga bisa membatik”.
Di halaman belakang rumahnya di Kratonan, Surakarta ada sebuah bangunan bambu yang ia gunakan sebagai bengkel batiknya. Disanalah, sejumlah perempuan tua sibuk bekerja membatik.
Kreasi telah membuat batik mereka masuk ke dalam koleksi berbagai museum di Australia dan Eropa. Di antara salah satu karyanya yang disebut Batik Parang Kusuma Mega, yang didedikasikan untuk Megawati Soekarnoputri ketika ia menjadi wakil presiden.
Go Tik Swan dikenal sebagai desainer batik berpengalaman. Gayanya sebenarnya campuran dari motif warna-warni dari bagian utara Jawa Tengah dan motif sogan daerah selatan Jawa Tengah. Sogan adalah teknik pewarnaan batik di mana hanya warna lilin yang digunakan dan tidak ada yang lain.
Etty Soeliantoro Soelaiman, kepala asosiasi batikmakers lokal, Sekar Jagad, mengatakan bahwa Go Tik Swan adalah salah satu pencipta motif yang paling dihormati di Indonesia.
Go Tik Swan berperan pula membuat batik bagi ayah Megawati, presiden pertama Indonesia Soekarno, yang menginginkan dia untuk membantu melestarikan berbagai motif batik etnik dari berbagai belahan Jawa.
Seniman bertemu Sukarno pada saat ia belajar sastra Jawa di Universitas Indonesia. Pada tahun 1954 Sukarno menghadiri pesta ulang tahun universitas dan Go Tik Swan melakukan tari Jawa Gambir Anom, yang memberikan kesan yang mendalam pada presiden.
Sukarno bertemu dengannya di belakang panggung saat itu persahabatan mereka dimulai. Presiden memintanya untuk membantu mengatur wayang Jawa agar bermain sebulan sekali di Istana Negara.
Kemudian, Sukarno mengetahui bahwa Go Tik Swan berasal dari keluarga batik di Surakarta.Suatu hari, Sukarno meminta Go Tik Swan untuk membuatkannya batik dan ia bangga bisa pamer ke tamu asing saat itu.
Meskipun ia terdidik, Go Tik Swan tidak menggunakan rute teknis untuk memenuhi tugas presiden dengan melakukan studi pustaka pada batik Indonesia. Namun, ia pergi ke sentra batik Jawa bagian utara, seperti Tuban, Demak, Cirebon dan Kudus.
Di setiap kota yang dikunjunginya, Go Tik Swan tidak hanya mengamati seni, tetapi juga mencari bimbingan rohani dengan bermeditasi di tempat-tempat suci, seperti Masjid Agung Demak, Makam Sunan Bonang di Tuban dan makam Sunan Gunung Jati di Cirebon.Perjalanan spiritualnya untuk batik khas Indonesia membawanya kemana-mana.
Kemudian pada tahun 1955, ia bertemu dengan Tjan Tjoe Sien, seorang ahli dalam budaya Jawa, yang mengundangnya ke Bali. Di sana mereka tinggal di rumah Walter Spies, pelukis Belanda di desa Campuran, Ubud.Setiap malam, Go Tik Swan bermeditasi di gua dekat kediaman pelukis Belanda tersebut.
Kemudian ia pulang setelah merasa yakin konsep untuk batik khas Indonesia yang Presiden Soekarno perintahkan telah terbentuk dalam benaknya.
Go Tik Swan mempertahankan hubungannya dengan keluarga Soekarno. Ketika ia merayakan ulang tahun ke 70-nya, Hartini, salah satu istri Soekarno, memberinya fotonya dan Sukarno, dan Megawati memberinya gelas kristal.
Untuk dedikasinya pada batik, ia menerima penghargaan Budaya Bhakti Upradana pada tahun 1993 dari Pemprov Jawa Tengah. Istana Surakarta menganugerahinya gelar kehormatan kerajaan Kanjeng Raden Temenggung (KRT) Hardjonagoro. Selain itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga memberikan Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma kepada Go Tik Swan di tahun 2011.
Batik tidak hanya bidang keahliannya. Ia juga berpengalaman dalam budaya Jawa, khususnya sejarah keris, arsitektur dan arkeologi. Sebagai penggemar arkeologi, rumahnya kuni seperti museum, dengan barang-barang antik yang ditempatkan di semua kamar. Pada tahun 1985, ia menyumbangkan 45 patung kuno dari koleksinya kepada pemerintah karena ia tahu bahwa artefak ini harus di bawah perlindungan pemerintah.
Iwan Tirta

Iwan Tirta
Nursjirwan Tirtaamidjaja, juga dikenal sebagai Iwan Tirta, adalah salah satu seniman batik serta desainer terkenal di Indonesia. Koleksinya terkenal dan begitu juga butik-Nya, fashion show mewah, dan desain kain. Alm. Iwan Tirta sering dikenal sebagai seseorang yang memperkenalkan batik Indonesia ke seluruh dunia.
Alm. Iwan Tirta belajar di London School of Economics dan Yale Law School. Kesukaannya pada batik berkembang ketika dia memenangkan hibah penelitian dari The John D. Rockerfeller III Fund. Alm. Iwan Tirta memulai sebuah proyek penelitian pada tarian suci Susuhunan Kerajaan Surakarta. Di sana, dikelilingi oleh kehidupan etnis Jawa Tengah, dia mengasah minat barunya dalam kain Jawa. Minatnya dirangsang oleh koleksi batik ibunya, yang termasuk beberapa batik terbaik Indonesia.
Dia segera mengakui pentingnya untuk mendokumentasikan dan melestarikan seni dan kerajinan batik. Dia melakukan tanggung jawabnya dengan mencatat evolusi batik dengan waktu berminggu-minggu yang ia habiskan di museum, kota dan desa untuk mengumpulkan sampel dan menelusuri asal-usul dan perkembangan seni batik.
Tahap kedua dari “kesadaran batik” nya memuncak pada tahun 1966 ketika ia menyelesaikan sebuah buku berjudul Pola dan Motif Batik, merinci aspek historis dan sosiologis dari batik.
Elemen desain yang direkonstruksi, dihidupkan kembali, dan up-to-date, sehingga menjaga keberadaan batik di Indonesia maupun di dunia. Desain mewah namun, tradisionalnya telah muncul di halaman-halaman majalah internasional seperti Voque, Harper Bazaar, Arsitektur Digest, New York Times, Asia Weeks, National Geographic dan lain-lain.
Pengagum setianya mulai dari setiap tingkat masyarakat, termasuk aristokrasi dan kerajaan. Dia telah mengadakan pameran dan fashion show pertama untuk wanita di  Indonesia dan bagi pemerintah Indonesia, menampilkan koleksinya untuk mengunjungi anggota kepala negara dan kerajaan seperti Ratu Elizabeth II, Ratu Sophie dari Spanyol, Ratu Juliana dari Belanda dan Bill Clinton.
Dia juga menyajikan dan merancang khusus Batik untuk setiap kepala negara yang datang untuk Konferensi Ekonomi Asia Pasifik yang diselenggarakan di Jakarta pada tahun 1994.
Baik Ronald Reagan ataupun Bill Clinton telah memakai desain Batik dari Alm. Iwan Tirta pada acara-acara kenegaraan resmi. Dan baru-baru ini, Alm. Iwan Tirta diminta untuk merancang motif batik untuk George W. Bush dan istrinya.
Bahkan, Nelson Mandela juga begitu terpesona dengan batik sehingga menurutnya desain batik dari Alm. Iwan Tirta merupakan sebuah keharusan. Dia bersikeras membuat batik tradisional yang mendukung kemeja batiknya ketika ia dipanggil oleh Ratu Elizabeth II di Istana Buckingham. Nelson Mandela juga mengenakan batik saat bertemu George Bush di ruang Oval di Washington, DC

Politisi bukan satu-satunya penggemar desain Batik dari Alm. Iwan Tirta, tetapi juga para selebriti internasional seperti Roger Moore yang terinspirasi oleh karya seninya yaitu kerajaan Indonesia.

Beberapa tahun kemudian ada saat-saat sulit juga masalah keuangan dan penyakit stroke,tetapi dia selalu setia untuk mengembangkan batik. Ia mimilih cabang baru dengan menempatkan motif batik pada keramik dan perak, dan masih bisa berjalan ke sekitar lingkungannya dengan menggunakan tongkatnya.
Baliau meninggal pada 31 Juli 2010 pada usia 75 tahun. Beliau meninggal karena komplikasi yang menyerang organ-organ utamanya.
Seni maestro rupanya juga mewariskan 6000 desain batik untuk PT. Pusaka Iwan Tirta yang akan menjaga warisan dari Alm. Iwan Tirta untuk melayani masyarakat yang mencintai desain Alm. Iwan Tirta.
Hartono Sumarsono

Hartono Sumarsono
Tidak seperti ketiga pahlawan batik sebelumnya yang merupakan seorang seniman baik, Hartono Sumarsono merupakan kolektor batik paling gila di Indonesia. Dialah yang menyelamatkan batik Indonesia yang jatuh ke tangan kolektor asing yang kemudian ia kembalikan lagi ke Indonesia.

Dari ribuan batik yang ia koleksi, 300 diantaranya dianggap sangat langka dan bagus, termasuk diantaranya batik Von Franquemont, batik dongeng Metzelaar, Padmo Soediro, serta batik Van Zuylen.

Hartono Sumarsono (57) mengenal batik sejak ia masih duduk di bangku SMA yaitu sekitar awal 1970an. Ketika itu ia ikut pamannya untuk berdagang batik di Pasar Tanah Abang. Lulus SMA, Hartono berjualan batik sendiri di pasar tanah abang juga.
Kemudian beliau suka untuk berjalan-jalan di kios-kios barang antik di jalan surabaya, Jakarta. Pengetahuannya tentang batik membuatnya masuk dalam komunitas kolektor batik antik atau batik maduran yang mempesona. Dia sangat prihatin ketika batik-batik kuno Indonesia dibawa ke luar Indonesia oleh kolektor-kolektor asing. 
Salah satu koleksi batik bagus dan langkan beliau yaitu batik biru lasem yaitu batik yang berusia 1200 tahun yang dihiasi dengan motof binatang dan guratan primitif. Pada batik itu terdapat binatang legenda kilin (singa) yang menurut mitos cina hal ini berarti merupakan kemunculan tokoh penting, selain itu ada pula burung hong yang melambaikan wanita utama, ikan makara yang malambangkan ketahanan dan perjuanag dll. 
Hartono bersama istrinya berencana untuk membuat ruang pamer untuk koleksinya agar koleksinya tersebut dapat dinikmati oleh orang banyak. Yang jelas dia tidak akan melepas koleksi batik kunonya agar batik tersebut tidka jatuh ke tangan asing.
Selain empat tokoh diatas dibawah ini merupakan pebisnis yang suka mendermawakan hartanya untuk kepentingan orang lain.
Anne Avantie (Perancang busana)

Anne Avantie

Anne Anantie lahir pada 20 Mei 1964 di Semarang dengan nama asli Sianne Avantie. Dia merupakan perancang busana yang terkenal dengan koleksi kebayanya, kebaya hasil karyanya telah dikenal pada skala internasional dan dipakai oleh para selebriti dan miss universe yang datang ke Indonesia. 

Dia menghabiskan masa mudanya tinggal di Solo bersama kedua orang tuanya yang merupakan keturunan Tionghoa. Ayahnya, Alexander memiliki usaha variasi mobil, sedangkan ibunya, Amie Indriati memiliki usaha salon. Avantie menikah dengan Yoseph Henry dan memiliki 3 orang anak yaitu Intan Avantie, Ernest Christoga Susilo dan Ian Tadio Christoga Susilo.
Sejak kecil, Anne Avantie telah menunjukkan ketertarikannya pada dunia mode.Dia sering membuat kostum panggung untuk grup vokal dan tari di sekolah hingga berbagai ajang hiburan di Solo. Tahun 1989, Anne memulai kariernya sebagai perancang busana dari sebuah rumah kontrakan dengan modal 2 mesin jahit. 
Tempat usaha pertamanya itu diberi nama “Griya Busana Permatasari”.Pada mulanya, dia banyak membuat kostum untuk penari dan berbagai busana malam yang dicirikan dengan hiasan manik-manik.Hingga tahun 2010, Anne memiliki dua butik di Mall Kelapa Gading dan Roémah Pengantén di Grand Indonesia. Selain itu, Anne juga memiliki toko bernama “peendopo” yang menjual produk seni dalam negeri hasil karya usaha kecil menengah
Selain sebagai perancang busana dan pebisnis Anne juga aktif di kegiatan sosial diantaranya dia mendirikan wisma Kasih Bunda, sebuah rumah di Semarang untuk anak-anak dengan hidrosefalus dan gangguan lainnya. Dia mendukung lebih dari 800 anak sejak dia mendirikan fasilitas ini pada tahun 2002 dan membantu membayar biaya pengobatan pada anak-anak tersebut. Juga, sebagai social entrepreneur dia membiayai pelatihan dan lokakarya untuk menjahit, mahasiswa dan ibu rumah tangga.
Irwan Hidayat (Pemilik dan ketua obat herbal dan properti sidomuncul group)

Irwan Hidayat

Irwan Hidayat meurpakan pemiliki jamu Sidomuncul yang masuk dalam daftar orang jaya berhati budiman versi majalah vorbes. Dia telah menghabiskan kurang lebih 300.000.000 setiap tahun untuk acara Mudik Gratis, mudik gratis yang terkenal merupakan fasilitas untuk pekerja berpenghasilan rendah di wilayah Jakarta selama liburan Idul Fitri. 

Acara ini dimulai sejak 22 tahun yang lalu dan telah membuat total 190.000 orang kembali ke kampung halaman mereka. Sekarang menyewakan 300 bus per tahun. Sejak 2010 dia juga menghabiskan kurang lebih 20 milyar per tahun untuk operasi mata gratis bagi 12.000 orang pengidap katarak yang bekerjasama dengan 97 rumah sakit swasta dan 100 rumah sakit militer di seluruh negeri.
Jamu Sidomuncul merupakan jamu paling terkenal di Indonesia. Perusahaan ini berdiri sejak November 1951 dan saat ini telah sampai pada generasi ketiga. Bisnis Sidomuncul sebetulnya bukan bisnis yang mudah, pada sat pengalihan kekuasaan kepada Irwan perusahaan sedang mengelami masalah, sehingga rwan bekerja keras untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Perusahaan Sidomuncul terletak di areal seluas 32 hektar yang dibangun laboratorium seluas 3.000 meter persegi dengan biaya Rp 2,5 miliar dan pabrik seluas tujuh hektar, termasuk pabrik mi. Kini di areal itu juga dikembangkan sarana agrowisata seluas 1,5 hektar.
Tidak seperti perusahaan lain yang menerapkan pensiun pada usia 60 tahun. Sidomuncul masih mempekerjakan pegawai di atas usia 60 tahun bahkan salah satu yang tertua telah menginjak usai 70 tahun.
Selain dikenal dengan menggelar Mudik gratis bagi para pegawai dan masyarakat, kedermawanan Irwan juga terlihat dari keputusannya memberikan Rp 100 juta kepada petinju M Rachman. Meski kalah dari penantangnya yang merupakan petinju dari Filipina, Florante Condes, Irwan masih bersedia memberikan hadiah bagi Rachman.
Muhammad Jusuf Kalla (Wakil presiden Indonesia)

Jusuf Kalla 
Jusuf Kalla lahir pada 15 Mei 1942 di Watampone, ibu kota Kabupaten Bone di Sulawesi Selatan. Orang tuanya adalah Hadji Kalla, seorang pengusaha lokal dan Athirah, seorang wanita yang menjual sutra Bugis untuk hidup. Dia adalah anak kedua dari 10 anak-anak.
Setelah menyelesaikan sekolah SMAnya, Kalla berkuliah di Universitas Hasanuddin di Makassar. Di universitas ia aktif dalam Front Aksi Mahasiswa Indonesia, sebuah organisasi mahasiswa yang mendukung Jenderal Soeharto dalam upayanya untuk mendapatkan kekuasaan dari Presiden Sukarno. 
Kalla terpilih sebagai ketua cabang Sulawesi Selatan KAMI. Dia menunjukkan minat pada karir bidang politik, menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan ketua Divisi Pemuda Golkar ketika masih diselenggarakan di bawah format Sekretariat bersama (Sekretariat Bersama atau Sekber).
Pada tahun 1967 Kalla lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin. Saat itu situasi ekonomi suram dan ayahnya, Hadji Kalla dianggap mematikan bisnis keluarga. Sebaliknya, Kalla memutuskan untuk mengambil alih perusahaan. Mengesampingkan kegiatan politiknya, pada tahun 1968 Kalla menjadi CEO dari NV Hadji Kalla sementara ayahnya menjadi ketua. 
Pada awalnya bisnis hanya memiliki satu karyawan dan berjalan lambat. Ibu Kalla membantu dengan perdagangan sutra dan menjalankan bisnis transportasi kecil dengan tiga bus. Seiring waktu bisnis tumbuh dan menjadi cukup sukses. NV Hadji Kalla berkembang dari bisnis perdagangan ekspor-impor ke sektor lain (hotel, pembangunan infrastruktur, dealer mobil, aerobridges, pengiriman, real estate, transportasi, peternakan udang, kelapa sawit, dan telekomunikasi). 

Selain menjadi CEO NV Hadji Kalla, Kalla juga CEO dari berbagai anak perusahaan dari perusahaan. Pada tahun 1977, Kalla lulus dari INSEAD, sebuah sekolah bisnis internasional di Fontainebleau, selatan Paris. “NV Hadji Kalla” sekarang dikenal sebagai Kalla Group dan merupakan salah satu kelompok bisnis terkemuka di Indonesia, khususnya di Indonesia Timur.

Saat menjadi ketua palang merah Indonesia, Kalla berjanji untuk meningkatkan bank darah nasional untuk meningkatkan pasokan bagi pasien rumah sakit dan korban bencana. Yayasannyatelah berdiri selama 29 tahun. Ini dimulai sekolah menengah pertama dan gratis untuk anak-anak dari keluarga miskin di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. 
Beliau juga telah menanam 10 ribu pohon di sepanjang hamparan 25 kilometer dari jalan pantai di Sulawesi Selatan. Yayasan ini didanai melalui Kalla Grup, yang memiliki usaha yang meliputi mobil dan properti. Dia memberi 20% dari pembangkit listrik tenaga air baru di Sulawesi Tengah untuk yayasannya.

Pahlawan Batik Indonesia

‘Pahlawan’….
Kata pahlawan berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya orang yang menghasilkan atau bisa diartikan sebagai seseorang yang berkualitas atau berguna bangsa, negara, atau agama. Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani.
Image Credit
Indonesia memiliki pahlawan nasional berkisar di angka 150an. Jumlah ini tentu saja tidak mengherankan mengingat lamanya perjuangan Indonesia untuk bisa merdeka dari jajahan penjajah. Bahkan jumlah ini hanyalah sebagian kecil jumlah pahlawan asli Indonesia, biasanya hanya pemimpin-pemimpin perjuangan saja yang dicatat sebagai pahlawan nasional, melainkan prajurit perjuangan tidak dikarenakann jumlah mereka yang terampau banyak. 
Izin menjadi pahlawan nasional diberikan oleh presiden, biasanya presiden akan mempertimbangkan banyak hal untuk mempertimbangakna apakah seseorang tersebut layak menjadi pahlawan nasional Indonesia.
Indonesia juga memiliki hari pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November. Hari ini dijadikan sebagai libur nasional untuk menghormati para pahlawan Indonesia yang dengan berani membela tanah air.
Pada keadaan merdeka saat ini sepertinya kita perlu memperlebar apa arti pahlawan itu. Kalau jaman dahulu pahlawan berarti orang yang melakukan perlawanan untuk melawan penjajah agar Indonesia merdeka, konsep ini tidak bisa di gunakan lagi pada saat ini. Karena dalam bidang keamanan negara atau militer tentu saja Indonesia telah lama merdeka sehingga orang-oran tidak perlu untuk mengangkat senjata untuk mengusir penjajah.
Berubahnya jaman merubah pula konsep pahlawan. Untuk jaman saat ini, pahlawan mungkin bisa kita lihat pada bidang lain selain keamanan negara. Seseorang yang ahli di suatu bidang dan memanfaatkan keahliannya tersbeut untuk kepentingan atau kemanfaatan bangsa Indonesia dapat kita sebut pahlawan. Misalnya orang yang ahli berpolitik dan dia menggunakan keahliannya untuk menata politik Indonesia atau menjadi tokoh politik yang memberikan banyak kemanfaatan bagi bangsa Indonesia dapat kita sebut pahlawan.
Pahlawan Batik Indonesia
Seperti yang disebutkan di atas bahwa seorang pahlawan bukan hanya seseorang yang berperang untuk Indonesia merdeka namun, juga orang yang bermanfaat bagi negara Indonesia. Pada artikel ini akan dibahas mengenai pahlawan batik Indonesia yang berarti bahwa  orang-orang yang bergelut di dunia batik dengan mengembangkan batik Indonesia, sehingga batik yang merupakan budaya miliki bangsa Indonesia bisa berkembang.
Karena tokoh-tokoh inilah batik mulai populer di luar negeri. Berdasarkan data eksport, batik Indonesia meningkat dari hanya 32 Juta Dollar pada tahun 2008 menjadi 300 Juta Dollar atau 3 Trilliun Rupiah pada tahun 2013, dengan Amerika Serikat, Jerman, dan Korea Selatan sebagai pasar utamanya. Menurut data dari Kementrian Perindustrian, tercatat ada 50 ribu pedagang batik, dengan tenaga kerja sebesar 100 ribu orang.
Kasom Tjokrosaputro

Kasom Tjokrosaputro
Kasom Tjokrosaputro memasuki dunia bisnis dalam PT. Batik Keris, pada tahun 1971. Seorang putri dari Handoko dan Handiman Tjokrosaputro, melanjutkan bisnis keluarganya dengan memperluas bisnis pada produksi tekstil. 
Hal penting mengenai nama bisnis yang kemudian keluarga memutuskan untuk menggunakan nama perusahaan baru yaitu Danliris atau PT. Dan Liris, mengambil dari kata Jawa “Udan Lirisâ€� berarti gerimis. Sama seperti hujan yang seperti sebuah cahaya yang jatuh di musim penghujan untuk menabur benih atau petani menabur benih agar menjadi tanaman yang kuat dan stabil. 
Sehingga bisnis Danliris diharapkan dapat ‘menumbuhkan kekayaan pemegang saham, karyawan, mitra dan masyarakat, khususnya masyarakat sekitar pabrik. Dimulai hanya dengan satu Divisi Tenun pada April 24, 1974, Danliris kemudian cepat memperluas bisnisnya pada bidnag pemintalan, pencelupan, finishing, percetakan, serta manufaktur garmen sampai tahun 1976.
Sekarang 35 tahun kemudian, di bawah bimbingan ketua saat ini, IP Elizabeth Sindoro, istri almarhum Handiman Tjokrosaputro, tongkat telah diteruskan ke generasi ketiga, dengan Michelle Tjokrosaputro saat ini di pucuk pimpinan dengan 7.500 karyawan. 

Meskipun tantangan yang dihadapi dalam beberapa tahun terakhir, Michelle dan tim telah mempertahankan visi progresif untuk Perusahaan saat menerapkan pendekatan proaktif dan budaya kolaboratif, seperti yang digambarkan oleh motto perusahaan “Bergerak Bersama Menuju Keunggulan.”

Go Tik Swan

Go Tik Swan
Dalam Roh Indonesia, sebuah buku yang diterbitkan oleh Yayasan Batik Indonesia, Go Tik Swan disebut sebagai “artis batik yang paling dihormati dari Jawa “.

“Dia adalah guru bagi para ahli batik di seluruh duniaâ€� bernama lengkap Kanjeng Raden Temenggung Hardjonagoro Go Tik Swan yang meninggal pada 5 November 2008. Sepanjang hidupnya, Go Tik Swan telah mendesain lebih dari 200 motif batik Indonesia, terpajang di berbagai museum international.

Go Tik Swan mengatakan, “seseorang tidak pernah bisa menjadi seniman batik yang baik kecuali ia adalah seorang ahli dalam budaya Jawa. Orang-orang yang bisa menari tarian tradisional Jawa umumnya juga bisa membatik”.
Di halaman belakang rumahnya di Kratonan, Surakarta ada sebuah bangunan bambu yang ia gunakan sebagai bengkel batiknya. Disanalah, sejumlah perempuan tua sibuk bekerja membatik.
Kreasi telah membuat batik mereka masuk ke dalam koleksi berbagai museum di Australia dan Eropa. Di antara salah satu karyanya yang disebut Batik Parang Kusuma Mega, yang didedikasikan untuk Megawati Soekarnoputri ketika ia menjadi wakil presiden.
Go Tik Swan dikenal sebagai desainer batik berpengalaman. Gayanya sebenarnya campuran dari motif warna-warni dari bagian utara Jawa Tengah dan motif sogan daerah selatan Jawa Tengah. Sogan adalah teknik pewarnaan batik di mana hanya warna lilin yang digunakan dan tidak ada yang lain.
Etty Soeliantoro Soelaiman, kepala asosiasi batikmakers lokal, Sekar Jagad, mengatakan bahwa Go Tik Swan adalah salah satu pencipta motif yang paling dihormati di Indonesia.
Go Tik Swan berperan pula membuat batik bagi ayah Megawati, presiden pertama Indonesia Soekarno, yang menginginkan dia untuk membantu melestarikan berbagai motif batik etnik dari berbagai belahan Jawa.
Seniman bertemu Sukarno pada saat ia belajar sastra Jawa di Universitas Indonesia. Pada tahun 1954 Sukarno menghadiri pesta ulang tahun universitas dan Go Tik Swan melakukan tari Jawa Gambir Anom, yang memberikan kesan yang mendalam pada presiden.
Sukarno bertemu dengannya di belakang panggung saat itu persahabatan mereka dimulai. Presiden memintanya untuk membantu mengatur wayang Jawa agar bermain sebulan sekali di Istana Negara.
Kemudian, Sukarno mengetahui bahwa Go Tik Swan berasal dari keluarga batik di Surakarta. Suatu hari, Sukarno meminta Go Tik Swan untuk membuatkannya batik dan ia bangga bisa pamer ke tamu asing saat itu.
Meskipun ia terdidik, Go Tik Swan tidak menggunakan rute teknis untuk memenuhi tugas presiden dengan melakukan studi pustaka pada batik Indonesia. Namun, ia pergi ke sentra batik Jawa bagian utara, seperti Tuban, Demak, Cirebon dan Kudus.
Di setiap kota yang dikunjunginya, Go Tik Swan tidak hanya mengamati seni, tetapi juga mencari bimbingan rohani dengan bermeditasi di tempat-tempat suci, seperti Masjid Agung Demak, Makam Sunan Bonang di Tuban dan makam Sunan Gunung Jati di Cirebon. Perjalanan spiritualnya untuk batik khas Indonesia membawanya kemana-mana.
Kemudian pada tahun 1955, ia bertemu dengan Tjan Tjoe Sien, seorang ahli dalam budaya Jawa, yang mengundangnya ke Bali. Di sana mereka tinggal di rumah Walter Spies, pelukis Belanda di desa Campuran, Ubud. Setiap malam, Go Tik Swan bermeditasi di gua dekat kediaman pelukis Belanda tersebut.
Kemudian ia pulang setelah merasa yakin konsep untuk batik khas Indonesia yang Presiden Soekarno perintahkan telah terbentuk dalam benaknya.
Go Tik Swan mempertahankan hubungannya dengan keluarga Soekarno. Ketika ia merayakan ulang tahun ke 70-nya, Hartini, salah satu istri Soekarno, memberinya fotonya dan Sukarno, dan Megawati memberinya gelas kristal.
Untuk dedikasinya pada batik, ia menerima penghargaan Budaya Bhakti Upradana pada tahun 1993 dari Pemprov Jawa Tengah. Istana Surakarta menganugerahinya gelar kehormatan kerajaan Kanjeng Raden Temenggung (KRT) Hardjonagoro. Selain itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga memberikan Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma kepada Go Tik Swan di tahun 2011.
Batik tidak hanya bidang keahliannya. Ia juga berpengalaman dalam budaya Jawa, khususnya sejarah keris, arsitektur dan arkeologi. Sebagai penggemar arkeologi, rumahnya kuni seperti museum, dengan barang-barang antik yang ditempatkan di semua kamar. Pada tahun 1985, ia menyumbangkan 45 patung kuno dari koleksinya kepada pemerintah karena ia tahu bahwa artefak ini harus di bawah perlindungan pemerintah.
Iwan Tirta

Iwan Tirta
Nursjirwan Tirtaamidjaja, juga dikenal sebagai Iwan Tirta, adalah salah satu seniman batik serta desainer terkenal di Indonesia. Koleksinya terkenal dan begitu juga butik-Nya, fashion show mewah, dan desain kain. Alm. Iwan Tirta sering dikenal sebagai seseorang yang memperkenalkan batik Indonesia ke seluruh dunia.
Alm. Iwan Tirta belajar di London School of Economics dan Yale Law School. Kesukaannya pada batik berkembang ketika dia memenangkan hibah penelitian dari The John D. Rockerfeller III Fund. Alm. Iwan Tirta memulai sebuah proyek penelitian pada tarian suci Susuhunan Kerajaan Surakarta. Di sana, dikelilingi oleh kehidupan etnis Jawa Tengah, dia mengasah minat barunya dalam kain Jawa. Minatnya dirangsang oleh koleksi batik ibunya, yang termasuk beberapa batik terbaik Indonesia.
Dia segera mengakui pentingnya untuk mendokumentasikan dan melestarikan seni dan kerajinan batik. Dia melakukan tanggung jawabnya dengan mencatat evolusi batik dengan waktu berminggu-minggu yang ia habiskan di museum, kota dan desa untuk mengumpulkan sampel dan menelusuri asal-usul dan perkembangan seni batik.
Tahap kedua dari “kesadaran batik” nya memuncak pada tahun 1966 ketika ia menyelesaikan sebuah buku berjudul Pola dan Motif Batik, merinci aspek historis dan sosiologis dari batik.
Elemen desain yang direkonstruksi, dihidupkan kembali, dan up-to-date, sehingga menjaga keberadaan batik di Indonesia maupun di dunia. Desain mewah namun, tradisionalnya telah muncul di halaman-halaman majalah internasional seperti Voque, Harper Bazaar, Arsitektur Digest, New York Times, Asia Weeks, National Geographic dan lain-lain.
Pengagum setianya mulai dari setiap tingkat masyarakat, termasuk aristokrasi dan kerajaan. Dia telah mengadakan pameran dan fashion show pertama untuk wanita di  Indonesia dan bagi pemerintah Indonesia, menampilkan koleksinya untuk mengunjungi anggota kepala negara dan kerajaan seperti Ratu Elizabeth II, Ratu Sophie dari Spanyol, Ratu Juliana dari Belanda dan Bill Clinton.
Dia juga menyajikan dan merancang khusus Batik untuk setiap kepala negara yang datang untuk Konferensi Ekonomi Asia Pasifik yang diselenggarakan di Jakarta pada tahun 1994.
Baik Ronald Reagan ataupun Bill Clinton telah memakai desain Batik dari Alm. Iwan Tirta pada acara-acara kenegaraan resmi. Dan baru-baru ini, Alm. Iwan Tirta diminta untuk merancang motif batik untuk George W. Bush dan istrinya.
Bahkan, Nelson Mandela juga begitu terpesona dengan batik sehingga menurutnya desain batik dari Alm. Iwan Tirta merupakan sebuah keharusan. Dia bersikeras membuat batik tradisional yang mendukung kemeja batiknya ketika ia dipanggil oleh Ratu Elizabeth II di Istana Buckingham. Nelson Mandela juga mengenakan batik saat bertemu George Bush di ruang Oval di Washington, DC

Politisi bukan satu-satunya penggemar desain Batik dari Alm. Iwan Tirta, tetapi juga para selebriti internasional seperti Roger Moore yang terinspirasi oleh karya seninya yaitu kerajaan Indonesia.

Beberapa tahun kemudian ada saat-saat sulit juga masalah keuangan dan penyakit stroke, tetapi dia selalu setia untuk mengembangkan batik. Ia mimilih cabang baru dengan menempatkan motif batik pada keramik dan perak, dan masih bisa berjalan ke sekitar lingkungannya dengan menggunakan tongkatnya.
Baliau meninggal pada 31 Juli 2010 pada usia 75 tahun. Beliau meninggal karena komplikasi yang menyerang organ-organ utamanya.
Seni maestro rupanya juga mewariskan 6000 desain batik untuk PT. Pusaka Iwan Tirta yang akan menjaga warisan dari Alm. Iwan Tirta untuk melayani masyarakat yang mencintai desain Alm. Iwan Tirta.
Hartono Sumarsono

                                             Hartono Sumarsono
Tidak seperti ketiga pahlawan batik sebelumnya yang merupakan seorang seniman baik, Hartono Sumarsono merupakan kolektor batik paling gila di Indonesia. Dialah yang menyelamatkan batik Indonesia yang jatuh ke tangan kolektor asing yang kemudian ia kembalikan lagi ke Indonesia.

Dari ribuan batik yang ia koleksi, 300 diantaranya dianggap sangat langka dan bagus, termasuk diantaranya batik Von Franquemont, batik dongeng Metzelaar, Padmo Soediro, serta batik Van Zuylen.

Hartono Sumarsono (57) mengenal batik sejak ia masih duduk di bangku SMA yaitu sekitar awal 1970an. Ketika itu ia ikut pamannya untuk berdagang batik di Pasar Tanah Abang. Lulus SMA, Hartono berjualan batik sendiri di pasar tanah abang juga.
Kemudian beliau suka untuk berjalan-jalan di kios-kios barang antik di jalan surabaya, Jakarta. Pengetahuannya tentang batik membuatnya masuk dalam komunitas kolektor batik antik atau batik maduran yang mempesona. Dia sangat prihatin ketika batik-batik kuno Indonesia dibawa ke luar Indonesia oleh kolektor-kolektor asing. 
Salah satu koleksi batik bagus dan langkan beliau yaitu batik biru lasem yaitu batik yang berusia 1200 tahun yang dihiasi dengan motof binatang dan guratan primitif. Pada batik itu terdapat binatang legenda kilin (singa) yang menurut mitos cina hal ini berarti merupakan kemunculan tokoh penting, selain itu ada pula burung hong yang melambaikan wanita utama, ikan makara yang malambangkan ketahanan dan perjuanag dll. 
Hartono bersama istrinya berencana untuk membuat ruang pamer untuk koleksinya agar koleksinya tersebut dapat dinikmati oleh orang banyak. Yang jelas dia tidak akan melepas koleksi batik kunonya agar batik tersebut tidka jatuh ke tangan asing.

Terobosan Baru Bisnis Fotografi, Capung Aerial Photo and Video

Semangat pagi sahabat BisnisHack.com! Bagaimana kabar semuanya? Masih semangat dong pastinya. Sahabat BisnisHack.com pastinya penasaran dengan cerita selanjutnya. So pastilah. Cerita ini nantinya akan menjadikan Anda semua semangat untuk berbisnis. Bagaimana tidak! BisnisHack.com selalu memberikan tips-tips bisnis dan cerita-cerita bisnis bahkan pengalaman pebisnis yang hebat.

Nah, kira-kira cerita kali ini apa ya? Penasaran? Oke, sebelumnya sahabat BisnisHack.com sudah pernah mendengar bisnis pesawat capung belum? Ya meskipun namanya aneh tapi ini bisa menjadi referensi bagi sahabat BisnisHack.com untuk membuka sebuah bisnis. Wah, pastinya semakin penasaran dengan kisah bisnis capung ini. Yuk kita simak bersama ceritanya!

Agar pembaca lebih nyaman dan terkesan, Berkenankah Mas Oejang memperkenalkan diri dulu? nama, perusahaan, jenis usaha, dimana lokasinya?

Nama saya dendi pratama, saat ini menjadi tukang jualan di Capung Aerial Photo And Video sebuah perusahaan kecil yang bergerak di bidang foto dan video udara. Bengkel capung ada di Yogyakarta dengan sebuah basecamp tambahan di jakarta.

Kenapa memilih usaha ini dan sudah sejak kapan mendirikannya?

Sebenarnya awal mulai di Capung Aerial termasuk “kecelakaan”. Tahun 2010 saya berkenalan dengan sebuah komunitas aeromodeling di jogjakarta. Saat itu kami kami sedang membuat sebuah program acara dokumenter tentang aeromodeling. Waktu itu kita bertemu dengan mas Muhammad Thoha, seorang praktisi aeromodeling yang juga hobi dibidang robotik. Salah satu hobby beliau adalah membuat wahana multicopter. Ketika melihat multicopter buatan beliau saya langsung berpikir, ini peluang yang belum tersentuh.

Dari perkenalan tersebut setelah prduksi dokumenter akhirnya saya ikut belajar dengan mas Thoha. Perkenalan tersebut pun berlanjut menjadi kerjasama hingga saat ini. Saat ini mas thoha menjadi tim teknis dari Capung.

Dokumenter tentang mas Thoha yang kita buat


Saat pertama kali, Anda mendirikan usaha ini dengan siapa? Berapa jumlah karyawan Anda pertama kali dan sampai saat ini?

Model bisnis kita agak unik, karena kita tidak menggunakan sistem owner  karyawan. Dari pendirian hingga sekarang Capung terdiri dari 3 orang tim inti. Bedanya, saat ini kta ada team profesional yang freelance, jadi kalau ditotal dengan team freelance kita ada sekitar 6 orang.

Bagaimana tingkat persaingan usaha yang Anda jalankan? Apakah kendala yang sering di hadapi?

Jasa video dan foto udara masih bidang yang sangat baru. Boleh dibilang saat ini pemain dibidang ini bisa dihitung dengan jari. Sementara pasar nya sangat luas, tersebar diseluruh indonesia. Kebutuhannya pun beragam, mulai dari pemetaan, iklan, multimedia, survey, tambang dan lain-lain.

Siapakah target pasar Anda?

Target pasar kita sangat beragam, intinya siapapun yang membutuhkan foto udara atau video udara. Mulai dari bidang pertambangan, perkebunan, pertanian, multimedia hingga event-event olahraga dan outdoor membutuhkan jasa kita.


Dalam bisnis yang dijalankan mas Oejang, rasa nyamannya terletak dimana mas?

Paling nyaman karena kita melakukan bisnis sekaligus hobby, jadi tingkat stress nya lebih rendah. Yang kedua pekerjaan ini memungkinkan kita untuk banyak jalan jalan, jadi ya klop.. bekerja sambil bermain 😀

Menurut mas Oejang, karakter yang bagaimana yang harus dimiliki oleh pengusaha?

Integritas dan Konsisten …. integritas yaa harus pnya prinsip, ga cuma sekadar cari project atau terima order. Konsisten ini yang sulit, karena untuk indonesia membangun bisnis itu tidak gampang, kondisi ekonomi dna kebijakan pemerintah kita belum berpihak pada startup. Jadi kalau gak konsisten bakal stres, apalagi untuk pengusaha pemula 5 tahun pertama boleh dibilang adalah masa masa merintis yang susah.

Bagaimana cara Anda dalam membuat pelanggan merasa puas?

Kita berusaha memposisikan diri sebagai mereka, kita juga berusaha untuk memenuhi request klien. Pernah ada yang minta terbang di atas kawah gunung berapi… meskipun belum pernah kita sanggupi, tentu saja dnegan memberikan pertimbangan pertimbangan teknis. Alhamdulillah akhirnya semuanya lancar.

Apa impian Anda dengan usaha Anda sekarang ini?

Impiannya, capung bisa menjadi pioner dalam bidang foto dan video udara. Selain sisi bisnis, kita juga punya impian berkontribusi di bidang sosial, entah itu konservasi hutang atau membantu pengawasan laut dengan teknologi yang kita punya.

Nah, bagaimana sahabat BisnisHack.com, sudah ada bayangan apa itu bisnis capung? Jika sudah tunggu apa lagi1 segera munculkan karya bisnis Anda yang semakin hebat. Intinya dalam menjalankan suatu bisnis apapun itu hanya satu yaitu kemauan yang kuat dan pastinya harus disertai dengan usaha dong. Untuk apa ada kemauan tapi tidak ada usaha. Oke, sekian cerita dari BisnisHack.com. semoga kisah kali ini  isa memberikan motivasi bagi seluruh pembaca. Tunggu kisah BisnisHack.com selanjutnya ya!

Yoga Purwandita, Sosok Dibalik Suksesnya Pino Konveksi

Banyak ragam bisnis yang bisa Anda jalankan mulai dari bisnis terkecil hingga bisnis terbesar. Mulai dari modal terkecil hingga modal terbesar. Dengan kemauan dan kerja keras, segala bisnis yang dijalankan akan menghasilkan kemajuan yang pesat. Bisnis konveksi bisa menjadi terobosan baru bagi Anda. Bisnis ini tentunya sudah tidak asing di telinga para pembaca. Bisnis ini memiliki berbagai macam bentuk dan variasi. Mulai dari konveksi pakaian, jaket, sepatu dan sebagainya.

Nah, pada kesempatan kali ini, BisnisHack.com akan menghadirkan kisah dari pebisnis Konveksi mas Yoga Purwandita. Penasaran dengan kisah bisnisnya? Yuk kita simak bersama bagaimana mas Yoga bisa menjalankan bisnis konveksi ini.


Berkenankah Anda memperkenalkan diri nama, perusahaan, jenis usaha, dimana lokasinya?

Nama saya Yoga Purwandita (29), usaha saya bernama PINO, bergerak di bidang konveksi dan merchandise yang beralamatkan di Jl. Tunjung Baru 15 Baciro, Yogyakarta.

Kenapa memilih usaha ini dan sudah sejak kapan mendirikannya?

Usaha ini saya mulai sejak awal kuliah tahun dan baru tahun kedua kuliah tahun 2006 tepatnya bulan Desember saya memberanikan diri membuka toko. Saya memilih usaha ini secara kebetulan karena diminta teman untuk membuat desain jaket dan sekalian mencari tempat produksinya. Waktu itu harga saya naikkan Rp10.000 dari harga produksi, sehingga saya untung 1 juta-an. Dari situlah saya mulai ketagihan mencari uang dari jalan bisnis.

Saat pertama kali, Anda mendirikan usaha ini dengan siapa? Berapa jumlah karyawan Anda pertama kali dan sampai saat ini?

Sejak pertama di bisnis konveksi ini saya berjalan sendiri saat itu saya memiliki 2 orang karyawan saja karena saya belum produksi sendiri. Semua orderan konveksi saat itu saya lempar ke konveksi lain, jadi saya hanya seperti makelar order. Saat ini ada 25 karyawan dan sudah berproduksi sendiri

Bagaimana tingkat persaingan usaha yang Anda jalankan?

Persaingan usaha konveksi di jogja cukup ketat, sangat banyak usaha yang bergerak di bidang konveksi seperti saya di jogja, ditambah lagi makelar-makelar order dari kaum mahasiswa seperti saya dulu.

Siapakah target pasar Anda?

Target utama saya mahasiswa dan SMA, namun banyak juga perusahaan2 yang kami tangani.

Apakah kendala yang sering di hadapi?

Lebih banyak kendala internal, seperti masalah SDM yang kurang disiplin sehingga waktu produksi menjadi lama, dan kalo kurang teliti membaca deskripsi orderan bisa salah produksi.

Cara apa saja yang Anda gunakan untuk mempromosikan usaha Anda?

Dulu saya suka nempel poster, pernah 2x iklan di radio, sampai akhirnya saya kenal bisnis online dan saat ini hanya mengandalkan web pinojaket.com, beberapa web pendampingnya serta dari mulut ke mulut aja.


Bagaimana cara memilih bahan baku yang berkualitas untuk produk Anda?

Masalah bahan sebenarnya semua konveksi bisa memakai bahan yang sama, karena sumbernya juga sama, namun yang saya jaga kualitas jahitan serta kesesuaian hasil jadi dengan permintaan konsumen. Karena kami produksi setelah ada order aja. Jika itu sudah terpenuhi maka konsumen akan puas

Bagaimana cara Anda dalam membuat pelanggan merasa puas?

Saya sering beli barang secara online dan sering menemui penjual yang kalo balas SMS lama atau bahkan tidak dibalas, sebisa mungkin saya segera membalas SMS yang masuk dan mudah dihubungi, dari situ aja sudah jadi nilai plus untuk usaha kita. Selain itu harus menjaga supaya semua barang yang kami produksi sesuai dengan keinginan konsumen. Karena di konveksi lain itu sering hasil akhir tidak sesuai dengan desainnya karena vendornya kurang detail memberi keterangan order atau inisiatif sendiri menterjemahkan bahasa desain karena malas tanya2 detailnya ke konsumen.

Apa impian Anda dengan usaha Anda sekarang ini?

Tidak muluk-muluk karena saya bukan wirausaha yang ambisius. Saya sudah bersyukur dengan kondisi saat ini. Impian saya dengan usaha ini saya bisa senantiasa dekat dengan anak-anak di rumah, dekat dengan Allah karena bersyukur dengan jalan hidup yang diberikan ini. Hmm.. tapi masih ingin buka usaha bordir komputer sih hehehe.

Bagaimana sahabat BisnisHack.com, sudah terjawab problem Anda dengan membaca kisah dari mas Yoga. Apakah Anda tertarik ingin mengikuti jejaknya dalam menjalankan bisnis? Oke itulah tadi sedikit kisah dari mas Yoga tentang bisnis konveksinya. Semoga bermanfaat bagi para pembaca. Selamat mencoba!

Edy Darmoyo, Kisah Sukses Pelaku Bisnis Jasa Pelatihan!

Dunia bisnis sudah menjadi topik pembicaraan setiap orang. Sudah tidak heran jika bisnis menjadi kegemaran setiap orang mulai dari pelajar, mahasiswa, bahkan orang tua sekalipun. Mulai dari bisnis kecil-kecilan hingga bisnis yang besar. Lembaga pelatihan merupakan salahsatu bisnis yang mempunyai prospek besar jika dijalankan dengan benar.

Pastinya bisnis ini sudah tidak asing lagi bagi Anda. Banyak sekali yang membutuhkan jasa para trainer-trainer. Misalnya saja universitas dan bisnis-bisnis. Banyak universitas yang mengadakan acara training untuk mahasiswanya guna memberikan bekal dan pengalaman kedepannya. Tentunya bisnis lembaga pelatihan ini dapat menjadi terobosan Anda bagi yang gemar dengan mengisi event-event dan gemar memberikan motivasi-motivasi.

Anda penasaran dengan bisnis yang satu ini? Kali ini BisnisHack.com akan menghadirkan wacana baru, cerita baru dan pengalaman baru dari pebisnis kita Mas Edy Darmoyo yang menggeluti bisnis lembaga pelatihan. Yuk kita simak kisahnya.

Agar pembaca lebih nyaman dan mudah dalam memahami, alangkah baiknya kita perkenalan dulu mas, mulai dari nama lengkap, nama perusahan, dan bisnis apa yang dijalankan?, dan dimana lokasinya? 

Nama saya Edy Darmoyo, alumnus FISIP UNDIP, nama perusahaan saya TPC Corporation, badan hukum PT. Putra Insan Mulia. Bergerak di bidang Jasa Pelatihan, Outbound , Pengembangan SDM dan Persewaan Mini-office. Lokasi di Komplek Gajahmada Plaza C 22-24 Simpanglima Semarang. Telp. 024-8413177, 70719866.

Apa alasan Anda terjun dan mendirikan usaha ini? 

Saya merasa tertarik untuk bisa berbagi pengalaman dan membantu orang lain agar bisa mencapai prestasi dan karir terbaiknya. Saya pernah menjadi seorang Sales dan bisa mencapai jabatan Direktur. Saya ingin setiap orang bisa melakukan hal seperti ini. Diawali dengan mencintai profesi apapun itu yang penting halal insya Allah siapapun akan bisa mencapai top position. Keinginan untuk membantu orang dan perusahaan dalam pengembangan SDM ini membuat saya memutuskan untuk mendirikan lembaga pelatihan. Setelah belajar dari beberapa trainer terkemuka, akhirnya saya memutuskan untuk membuka TPC Corporation dan mulai menekuni hobi baru sebagai seorang Master Trainer, Motivator dan Coach.

Sejak kapan usaha Anda berdiri dan kemajuan apa yang sudah di raih sejak pertama kali berdiri? 

Sebenarnya saya mulai merintis usaha ini sejak tahun 2003 dengan program anak-anak yang berjudul “Leadership for Kids” dengan target anak-anak SD. Kemudian menggarap outbound anak-anak. Lalu muncul permintaan training dan outbound untuk sekolah, kampus hingga ke perusahaan. Akhirnya kini TPC Corporation lebih banyak fokus ke sekolah, kampus dan perusahaan. Saat ini TPC sudah memiliki lebih dari 40 jenis training untuk berbagai kalangan dan memiliki alumni pelatihan lebih dari 3000 orang. Saya kini mulai mengembangkan program-program baru yang didukung software pengembangan SDM seperti DISC Profile dan STIFIn Technology.

Siapa sajakah target pasar Anda dan bagaimana cara menentukan target pasar tersebut?

Untuk pelatihan saya kelompokkan dalam 5 segmen, yaitu Corporate, UKM, University, School & Social. Pertama kali saya melihat seluruh pelanggan saya, ternyata setelah dicermati mereka terdiri dari 5 kelompok segmen yang berbeda-beda kebutuhannya dan memiliki keunikan masing-masing. Setiap segmen memiliki standar tertentu sehingga kita harus pandai-pandai menyiapkan standar pelayanan yang pas. Mereka juga memiliki buying power yang berbeda. Pertimbangan-pertimbangan seperti itulah yang melatarbelakangi pembagian segmen.

Bagaimana cara mas Edy dalam meyakinkan pelanggan, bahwa produk atau jasa dari mas Edy benar-benar bagus? 

Biasanya melalui trial program atau promo sesion, dimana saat saya mengadakan pelatihan umum, saya mengundang beberapa perwakilan perusahaan untuk ikut secara gratis. Setelah merasakan langsung biasanya mereka kemudian mengundang saya. Atau kita melakukan promo sesion ke beberapa lembaga untuk memberikan pengalaman langsung merasakan training saya. Memasang promo di web juga sering kita lakukan.

Selama ini, bagaimana permintaan dan tanggapan dari masyarakat dan konsumen? 

Respon konsumen sangat bagus. Mereka kerap melakukan repeat order. Bahkan beberapa kali kita diminta merancang program khusus untuk membantu mereka.

Apa yang Anda inginkan ketika bisnis Anda tumbuh dan menjadi besar?

Saya dapat terus berbagi dan menginspirasi sebanyak mungkin orang agar mereka selalu belajar dan bertumbuh menjadi pribadi yang terbaik, beramal saleh dan bertakwa dan mencintai sesama.

Bagaimana cara mengatasi keluhan dan komplain dari pelanggan? 

Komplain harus dihadapi, dimengerti dan dicarikan solusi. Menghormati komplain adalah semangat kami. Saya selalu bersikap positif terhadap keluhan pelanggan. Saya selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik. Bila dirasa masih kurang, besok akan saya perbaiki. Demikian seterusnya.

Apa yang Anda anggap sebagai sukses sebagai pengusaha? 

Jika orang kaya bisa berbagi harta, maka orang sukses bisa berbagi kebahagiaan. Saya ingin bisa berbagi kebahagiaan sekaligus berbagi harta kepada mereka yang membutuhkan. Saya merasa sukses ketika ada peningkatan kualitas hidup, terutama kualitas spiritual diri kita. Sukses bagi saya adalah ketika saya bisa lebih dekat dan bertakwa kepada Allah SWT. Insya Allah.

Oke sahabat BisnisHack.com, itulah tadi sedikit cerita dari mas Edy yang menggeluti bisnis pelatihan-pelatihan. Bagaimana? Anda tertarik ingin mencoba? Jika tertarisk ingin mencoba kuncinya yaitu kerja keras dan memiliki kemauan berbisnis yang kuat. Semoga cerita kali ini memberikan manfaat bagi Anda para pembaca.

Les Privat Sambil Ngafe? Ya di English Cafe!

Banyak peluang bisnis tersedia jika ingin mencari dan berusaha. Tentunya bisnis yang satu ini sudah kerap kira dengar. Bisnis English Cafe, bisnis kursus bahasa Inggris dengan menggunakan konsep kafe. Tentunya bisnis kursus khususnya kursus bahasa Inggris mempunyai prospek yang besar untuk bisnis Anda. Mengapa demikian? Karena bahasa Inggris saat ini sudah menjadi bahasa internasional.

Tidak salah jika orang mengatakan bahwa bahasa Inggris merupakan bahasa wajib. Karena jika ingin menggeluti dunia bisnis dan ingin bisnis Anda mencapai taraf nasional bahkan internasional, Anda akan dituntut untuk paham dan mengerti bahasa Inggris. Tidak hanya itu, jika ingin menempuh pendidikan di luar negeri, Anda akan dituntut dengan toefl yang tinggi supaya mendapatkan beasiswa pendidikan di luar negeri. Untuk itu sangat penting memahami bahasa Inggris.

Nah, bagaimana sahabat BisnisHack.com, Anda tertarik dengan bisnis ini? So pasti dong. Oke, jika Anda tertarik ingin membuka bisnis ini dan masih bingung cara menjalankan bisnis ini, tim BisnisHack.com akan menghadirkan kisah dari pebisnis English Cafe mas Hamli. Penasaran dengan kisahnya? Yuk kita simak bersama.

Untuk mengawali interview ini, berkenankah Anda memperkenalkan diri, mulai dari nama, usaha dalam bidang apa, lokasinya dimana, perusahannya apa?

Nama saya Moh. Hamli, biasa dipanggil Hamli. Saya lahir di Pamekasan 06 November 1988. Saya tinggal di Sleman, dan usaha saya juga ada di Sleman, tepatnya di English Cafe, Jl. Jatempanol, Nologaten, Catur Tunggal Depok Sleman. Email saya di hamliadik@yahoo.com, dan nomor telefon saya 087826693943. Saya kuliah di lulusan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2008 jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam dan Temple University, Pensilvania, USA, lulus tahun 2011. Website saya, dan saya memiliki ambisi “Richman and Scientist. Motto hidup saya adalah “Live Is Adventure� & “Hari Ini Harus Lebih Baik Daripada Hari Kemarin�.
Nama usaha saya English Cafe. Ini bergerak dalam bidang jasa kursus bahasa Inggris, yaitu dengan konsep kafe. Kantor pusat di Bento Cafe, Jl. Nologaten.

Apa yang  membuat Anda memilih jenis bisnis ini?

Banyak alasan sebenarnya, namun sedikit saya simpulkan, bahwa ini bisnis jasa yang berhubungan dengan orang lain. Saya suka berhubungan dengan orang baru dari berbagai karakter dan background. Itu pertama. Alasan kedua adalah bisnis jasa tak butuh banyak modal baik diawal maupun diakhir, sehingga waktu memulai dulu bermodalkan keberanian, kreatifitas dan keberuntungan. Dan ketiga, bisnis jasa untungnya lumayan bagus. Hehe.

Apa yang membuat Anda memilih lokasi yang saat ini dijadikan tempat usaha?

Lokasi itu penting, namun buat saya, tempat itu nomer dua. Kalau produk bagus, maka dimanapun lokasinya akan dicari oleh orang. Alasan saya memilih lokasi di jalan Nologaten karena Bento Cafe bersedia bekerjasama dengan English Cafe, begitupun dengan 10 cabang yang lain. Nologaten itu, kalau dilihat dari prospek bagusnya lokasi sebenarnya tak begitu bagus, karena agak jauh dari kampus-kampus besar seperti UIN, UGM, UNY, UAD atau UII, UPN, Sadhar dan Atmajaya. Namun, tahukah anda? Dari kampus yang saya sebutkan disitu adalah member terbanyak di English Cafe.

Ceritakan pengalaman pertama kali Anda terjun dalam wirausaha, mungkin ketika masih anak-anak atau remaja?

Waktu kecil dulu sering membantu jualan permen mbak saya ke sekolah. Namun itu bukan usaha sendiri cuma membantu mbaa saya, saya senang kalau dikasih imbalan, biasa kan anak kecil. Lalu pas di pondok, sempat juga teman kelas SMA yang jurusan ekonomi jualan es campur. Mungkin dari situ, kata jualan tak begitu asing buat saya.

Apa yang akan Anda lakukan sekarang jika Anda tidak berada pada titik ini?

Mungkin saya akan akan membangun bisnis lain yang menjanjkan. Karna menurut saya, semua bisnis itu bagus kalau dikerjakan dengan kreatif dan tepat sasaran. Banyak keinginan sebenarnya untuk membangun bisnis baru yang saya pikir sangat produktif dan berbeda, namun saya masih fokus untuk membesarkan English Cafe. Prinsip saya dalam bisnis itu, usaha saya ini adalah anak saya, harus fokus dan telaten merawatnya agar tumbuh berkembang dengan baik. Ya, mulai dari pagi hingga malam diurus, kalau tengah hari menangis, ya saya bangun, mengurusnya. Begitu. Nah, nanti kalau anak saya ini sudah berdirkari (berdikari dikaki sendiri) maka saya akan bikin anak lagi, agar banyak saudaranya dan saling mendukung.

Jika Anda memiliki karyawan? apakah yang menjadi patokan Anda dalam mencari dan menerima karyawan?

Jangan mencari karywana yang lebih pintar dari saya. Itu prinsip saya. Namun bukan berarti mencari karyawan yang bodoh. Artinya adalah, kita harus lebih pintar dari karyawan dalam bidang kita. Buat saya, karyawan itu harus jujur, loyal pada perusahaan, itu saja. Kalau skill kan tinggal dilatih nanti.

Apakah prestasi terbesar dari perusahaan Anda?

1. Lembaga kursus bahasa Inggris dengan konsep kafe pertama di Indoensia

2. Salah satu dari 20 lembaga kursus bahasa Inggris terbaik di Jogja, versiwww.belajarbahasaenglish.com

3. Lembaga bahasa Inggris dengan cabang terbanyak di Jogja. Ada 11 kafe.

4. Konsep Daily Talk pertama di Indonesia

5. Hanya dalam waktu 2 tahun English Cafe mencapai 1000 lebih member.

Apa yang paling Anda nikmati mengenai apa yang Anda lakukan saat ini?

Saya menikmati bangun pagi, dimana saya berpikir akan akan mengurusi English Cafe hari ini. Itu kenikmatannya.

Oke sahabat BisnisHack.com, itulah tadi sedikit kisah dari mas Ramli yang menjalankan bisnis English Cafe. Bagaimana dengan kisah bisnis Anda? Tentunya semakin menarik dan maju dong. Dan bagi Anda yang masih bingung mudah-mudahan kisah dari mas Hamli ini menjadi jawaban motivasi bagi para pembaca yang ingin menjalankan dan membuka bisnis. Selamat mencoba dan selalu semangat!

Tips Bisnis Fotografi Dari Colorful Photography

Menjalankan suatu bisnis tidak hanya asal-asalan saja, pastinya harus ada usaha, kemauan yang tinggi, bahkan terkadang usaha tersebut berawal dari sebuah hobi. Ya, sebuah hobi. Tidak sedikit para pebisnis yang menjalankan usaha dimulai dari hobi masing-masing. Contohnya saja fotografi. Bagi Anda yang gemar dengan fotografi tuangkanlah hobi Anda itu untuk berbisnis.

Bingung mau mulai bisnis fotografi dari mana? BisnisHack.com mempunyai jawabannya. Penasaran dengan jawabannya? Sudah tidak sabar? Oke kalau begitu. Berikut ini kami ada sedikit cerita dari pebisnis fotografi yang memulai bisnisnya dari sebuah hobinya sejak kecil. Bagi Anda yang ingin mencoba bisnis ini, yuk kita simak cerita dari Danto tentang bisnis fotografinya.


Mungkin awalnya bisa di jelaskan, mulai dari nama Anda, perusahaan, mengenai profil bisnis, atau bisnis apa yang Anda jalankan, dan dimana lokasinya?

Danto Adityo Laksono, ST. Colorful World (creative agency, Jakarta) Creative Agency specialized in Visual Creative such as animation, visual branding, marketing communication, photography, cinematography, and graphic design. Colorful Photo cinema (Jogja, jakarta), Vendor studio fotografi dan cinematografi di bidang wedding, prewedding, foto wisuda, foto keluarga, foto grup, dan lain-lain. Koki Joni (jogja) Rumah makan menu western sejak 2 tahun yang lalu. berlokasi di jl.C Simanjuntak Jogja (dekat mirota kampus UGM).

Motivasi apa yang menjadikan Anda menekuni bisnis fotografi? 

Passion, semuanya bermula dari passion saya sejak kecil di bidang seni visual. saya suka desain, foto, dan film sejak kecil. Jadi walaupun saya telah menyelesaikan studi saya di teknik elektro UGM, akhirnya panggilan hati saya yang lebih menggiring saya sampai saat ini

Kendala apa saja yang biasa ditemui di bisnis ini? Dan bagaimana cara mengatasinya? 

Kendala dan tantangan adalah makanan sehari-hari bagi pengusaha yang ingin berkembang dan sukses. Pasti kita menemukan banyak kendala di setiap lini bisnis kita, dari marketingnya, SDM-nya, keuangannya, komplain klien, dan banyak hal-hal kecil tak terduga yang terkadang bisa menjadi besar. Yang pasti, kita harus menikmati semua tantangan tersebut. Kita harus punya keyakinan bahwa Tuhan memberi masalah satu paket dengan solusinya. Tinggal bagaimana usaha kita untuk mencari solusi tersebut

Untuk bisnis fotografi, spesifikasi kameranya bagaimana? Kamera seperti apa yang biasa Anda gunakan?

Tidak ada pakem atau standar alat yang harus digunakan untuk masuk bisnis ini. Karena bagi kami, hal yang paling dihargai oleh klien-klien kami adalah nilai seni dari setiap karya kami. Kalau kendala alat, bisa pinjem atau sekarang sudah banyak yang menyewakan. Tapi untuk seni, ini semua kembali lagi ke kualitas masing-masing fotografer.

Bagaimana animo masyarakat terhadap bisnis Anda?

Di Yogyakarta kami merupakan salah satu market leader di bidang dokumentasi foto dan video dengan segmentasi menengah ke atas. Karena sejak 2009 kami melakukan banyak inovasi secara konsisten, dan ini perlahan-lahan mengangkat brand kami di masyarakat terutama Yogyakarta. Untuk di Jakarta sendiri, kami masih jauh dari predikat market leader, karena betapa cairnya pola bisnis ini di sini. Kompetitor banyak, dan pasar cukup terkotak-kotak. Colorful foto cinema baru berumur 2 tahun di Jakarta. Tapi kami yakin kami mampu konsisten berkembang di sini. Apalagi pasar corporate sangat menarik di Jakarta. Dan kami sudah melakukan beberapa langkah awal yang baik.

Sistem Apa yang telah Anda tetapkan dalam bisnis Anda untuk membantu tumbuh?

Di setiap lini pasti ada sistem, sistem marketing, sistem SDM, sistem keuangan, dan sistem lainnya. Semua sistem pasti berkembang dan mengalami penyempurnaan dalam kurun waktu tertentu, karena tidak ada sistem yang sempurna. Yang pasti, dalam membangun sistem ini, kami mengedepankan prinsip high tech dan high touch. Artinya, kami harus profesional, namun juga harus ada sentuhan-sentuhan humanis atau kekeluargaan di antara personel.

Seberapa penting karyawan menunjang kesuksesan Anda?

Sangat penting sekali. Karyawan, partner, klien, investor, suplier, semua komponen ini sangat berpengaruh pada perkembangan bisnis kita. Saya sangat berhutang budi kepada mereka. Kualitas dan kuantitas mereka harus tumbuh secara bersamaan. Disitulah tantangan terberatnya.

Jika Anda harus melawan raksasa, senjata apa yang akan Anda gunakan? 

Ini metafora. Semua perusahaan raksasa memiliki kesamaan yang sama, mereka relatif lebih lambat dalam bergerak atau bermanuver. Banyak tahapan yang harus mereka lalui sebelum membuat sebuah langkah atau kebijakan. Sebaliknya, salah satu keuntungan bagi perusahaan kecil atau startup adalah lebih lincah dalam menentukan langkah. Oleh karena itu, di dunia ini, semuanya akan dipergilirkan. Yang mapan pasti akan tua dan mati, sebaliknya yang muda pasti akan mapan. Kuncinya kerja keras dan konsistensi.

Bagaimana sahabat BisnisHack.com dengan cerita pebisnis Danto yang menggeluti bisnis fotografi. Menarik bukan? Cerita dari Danto tadi bisa menjadi penyemangat bagi Anda yang masih bingung untuk menjalankan suatu bisnis. Ada satu pesan yang dapat kita petik dari cerita Danto tadi yaitu kerja keras dan konsistensi. Ini sangat penting dalam menjalankan suatu bisnis apapun itu. Tanpa adanya kerja keras dan konsistensi bisnis yang Anda jalankan tidak ada apa-apanya. Oke sahabat BisnisHack.com, itulah tadi cerita kali ini. Semoga bermanfaat bagi para pembaca. Semangat untuk berbisnis!